1 of 11

JUST IN TIME (JIT)�PRODUCTION SYSTEM

2 of 11

INTISARI :

Just In Time (JIT) dan Total Quality Management selama ini sering dipandang sebagai dua buah model pendekatan manajemen yang saling berdiri sendiri. Secara historik dan teoritik keduanya memiliki hubungan konsep yang sangat erat dimana JIT adalah landasan filosofisnya.

KESALAHAN LAZIM :

- JIT dipandang sebagai Zero Inventory dan Zero Defect

- TQM adalah zero defect, quality circle, customer satisfaction, dll.

3 of 11

JUST IN TIME (JIT)

Material datang pada saat dibutuhkan dan bukan menyimpannya digudang terlebih dahulu (just in time).

Efisiensi Meningkat

  • Volume material yang dikirim

menjelang proses menjadi kecil

karena disesuaikan dengan

kapasitas proses (biaya

penyimpanan turun).

  • Tingkat pertambahan persediaan

menjadi lebih kecil (replacement rate

turun)

Pemborosan hilang

Cash Flow lebih baik

Profit dan ROI meningkat

Opportunity Cost rendah

4 of 11

Toyota Vice President (1956) mempelajari prosedur sistem supermarket di Amerika terkait penendalian persediaan dan pengkoordinasian dengan pemasok dan diadopsi dan diterapkan pada sistem produksi Toyota, dikenal dengan istilah

KABAN PRODUCTION SYSTEM.

JEIHUNKA

JIDOKA

ANDON

FIVE S Manufacturing

Seiri

Seiton

Seiso

Seiketsu

Shitsuke

PERBAIKAN TERUS MENERUS OLEH SEMUA ANGGOTA ORGANISASI

Semangat KY’ZEN

5 of 11

BIDANG KEGIATAN KY’ZEN

  1. INVENTORY REDUCTION

  • COST REDUCTION

  • QUALITY IMPROVEMENT

6 of 11

INVENTORY REDUCTION

  • Pull system, barang diproduksi dalam jumlah kecil sesuai

dengan permintaan konsumen.

  • Barang dibuat sesuai kebutuhan dan hanya pada saat

dibutuhkan.

  • Contoh Toyota Motor Corporation, 1996.

7 of 11

COST REDUCTION

Five S :

  • SEIRI – Clearing Up. Memilih mana yang perlu dan mana yang tidak

serta menghindari berbagai kelebihan, semakin jarang suatu barang

atau peralatan digunakan maka semakin jauh letak barang atau

peralatan tersebut dari tempat kerja.

  • SEITONSystematic Arrangement. Barang diatur sedemikian rupa

sehingga memudahkan dalam pemakaian dan pencarian.

8 of 11

  • SEISOCleaning. Peralatan dijaga agar dalam keadaan bersih agar

mudah dirawat dan selalu dalam kondisi bagus pada saat digunakan.

  • SEIKETSUMaintaining a Clean Environment All the Time. Untuk

menjaga kebersihan lingkungan diperlukan standard setiap orang

agar berperilaku sama dalam perawatan kebersihan.

  • SHITSUKETraining and Dicipline. Untuk menjaga prosedur

standard dan kelangsungannya maka pelatihan untuk mengubah dan

menjaga perilaku individu diperlukan.

9 of 11

PIRAMIDA PERBAIKAN PRODUKTIVITAS

Five S Manufacturing

Production Maintenance

Quality Control

Production Control

Cost Reduction

10 of 11

QUALITY IMPROVEMENT

  • Perbaikan kualitas adalah usaha yang secara terus menerus dilakukan.

  • Tujuan : peningkatan produktivitas melalui pemenuhan harapan

konsumen dalam hal kualitas dan waktu.

  • Employee empowerment, perbaikan mutu dimulai dari pemberdayaan

karyawan agar memiliki keleluasaan yang lebih besar untuk

menentukan cara terbaik bagi peningaktan kualitas kerja.

  • Pemahaman kualitas dimulai dari setiap karyawan sehingga mereka

sehingga mereka bertanggungjawab penuh terhadap hasil kerjanya.

11 of 11

  • Moto terkait kualitas sebagai SOP :

→Jangan menerima barang cacat

→Jangan membuat barang cacat

→Jangan mengirim barang cacat

  • Semangan KY’ZEN dalam perbaikann kualitas mutu tercermin pada

Quality Circle, yaitu kelompok yang secara sukarela menadakan

pertemuan untuk membahas masalah perbaikan kualitas kerja atau

produk dalam unit kerjanya.

  • KY’ZEN sebagai energi dan budaya organisasi.