BAB VII Masalah-Masalah Belajar
7.1 Tujuan Instruksional Umum
Mahasiswa dapat menguasai pengenalan dan pemahaman konsep belajar dan pembelajaran ilmu komputer yang berkaitan dengan hakikat belajar dan pembelajaran ilmu komputer, prinsip-prinsip belajar dan asas pembelajaran ilmu komputer, menguasai motivasi belajar ilmu komputer, menguasai pendekatan CBSA dan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran ilmu komputer, menguasai pendekatan pembelajaran ilmu komputer, menguasai konsep dasar evaluasi belajar dan pembelajaran ilmu komputer, menguasai masala-masalah belajar ilmu komputer, serta mengimplementasikan pembelajaran dan pengembangan kurikulum ilmu komputer
7.2 Tujuan Instruksional Khusus
Mahasiswa memiliki kemampuan memahami dan menganalisa masalah-masalah intern belajar, faktor-faktor ekstern belajar, dan cara menentukan masalah-masalah belajar dalam ilmu komputer
Pada kegiatan belajar di kelas ditemukan dua subjek yakni mahasiswa/siswa dan dosen/guru
Dalam tiga tahap yang penting yakni: sebelum belajar, proses belajar suatu kegiatan yang dialami dan dihayati oleh mahasiswa/siswa sendiri, sesudah belajar merupakan tahap untuk prestasi hasil belajar, proses belajar merupakan kegiatan mental mengolah bahan ajar atau pengalaman yang lain, proses belajar yang berhubungan dengan bahan belajar tersebut, dapat diamati oleh guru/dosen dan umumnya dikenal dengan aktivitas belajar siswa/mahasiswa
Guru/dosen adalah pendidik yang membelajarkan mahasiswa/siswa
dalam usaha pembelajaran siswa/mahasiswa, maka guru/dosen
melakukan penggorganisasian siswa/mahasiswa, penyajian bahan belajar dengan pendekatan pembelajaran tertentu, melakukan evaluasi hasil belajar.
Gambar 7.1 Faktor Intern dan Ekstern Belajar
Faktor intern yang dialami dan dihayati oleh mahasiswa/siswa yang
berpengaruh pada proses belajar sebagai berikut;
(1) proses penerimaan🡪(2) proses pengaktifan 🡪 (3) proses
pengolahan🡪(4) proses penyimpanan🡪(5) pemanggilan (pesan/
kesan lama diaktifkan kembali)
Gambar 7.2 Proses Belajar
6. Menggali hasil belajar yang tersimpan🡪 (1) transfer belajar dan (2) unjuk prestasi belajar
7. Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar
Konsentrasi🡪mengolah bahan ajar🡪menyimpan bahan ajar🡪
menggali pengetahuan dan pengalaman belajar🡪berprestasi
8. Rasa percaya diri mahasiswa/siswa
9. Intelegensi dan keberhasilan belajar
10. Kebiasaan belajar
(belajar pada akhir semester, belajar tidak teratur, menyiakan kesempatan belajar, bersekolah hanya untuk bergengsi, bergaya menggurui, bergaya minta belas kasihan
11. Cita-cita mahasiswa/siswa🡪motivasi intrinsik
B. Faktor-faktor Ekstern Belajar
Proses belajar didorong oleh motivasi intrinsik mahasiswa/siswa dan lingkungannnya. Program pembelajaran sebagai rekayasa pendidikan guru di sekolah faktor ekstern belajar. Ditinjau dari siswa maka ditemukan beberapa ekstern yang berpengaruh pada aktivitas belajar. Faktor-faktor ekstern tersebut adalah sbb:
integritas intelektual berorientasi pada kebenaran, integritas
religious, mempertinggi mutu keahlian bidang studi, bergabung
dengan asosiasi profesi, mengakui dan menghormati martabat
mahasiswa/siswa sebagai klien dosen /guru, menghayati,
memahami, mengamalkan etika profesi
2. Prasarana dan sarana pembelajaran
peranan dosen/guru🡪memelihara, mengatur prasarana,
memelihara dan mengatur sasaran pembelajaran berorientasi
pada keberhasilan mahasiswa belajar, mengorganisasi belajar
mahasiswa sesuai dengan prasarana dan sarana tepat guna
peranan mahasiswa🡪ikut serta memeilihara mengatur
prasarana dan sarana, menghormati kampus sebagai pusat
pembelajaran, ikut serta berperan aktif dalam pemanfaatan
sarana dan prasarana
3. Kebijakan penilaian
4. Lingkungan sosial mahasiswa/siswa di sekolah/kampus
pengaruh lingkungan sosial🡪pengaruh kejiwaan, lingkungan
sosial akrab, lingkungan sosial mahasiswa di kelas dan sekolah
5. Kurikulum
perubahan kurikulum menimbulkan masalah🡪 tujuan yang
akan dicapai, isi Pendidikan berubah, kegiatan belajar
mengajar berubah, evaluasi berubah
C. Cara Menentukan Masalah-masalah Belajar Ilmu Komputer
Kekompleksan itu terentang dari (1) konstruksi kurikulum dan
pemberlakuan kurikulum di sekolah/perguruan tinggi, (2) tugas guru/dosen menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi program pembelajaran; dalam pelaksanaan pembelajaran dosen/guru memilih media dan sumber belajar, serta strategi mengajar yang sesuai dengan kurikulum, serta (3) peran mahasiswa/siswa dalam proses belajar yang sesuai kurikulum yang berlaku
Dosen/guru berkewajiban mencari dan menemukan masalah-masalah belajar yang dihadapi oleh siswa/mahasiswa:
(a) menyusun rencana pengamatan seperti tindak belajar berkelompok, atau belajar sendiri, (b) memilih siapa yang akan diamati, (c) menentukan berapa lama berlangsungnya pengamatan,(d) menentukan hal-hal apa yang akan diamati, (e) mencatat hal-hal yang diamati, (f) menafsirkan hasil pengamatan
2. Analisis hasil belajar
Dalam melakukan analisis hasil belajar pada tempatnya dikuasai dan dikerjkan dosen/guru melakukan langkah-langkah:
(a) merencanakan analisis sejak awal semester, sejalan dengan desain instruksional, (b) merencanakan jenis-jenis pekerjaan siswa/mahasiswa yang dipandang sebagai hasil belajar, (c) merencanakan jenis-jenis ujian dan alat-alat evaluasi, (d) mengumpulkan hasil belajar siswa/mahasiswa, (e) melakukan analisis secara statistik tentang angka-angka perolehan ujian, (6) mempertimbangkan hasil pengamatan pada kegiatan belajar siswa/mahasiswa, (f) mempertimbangkan tingkat kesukaran bahan ajar bagi kelas, (g) mempertihatikan kondisi-kondisi ekstern yang berpengaruh atau diduga ada pengaruhnya dalam belajar, (h) dosen/guru melancarkan suatu angket evaluasipembelajaran menjelang akhir semester.
3. Tes hasil belajar objektif
Adapun tes yang digunakan ada tes lisan, tes tertulis, tes esai dan tes objektif:
Kelebihan tes lisan (1) penguji dapat menyesuaikan bahasa dengan daya tangkap mahasiswa, (2) pengajar dapat mengejar tingkat penguasaan mahasiswa tentang pokok bahasan tertentu, (3) mahasiswa dapat melengkapi jawaban lebih leluasa
Kelemahan : (1) penguji dapat terjerumus pada kesan subjektif atau perilaku mahasiswa, (2) memerlukan waktu yang lama
Kelebihan tes tertulis: (1) penguji dapat menguji banyak mahasiswa dalam waktu terbatas, (2) objektivitas pengerjaan tes terjamin dan mudah diawasi, (3) penguji dapat menyusun soal-soal yang merata pada setiap pokok bahasan, (4) penguji dengan mudah menentukan standar penilaian, (5) dalam pengerjaan, mahasiswa dapat memilih jawaban urutan soal sesuai kemampuannya.
Kelemahan tes tertulis : (1) penguji tidak sempat memperoleh penjelasan
tentang jawaban mahasiswa, (2) rumusan pertanyaan yang tak jelas
menyulitkan mahasiswa, (3) dalam pemeriksaan dapat terjadi subjektivitas
penguji
Kelebihan Tes Esai; (1) penguji dapat memilih dan meneliti kemampuan
mahasiswa bernalar, (2) bila cara memberi angka ada kriteria jelas maka
dapat menghasilkan data objektif
Kelemahan tes esai: (1) jumlah soal terbatas dan kemungkinan
mahasiswa berspekulasi dalam belajar, serta (2) objektivitas pengerjaan
dan pembinaan sukar dilakukan
Kelebihan Tes objektif : (1) penguji dapat membuat soal banyak dan
meliputi semua pokok bahasan, (2) pemeriksaan dapat dilakukan secara
objektif dan cepat, (3) mahasiswa dapat berspekulasi dalam belajar,
(4) Mahasiswa yang tak pandai menjelaskan dengan bahasa yang baik
tidak terhambat
Kelemahan tes objektif: (1) Kemampuan mahasiswa bernalar tidak
tertangkap , (2) penyusunan tes memakan waktu lama, (3) memakan
dana besar, (4) mahasiswa yang pandai menerka jawaban dapat
Keuntungan, (5) pengerjaan soal sukar dan memungkinkan kebocoran
Tes hasil belajar adalah alat untuk membelajarkan mahasiswa. Dapat
digunakan untuk (1) menilai kemajuan belajar (2) mencari masalah-
masalah dalam belajar.