1 of 39

MENCANGKOK (AIR LAYERAGE) DAN RUNDUK

PUSTAKA;

  1. Bahan ajar
  2. Membuat stek, cangkok dan okulasi (Rini Wudianto)
  3. Membuat setek,cangkok,sambung dan okulasi (Wijayadan Budiana)

2 of 39

Layerage adalah suatu metode perbanyakan aseksual dimana akar-akar dibentuk pada batang atau tunas sewaktu tanaman masih bersama dengan induk.

Batang atau tunas yg membentuk akar dpt dipotong dari tanaman induknya hanya setelah perakaran terbentuk dg baik.

Pembiakan vegetatif dg layerage dpt dibedakan atas 2 macam.

  1. Layerage diatas tanah (cangkok)
  2. Layerage dalam tanah (merunduk atau membumbun)

3 of 39

MENCANGKOK

Air layerage

4 of 39

Mencangkok

  • Suatu perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar
  • Teknik ini relatif sudah lama dikenal oleh petani dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi, karena pada cara mencangkok akar tumbuh ketika masih berada di pohon induk

5 of 39

Keuntungan pembibitan dengan sistem cangkok:�

  • Produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya
  • Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam ikan
  • Menghasilkan buah dlm waktu singkat (3 – 4 tahun)
  • Waktu yg diperlukan untuk perbanyakan relatif singkat (1-3 bln)

6 of 39

Kerugian pembibitan dengan sistem cangkok

  • Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering
  • Tanaman mudah roboh bila ada angin kencang (perakaran kurang baik)
  • Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak cabang yang dipotong, hsl nya menurun.
  • Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja, sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara ini

7 of 39

Media untuk mencangkok

  • Cocopit atau serbuk sabut kelapa ataupun cacahan sabut kelapa, moss (lumut), kadaka (Asplenium nidus)
  • Campuran kompos atau pukan dengan tanah (1:1)

8 of 39

Pembungkus media cangkok

  • Ijuk, sabut kelapa, pot plastik, potongan botol bekas kemasan air mineral, gelas bekas kemasan air mineral atau tabung bambu.
  • Namun, pembungkus yang terbaik adalah plastik bening

Alasannya :

- Dapat menahan penguapan air di dalam media sehingga kelembabannya tetap tinggi. Keadaan ini membuat akar semakin cepat tumbuh.

- Dengan menggunakan plastik bening, pertumbuhan akar juga gampang dikontrol setiap saat

9 of 39

Syarat pohon induk

  1. Umur pohon induk sudah cukup, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua
  2. Pohon induk sudah berbunga (tanaman hias) dan sudah berbuah minimal 3 kali (tanaman buah)
  3. Pohon kuat, subur dan tidak terserang hama penyakit
  4. Pohon hrs bercabang banyak, shg setelah dicangkok pohon tidak akan kehabisan cabang

10 of 39

Syarat cabang yang dapat dicangkok

  1. Semua percabangan pohon induk dapat dicangkok, asalkan rajin mengeluarkan buah, namun untuk efisiensi cukup cabang dan ranting berukuran kecil yang dicangkok agar dari satu pohon induk dapat diperoleh belasan atau puluhan bibit cangkokan.

2. Selain itu, bentuk tajuk pohon induk tetap terjaga jika cabang atau ranting kecil saja yang dicangkok.

11 of 39

3. Pilih cabang atau ranting yang memiliki panjang 20-30 cm, sosoknya tegap, mulus, dan sehat dengan warna kulit coklat muda atau hijau kecoklatan tergantung pada jenis tanamannnya.

4. Umur cabang yang dicangkok tidak boleh terlalu tua atau terlalu muda karena cabang seperti ini hanya memiliki sedikit persediaan makanan sehingga menghambat tumbuhnya akar

12 of 39

  • Cangkok sangat cocok dilakukan pada tanaman buah-buahan yang batangnya berkayu seperti mangga, jeruk, jambu biji, jambu air, belimbing manis, lengkeng serta tanaman hias seperti bugenvil, mawar, dan kemuning dll
  • Beberapa tanaman tidak berkayu seperti salak, pepaya dan beberapa jenis tanaman hias seperti dieffenbachia dan aglonema juga dapat diperbanyak dengan cangkok

13 of 39

14 of 39

MACAM-MACAM CARA MENCANGKOK

15 of 39

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melalukan pencangkokan adalah :

  • Pemilihan batang cangkokan :

�- Batang yang dicangkok sebaiknya diambil dari pohon induk yang sedang umur ( jangan terlalu tua dan jangan terlalu muda ), Pohon kuat, sehat dan subur

- Usahakan pemilihan batang untuk mencangkok tidak merusak pohon induk.

�- Produksi buahnya baik�

16 of 39

  • Waktu mencangkok�- Sebaiknya dilakukan pada musim penghujan agar tidak melalukan penyiraman

  • Pemeliharaan mencangkok�- Selama pencangkokan , usahakan media cangkokan selalu cukup lembab

17 of 39

Cara mencangkok

  • Pilih cabang yang sehat dan kuat atau sudah berkayu
  • Ukuran diameternya sekitar 0,5-2 cm
  • Cabang kemudian disayat dengan pisau secara melingkar dan dibuat memanjang ke bawah sepanjang 3-5 cm atau dua kali diameter cabang

18 of 39

Cara mencangkok

  • Kemudian kulitnya dikelupas sehingga bagian kambium. Kambium dihilangkan dengan cara dikerik dengan mata pisau sampai bersih atau kering.
  • Setelah dikerik pada keratan bagian atas diolesi ataupun tanpa diolesi dengan hormon tumbuh.

19 of 39

Cara mencangkok

  • Siapkan kantong plastik yang sudah dibelah sehingga membentuk lembaran atau sabut kelapa melingkar menyelubungi batang di bagian bawah keratan. Posisi lembaran plastik menghadap ke arah bawah, kemudian diikat dengan tali plastik atau rafia. Balik posisi kantong plastik ke arah berlawanan/keatas, sehingga akan diperoleh ikatan taliplastik di dalam kantong plastik (ikatan bagian bawah tidak kelihatan dari luar).
  • Selanjutnya bekas sayatan ditutup dengan media cangkok.
  • Ikat bagian atas plastik.

20 of 39

Cara mencangkok

  • Cangkokan dirawat dengan cara disiram secara rutin agar tidak kering atau diposisi atas cangkokan diberi kantong plastik berisi air dengan satu lubang sekecil jarum untuk irigasi tetes. Biasanya setelah 2-3 bulan pada cangkokan yang berhasil akan tumbuh akar.
  • Apabila akar sudah memenuhi media, hasil cangkokan berhasil. Daun pada cabang terlihat segar. Cangkokan sudah bisa dipotong atau disapih dari induknya. Pemotongan cangkokan yang sudah tumbuh ini dilakukan dengan menggunakan gergaji di bawah ikatan cangkok

21 of 39

Cara mencangkok

  • Setelah dipotong dari induknya sebagian daun dikurangi untuk menghindari penguapan yang berlebihan. Potong 1/2 – 1/3 helai daun dari seluruh daun yang ada dengan gunting stek. Plastik pembungkus media dilepaskan. Setelah itu cangkok disemaikan dalam polybag.
  • Sebagai media cangkok di polybag bisa digunakan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1: 2. Selanjutnya polybag ditempatkan di tempat yang terlindung sampai cangkokan menjadi segar kembali. Setelah cukup besar cangkokan bisa dipindah ke lahan

22 of 39

Cara mencangkok

23 of 39

Cangkokan yang sudah berakar

24 of 39

Proses pembentukan akar pada cangkokan

  • Dengan dibuangnya lapisan kambium pada waktu penyayatan dan pengelupasan kulit batang, maka karbohidrat berasal dari daun dibagian atas sayatan tidak dapat mengalir ke bagian bawah sayatan atau menuju ke akar
  • Dengan demikian karbohidrat akan terbendung di bagian atas tanaman, sehingga di bagian tsb kulit batang akan mengembung

25 of 39

Proses pembentukan akar pada cangkokan

  • Pada bagian yang mengembung ini terjadi penumpukan auksin dan karbohidrat
  • Dengan adanya media tanah, maka auksin dan karbohidrat akan menstimulir timbulnya akar pada batang di bagian atas sayatan

26 of 39

TANAMAN BUAH HASIL CANGKOKAN

27 of 39

MERUNDUK �(LAYERAGE DLM TANAH)

  • Tanaman yg dpt di kembangbiakan dg cara runduk, hanya sedikit umumnya hanya jenis tanaman yg mempunyai cabang panjang dan lentur.
  • Ada tanaman yg merunduk secara alami, yaitu pada saat cabang-cabangnya bersentuhan dg tanah kemudian cabang ini berakar.
  • Merunduk mudah dilakukan dan keberhasilannya tinggi

28 of 39

Layerage dlm tanah dikelompokkan dlm 5 cara

  • 1. Tip layerage
  • 2. Simple layerage (common layerage)
  • 3. Trench layerage (continous layerage)
  • 4. Serpentine (compound layerage)
  • 5. Mound (stool layerage)

29 of 39

  1. Tip layerage

seluruh cabang diletakkan dangkal di dalam tanah dengan kedalaman kira-kira 2,5 -5 cm.

tunas baru akan tumbuh sekitar 2-3 bln, menembus tanah dan akar-akarnya akan dibentuk dekat ujung cabang tersebut. Contohnya : melati, murbai

30 of 39

Tip layerage

31 of 39

2. Simple layerage (common layerage)

cabang dilengkungkan atau dirundukkan se dalam 12,5-25 cm, lalu bagian bawah ujung cabang dibumbun dengan media, sedangkan pucuk cabang dengan beberapa lembar daun dibiarkan muncul di atas tanah. Sebaiknya ujung cabang yg tertutup tanah dilukai dahulu atau boleh juga diberi ZPT untuk merangsang keluarnya akar. Contoh tanamannya : mawar, rhododendron , apel

32 of 39

Simple layerage

33 of 39

3. Trench layerage (continous layerage)

cabang ditempatkan dalam suatu saluran atau parit yang dangkal 5-12,5 cm, baru kemudian di timbun dengan tanah. Pucuk cabang dengan beberapa lembar daunnya dibiarkan di atas tanah. Dengan dmk akan dihasilkan banyak bibit dari satu cabang, namun biasanya bibit ini mempunyai perakaran yg pendek shg tanaman kurang kuat. Oleh sebab itu waktu hrs diperpjg sampai perakaran berjumlah banyak. Contoh tanamannya : azelia, mawar, apel, cherry, plum.

34 of 39

Trench (continous layerage)

35 of 39

4. Serpentine (compound layerage)

hampir sama dengan trench layerage, hanya bedanya btg yg ditimbuni tanah hanya beberapa tempat saja, shg cabang tanaman berselang seling berada di dlm tanah dan timbul di atas tanah.

Pada bagian yg timbul nantinya akan tumbuh tunas-tunas baru, sedangkan akar akan tumbuh pada cabang yg tertutup tanah.

Contoh nya : anggur, melati, aeschynanthus (bunga lipstik)

36 of 39

Serpentine (compound layerage)

37 of 39

5. Mound (Stool layerage)

Pada cabang yg tidak bercabang banyak dilakuan pemotongan cabang utama setinggi 5-10 cm di atas permukaan tanah. Setelah cabang-cabang tumbuh dilakukan pembumbunan pada pangkal tunas-tunas yg baru tumbuh, shg bumbunan tsb mirip setengah lingkaran.

Contohnya: melati, mawar, hydrangea (tergantung pH), chrysanthimum

38 of 39

Mound (Stool layerage)

39 of 39

SEKIAN