*Pelaksanaan Projek Tema Kewirausahaan dilaksanakan untuk SMA 3 Jombang
WIRAUSAHA YANG
Tema : Kewirausahaan Bagi Guru SMA (FASE E)
BERKARAKTER
Penulis: Tim Pengembang Proyek
2
Tujuan, Alur, dan Target Pencapaian
Projek
Wirausaha adalah sebuah aktivitas untuk berbisnis maupun usaha mandiri. Kemandirian dalam berwirausaha diperoleh seseorang dari proses penetapan tujuan yang ingin dicapai. Kegiatan dalam berwirausaha harus memiliki karakter pemimpin yang mandiri dan bertanggung jawab terhadap berbgai pihak, antara lain tanggung jawab terhadap lingkungan, tanggung jawab terhadap pelanggan, tanggung jawab terhadap tenaga kerja, dan tanggung jawab terhadap sosial. Sehingga wirausaha juga diharapkan untuk dapat memberikan dampak yang berkesinambungan terhadap pihak-pihak tersebut.
Dengan mengangkat tema Kewirausahaan dan mengacu kepada dimensi Profil Pelajar Pancasila, Projek “Wirausaha Yang Berkarakter” ini bertujuan sebagai pendidikan awal siswa terhadap proses dan tahapan dalam berwirausaha. Selain itu Projek ini betujuan membentuk siswa agar memiliki karakter wirausahawan yang bertanggugjawab dan mandiri.
Tahapan dalam Projek Wirausaha disusun melalui Konsep Proses Berfikir Projek Wirausaha, yaitu pengenalan - kontekstualisasi – tahap aksi – refleksi dan tindak lanjut. Masing-masing tahapan akan dijelaskan ke dalam alur dan tahapan pada Projek Wirausaha Yang Berkarakter.
Salah satu tujuan yang ditetapkan dalam Penguatan Projek Pelajar Pancasila adalah dengan memberikan pembelajaran lapangan dan melakukan aksi nyata dalam menjawab tema masing-masing, oleh karena itu dalam pelaksanaan projek tema kewirausahaan peserta didik diharap aktif dan partisipatif dalam proses belajarnya. Diperlukan kolaborasi dengan pihak lain untuk bisa turut mendukung berhasilnya projek “Wirausaha Yang Berkarakter”.
Makna Wirausaha Yang Berkarakter dalam projek ini adalah menjadi sosok wirausahawan yang memiliki jiwa kemandirian dan bertanggung jawab sehingga mampu memberikan solusi terhadap permasalahan di masyarakat dengan membawa nilai ekonomi dalam bisnisnya. Kategori Wirausaha Yang berkarakter bisa menjadi solusi terhadap salah satu kategori isu : Lingkungan, Pendidikan, Transportasi, Pariwisata, Gaya Hidup, Kesehatan, Makanan, dan Umum.
Melalui projek ini, peserta didik diharapkan telah mengembangkan dan mencapai secara spesifik tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni Mandiri, Kreatif dan Bergotong Royong.
Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum
Memulai Projek
Komitmen seluruh warga sekolah untuk melaksanakan Projek Tema Kewirausahaan.
Apakah sekolah memiliki jaringan wirausaha yang dapat berkontribusi ke dalam program? Kolaborasi dengan berbagai pihak untuk implementasi projek ini menjadi penting
melaksanakan Projek WIrausaha Yang
Apakah peserta didik memiliki sarana dan prasarana
Sekolah harus menyadari bahwa pendekatan yang dilakukan untuk membangun usaha dalam Projek ini berasal dari
Konsep Proses Berfikir Projek Wirausaha
3
Pengenalan
Kontekstualisasi
Tahap Aksi
Refleksi
Tindak lanjut
Pengenalan dibutuhkan dalam konsep proses berfikirprojek wirausaha dengan memberikan pemahaman peserta didik tentang karakter berwirausaha. Unsur yang bisa libatkan dalam pengenalan adalah empati, yaitu identifikasi pengalaman wirausahawan dengan cara memahami perasaan, pikiran, dan tindakan yang dibutuhkan untk menjdi wirausahawan.
Kontekstualisasi dalam konsep berpikir projek wirausaha adalah mengembangkan pola pikir peserta didik dalam menyimpulkan permasalahan di sekitarnya.
Sehingga dapat memberikan solusi
yang bernilai ekonomi. Wawasan tentang kebutuhan konsumen dan lingkungan menjadi pertimbangan penting dalam proses ini.
Tahap Aksi adalah proses menghasilkan ide Bisnis yang didasarkan dari Pengenalan dan Kontekstualisasi sehingga tercipta inovasi. Dalam proses Tahap Aksi unsurmengkolaborasikan berbagai sudut pandang yang berbeda menjadi penting. Karena dengan kesepahaman, ide Bisnis bisa dijalankan secara optima menjadi produk awal atau sebuah prototype..
Dalam Proses Refleksi, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk meniliai prototype yang sudah dibuat. Keragaman karya menghasilkan pandangan yang beragam dari anggota kelompok. Dalam proses ini, peserta didik dapat mencoba dan memerbaiki berbagai kekurangan dan kelebihan dari ide yang sudah disampaikannya.
Dalam proses Tindak Lanjut, Wawasan terhadap produk yang sudah diciptakan perlu untuk dinilai kelayakan atau kepantasan kualitas ataupun penerimaan konsumen terhadap produk tersebut.
Dengan memiliki Wawasan tersebut, produk dapat diperbaiki atau mendapatkanide baru atas proses Tindak lanjut tersebut.
Dengan berpegang pada Konsep Proses Berfikir Dalam Projek Wirausaha tujuan yang ingin dicapai oleh peserta didik adalah : Memperkenalkan konsep inovasi bisnis berbasis sudut pandang pelanggan
Memberikan perangkat aplikatif untuk melahirkan inovasi dalam dunia bisnis
Mengajarkan teknik menggali wawasan (insight) terdalam dari pelanggan
Menggunakan konsep bermain untuk memecahkan solusi dan menciptakan inovasi
Memotivasi untuk segera memulai tindakan, tidak takut akan kesalahan, kemandirian dalam berusaha dan terbuka untuk segala kemungkinan yang ada
Tahapan Dalam Projek Wirausaha
4
1. Pembicara
Tamu
Diskusi dengan pembicara tamu untuk mengetahui Karakter berwirausaha
2. Orasi "Jika Aku Menjadi"
Peserta didik diajak belajar menentukan visi dalam berwirausaha
3. Bermain peran "The Founder"
Eksplorasi ide dan cara melihat peluang dengan kondisi yang beragam
4. Membuat Infografis
Pentingnya kerjasama individu dalam kerja tim untuk menentukan sebuah ide bisnis
5. Gallery Walk
Menampilkan hasil Infografis untuk dipresentasikan dan menyusun pertanyaan untuk narasumber
6. Diskusi Panel "Meja Bundar"
Berlatih memecahkan masalah dengan menerima pendapat dan menghargai tim
A. Tahap Pengenalan // Membangun kesadaran dan wawasan peserta didik terhadap pentingnya wirausaha
B. Tahap Kontekstualisasi // Mengkontekstualisasi peluang dan permasalahan dalam sebuah rencana usaha
5
7. Penyusunan Tim Proyek
Kewirausahaan
Peserta didik berkoordinasi dan membuat tim mandiri untuk berwirausaha
8. Kunjungan Bisnis
Kunjungan ke tempat bisnis yang sesuai dengan kelompok masing-masing
9. Penyusunan Proposal
Peserta didik diajarkan dan dibimbing untuk menyusun proposal bisnis
10. Presentasi Bisnis
Peserta didik mempresentasikan rancangan usaha yang akan mereka buat
Tahapan Dalam Projek Wirausaha
6
11. Perencanaan dan persiapan produksi
Merencanakan Pembuatan Produk yang telah diajukan dalam proposal
12. Proses Produksi
Peserta didik memulai proses produksi produk bisnis
13. Perencanaan dan pembuatan desain
keasan
Merrncakan proses desain kemasan produk yang telah jadi
14. Promosi dan proses penjualan
Peserta didik dikenalkan dengan berbagai macam teknik marketing dan marketplace
15. Gelar Produk "Pasar Raya"
Pasar raya akan diadakan untuk memamerkan dan memasarkan produk
C. Tahap Aksi // Menyusun produk dari hasil ide dan pelaksanaan
D. Tahap Refleksi Dan Tindak Lanjut // Proses berbagi karya ide bisnis, evaluasi dan refleksi
7
16. Pengumpulan dan pelaporan
dokumentasi Karya
Peserta didik mengumpulkan lembar kerja dan berkas pendukung lainnnya
17. Refleksi dan sumative assesmen
Refleksi individual terhadap keseluruhan proses pembelajaran, ditutup dengan asesmen sumatif
Dimensi, elemen, dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila
8
Dimensi Profil Pelajar Pancasila terkait | Sub-elemen Profil Pelajar Target Pencapaian di akhir Fase E (SMA, 16- 18 Aktivitas Pancasila Tahun) Terkait |
Mandiri | Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi & 1, 2, 3, 4, 16 Mengembangkan refleksi diri |
Regulasi emosi, penetapan tujuan dan rencana strategis Regulasi diri, pengendalian diri untuk dapat pengembangan diri dan prestasi serta memiliki inisitif dan bekerja 3, 4, 6, 7, 9, 13, mencapai suatu tujuan tertentu sacara mandiri, Mengembangkan kendali dan disiplin diri, Percaya 14 diri, resilien dan adaptif | |
Kreatif | Menghasilkan gagasan yang orisinal Menghasilkan gagasan yang beragam dan tepat sesuai dengan 4,7,10 kebutuhan masyarakat terhadap sebuah permasalahan yang ada |
Menghasilkan karya dan tindakan yang Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan perasaannya 7, 8, 11, 12 orisinal kedalam sebuah karya. | |
Memiliki keluwesan berfikir dalam mencari Mampu mengevaluasi tindakan dan gagasan yang sudah dimiliki 4, 6, 10, 15 alternatif solusi permasalahan serta mengetahui kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat umum | |
Bergotong Royong | Kolaborasi Kerja sama, komunikasi untuk mencapai tujuan bersama, saling 4, 7, 8, 9, 10, ketergantungan positif & koordinasi sosial 11, 12, 13, 15 |
Kepedulian Tanggap terhadap lingkungan, persepsi sosial 4, 5, 6, 7, 10 | |
Membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok 4, 5, 6, 7, 10, Berbagi supaya tercipta keselarasan dan keterbukaan dalam berbagi dengan 11, 14 kelompok |
Referensi // Perkembangan Sub-elemen Antarfase
Mandiri
9
Belum Berkembang
Mulai Berkembang
Berkembang Sesuai Harapan
Sangat Berkembang
Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi
Memahami konsep bertumbuh dalam dirinya serta memiliki harapan atas perkembangan yang baik.
Memahami konsep bertumbuh dalam dirinya serta memiliki harapan atas perkembangan yang baik, kemudian menyadari alasan (why factor) dalam setiap tindakan yang dilaksanakan.
Memahami konsep bertumbuh dalam dirinya serta memiliki harapan atas perkembangan yang baik, kemudian menyadari alasan (why factor) dalam setiap tindakan yang dilaksanakan.
cara yang dibutuhkan untuk perkembangan didalam dirinya.
Memahami konsep bertumbuh dalam dirinya serta memiliki harapan atas perkembangan yang baik, kemudian menyadari alasan (why factor) dalam setiap tindakan yang dilaksanakan.
Kemudian mampu merencanakan cara- Kemudian mampu merencanakan dan
melakukan tindakan yang dibutuhkan untuk perkembangan didalam dirinya.
Regulasi Diri, pengendalian diri untuk dapat mencapai suatu tujuan tertentu
Mampu Mengelola regulasi emosi, penetapan tujuan dalam aktivitas yang dijalankan.
Mampu Mengelola regulasi emosi, penetapan tujuan dalam aktivitas yang dijalankan serta memiliki rencana kedpan untuk pengembangan diri.
Mampu Mengelola regulasi emosi, penetapan tujuan dalam aktivitas yang dijalankan serta memiliki rencana kedepan untuk pengembangan diri dan melaksanakan tindakan atas rencana yang telah dibuat.
Mampu Mengelola regulasi emosi, penetapan tujuan dalam aktivitas yang dijalankan serta memiliki rencana kedepan untuk pengembangan diri dan melaksanakan tindakan. Memiliki kepercayaan diri dan disiplin yang baik.
Referensi // Perkembangan Sub-elemen Antarfase
Kreatif
1
Belum Berkembang
Mulai Berkembang
Berkembang Sesuai Harapan
Sangat Berkembang
Menghasilkan gagasan yang orisinal
Memiliki gagasan untuk dikembangkan dan membuat kombinasi hal yang baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya.
Dapat menghubungkan gagasan yang dimiliki dengan informasi atau gagasan baru untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya.
Dapat berproses untuk menciptakan gagasan yang beragam untuk mengekspresikan pikiran, perasaannya, dan menilai gagasannya serta mempertimbangkan banyak perspektif
Dapat menghasilkan gagasan yang beragam untuk mengekspresikan pikiran, perasaannya, dan menilai gagasannya serta mempertimbangkan banyak perspektif seperti etika dan nilai kemanusiaan ketika gagasannya
seperti etika dan nilai kemanusiaan ketika direalisasikan dalam bentuk aksi nyata dalam
gagasannya direalisasikan. projek wirausaha.
Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
Mengeksplorasi dan
mengekspresikan pikiran dan perasaannya sesuai dengan minat
Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan perasaannya dalam bentuk karya dan tindakan serta
dan kesukaannya dalam bentuk karya mengevaluasinya dan
dan tindakan serta mengapresiasi dan mempertimbangkan dampaknya bagi
mengkritik karya dan tindakan yang masyarakat umum. dihasilkan.
Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran perasaannya dalam bentuk karya dan tindakan serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi
berbagai perspektif.
Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan perasaannya dalam bentuk karya dan tindakan serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan risikonya bagi
masyarakat umum dengan menggunakan diri dan lingkungannya dengan menggunakan
berbagai perspektif dalam bentuk proposal rancang karya wirausaha.
Memiliki keluwesan berfikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan
Berupaya mencari solusi alternatif saat pendekatan yang diambil tidak berhasil berdasarkan identifikasi terhadap situasi
Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan
Menghasilkan solusi alternatif dan bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi.
Menghasilkan solusi alternatif dan bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi dalam aksi nyata pelaksanaan program wirausaha.
Referensi // Perkembangan Sub-elemen Antarfase
Bergotong Royong
1
Berkembang Sesuai Harapan
Belum Berkembang
Mulai Berkembang
Sangat Berkembang
Kolaborasi
Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar masyarakat (sekolah dan rumah).
di lingkungan sekitar serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama.
Menyelaraskan tindakan sendiri dengan Membangun tim dan mengelola
tindakan orang lain untuk melaksanakan kerjasama untuk mencapai tujuan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok bersama sesuai dengan target yang
sudah ditentukan.
Membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama secara mandiri sesuai dengan target yang sudah ditentukan.
Kepedulian
Berbagi
Memiliki wawasan terhadap dampak dan hasil yang akan didapatkan dengan mempertimbangkan isu yang ada disekelilingnya.
Sadar tehadap lingkungan yang akan mendapatkan pengaruh terhadap rencana yang dilakukan.
Memiliki wawasan terhadap dampak dan hasil yang akan didapatkan dengan mempertimbangkan isu yang ada disekelilingnya serta mengembangkan rencana untuk dampak yang lebih baik.
Sadar tehadap lingkungan yang akan mendapatkan pengaruh terhadap rencana yang dilakukan, kemudian memberikan tindakan atas tanggapan yang diberikan masyarakat.
Memiliki wawasan terhadap dampak dan hasil yang akan didapatkan dengan mempertimbangkan isu yang ada disekelilingnya serta mengembangkan rencana untuk dampak yang lebih baik, dalam hal ini kemudian melakukan tindakan awal dengan mencari masukan dari pihak luar.
Sadar tehadap lingkungan yang akan mendapatkan pengaruh terhadap rencana yang dilakukan, kemudian memberikan tindakan atas tanggapan yang diberikan masyarakat. Dengan mempertimbangkan perspektif dari berbagai sudut.
Memiliki wawasan terhadap dampak dan hasil yang akan didapatkan dengan mempertimbangkan isu yang ada disekelilingnya serta mengembangkan rencana untuk dampak yang lebih baik, dalam hal ini kemudian melakukan tindakan awal dengan mencari masukan dari pihak luar, disertai evaluasi terhadap tindakan yang akan dilakukan.
Sadar tehadap lingkungan yang akan mendapatkan pengaruh terhadap rencana yang dilakukan, kemudian memberikan tindakan atas tanggapan yang diberikan masyarakat. Dengan mempertimbangkan perspektif dari berbagai sudut dan berorientasi pada keberlanjutan dari kegiatan.
Rasio jumlah wirausahawan di Indonesia pada tahun 2022 dari data BPS (Badan Pusat Statistik), baru mencapai 2 persen dari total populasi penduduk di Indonesia. Kebutuhan ideal yang diharapkan adalah rasio wirausahawan yang perlu dicapai adalah 4 persen. Rendahnya tingkat kesadaran bahwa menjadi wirausaha cukup penting bagi perkembangan sebuah negara karena tidak memiliki cukup literasi dan pengetahuan sejak dini. Wirausaha ialah seseorang yang melakukan aktivitas dengan pandai atau berbakat untuk mengenalkan dan mengembangkan sebuah produk baru kepada konsumen.
Pentingnya wirausaha bagi generasi muda karena generasi muda adalah penerus untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri maupun bagi masyarakat luas.
Relevansi projek ini bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran
Peran wirausaha penting bagi generasi muda, karena generasi muda adalah penerus untuk menjawab permasalahan di kondisi sosial dengan solusi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu dengan berkembangnya jumlah populasi di Indonesia, kecenderungan untuk meningkatnya tingkat pengangguran di Indonesia bisa terjadi. Sehingga peran generasi penerus untuk menciptakan tidak hanya lapangan pekerjaan, tetapi menjadi solusi sosial bagi masyarakat secara luas.
Indonesia dipandang sebagai potensi teringgi sebagai pasar bagi dunia industri. Tetapi hali ini masih belum berimbang dengan tingkat produksi dalam negeri, untuk memenuhi kebutuhan dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu banyak peluang bagi para Pemuda Indoneisa untuk membuka lapangan pekerjaan dan mengembangkannya sebagai wirausahawan.
Pertumbuhan wirausahawan harus didukung oleh lembaga pendidikan, termasuk sekolah. Karena sekolah penting untuk para Pemuda untuk mendapatkan modal untuk mejadi wirausahawan yang maju. Peran sekolah dapat membantu untuk mendorong pertumbuhan kewirausahawan. Oleh karena itu sekolah merupakan lembaga pendidikan yang sangat strategis untuk memfasilitasi pembentukan atau internalisasi nilai-nilai, sikap, pola pikir dan kemampuan untuk menjadi wirausahawan yang bertanggung jawab.
9
Cara Penggunaan Perangkat Ajar Projek ini
Perangkat ajar (toolkit) ini dirancang untuk membantu guru SMA (Fase E) yang berada di sekolah dan kenal dengan metode pembelajaran luring untuk melaksanakan kegiatan ko-kulikuler yang mengusung Tema Kewirausahaan. Di dalam pernangkat ajar untuk projek “Wirausaha Yang Bertanggung Jawab” ini ada 17 (Tujuh belas) aktivitas yang saling berkaitan. Penyusun menyarankanagar projek ini dilakukan pada semester pertama kelas X (sepuluh) dikarenakan aktivitas yang disusun cukup matang untuk dijalankan oleh siswa pada usia tersebut.
Total alokasi untuk kegiatan ko-kulikuler Adalah 120 JP. Dalam Projek Wirausaha Yang Berkarakter dapat dilakukan pada akhir semester dengan sistem blok, dengan total waktu yang diberikan sebanyak 60 JP (per JP45 menit). Waktu yang direkomendasikan untuk pelaksanaan projek ini adalah 2 Bulan.
Sehingga sisa alokasi waktu dapat digunakan pengembangannya secara mandiri oleh masing-masing
sekolah.
Karena kondisi setiap sekolah berbeda-beda. Guru dapat meninjau ulang masing-masing fase dalam perangkat ajar ini dan menyesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas dari Sekolah. Kebebasan dan kewenangan untuk menyesuaikan jumlah aktivitas, alokasi waktu per aktivitas menjadi milik Guru dan
Kepala Sekolah.
10
W I R A U S A H A YANG B E R K A R A K T E R
TAHAP PROJEK | TGL | Alur waktu dan jumlah pertemuan | ||||||||||||
A. Tahap Pengenalan // Membangun kesadaran dan wawasan peserta didik terhadap pentingnya wirausaha |
| 24 Okt | 6 JP | | | | | | | | | | | |
24 Okt | 2 JP | | | | | | | | | | | | ||
| 25 Okt | | 6 JP | | | | | | | | | | | |
26 Okt | | 14JP | | | | | | | | | | | ||
27 Okt | | | 10JP | | | | | | | | | | ||
28 Okt | | | | 5JP | | | | | | | | | ||
B. Tahap Kontekstualisasi 7. Penyusunan Tim Proyek // Mengkontekstualisasi Kewirausahaan peluang dan 8. Kunjungan Bisnis permasalahan dalam 9. Penyusunan Proposal sebuah rencana usaha 10. Presentasi Bisnis | 28 Okt | | | | 2JP | | | | | | | | | |
31 Okt | | | | | 10JP | | | | | | | | ||
1-2 Nov | | | | | | 20JP | | | | | | | ||
3-4 Nov | | | | | | | 17JP | | | | | | ||
C. Tahap Aksi // 11. Perencanaan dan produksi Menyusun produk dari 12. Proses Produksi hasil ide dan 13. Perencanaan & Pembuatan pelaksanaan Desain Kemasan
| 7 Nov | | | | | | | | 10JP | | | | | |
8-11 Nov | | | | | | | | 40JP | | | | | ||
14 Nov | | | | | | | | | 10JP | | | | ||
15-17Nov | | | | | | | | | 30JP | | | | ||
18 Nov | | | | | | | | | | 10JP | | | ||
D. Tahap Refleksi Dan 16. Pengumpulan dan Tindak Lanjut // Proses pelaporan data pendukung berbagi karya ide bisnis, 17. Refleksi dan Sumatif test evaluasi dan refleksi | 21 Nov | | | | | | | | | | | 10JP | | |
22 Nov | | | | | | | | | | | | 10JP | ||
13
1.
Pembicara Tamu:
Belajar Karakter Berwirausaha
Persiapan
Pelaksanaan
Waktu:
240
Menit 6 JP
Peralatan: Proyektor, Laptop, Buku Catatan, Aalat Tulis
Peran Guru:
Fasilitator
Tugas:
Peserta didik membuat ringkasan pembicara tamu berisi pengetahuan dan konsep yang telah dipelajari selama sesi pembicara tamu.
14
Deskripsi
Seorang wirausahawan harus memiliki karakter yang visioner. Dalam menumbuhkan karakter tersebut, peserta didik diberikan kesempatannya untuk menyusun visi dan misinya ketika berkeinginan menjadi seorang pengusaha.
Dengan diberikan tenggat waktu, peserta didik dituntut untuk menuangkan visi dan misinya secara spontan sehingga diharapkan peserta didik berani mengutarakan visi dan misinya serta memahami salah satu karakter wirausahawan.
Orasi “Jika Aku Menjadi?”
2.n
Persiapan
Pelaksanaan
Waktu:
80
Menit 2 JP
Peralatan: Lembar Pilihan, Alat Tulis, Buku
Peran Guru:
Fasilitator
Hasil karya dan Cara Berorasi di depan umum pada kegiatan ini bukan menjadi pokok pembelajaran, namun memperlihatkan kecepatan, dan kemandiriannya dalam menentukan visi dan misinya sendiri untuk menjadi seorang wirausahawan.
15
Deskripsi
“The Founder” dapat diartikan sebagai seorang penemu. Peserta didik akan diajak untuk bermain peran menjadi seseorang yang telah ditentukan sesuai dengan tugasnya masing-masing. Tujuan dari permainan ini adalah belajar melihat peluang dan mengambil resiko.
3.
Bermain Peran “The Founder”
Persiapan
Pelaksanaan
Waktu:
240
Menit 6 JP
Peralatan: Lembar Pilihan, Alat Tulis, Buku
Peran Guru:
Fasilitator
16
Permasalahan yang ada disekitar kita
Solusi terhadap permasalahan yang ada disekitar kita
Apa kelebihan bisnis kita yang tidak dimiliki pesaing
Apa kanal distribusi dan Pemasaran yang dibutuhkan
Kunci bagaimana kita bisa meyakinkan konsumen
Siapa Saja yang akan menjadi konsumen kita
Apa kelebihan nilai produk
Biaya apa Saja yang akan timbul didalam bisnis kita
Pemasukan dari mana yang akan kita terima ke bisnis kita
17
4.
Membuat Infografis dalam Mading 2D Berdasakan Ide yang telah ditemukan
Deskripsi
Kegiatan membuat mading 2D Infografis ini mengajak setiap individu untuk menumbuhkan karakter “dapat bekerja dengan tim, berkreasi dan berinovasi” untuk menuangkan informasi dalam bentuk karya nyata. Hasil karya ini bukan menjadi pokok pebelajaran, namun memperlihatkan dan mensimulasikan bentuk-bentuk peran individu saat bekerja dalam timnya. Peserta didik dikenalkan dengan cara menuangkan informasi secara cepat dan kreatif dengan pola kerja yang terorganisasi dalam kelompoknya.
Persiapan
Pelaksanaan
Waktu:
560
Menit 14 JP
Peralatan: Sterofoam, Cat, Kertas Warna, Spidol, Gambar print, Lem
Peran Guru:
Fasilitator
Mading yang dibuat dapat menggunakan alat dan bahan yang ada di sekitarnya, peserta didik diizinkan berkreasi dalam membuat mading tersebut. Penilaian yang dilakukan oleh guru berkaitan dengan “Keaktifan, kerjasama, dan tanggung jawab”
18
Permasalahan | Solusi | Nilai Lebih Usaha | Potensi Usaha | Tanggung Jawab sosial |
daya alam yang melimpah di desa tetapi tidak dimanfaatkan. Contoh : Rotan
|
|
|
|
|
19
5.
Gallery Walk:
Presentasi hasil ide bisnis.
Persiapan
Pelaksanaan
Waktu:
400
Menit 10 JP
Peralatan: Sterofoam, Cat, Kertas Warna, Spidol, Gambar print, Lem
Peran Guru:
Fasilitator
Tugas :
Buat kesimpulan (tentang apa saja) contoh dari kehidupan nyata disekitarmu tentang akibat/dampak pandemi dibidang ekonomi dengan mengisi JURNAL
20
Nama : Kelas : Nama Kelompok : | Sangat Setuju | Setuju | Tidak Setuju | Sangat Tidak Setuju |
Saya dapat memahami Ide bisnis Kelompok lain dengan sangat baik | | | | |
Dari Ide Kelompok lain, saya mendapatkan banyak ide baru untuk memulai usaha yang baru | | | | |
Saya memahami makna Wirausahawan yang Berkarakter | | | | |
Hal yang sudah Saya ketahui tentang Kewirausahaan | Hal yang ingin Saya pelajari tentang Kewirausahaan | |||
| | |||
21
6.
Diskusi Panel : Meja Bundar
Persiapan
Pelaksanaan
Waktu:
200
Menit 5 JP
Peralatan: Laptop, Projector, Buku, Alat tulis
Peran Guru:
Fasilitator
Persiapkan dua kelompok pro dan kontra untuk memancing diskusi dengan siswa, Guru menjadi moderator dalam diskusi tersebut.
22
Pelaksanaan
bisnis
(ketua tim – sekretaris – bendahara – tim persiapan (mengenal potensi daerah dan mengumpulkan data untuk proposal) – tim penyusun proposal – tim aksi – tim IT – tim penyusun laporan).
7.
Penyusunan
tim Kerja Proyek
Waktu:
80 Menit
2 JP
Peralatan: Laptop, Projector, Buku, Alat tulis
Peran Guru:
Fasilitator
Pembagian Banyaknya anggota tiap divisi dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelas masing-masing (ketua
tim – sekretaris – bendahara – tim persiapan (mengenal potensi daerah dan mengumpulkan data untuk proposal) – tim penyusun proposal – tim aksi – tim IT – tim penyusun laporan).
23
Pelaksanaan
yang diperlukan untuk menyusun proposal kewirausahaan kelas (ke daerah yang telah ditentukan)
8.
Kunjungan Bisnis ke Sentra Industri yang sesuai :
Waktu:
400
Menit 10 JP
Peralatan: Laptop, Projector, Buku, Alat tulis
Peran Guru:
Fasilitator
Aktivitas 8 merupakan kegiatan bebas untuk peserta didik dalam wujud belajar praktek, peserta didik dapat untuk mendapatkan informasi sesuai dengan waktu JP yang disediakan. Tugas, Laporan ditulis dalam Jurnal.
24
Pelaksanaan
9.
Penyusunan Proposal Bisnis:
Waktu:
400
Menit 10 JP
Peralatan: Laptop, Projector, Buku, Alat tulis
Peran Guru:
Fasilitator
25
Pelaksanaan
10.
Presentasi Bisnis:
Eksplorasi hasil
Tugas :
11-12. Pelaksanaan
26
Perencanaan dan Produksi : Membuat Produk
Siswa sudah memahami proses Produksi dan mulai proses produksi mulai dari bahan mentah menjadi bahan jadi
Waktu:
2000
Menit 50 JP
Peralatan: Laptop, Projector, Buku, Alat tulis
Peran Guru:
Fasilitator
Persiapan ruangan virtual (disarankan Zoom premium) dengan kapasitas maksimal 100 peserta.
Aktivitas ini dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, dapat dilakukan secara mandiri dengan durasi yang cukup untuk menciptakan produk.
Guru dapat berperan untuk mengetahui perkembangan produksi
27
13.
Perencanaan dan Pembuatan Desain Kemasan
Pelaksanaan
Waktu:
400
Menit 10 JP
Peralatan: Laptop, Projector, Buku, Alat tulis
Peran Guru:
Fasilitator
Desain kemasan dapat dibuat dengan media bantu seperti Aplikasi Desain Adobe Ilustrator, Canva dan lain
sebagainya.
28
14.
Promosi dan Proses Penjualan
Pelaksanaan
Waktu:
1200
Menit 30 JP
Peralatan: Laptop, Projector, Buku, Alat tulis
Peran Guru:
Fasilitator
29
15.
“PASAR RAYA” :
Pameran
Gelar Karya Wirausaha
yang Berkarakter
Persiapan
Diperlukan media promosi dan waktu untuk menginformasikan Pameran Virtual Produk Wirausaha Yang Bertanggung Jawab, untuk mengundang pihak luar supaya dapat berpartisipasi terhadap proses perencanaan dan produksi yang sudah dilakukan oleh peserta didik selama satu semester.
Tujuan
Sebagai wadah aktualisasi peserta didik dan wadah untuk penjualan.
Pelaksanaan
Selama 400 menit, dipersiapakan waktu untuk susunan acara sebagai berikut
Waktu:
1200
Menit 30 JP
Peralatan: Laptop, Projector, Buku, Alat tulis
Peran Guru:
Fasilitator
Pihak yang bisa diundang antara lain, mitra sekolah, guru sekolah, seluruh siswa, & orang tua siswa.
Aktivitas 14 & 15 dapat dilaksanakan secara bersamaan.
30
Lembar assesment untuk dibagaikan kepada peserta pameran | ||||
Melalui rangkaian acara pameran ini, apakah Saudara/i memahami bahwa wirausaha dibutuhkan untuk menjadi solusi atas permasalahan yang ada? Bagaimana pendapat Saudara/i? | | |||
Bagaimana menurut Saudara/i tehadap hasil karya yang sudah dibuat oleh peserta didik? | | |||
Tolong berikan saran ataupun kritik atas terselenggaranya projek Wirausaha Yang Berkarakter. | | |||
Saya merasa Projek WIrausaha Yang Berkarakter sangat relevan untuk pendidikan siswa & perluuntuk dijalankan. | Sangat Setuju | Setuju | Tidak Setuju | Sangat Tidak Setuju |
| | | | |
Siapa kelompok favorit Saudara/i? Dan mengapa? | | |||
Waktu : 2 JP (90 menit) Bahan : Ruang virtual Peran Guru : Fasilitator
16-17.
Pengump
ulan
Dokumentas, Pelaporan dan
Refleksi
Persiapan
Mempersiapkan bahan perencanaan, hasil produk dan kanal pemasaran digital.
Pelaksanaan
Laporan projek wirausaha yang sudah dilakukan selama 1 (satu) semester, dapat dirangkum menjadi poin laporan sebagai berikut :
Rangku
man