JUST IN TIME (JIT)�PRODUCTION SYSTEM
INTISARI :
Just In Time (JIT) dan Total Quality Management selama ini sering dipandang sebagai dua buah model pendekatan manajemen yang saling berdiri sendiri. Secara historik dan teoritik keduanya memiliki hubungan konsep yang sangat erat dimana JIT adalah landasan filosofisnya.
KESALAHAN LAZIM :
- JIT dipandang sebagai Zero Inventory dan Zero Defect
- TQM adalah zero defect, quality circle, customer satisfaction, dll.
JUST IN TIME (JIT)
Material datang pada saat dibutuhkan dan bukan menyimpannya digudang terlebih dahulu (just in time).
Efisiensi Meningkat
menjelang proses menjadi kecil
karena disesuaikan dengan
kapasitas proses (biaya
penyimpanan turun).
menjadi lebih kecil (replacement rate
turun)
Pemborosan hilang
Cash Flow lebih baik
Profit dan ROI meningkat
Opportunity Cost rendah
Toyota Vice President (1956) mempelajari prosedur sistem supermarket di Amerika terkait penendalian persediaan dan pengkoordinasian dengan pemasok dan diadopsi dan diterapkan pada sistem produksi Toyota, dikenal dengan istilah
KABAN PRODUCTION SYSTEM.
JEIHUNKA
JIDOKA
ANDON
FIVE S Manufacturing
Seiri
Seiton
Seiso
Seiketsu
Shitsuke
PERBAIKAN TERUS MENERUS OLEH SEMUA ANGGOTA ORGANISASI
Semangat KY’ZEN
BIDANG KEGIATAN KY’ZEN
INVENTORY REDUCTION
dengan permintaan konsumen.
dibutuhkan.
COST REDUCTION
Five S :
serta menghindari berbagai kelebihan, semakin jarang suatu barang
atau peralatan digunakan maka semakin jauh letak barang atau
peralatan tersebut dari tempat kerja.
sehingga memudahkan dalam pemakaian dan pencarian.
mudah dirawat dan selalu dalam kondisi bagus pada saat digunakan.
menjaga kebersihan lingkungan diperlukan standard setiap orang
agar berperilaku sama dalam perawatan kebersihan.
standard dan kelangsungannya maka pelatihan untuk mengubah dan
menjaga perilaku individu diperlukan.
PIRAMIDA PERBAIKAN PRODUKTIVITAS
Five S Manufacturing
Production Maintenance
Quality Control
Production Control
Cost Reduction
QUALITY IMPROVEMENT
konsumen dalam hal kualitas dan waktu.
karyawan agar memiliki keleluasaan yang lebih besar untuk
menentukan cara terbaik bagi peningaktan kualitas kerja.
sehingga mereka bertanggungjawab penuh terhadap hasil kerjanya.
→Jangan menerima barang cacat
→Jangan membuat barang cacat
→Jangan mengirim barang cacat
Quality Circle, yaitu kelompok yang secara sukarela menadakan
pertemuan untuk membahas masalah perbaikan kualitas kerja atau
produk dalam unit kerjanya.