1 of 12

Food Allergen

2 of 12

Common Food Allergens

Alergi Makanan Umum

    • Peanuts

Kacang tanah

    • Tree nuts (almonds, cashews, walnuts)

Kacang-kacangan pohon: almond, mete, kenari

    • Milk

Susu

    • Eggs

Telur

    • Fish

Ikan

    • Shellfish

Kerang-kerangan atau seafood

    • Soy

Kedelai

    • Wheat

Gandum

Some regions add sesame and others

(Beberapa wilayah menambahkan wijen dan bahan lainnya)

3 of 12

Understanding Allergic Reactions

Memahami Reaksi Alergi

You’ll learn:

Anda akan mempelajari

    • Difference between food allergy vs intolerance

Perbedaan antara alergi makanan & intoleransi

    • Symptoms (hives, swelling, breathing difficulty, vomiting

Gejala-gejala: gatal-gatal/biduran, pembengkakan, kesulitan bernapas, muntah

    • How quickly reactions can happen

Seberapa cepat reaksi dapat terjadi

    • Emergency response, including use of Epinephrine auto-injector

Tindakan darurat, termasuk penggunaan alat suntik otomatis Epinefrin

4 of 12

A food allergy involves an immune system reaction to food, which can be life-threatening even in tiny amounts. A food intolerance involves the digestive system, usually occurring when the body cannot properly break down food, resulting in discomfort but not danger.

Allergies require strict avoidance; intolerances may allow small amounts.

Alergi makanan melibatkan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap makanan yang dapat mengancam nyawa meskipun hanya dalam jumlah yang sangat sedikit. Sementara itu, intoleransi makanan melibatkan sistem pencernaan yang biasanya terjadi ketika tubuh tidak dapat mengurai makanan dengan benar, sehingga mengakibatkan rasa tidak nyaman namun tidak berbahaya. Alergi memerlukan kepatuhan untuk menghindari pemicu secara ketat, sedangkan intoleransi mungkin masih memungkinkan konsumsi dalam jumlah kecil.

Difference Between Food Allergy vs Intolerance

Perbedaan Antara Alergi Makanan & Intoleransi Makanan

5 of 12

  • Immune System: Allergies involve the immune system (often IgE antibodies), while intolerances do not.

Sistem kekebalan tubuh: Alergi mempengaruhi sistem kekebalan tubuh (seringkali melibatkan antibodi IgE), sedangkan intoleransi tidak.

  • Severity: Allergies can cause anaphylaxis (fatal), while intolerances cause uncomfortable, non-life-threatening symptoms.

Tingkat keparahan: Alergi dapat menyebabkan anafilaksis (fatal/mematikan), sementara intoleransi hanya menyebabkan gejala yang tidak nyaman dan tidak mengancam nyawa.

  • Amount: Even trace amounts of a food can trigger an allergic reaction, whereas intolerance is usually dose-responsive (small amounts may be okay).

Dosis/Kadar: Meskipun dalam dosis yang sedikit dapat memicu reaksi alergi, sedangkan intoleransi seringkali tergantung pada dosis (konsumsi dalam jumlah sedikit mungkin masih aman).

  • Timing: Allergy symptoms often appear within seconds to minutes; intolerance symptoms can be delayed by hours or days

Waktu: Gejala alergi sering kali muncul dalam hitungan detik hingga menit, sementara gejala intoleransi dapat tertunda hingga beberapa jam atau hari.

Key Differences:

Perbedaan Utama:

Difference Between Food Allergy vs Intolerance

Perbedaan Antara Alergi Makanan & Intoleransi Makanan

6 of 12

    • Symptoms: Hives, swelling (throat/tongue), trouble breathing, anaphylaxis, vomiting

Gejala: Biduran (gatal-gatal), pembengkakan (tenggorokan/lidah), kesulitan bernapas, anafilaksis (reaksi alergi berat), dan muntah.

    • Common Triggers: Peanuts, tree nuts, fish, shellfish, milk, eggs, soy, wheat, sesame.

Pemicu yang sering dijumpai: Kacang tanah, kacang pohon, ikan, kerang atau seafood, susu, telur, kedelai, gandum, serta wijen.

    • Diagnosis: Skin prick tests, blood tests (IgE).

Diagnosis: Tes prick kulit / tes tusuk kulit, tes darah / antibodi IgE.

    • Management: Strict elimination and carrying epinephrine (e.g., EpiPen)

Penanganan: Penghindaran ketat atau eliminasi total terhadap pemicu dan wajib membawa epinefrin (seperti: EpiPen) setiap saat.

Food Allergy

Alergi Makanan

7 of 12

    • Symptoms: Bloating, diarrhea, abdominal pain, gas, nausea, headaches.

Gejala: Perut kembung, diare, nyeri perut, sering sendawa karena gas dari asam lambung, mual, dan sakit kepala.

    • Common Triggers: Lactose (dairy), gluten (non-celiac), food additives (sulfites, MSG), fodmaps.

Pemicu yang sering dijumpai: Laktosa (produk susu), gluten (non-celiac, misalnya gandum), bahan tambahan makanan (sulfit, MSG), dan FODMAP (karbohidrat rantai pendek tertentu).

    • Diagnosis: Food/symptom diary, elimination diet with a dietitian.

Diagnosis: Membuat log konsumsi dan gejala, serta diet eliminasi di bawah pengawasan ahli gizi.

    • Management: Avoiding or limiting the food, taking digestive enzymes (e.g., lactase)

Penanganan: Menghindari atau membatasi konsumsi makanan pemicu, serta penggunaan enzim pencernaan (contoh:lactase).

Food Intolerance

Intoleransi Makanan

8 of 12

Preventing Cross Contamination

Pencegahan Kontaminasi Silang

Key Practice:

Tindakan Utama:

    • Use separate utensils, cutting boards, and fryers

Gunakan peralatan terpisah, talenan, dan penggorengan terpisah

    • Clean surfaces thoroughly

Bersihkan permukaan secara menyeluruh

    • Wash hands between tasks

Rajin mencuci tangan di sela-sela aktivitas atau pekerjaan

    • Store allergen ingredients separately

Simpan bahan-bahan alergen secara terpisah

9 of 12

Food Labelling & Communications

Pelabelan & Penyampaian Informasi Makanan

    • Read ingredient labels carefully

Bacalah label dan bahan makanan dengan cermat

    • Know hidden allergens (e.g., soy in sauces)

Ketahui alergen tersembunyi (misalnya: kedelai dalam saus).

    • Communicate clearly with customers

Sampaikan informasi dengan jelas kepada tamu.

    • Never guess—always check with kitchen staff

Jangan pernah menebak – selalu konfirmasi

dengan staf dapur.

10 of 12

Safe Food Handling

Prosedur Penanganan pada Penyajian Makanan

    • Follow standard hygiene practices

Patuhi praktik hygiene standard

    • Keep allergen orders separate

Pastikan pesanan yang mengandung alergen

tetap terpisah

    • Double-check meals before serving

Lakukan pemeriksaan ulang pada makanan sebelum disajikan

11 of 12

Emergency Response

Prosedur Tanggap Darurat

    • Recognizing early symptoms

Identifikasi gejala sejak awal

    • Calling emergency services immediately

Segera hubungi layanan darurat

    • Administering epinephrine if available

Berikan suntikan injeksi epinefrin sesuai prosedur jika tersedia

    • Staying with the person until help arrives

Dampingi korban hingga bantuan medis tiba

12 of 12

Thank You