1 of 14

Inflasi Vs Deflasi:

    • Pengertian
    • Jenis
    • Sebab
    • Contoh Inflasi di Indonesia
    • Dampak Inflasi

2 of 14

Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam suatu periode tertentu

Menyebabkan penurunan daya beli masyarakat

Diukur menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan terjadi kenaikan

Contoh: Harga beras naik dari Rp10.000/kg menjadi Rp12.000/kg dalam setahun

3 of 14

Deflasi

  • Deflasi adalah penurunan tingkat harga umum barang dan jasa dalam suatu perekonomian
  • Berlawanan dengan inflasi

Ditandai dengan peningkatan daya beli uang

Diukur menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan terjadi penurunan

Contoh: Harga beras turun dari Rp12.000/kg menjadi Rp10.000/kg dalam setahun

4 of 14

Berdasarkan tingkat keparahan:

    • Inflasi ringan (<10% per tahun)
    • Inflasi sedang (10-30% per tahun)
    • Inflasi berat (30-100% per tahun)
    • Hiperinflasi (>100% per tahun)

Berdasarkan penyebab:

    • Demand-pull inflation
    • Cost-push inflation
    • Imported inflation

Jenis-jenis Inflasi

5 of 14

Menghitung Inflasi

6 of 14

Sebab-sebab Inflasi

Kenaikan permintaan (Demand-pull inflation):

    • Peningkatan konsumsi masyarakat
    • Kenaikan belanja pemerintah

Kenaikan biaya produksi (Cost-push inflation):

    • Kenaikan harga bahan baku
    • Kenaikan upah pekerja
    • Kenaikan tarif listrik atau BBM

Pengaruh Luar Negeri (Imported inflation):

    • Kenaikan harga barang impor
    • Pelemahan nilai tukar rupiah

7 of 14

Cara Mengatasi Inflasi (1)

Kebijakan Moneter kontraktif (tight money policy)

adalah strategi yang diterapkan oleh bank sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dalam perekonomian

    • Menaikkan suku bunga acuan (Diskonto)
    • Operasi pasar terbuka: Bank sentral menjual surat berharga

pemerintah (Open Market Policy)

    • Menaikkan cadangan kas (Cast ratio)
    • Kredit selektif dengan mempersulit kredit

8 of 14

Cara Mengatasi Deflasi (1)

Kebijakan Moneter ekspansif (easy money policy)

adalah strategi yang diterapkan oleh bank sentral untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian, dengan cara:

  1. Penurunan suku bunga (Diskonto)
  2. Operasi pasar terbuka: Bank sentral membeli surat berharga pemerintah (Open Market Policy)
  3. Menurunkan cadangan kas (Cast ratio)
  4. Kredit selektif dengan mempermudah kredit

9 of 14

Cara Mengatasi Inflasi (2)

Kebijakan Non-Moneter:

    • Meningkatkan produksi dalam negeri
    • Mengendalikan harga dan distribusi barang
    • Mendorong ekspor dan membatasi impor

Kebijakan Pendapatan:

    • Mengendalikan kenaikan upah
    • Memberi subsidi untuk barang-barang pokok

10 of 14

Contoh Inflasi di Indonesia:

Krisis Moneter 1997-1998

    • Puncak krisis ekonomi Asia
    • Nilai tukar rupiah anjlok dari Rp2.450/USD menjadi Rp16.800/USD
    • Inflasi mencapai 77,63% pada tahun 1998
    • Harga-harga melambung tinggi, daya beli masyarakat menurun drastis
    • Banyak perusahaan bangkrut, PHK massal terjadi

11 of 14

Contoh Inflasi di Indonesia:

Kenaikan Harga BBM 2005

    • Pemerintah menaikkan harga BBM hingga 126%
    • Inflasi tahunan mencapai 17,11%
    • Harga bahan pokok dan biaya transportasi melonjak
    • Pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat miskin
    • Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk meredam inflasi

12 of 14

Dampak Inflasi

Dampak Positif

    • Mendorong produksi barang
    • Mendorong investasi dan Tabungan modal
    • Meningkatkan pendapatan nominal bukan pendapatan riil

Dampak Negatif

    • Menurunkan daya beli masyarakat
    • Menurunkan nilai tabungan
    • Meningkatkan kesenjangan sosial
    • Menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang

13 of 14

Dampak Deflasi

Dampak Positif

  1. Harga Lebih Terjangkau.
  2. Kesadaran Menabung.
  3. Gaya Hidup Hemat

Dampak Negatif:

    • Penurunan pendapatan
    • Resesi ekonomi
    • Resiko PHK akibat kerugian usaha

14 of 14

Kesimpulan