1 of 19

MENDEFINISIKAN ISU

DAN

MENYUSUN AGENDA

1

*

2 of 19

Apa itu Isu?

  • Penyebab kontradiksi, permasalahan, dan emosi yang tidak dapat diselesaikan antar para pihak
  • Jumlahnya dapat lebih dari satu isu
  • Lebih luas daripada isu yang muncul di pengadilan (Levin, 2011)

​

2

*

3 of 19

Apa itu Agenda?

  • Kapan dan bagaimana masing-masing isu diselesaikan melalui diskusi dan resolusi (Levin, 2011)

3

*

4 of 19

TUJUAN MENDEFINISIKAN ISU

  • Agar para pihak dapat mendiskusikan isu dan kepentingan yang bersifat substantif, prosedural dan psikologis
  • Agar mediator dan para pihak dapat membangun proses diskusi yang efektif

4

*

5 of 19

FAKTOR PENTING YANG HARUS DIHASILKAN

  • Identifikasi topik umum yang merupakan perhatian para pihak
  • Kesepakatan atas subtopik atau isu yang akan dibahas
  • Menentukan urutan pembahasan topik (Agenda)

5

*

6 of 19

CARA MENGIDENTIFIKASI � ISU

  • Membingkai ulang
  • Menggolongkan
  • Mendefinisikan

​

6

*

7 of 19

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN PENYUSUNAN AGENDA

​

  • Jumlah dan kompleksitas isu yang akan diselesaikan
  • Pemahaman para pihak atas hal-hal yang bersifat substantif
  • Kejelasan penyampaian isu dan topik oleh para pihak
  • Kapasitas para pihak untuk mengenal topik atau isu yang dipresentasikan secara jelas
  • Kekuatan para pihak untuk mendorong pihak lain menerima topik atau issue untuk dimasukkan dalam agenda
  • Tingkat penolakan secara psikologis atas kolaborasi yang ditunjukkan oleh satu atau beberapa pihak

7

*

8 of 19

TUJUAN MENYUSUN AGENDA

  • Mengidentifikasi luasnya topik perhatian para pihak
  • Kesepakatan pada isu yang akan dibahas
  • Menentukan urutan yang akan dibahas

9 of 19

CARA PENYUSUNAN AGENDA (Kovach)

  1. AD HOC
  2. AGENDA SEDERHANA
  3. MENENTUKAN ISU SECARA BERSELANG-SELING
  4. URUTAN BERDASARKAN ISU YANG PALING PENTING
  5. URUTAN BERDASARKAN PRINSIP
  6. MENDAHULUKAN ISU YANG MUDAH
  7. MEMBANGUN FONDASI
  8. PAKET

9

*

10 of 19

10

AGENDA SEDERHANA

​

  • Isu dibicarakan satu-persatu berdasarkan urutan yang diusulkan para pihak.
  • Pola ini dipergunakan untuk kasus yang sederhana dan isunya tidak saling terkait

*

11 of 19

AD HOC

​

Salah satu pihak yang mengusulkan untuk membahas sebuah isu, pihak yang lain menyetujui

11

*

12 of 19

12

MENENTUKAN ISU SECARA

BERSELANG-SELING

​

  • Para pihak memilih topik secara berselang-seling.
  • Cara ini jarang dipergunakan karena para pihak kadang-kadang tidak mengikuti prosedur sehingga menimbulkan dead lock

*

13 of 19

URUTAN BERDASARKAN ISU

YANG PALING PENTING

​

  • Didasarkan pada anggapan jika isu paling penting dapat diselesaikan maka isu yang lain akan mudah diselesaikan
  • Para pihak harus sepakat dalam menentukan isu yang paling penting

13

*

14 of 19

14

URUTAN BERDASARKAN PRINSIP

​

Para pihak terlebih dahulu menentukan prinsip prinsip umum yang menjadi kerangka dasar penyelesaian sengketa.

Cara ini dapat berhasil dengan baik jika para pihak mempunyai keinginan untuk berunding

secara fair

*

15 of 19

MENDAHULUKAN ISU YANG LEBIH MUDAH

​

Para pihak memilih isu yang relatif mudah dan penyelesaiannya tidak memakan waktu lama

15

*

16 of 19

16

MEMBANGUN FONDASI

Para pihak mengidentifikasi isu yang akan menjadi landasan dari keputusan-keputusan yang akan diambil selanjutnya

*

17 of 19

17

PAKET

Kadang-kadang para pihak merasa enggan untuk menyelesaikan masalah secara satu per satu, oleh karena itu, mereka merundingkan beberapa isu secara simultan dalam satu paket

*

18 of 19

TUGAS PENYUSUNAN AGENDA

​

  1. Tentukan isu masing-masing pihak
  2. Susun agenda
  3. Tentukan cara penyusunan agenda yang diterapkan dan jelaskan alasan anda

​

​

​

​

19 of 19

TERIMA KASIH