1 of 11

Indikator Biologi

2 of 11

Bioindikator alami

Penggunaan Bioindikator

  • menilai kesehatan lingkungan 
  • mendeteksi perubahan lingkungan
  • efek selanjutnya pada masyarakat manusia

Faktor pengatur keberadaan Bioindikator di lingkungan

  • transmisi cahaya, air, suhu, dan padatan tersuspensi

Penerapan Bioindikator: 

  • memprediksi keadaan alam suatu wilayah
  • tingkat/derajat pencemaran

3 of 11

INDIKATOR MIKROBA

INDIKATOR HEWAN

INDIKATOR TUMBUHAN

Indikator kesehatan komunitas bahari dan alam fisik 

Penurunan populasi bisa menandakan bahaya  komunitas biologi karena adanya kontaminasi

Keberadaan atau ketidakberadaan kelompok menunjukkan kesehatan lingkungan

Keuntungan penggunaan Bioindikator​ (Indikator Biologi – Penanda Hayati)

  • Dampak biologis dapat ditentukan.
  • Memantau dampak sinergis dan antagonis berbagai polutan pada makhluk hidup.
  • Diagnosis tahap awal serta efek berbahaya dari racun bagi tanaman, serta manusia, dapat dipantau.
  • Dapat dengan mudah dihitung, karena prevalensinya.
  • Alternatif yang layak secara ekonomi jika dibandingkan dengan sistem pengukuran khusus lainnya.

4 of 11

Species sensitif

  • Spesies yang hanya dapat bertahan hidup dalam kisaran kondisi lingkungan yang sempit 
  • Hilangnya species ini dari suatu daerah merupakan indikasi pencemaran atau perubahan lingkungan.

5 of 11

Surrogate Taxa

  • Kekayaan spesies dari taksa tertentu yang digunakan sebagai pengganti kekayaan taksa lainnya.

6 of 11

Umbrella Species

  • Spesies yang dipilih untuk membuat keputusan terkait konservasi,
  • Melindungi spesies ini secara tidak langsung melindungi banyak spesies lain yang membentuk komunitas ekologi dalam habitatnya. 
  • Konservasi spesies dapat bersifat subjektif karena sulit untuk menentukan status banyak spesies.

7 of 11

Flag Species

  • Dalam biologi konservasi = spesies unggulan 
  • Spesies yang dipilih untuk meningkatkan dukungan bagi konservasi keanekaragaman hayati di tempat tertentu atau dalam konteks sosial tertentu.

8 of 11

Focal Species

  • Secara harfiah berarti "spesies yang menjadi perhatian", 
  • Spesies hewan dan tumbuhan yang menyediakan fungsi ekologis yang esensial, atau sebagai penanda kondisi habitat yang esensial. 
  • Spesies perlu dikaitkan pada habitat atau tipe ekosistem tertentu dan juga pada perubahan habitat dan ekosistem tersebut.

9 of 11

Keystone Species

  • Organisme yang membantu mendefinisikan seluruh ekosistem.
  • Spesies yang memiliki efek besar terhadap lingkungan alamnya dibandingkan dengan proporsi kelimpahannya
  • Spesies yang keberadaannya merupakan kunci untuk menjaga keanekaragaman hayati

10 of 11

Key Species

  • Setiap spesies yang ditetapkan oleh IUCN Red List of Threatened Species sebagai Sangat Terancam Punah, Terancam Punah, Rentan atau Hampir Terancam, dan/atau dilindungi peraturan perundangan negara.
  • Setiap spesies yang terdaftar pada Apendiks I atau II Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah (CITES);
  • Setiap spesies yang menjadi perhatian termasuk keystone species, spesies indikator, dan predator alami. Spesies yang mungkin tidak terdaftar oleh IUCN tetapi memainkan peran fungsional penting dalam ekosistem;
  • Spesies yang penting dalam konteks lokal tetapi mungkin tidak memiliki perlindungan hukum;
  • Spesies Kunci juga bertindak sebagai Umbrella Species.

11 of 11

Tumbuhan Indikator

  • Tumbuhan yang menjadi ukuran kondisi lingkungan
  • Greasewood: indikator tanah kadar garam tinggi
  • Lumut: Tanah asam