AKSI NYATA
PERENCANAAN UNTUK PERBAIKAN SATUAN PENDIDIKAN
MELAKUKAN REFLEKSI PERENCANAAN (GURU)
ANDI SUKMAYADI, S.Pd
SD NEGERI 2 MARGACINTA
APA ITU PERENCANAAN BERBASIS DATA?
Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah bentuk pemanfaatan data pada platform Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan maupun dinas pendidikan maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan.
TUJUAN PERENCANAAN BERBASIS DATA (PBD)
Perencanaan Berbasis Data (PBD) bertujuan untuk memberikan perbaikan pembelanjaan anggaran serta pembenahan sistem pengelolaan satuan pendidikan yang efektif, akuntabel dan konkret. Selain itu, Perencanaan Berbasis Data (PBD) juga disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan atau dinas berdasarkan identifikasi masalah yang berasal dari data pada platform Rapor Pendidikan, yang kemudian mendorong satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk melakukan pembenahan melalui penyusunan kegiatan peningkatan capaian berdasarkan hasil identifikasi dan refleksi terhadap capaian di Rapor Pendidikan dan kondisi lapangan.
PROSES PELAKSANAAN
Terdapat 3 langkah sederhana dalam proses Perencanaan Berbasis Data (PBD), yaitu Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB
RENCANA KERJA TAHUNAN
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
REFLEKSI
Dalam penyusunan kegiatan seperti yang tertuang pada RKT dan RKAS, banyak sekali hal - hal yang menjadi pertimbangan. Namun secara garis besar, pertimbangan yang paling mendasar adalah kebutuhan atau pembenahan yang dinilai sebagai prioritas dan berdasarkan evaluasi kondisi sekolah yang sebenarnya. Karena penyusunan RKT dan RKAS berkaitan erat dengan pembiayaan maka seluruh pihak yang. terlibat sepakat untuk memprioritaskan pengadaan atau pelaksanaan kegiatan yang bersifat mendesak. Misalnya pelengkapan buku sumber belajar, pemenuhan alat olahraga dan alat peraga, dan lain sebagainya.
Sejauh ini, kesulitan atau tantangan yang sering dihadapi dalam melakukan perencanaan adalah kesulitan penentuan program dan kesulitan dalam penentuan anggaran).
Kedua hal tersebut menjadi tantangan terbesar mengingat pentingnya semua aspek dalam mewujudkan tujuan pendidikan di satuan pendidikan.
Fakta yang perlu dijadikan dasar pertimbangan bersama agar perencanaan menjadi lebih baik di masa yang akan datang adalah perlunya menghindari perencanaan yang hanya berdasarkan asumsi. Karena hal tersebut dinilai tidak efisien dalam pelaksanaannya. Kegiatan yang semula dianggap menjadi prioritas ternyata tidak, sehingga ketika pelaksanaan kegiatan terkadang justru mengabaikan hal/kegiatan yang lebih penting dan mendesak.
Oleh sebab itu, satuan pendidikan harus membuang kebiasaan tersebut dan mulai menyusun perencanaan berdasarkan data dan fakta. Agar kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana dengan tepat sasaran tanpa membuang anggaran secara percuma
UMPAN BALIK
KESIMPULAN
Satuan pendidikan terus melakukan upaya perbaika diri dan peningkatan kualitas pembelajaran setiap tahunnya. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kualitas pendidikan di setiap satuan pendidikan. Oleh sebab itu, penting dilakukan "Perencanaan Berbasis Data" bukan berdasarkan "asumsi"
Jangan Bicara dan bertindak tanpa data.
Terima Kasih