Standar Kualifikasi Guru, Strategi Dasar Pembinaan Guru,
Esensi tugas belajar dan
inservice training
Dr. Hardhika Wahyu Dewani, S.Pd., M.Pd.
Pengertian
Kualifikasi
Guru
Kualifikasi adalah syarat/kemampuan untuk menjalankan profesi.
Meliputi:
Kualifikasi mencerminkan kemampuan profesional guru dalam menjalankan tugasnya.
Dasar Hukum Kualifikasi Guru
UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Permendiknas No. 16 Tahun 2007
Pembinaan guru adalah upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah dan sekolah.
Pengertian Pembinaan Guru
Tujuan Pembinaan Guru
Melalui pelatihan, workshop, dan kegiatan pengembangan lainnya, guru dapat terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya sehingga menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugas.
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Mengembangkan Kompetensi Guru
Menyesuaikan dengan Perkembangan IPTEK
Pembinaan guru bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian, hasil belajar siswa juga akan meningkat karena pembelajaran menjadi lebih berkualitas dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Dengan penyesuaian ini, guru dapat menciptakan pembelajaran yang modern dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.
Strategi pembinaan guru dilakukan melalui tiga tahap, yaitu sebelum bekerja, saat bekerja, dan langsung di tempat kerja.
STRATEGI PEMBINAAN GURU
On-The-Job Training
In-Service Training
Pre-Service Training
On-the-job training adalah pembinaan langsung di tempat kerja. OJT berfokus pada aplikasi langsung ilmu dalam situasi kelas nyata, adaptasi, dan perbaikan kualitas pembelajaran sehari-hari.
Contoh:
On-the-Job-Training (OJT - Pelatihan di Tempat Kerja)
In-Service Training adalah pelatihan saat guru sudah bekerja yang bertujuan meningkatkan kompetensi profesional.
Contoh:
In-Service Training (Pelatihan Dalam Jabatan)
Pre-service training adalah pendidikan sebelum menjadi guru yang bertujuan untuk membekali calon guru dengan pengetahuan konten, keterampilan pedagogik, dan sikap profesional yang dibutuhkan.
Contoh:
Pre-Service Training (Pendidikan Pra-Jabatan)
Strategi Pembinaan Guru
PENGERTIAN
TUGAS
BELAJAR
Tugas belajar adalah penugasan resmi untuk melanjutkan pendidikan yang dibiayai pemerintah/instansi dengan meninggalkan tugas sementara, seringkali dengan status tetap sebagai pegawai
Mendukung
Profesionalisme
Tugas belajar juga bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Guru yang mengikuti pendidikan lanjutan akan lebih kompeten dalam mengajar, memiliki kemampuan pedagogik dan profesional yang lebih baik. Dengan demikian, guru dapat menjalankan perannya sebagai tenaga profesional sesuai standar yang ditetapkan.
Menyesuaikan Kebutuhan Pendidikan
Dunia pendidikan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman.�Melalui tugas belajar guru dapat mempelajari kurikulum terbaru, memahami pendekatan dan metode pembelajaran modern, serta menyesuaikan diri dengan tuntutan pendidikan masa kini.
Meningkatkan Pendidikan Formal Guru
Tugas belajar diberikan agar guru dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti dari S1 ke S2. Hal ini penting agar guru tidak hanya mengajar berdasarkan pengalaman, tetapi juga didukung oleh landasan ilmiah yang kuat.
Tujuan Tugas Belajar
Pengertian
Penataran
Penataran adalah pelatihan yang bertujuan memperdalam atau menyegarkan kembali pengetahuan guru.
Workshop
Pelatihan yang bersifat praktis dan berfokus pada keterampilan tertentu.
Seminar
Kegiatan ilmiah yang bertujuan memberikan wawasan dan pengetahuan baru
Diklat
Diklat adalah program pelatihan yang lebih terstruktur dan biasanya berlangsung dalam jangka waktu tertentu
01
02
04
03
In-Service Training (Pelatihan Dalam Jabatan)
In-service training merupakan pelatihan dalam jabatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kinerja guru.
Contoh:
Perbedaan Tugas Belajar dan In-Service Training
Aspek | Tugas Belajar | In-Service Training |
Bentuk | Pendidikan formal | Pelatihan |
Durasi | Jangka panjang | Jangka pendek |
Status | Meninggalkan tugas | Tetap bekerja |
Tujuan | Gelar akademik | Peningkatan kompetensi |
Tantangan Pembinaan Guru
01
Keterbatasan dana
Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan anggaran untuk program pembinaan guru. Akibatnya, upaya peningkatan kompetensi guru tidak berjalan secara maksimal.
02
Akses pelatihan
Tidak semua guru memiliki akses yang sama terhadap pelatihan. Hal ini menyebabkan adanya kesenjangan antara guru di daerah perkotaan dan daerah terpencil.
03
Motivasi guru
Motivasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembinaan. Tantangan yang muncul: sebagian guru kurang memiliki keinginan untuk berkembang, mengikuti pelatihan hanya sebagai formalitas, dan kurangnya dukungan atau apresiasi
04
Pemerataan kualitas
Kualitas guru di berbagai daerah masih belum merata. Hal ini dipengaruhi oleh: perbedaan akses pendidikan dan pelatihan, ketersediaan tenaga pengajar berkualitas, dukungan dari institusi masing-masing
Terima Kasih