Kedatangan
Nenek Moyang
Bangsa Indonesia
IPS KELAS IX
SMPI AL-HAMIDIYAH
2026/2027
Istilah nenek moyang itu terdiri dari dua kata, yakni nenek dan moyang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “nenek” berarti ibu dari ayah dan ibu atau sebutan kepada perempuan yang sudah tua, sedangkan “moyang” berarti leluhur.
Pengertian Nenek Moyang
2
Keberagaman Masyarakat Indonesia
Banyaknya ragam ras, etnis, dan budaya di Indonesia memunculkan berbagai pendapat mengenai asal-usul nenek moyang Bangsa Indonesia.
Para ahli telah melakukan berbagai penelitian berdasarkan temuan fosil, artefak atau benda hasil kebudayaan, dan juga bahasa. Pendapat-pendapat para ahli ini kemudian memunculkan suatu teori mengenai dari mana asal nenek moyang Bangsa Indonesia.
3
Ras
Proto Melayu
Deutro Melayu
Melanesoid
Proto Melayu merupakan kelompok nenek moyang bangsa Indonesia yang diperkirakan datang sekitar 2000 SM dari wilayah Asia, terutama Yunnan (Tiongkok Selatan). Mereka membawa kebudayaan batu muda (Neolitikum).
Deutero Melayu adalah gelombang migrasi kedua yang datang ke Nusantara sekitar 500 SM. Kelompok ini telah mengenal teknologi pengolahan logam sehingga kebudayaannya lebih maju dibanding Proto Melayu.
Ras Melanesoid merupakan kelompok manusia yang diperkirakan datang lebih awal ke Nusantara dan kini banyak mendiami wilayah Indonesia bagian timur.
01
02
03
4
Ras
Negrito
Weddid
Negrito adalah kelompok ras yang diperkirakan termasuk penduduk paling awal di wilayah Asia Tenggara. Mereka memiliki ciri fisik berupa tubuh relatif pendek, kulit gelap, dan rambut keriting.
Ras Weddid diperkirakan berasal dari Asia Selatan dan merupakan salah satu kelompok penduduk awal di Nusantara. Ciri-cirinya antara lain kulit sawo matang hingga gelap, rambut bergelombang, dan hidung relatif lebar.
04
05
5
KATA KUNCI
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
01
Nenek Moyang
Ras
Kemajemukan
Proto Melayu
Deutro Melayu
Melanesoid
Negrito
Weddid
Homo Sapiens
Australomelanesid
Austronesia
6
Out of Africa
Out of Taiwan
Teori Out of Africa menjelaskan bahwa manusia modern (Homo sapiens) bermigrasi ke berbagai wilayah dunia, termasuk Asia dan Nusantara. Teori ini didukung dari temuan fosil dan kajian genetiknya melalui DNA mitokondria. Penelitian genetik dilakukan menunjukkan bahwa terdapat garis keturunan antara manusia modern saat ini dan homo sapiens tertua di Afrika
Teori Out of Taiwan menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Austronesia berasal dari Taiwan dan mulai bermigrasi sekitar 4.000–5.000 tahun yang lalu. Mereka berpindah ke Filipina, kemudian menyebar ke Indonesia, Malaysia, Madagaskar, hingga kepulauan di Samudra Pasifik.
7
Migrasi Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Gelombang Migrasi Pertama
Migrasi pertama yang datang ke Indonesia diyakini terjadi sekitar 60.000 tahun yang lalu. Para imigran ini menyelusuri garis pantai dari Afrika, India, dan selanjutnya ke Nusantara. Mereka dikenal sebagai penutur Papua.
8
Migrasi Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Gelombang Migrasi para penutur Austronesia
Istilah austronesia diusulkan oleh William Schmidt pada tahun 1980. Usulan ini disampaikan setelah William Schmidt mendalami perbandingan bahasa dalam rangka memahami sejarah budaya di Asia Timur.
Pada mulanya, istilah Austronesia merujuk pada aspek bahasa, namun seiring perkembangannya, istilah ini mempunyai makna meluas terkait dengan manusia penutur dan budayanya.
9
Migrasi Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Gelombang Migrasi para penutur Austronesia
Dalam pandangan Peter Bellwood, leluhur Austronesia merupakan komunitas neolitik yang hidup di Fujian atau Zhejiang, Tiongkok Selatan. Leluhur Austronesia melakukan migrasi ke Taiwan.
Sekitar 5000 tahun sebelum sekarang, sebagian dari mereka pergi ke Filipina. Kelompok ini membentuk bahasa Proto Melayu-Polinesia. Dari Filipina, mereka pergi ke selatan dan sampai di Sulawesi dan Kalimantan.
10
Migrasi Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Gelombang Migrasi Melayu
Kedatangan Austronesia ke Nusantara dapat diklasifikasikan dalam dua gelombang, yaitu Proto Melayu dan Deutro Melayu.
11
Gelombang
(Proto Melayu)
Migrasi pertama nenek moyang bangsa Indonesia diduga berasal dari Yunan, Tiongkok Selatan dan diperkirakan terjadi sekitar 1.500–500 SM. Gelombang pertama ini dikenal dengan Proto melayu atau Melayu tua.
Kehidupan sosial masyarakat Proto Melayu adalah hidup secara berkelompok kecil yang dipimpin oleh kepala suku. Sudah memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. Secara ekonomi, kehidupan mereka adalah berburu dan bercocok tanam.
Manusia Proto Melayu juga melebur dengan penduduk asli yang kemudian menjadi suku-suku yang ada di Indonesia, misalnya Batak, Dayak, Toraja, Alas, dan Gayo.
Gelombang
(Deutro Melayu)
Deutro Melayu merupakan percampuran budaya dengan para pendahulunya, yakni Proto Melayu. Kebudayaan yang berkembang pada periode ini berupa logam dan perunggu sehingga hasil kebudayaannya adalah benda-benda yang terbuat dari kedua bahan tersebut.
Kehidupan sosial masyarakat Deutro Melayu sudah terbentuk kelompok yang lebih besar, seperti membentuk desa dan sudah terdapat pembagian kerja, misalnya pemimpin, petani, dan pengrajin. Kepercayaan mereka animisme dan dinamisme, serta sudah mulai memuja roh leluhur. Kehidupan ekonominya adalah dengan pertanian sawah dan mulai melakukan perdagangan
DAILY TASK
14
Dari berbagai perspektif dapat diketahui bahwa terdapat alasan alamiah dan alasan antropogenik yang menyebabkan orang Austronesia melakukan migrasi:
PENYEBAB MIGRASI NENEK MOYANG
15
Alasan Alamiah
Alasan alamiah yang bersifat negatif biasanya berasal dari faktor alam seperti;
Adanya dukungan dari kondisi alam seperti aliran sungai, padang rumput terbuka, hingga arus pantai.
Alasan Antropogenik
Tidak hanya hasil kebudayaan yang mereka wariskan kepada kita, tetapi juga memberikan dampak-dampak besar yang kita rasakan hingga saat ini.
DAMPAK PERSEBARAN NENEK MOYANG
18
Proses migrasi nenek moyang bangsa Indonesia berlangsung sangat lama. Gelombang migrasi ini memunculkan adanya percampuran antar ras asli dan pendatang, serta pendatang dengan pendatang lainnya. Proses percampuran antar ras manusia ini kemudian membentuk MASYARAKAT yang MAJEMUK.
Hasil dari migrasi nenek moyang dan percampuran antar ras manusia ini berupa suku bangsa dan kebudayaan (meliputi bahasa, agama dan tradisi).
KEMAJEMUKAN MASYARAKAT INDONESIA
19
Masyarakat adalah kelompok manusia yang sudah lama bertempat tinggal di suatu daerah tertentu dan mempunyai aturan bersama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu kesejahteraan. Kemudian, majemuk mengandung arti “terdiri atas beberapa bagian yang merupakan kesatuan”.
Oleh karena itu, kata masyarakat majemuk mengacu pada keadaan masyarakat yang terdiri atas berbagai kepentingan dan kebudayaan yang berbeda-beda, yang menyatu menjadi satu kesatuan dengan tujuan dan cita-cita bersama.
PENGERTIAN KEMAJEMUKAN MASYARAKAT
20
KATEGORI MASYARAKAT MAJEMUK MENURUT
USMAN PELLY
Etnik, ras dan asal usul daerah
Horizontal
Masyarakat Majemuk
Vertikal
Kebudayaan
Penghasilan atau ekonomi
Pekerjaan dan kedudukan sosial
21
Suku bangsa merupakan kelompok etnis dan budaya masyarakat yang terbentuk secara turun temurun. Secara umum, suku bangsa di Indonesia biasanya mengikuti garis paternalistik (ayah), misalnya suku Jawa dan suku Batak. Namun, ada juga suku bangsa yang mengikuti garis maternalistik (ibu), misalnya suku Minangkabau di Sumatra Barat.
SUKU BANGSA
22
Di Indonesia terdapat tiga kelompok bahasa yang digunakan oleh masyarakat, yaitu bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing.
Dari ketiga kelompok tersebut, bahasa daerah merupakan yang paling beragam. Tercatat ada sekitar 805 jenis bahasa daerah di Indonesia.
BAHASA
23
Jika suatu hari semua bahasa daerah dapat diterjemahkan secara otomatis oleh AI, apakah bahasa daerah masih perlu dipelajari?
24
Kebudayaan adalah cara hidup, hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang dimiliki bersama serta diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bagaimana cara kita menghargai budaya daerah lain meskipun berbeda dengan budaya kita sendiri?
KEBUDAYAAN
25
Indonesia disebut sebagai masyarakat majemuk karena masyarakatnya terdiri atas berbagai suku, agama, ras, bahasa, dan budaya yang beragam.
I
Sebuah robot berkata, “Perbedaan hanya membuat manusia bertengkar. Mengapa kalian tidak menghilangkan semua perbedaan?' Apakah kamu setuju? Mengapa?”
26
FAKTOR PENYEBAB KEMAJEMUKAN BANGSA
1
Letak Geografis
Indonesia terletak di sekitar garis khatulistiwa dengan ribuan pulau.
2
Iklim yang berbeda
Perbedaan iklim antardaerah di Indonesia menyebabkan variasi kondisi alam di setiap wilayah.
3
Pembangunan
Kemajuan yang terjadi dalam masyarakat menghasilkan kelas-kelas sosial.
27
Temukan Bukti bahwa Indonesia adalah Masyarakat Majemuk!
Setelah mempelajari materi kemajemukan masyarakat Indonesia, carilah informasi berikut:
Pertanyaan:
28
DAMPAK
KEMAJEMUKAN
MASYARAKAT INDONESIA
29
INTEGRASI BANGSA INDONESIA DENGAN PRINSIP KEBHINEKAAN
IPS KELAS IX
SMPI AL-HAMIDIYAH
2026/2027
Hakikat Bhinneka Tunggal Ika memberikan pemahaman bahwa;
meskipun bangsa dan Negara Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku dan bangsa yang mempunyai adat istiadat, kebudayaan, agama, serta karakter yang berbeda-beda, akan tetapi keseluruhannya merupakan suatu persatuan.
MAKNA DAN HAKIKAT
31
BHINNEKA TUNGGAL IKA
NILAI GOTONG ROYONG
NILAI TOLERANSI
NILAI KEADILAN
32
Nilai toleransi dalam Bhinneka Tunggal Ika berarti sikap menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan yang ada di Indonesia, baik perbedaan suku, agama, ras, budaya, bahasa, maupun pendapat.
NILAI TOLERANSI
33
Nilai keadilan berarti memperlakukan setiap orang secara layak dan tidak membeda-bedakan berdasarkan latar belakangnya.
NILAI KEADILAN
34
Nilai gotong royong merupakan sikap bekerja sama dan saling membantu untuk mencapai tujuan bersama tanpa terlalu mengutamakan kepentingan pribadi.
NILAI GOTONG ROYONG
35
Apakah masyarakat Indonesia sudah menerapkan nilai kebhinekaan dalam kehidupan bernegara?
36
IMPLEMENTASI NILAI BHINNEKA TUNGGAL IKA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA
37
MEMBANGUN SENSITIFITAS GENDER
NILAI KESADARAN MMULTIKULTURAN
NILAI KEBERAGAMAN RAS DAN ETNIS
NILAI KEBERAGAMAN INKLUSIF
38
MASYARAKAT DAN PERDAGANGAN
IPS KELAS IX
SMPI AL-HAMIDIYAH
2026/2027
TUJUAN PEMBELAJARAN
40
PERJALANAN REMPAH NUSANTARA
41
Berabad-abad yang lalu, konektivitas antar wilayah di berbagai benua telah terjadi melalui sebuah jalur perdagangan yang disebut “Jalur Sutra” atau Silk Road. Jalur ini menghubungkan Tiongkok di sebelah Timur dengan kekaisaran Romawi di belahan bumi bagian barat.
Mengapa disebut jalur sutra atau silk road?
SEJARAH JALUR REMPAH
42
Rute ini disebut Jalur sutra karena komoditas utama yang diperdagangkan di sepanjang jalur tersebut adalah sutra, khususnya oleh pedagang Tiongkok pada masa Dinasti Han. Akan tetapi, menurut A.G. Frank, komoditas utama yang diperdagangkan pada jalur sutra adalah rempah.
43
SEBUTKAN 5 JENIS REMPAH-REMPAH
44
REMPAH-REMPAH
45
Rempah-rempah di masa lalu memiliki nilai ekonomi tinggi, bahkan sejarawan Anthony Reid (1993) menyebutkan sebagai “emas hijau” atau setara dengan emas. Harga jualnya sangat tinggi di Eropa bisa berkali-kali lipat dibanding di Nusantara.
46
Rempah-rempah juga pernah menjadi simbol status sosial. Harga rempah rempah di Eropa yang sangat tinggi dan dianggap setara dengan emas. Hal ini membuat rempah-rempah dianggap sebagai barang mewah. Bangsawan saja yang mampu membeli dan menggunakan rempah-rempah pada makanan mereka.
Sejarawan Denys Lombard (2005) menyebutkan bahwa hidangan pesta kerajaan di Eropa pada abad ke-16 wajib menggunakan rempah-rempah sebagai bukti kemakmuran dan prestise.
47
Harus melewati ribuan mil laut/darat dan perpindahan dari banyak pedagang perantara.
Maraknya ancaman badai laut, kapal karam, bajak laut, hingga barang rusak di jalan.
Pala dan cengkih hanya bisa tumbuh di wilayah tertentu di Nusantara (Maluku).
Digunakan sebagai pengawet makanan musim dingin, obat-obatan, serta penanda kekayaan bangsawan Eropa.
MENGAPA DEMIKIAN
48
Nusantara, khususnya kawasan timur seperti Ternate, Tidore, Ambon dll telah dikenal sejak lama sebagai penghasil utama rempah-rempah. Selain itu, Nusa Tenggara menghasilkan kayu harum seperti cendana dan gaharu. Dari wilayah tersebut, komoditas ini dipasarkan ke berbagai belahan dunia.
49
MENGENAL REMPAH-REMPAH DARI MASA KE MASA!
KEGIATAN 2.1
50