1 of 15

BAB VII Masalah-Masalah Belajar

7.1 Tujuan Instruksional Umum

Mahasiswa dapat menguasai pengenalan dan pemahaman konsep belajar dan pembelajaran ilmu komputer yang berkaitan dengan hakikat belajar dan pembelajaran ilmu komputer, prinsip-prinsip belajar dan asas pembelajaran ilmu komputer, menguasai motivasi belajar ilmu komputer, menguasai pendekatan CBSA dan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran ilmu komputer, menguasai pendekatan pembelajaran ilmu komputer, menguasai konsep dasar evaluasi belajar dan pembelajaran ilmu komputer, menguasai masala-masalah belajar ilmu komputer, serta mengimplementasikan pembelajaran dan pengembangan kurikulum ilmu komputer

2 of 15

7.2 Tujuan Instruksional Khusus

Mahasiswa memiliki kemampuan memahami dan menganalisa masalah-masalah intern belajar, faktor-faktor ekstern belajar, dan cara menentukan masalah-masalah belajar dalam ilmu komputer

3 of 15

  1. Masalah-masalah Intern Belajar

Pada kegiatan belajar di kelas ditemukan dua subjek yakni mahasiswa/siswa dan dosen/guru

Dalam tiga tahap yang penting yakni: sebelum belajar, proses belajar suatu kegiatan yang dialami dan dihayati oleh mahasiswa/siswa sendiri, sesudah belajar merupakan tahap untuk prestasi hasil belajar, proses belajar merupakan kegiatan mental mengolah bahan ajar atau pengalaman yang lain, proses belajar yang berhubungan dengan bahan belajar tersebut, dapat diamati oleh guru/dosen dan umumnya dikenal dengan aktivitas belajar siswa/mahasiswa

Guru/dosen adalah pendidik yang membelajarkan mahasiswa/siswa

dalam usaha pembelajaran siswa/mahasiswa, maka guru/dosen

melakukan penggorganisasian siswa/mahasiswa, penyajian bahan belajar dengan pendekatan pembelajaran tertentu, melakukan evaluasi hasil belajar.

4 of 15

Gambar 7.1 Faktor Intern dan Ekstern Belajar

5 of 15

Faktor intern yang dialami dan dihayati oleh mahasiswa/siswa yang

berpengaruh pada proses belajar sebagai berikut;

  1. Sikap terhadap belajar
  2. Motivasi belajar
  3. Konsentrasi belajar
  4. Mengolah bahan belajar
  5. Menyimpan perolehan hasil belajar🡪terdiri dari beberapa proses🡪

(1) proses penerimaan🡪(2) proses pengaktifan 🡪 (3) proses

pengolahan🡪(4) proses penyimpanan🡪(5) pemanggilan (pesan/

kesan lama diaktifkan kembali)

6 of 15

Gambar 7.2 Proses Belajar

7 of 15

6. Menggali hasil belajar yang tersimpan🡪 (1) transfer belajar dan (2) unjuk prestasi belajar

7. Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar

Konsentrasi🡪mengolah bahan ajar🡪menyimpan bahan ajar🡪

menggali pengetahuan dan pengalaman belajar🡪berprestasi

8. Rasa percaya diri mahasiswa/siswa

9. Intelegensi dan keberhasilan belajar

10. Kebiasaan belajar

(belajar pada akhir semester, belajar tidak teratur, menyiakan kesempatan belajar, bersekolah hanya untuk bergengsi, bergaya menggurui, bergaya minta belas kasihan

11. Cita-cita mahasiswa/siswa🡪motivasi intrinsik

8 of 15

B. Faktor-faktor Ekstern Belajar

Proses belajar didorong oleh motivasi intrinsik mahasiswa/siswa dan lingkungannnya. Program pembelajaran sebagai rekayasa pendidikan guru di sekolah faktor ekstern belajar. Ditinjau dari siswa maka ditemukan beberapa ekstern yang berpengaruh pada aktivitas belajar. Faktor-faktor ekstern tersebut adalah sbb:

  1. Guru/dosen sebagai pembina mahasiswa/siswa belajar adalah pengajar yang mendidik🡪memiliki integritas moral kepribadian,

integritas intelektual berorientasi pada kebenaran, integritas

religious, mempertinggi mutu keahlian bidang studi, bergabung

dengan asosiasi profesi, mengakui dan menghormati martabat

mahasiswa/siswa sebagai klien dosen /guru, menghayati,

memahami, mengamalkan etika profesi

9 of 15

2. Prasarana dan sarana pembelajaran

peranan dosen/guru🡪memelihara, mengatur prasarana,

memelihara dan mengatur sasaran pembelajaran berorientasi

pada keberhasilan mahasiswa belajar, mengorganisasi belajar

mahasiswa sesuai dengan prasarana dan sarana tepat guna

peranan mahasiswa🡪ikut serta memeilihara mengatur

prasarana dan sarana, menghormati kampus sebagai pusat

pembelajaran, ikut serta berperan aktif dalam pemanfaatan

sarana dan prasarana

3. Kebijakan penilaian

4. Lingkungan sosial mahasiswa/siswa di sekolah/kampus

pengaruh lingkungan sosial🡪pengaruh kejiwaan, lingkungan

sosial akrab, lingkungan sosial mahasiswa di kelas dan sekolah

5. Kurikulum

perubahan kurikulum menimbulkan masalah🡪 tujuan yang

akan dicapai, isi Pendidikan berubah, kegiatan belajar

mengajar berubah, evaluasi berubah

10 of 15

C. Cara Menentukan Masalah-masalah Belajar Ilmu Komputer

Kekompleksan itu terentang dari (1) konstruksi kurikulum dan

pemberlakuan kurikulum di sekolah/perguruan tinggi, (2) tugas guru/dosen menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi program pembelajaran; dalam pelaksanaan pembelajaran dosen/guru memilih media dan sumber belajar, serta strategi mengajar yang sesuai dengan kurikulum, serta (3) peran mahasiswa/siswa dalam proses belajar yang sesuai kurikulum yang berlaku

Dosen/guru berkewajiban mencari dan menemukan masalah-masalah belajar yang dihadapi oleh siswa/mahasiswa:

  1. Pengamatan perilaku belajar, peran pengamatan perilaku belajar:

(a) menyusun rencana pengamatan seperti tindak belajar berkelompok, atau belajar sendiri, (b) memilih siapa yang akan diamati, (c) menentukan berapa lama berlangsungnya pengamatan,(d) menentukan hal-hal apa yang akan diamati, (e) mencatat hal-hal yang diamati, (f) menafsirkan hasil pengamatan

11 of 15

2. Analisis hasil belajar

Dalam melakukan analisis hasil belajar pada tempatnya dikuasai dan dikerjkan dosen/guru melakukan langkah-langkah:

(a) merencanakan analisis sejak awal semester, sejalan dengan desain instruksional, (b) merencanakan jenis-jenis pekerjaan siswa/mahasiswa yang dipandang sebagai hasil belajar, (c) merencanakan jenis-jenis ujian dan alat-alat evaluasi, (d) mengumpulkan hasil belajar siswa/mahasiswa, (e) melakukan analisis secara statistik tentang angka-angka perolehan ujian, (6) mempertimbangkan hasil pengamatan pada kegiatan belajar siswa/mahasiswa, (f) mempertimbangkan tingkat kesukaran bahan ajar bagi kelas, (g) mempertihatikan kondisi-kondisi ekstern yang berpengaruh atau diduga ada pengaruhnya dalam belajar, (h) dosen/guru melancarkan suatu angket evaluasipembelajaran menjelang akhir semester.

12 of 15

3. Tes hasil belajar objektif

Adapun tes yang digunakan ada tes lisan, tes tertulis, tes esai dan tes objektif:

Kelebihan tes lisan (1) penguji dapat menyesuaikan bahasa dengan daya tangkap mahasiswa, (2) pengajar dapat mengejar tingkat penguasaan mahasiswa tentang pokok bahasan tertentu, (3) mahasiswa dapat melengkapi jawaban lebih leluasa

Kelemahan : (1) penguji dapat terjerumus pada kesan subjektif atau perilaku mahasiswa, (2) memerlukan waktu yang lama

Kelebihan tes tertulis: (1) penguji dapat menguji banyak mahasiswa dalam waktu terbatas, (2) objektivitas pengerjaan tes terjamin dan mudah diawasi, (3) penguji dapat menyusun soal-soal yang merata pada setiap pokok bahasan, (4) penguji dengan mudah menentukan standar penilaian, (5) dalam pengerjaan, mahasiswa dapat memilih jawaban urutan soal sesuai kemampuannya.

13 of 15

Kelemahan tes tertulis : (1) penguji tidak sempat memperoleh penjelasan

tentang jawaban mahasiswa, (2) rumusan pertanyaan yang tak jelas

menyulitkan mahasiswa, (3) dalam pemeriksaan dapat terjadi subjektivitas

penguji

Kelebihan Tes Esai; (1) penguji dapat memilih dan meneliti kemampuan

mahasiswa bernalar, (2) bila cara memberi angka ada kriteria jelas maka

dapat menghasilkan data objektif

Kelemahan tes esai: (1) jumlah soal terbatas dan kemungkinan

mahasiswa berspekulasi dalam belajar, serta (2) objektivitas pengerjaan

dan pembinaan sukar dilakukan

Kelebihan Tes objektif : (1) penguji dapat membuat soal banyak dan

meliputi semua pokok bahasan, (2) pemeriksaan dapat dilakukan secara

objektif dan cepat, (3) mahasiswa dapat berspekulasi dalam belajar,

(4) Mahasiswa yang tak pandai menjelaskan dengan bahasa yang baik

tidak terhambat

14 of 15

Kelemahan tes objektif: (1) Kemampuan mahasiswa bernalar tidak

tertangkap , (2) penyusunan tes memakan waktu lama, (3) memakan

dana besar, (4) mahasiswa yang pandai menerka jawaban dapat

Keuntungan, (5) pengerjaan soal sukar dan memungkinkan kebocoran

Tes hasil belajar adalah alat untuk membelajarkan mahasiswa. Dapat

digunakan untuk (1) menilai kemajuan belajar (2) mencari masalah-

masalah dalam belajar.

15 of 15