MENCANGKOK (AIR LAYERAGE) DAN RUNDUK
PUSTAKA;
Layerage adalah suatu metode perbanyakan aseksual dimana akar-akar dibentuk pada batang atau tunas sewaktu tanaman masih bersama dengan induk.
Batang atau tunas yg membentuk akar dpt dipotong dari tanaman induknya hanya setelah perakaran terbentuk dg baik.
Pembiakan vegetatif dg layerage dpt dibedakan atas 2 macam.
MENCANGKOK
Air layerage
Mencangkok
�Keuntungan pembibitan dengan sistem cangkok:�
Kerugian pembibitan dengan sistem cangkok
Media untuk mencangkok
Pembungkus media cangkok
Alasannya :
- Dapat menahan penguapan air di dalam media sehingga kelembabannya tetap tinggi. Keadaan ini membuat akar semakin cepat tumbuh.
- Dengan menggunakan plastik bening, pertumbuhan akar juga gampang dikontrol setiap saat
Syarat pohon induk
Syarat cabang yang dapat dicangkok
2. Selain itu, bentuk tajuk pohon induk tetap terjaga jika cabang atau ranting kecil saja yang dicangkok.
�
3. Pilih cabang atau ranting yang memiliki panjang 20-30 cm, sosoknya tegap, mulus, dan sehat dengan warna kulit coklat muda atau hijau kecoklatan tergantung pada jenis tanamannnya.
4. Umur cabang yang dicangkok tidak boleh terlalu tua atau terlalu muda karena cabang seperti ini hanya memiliki sedikit persediaan makanan sehingga menghambat tumbuhnya akar
MACAM-MACAM CARA MENCANGKOK
�Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melalukan pencangkokan adalah :�
�- Batang yang dicangkok sebaiknya diambil dari pohon induk yang sedang umur ( jangan terlalu tua dan jangan terlalu muda ), Pohon kuat, sehat dan subur
- Usahakan pemilihan batang untuk mencangkok tidak merusak pohon induk.
�- Produksi buahnya baik�
Cara mencangkok
Cara mencangkok
Cara mencangkok
Cara mencangkok
Cara mencangkok
Cara mencangkok
Cangkokan yang sudah berakar
Proses pembentukan akar pada cangkokan
Proses pembentukan akar pada cangkokan
TANAMAN BUAH HASIL CANGKOKAN
MERUNDUK �(LAYERAGE DLM TANAH)
Layerage dlm tanah dikelompokkan dlm 5 cara
seluruh cabang diletakkan dangkal di dalam tanah dengan kedalaman kira-kira 2,5 -5 cm.
tunas baru akan tumbuh sekitar 2-3 bln, menembus tanah dan akar-akarnya akan dibentuk dekat ujung cabang tersebut. Contohnya : melati, murbai
Tip layerage
2. Simple layerage (common layerage)
cabang dilengkungkan atau dirundukkan se dalam 12,5-25 cm, lalu bagian bawah ujung cabang dibumbun dengan media, sedangkan pucuk cabang dengan beberapa lembar daun dibiarkan muncul di atas tanah. Sebaiknya ujung cabang yg tertutup tanah dilukai dahulu atau boleh juga diberi ZPT untuk merangsang keluarnya akar. Contoh tanamannya : mawar, rhododendron , apel
Simple layerage
3. Trench layerage (continous layerage)
cabang ditempatkan dalam suatu saluran atau parit yang dangkal 5-12,5 cm, baru kemudian di timbun dengan tanah. Pucuk cabang dengan beberapa lembar daunnya dibiarkan di atas tanah. Dengan dmk akan dihasilkan banyak bibit dari satu cabang, namun biasanya bibit ini mempunyai perakaran yg pendek shg tanaman kurang kuat. Oleh sebab itu waktu hrs diperpjg sampai perakaran berjumlah banyak. Contoh tanamannya : azelia, mawar, apel, cherry, plum.
Trench (continous layerage)
4. Serpentine (compound layerage)
hampir sama dengan trench layerage, hanya bedanya btg yg ditimbuni tanah hanya beberapa tempat saja, shg cabang tanaman berselang seling berada di dlm tanah dan timbul di atas tanah.
Pada bagian yg timbul nantinya akan tumbuh tunas-tunas baru, sedangkan akar akan tumbuh pada cabang yg tertutup tanah.
Contoh nya : anggur, melati, aeschynanthus (bunga lipstik)
Serpentine (compound layerage)
5. Mound (Stool layerage)
Pada cabang yg tidak bercabang banyak dilakuan pemotongan cabang utama setinggi 5-10 cm di atas permukaan tanah. Setelah cabang-cabang tumbuh dilakukan pembumbunan pada pangkal tunas-tunas yg baru tumbuh, shg bumbunan tsb mirip setengah lingkaran.
Contohnya: melati, mawar, hydrangea (tergantung pH), chrysanthimum
Mound (Stool layerage)
SEKIAN