1
LINK MATERI
https://linktr.ee/simulasikomindustri
Definisi Promodel
Contoh Masalah Sistem
Sistem manufacturing 🡪 lantai produksi, konveyor(ban berjalan), produksi massal, jalur perakitan, sistem produksi fleksibel, crane, sistem just in time
Sistem jasa 🡪 rumah sakit, pusat informasi, operasional gudang, sistem transportasi, department store, managemen jasa pelanggan dan proses bisnis lain
Elemen-elemen dalam ProModel
Location merupakan tempat atau layout dari model suatu sistem, yang berisi gambar latar belakang seperti mesin-mesin, stasiun kerja, gudang penyimpanan dll. Merupakan komponen statis sehingga tidak ikut bergerak ketika simulasi dijalankan.
Location merepresentasikan sebuah area dimana bahan baku bahan setengah jadi ataupun bahan jadi mengalami atau menunggu proses,didelay, disimpan,serta beberapa aktivitas lainnya.
Data-data yang diperlukan sebagai input dalam mendefinisikan location antara lain :
a. Name yaitu nama masing-masing lokasi
b. Capacity merupakan kapasitas lokasi dalam memproses entity
c. Unit adalah jumlah lokasi
d. Downtimes (DTs) menyatakan saat-saat lokasi tidak berfungsi misal diakibatkan karena kerusakan, maintenance, waktu set up, dll
e. Rules 🡪 digunakan untuk merumuskan bagaimana aturan pemrosesan bagi entity memasuki location, bagaimana entity yang selesai diproses mengantri, dan bagaimana lokasi yang lebih dari satu unit untuk memproses entity yang datang.
f. Notes 🡪 digunakan untuk memasukan catatatan atau program-program lain
Ururan membuat location
Elemen-elemen dalam ProModel
Entities adalah setiap bahan yang akan diproses oleh model. Entities merupakan suatu objek yang akan diamati dari sistem. Example : partkerja atau operator.
Ururan membuat Entities
Elemen-elemen dalam ProModel
a.) Entity 🡪 Menunjukan entitas apa yang masuk kedalam sistem
b.) Location 🡪 menunjukan lokasi pertama kali entitas memasuki sistem
c.) Quantity Each (Qty Each) 🡪 menyatakan jumlah entitas yang datang setiap kali kedatangan.
d.) First time 🡪 menunjukan waktu pertama kali entity masuk ke dalam sistem
e.) Occurences 🡪 menyatakan banyaknya entity setiap kali kedatangan
f.) Frequency 🡪 menyatakan selang waktu antar dua kedatangan yang berurutan
g.) Logic 🡪 digunakan untuk menyatakan logika-logika lain untuk menyatakan arrival
h.) Disable 🡪 menyatakan apakah kedatangan entity yang bersangkutan ada atau tidak. Default dalam ProModel adalah No yang artinya ada kedatangan entity yang bersangkutan
Ururan membuat Arrival
Elemen-elemen dalam ProModel
- Processing merupakan operasi yang dilakukan dalam location.
- Processing menggambarkan apa yang dialami oleh suatu entitas mulai dari saat entitas masuk sampai keluar dari sistem.
Misalnya :
Saat mendefinisikan Proces pada Promodel, harus diinputkan data pada sub menu processing yaitu :
Pada sub menu routing terdapat :
a. Block 🡪 adalah jalur yang ditempuh entitas. Yang disikan dalam block adalah nomor. Jika nomor blocknya sama maka asal jalurnya juga sama
b. Output 🡪 menunjukan entitas yang keluar dari proses
c. Destination 🡪 menyatakan lokasi yang menjadi tujuan selanjutnya dalam memproses entity.
Pada sub menu routing terdapat :
d. Rule 🡪 menyatakan aturan-aturan yang digunakan dalam processing misalnya proses perakitan (join), probabilitas dan lainnya
e. Move logic 🡪 digunakan untuk mendefinisikan metode pergerakan entitas, yaitu dengan menerapkan waktu pergerakan atau dengan apa entitas dipindahkan
Ururan membuat Processing
Elemen-elemen dalam ProModel
- Resource merupakan sumber daya yang digunakan untuk melakukan operasi tertentu dalam kinerja suatu sistem.
- Pada promodel, objek yang dijadikan resource akan bergerak sesuai dengan keinginan, misalnya : operator , forklift, crane, alat angkut untuk material handling dll
Pada menu resources diperlukan data antara lain :
a. Name 🡪 menunjukan nama dari resources tersebut
b. Units 🡪 menunjukan jumlah resources
c. Specs 🡪 menunjukan lintasan kerja yang akan digunakan dan lokasi yang pertama kali dikunjungi
Elemen-elemen dalam ProModel
Pada path network terdapat :
a. Name 🡪 nama lintasan yang bersangkutan
b. Type terdiri dari 3 pilihan yaitu :
1. Non Passing 🡪 pergerakan hanya untuk satu arah
2. Passing 🡪 Pergerakan yang berlaku untuk dua arah
3. Crane 🡪 pergerakan yang berlaku untuk sistem crane.
c. T/S 🡪 menunjukan pilihan berdasarkan satuan waktu (Time) atau jarak dan kecepatan (Speed and Distance)
d. Path 🡪 menunjukan jumlah dari lintasan dalam suatu jaringan
e. Interface 🡪 menunjukan jumlah node yang berhubungan dengan lokasi dalam path network.
ENTITY yang akan kita proses datang pada lokasi tertentu yang telah kita tentukan. Kedatangan ENTITY adalah sesuai dengan yang kita masukkan pada ARRIVALS. ENTITY bergerak dari satu LOCATION ke LOCATION berikutnya dimana pada tiap LOCATION tersbut ENTITY mengalami Sebuah PROCESSING
Refresh Materi Pemodelan Konseptual
Model konseptual merupakan model yang tersusun dari komposisi yang membantu untuk mempelajari, memahami, medeskripsikan dan menjelaskan sistem yang direpresentasikan berdasarkan perspektif dari pemodel
Atau bisa dikatakan model konseptual menjadi model logika pemodel dalam menggambarkan sistem termasuk pola berpikir pemodel terkait dengan permasalahan dan pemecahannya.
Contoh Pemodelan Konseptual
Flowchart
Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan-urutan prosedur dari suatu program
Flowchart membantu mempermudah penyelesaian suatu masalah khsusus nya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lenajut.
Jenis Flow chart
Flowchart terbagi atas lima jenis, yaitu :
• Flowchart Sistem (System Flowchart)
• Flowchart Paperwork / Flowchart Dokumen (Document Flowchart)
• Flowchart Skematik (Schematic Flowchart)
• Flowchart Program (Program Flowchart) • Flowchart Proses (Process Flowchart)
Flowchart Proses
Flowchart Proses merupakan teknik penggambaran rekayasa industrial yang memecah dan menganalisis langkah-langkah selanjutnya dalam suatu prosedur atau sistem.
Simbol khusus pada Flowchart Proses
Contoh flowchart
Studi Kasus
Mesin Produksi Pada Industri Atap Berbahan Fibercement
Produksi atap dan langit-langit berbahan fibercement melibatkan beberapa bahan baku utama yaitu chrysotile, semen, air, tepung mill, dan kertas. Pada tahap pertama, bahan baku chrysotile digiling terlebih dahulu pada mesin penggiling. Setelahnya, hasil gilingan chrysotile dicampur dengan bahan baku lain seperti semen, air, tepung mill, dan kertas semen pada proses pencampuran primer menggunakan mesin mixing. Proses pencampuran primer diteruskan ke proses pencampuran sekunder untuk memastikan bahwa campuran bahan tercampur secara sempurna/homogen pada mix storage tank. Selanjutnya, sebelum campuran bahan dikirim ke proses pencetakan, campuran bahan akan diaduk terlebih dahulu supaya campuran mengeras pada mix distribution. Proses utama dalam produksi produk atap dan langit-langit berbagan baku fibercement adalah proses pencetakan. Sebelumnya, operator akan melakukan set-up mesin terlebih dahulu untuk melakukan input dimensi produk yang akan dicetak atau tahap ini juga disebut file maker. Beberapa data pada proses file maker di-input oleh operator seperti dimensi dan ketebalan lembaran produk. Selanjutnya, campuran bahan yang sebelumnya sudah diaduk di mix distribution dikirim ke mesin cetak menggunakan conveyor dan dibentuk gulungan lembaran menggunakan mesin forming roll. Setelah terbentuk gulungan lembaran, maka proses pencetakan sudah bisa dilakukan dan menghasilkan plat jadi.
Studi Kasus
Mesin Produksi Pada Industri Atap Berbahan Fibercement
Secara keseluruhan, terdapat 7 proses utama untuk memproduksi produk atap dan langit-langit, yaitu
(1) proses penggilingan
(2) proses pencampuran primer
(3) proses pencampuran sekunder
(4) pengadukan ulang campuran,
(5) Pencetakan
(6) templating/penumpukan plat jadi (finished goods), dan
(7) pelepasan plat dan penyimpanan
Flowchart
TUGAS 1
Carilah flowchart proses
( harus yang berhubungan dengan industri atau manufaturing )
- Dan recreate / buat ulang flowchart tersebut dengan menambahkan location, entity, input dan output.
- Selanjutnya buatkan dalam promodel untuk desain location setiap locationnya