1 of 23

BAB 6 �KEHADIRAN ISLAM MENDAMAIKAN BUMI NUSANTARA

2 of 23

PERJALANAN DAKWAH DI NUSANTARA

Menurut para ahli sejarah, teori-teori tentang kedatangan Islam ke Indonesia adalah sebagai berikut.

a) Teori Mekah

b) Teori Gujarat

c) Teori Persia

d) Teori Cina

3 of 23

TEORI MEKAH

  • Menurut teori Mekah, proses masuknya Islam ke Indonesia adalah langsung dari Mekah atau Arab. Terjadi pada abad pertama Hijriyah atau abad ke-7 Masehi.
  • Para pedagang dari Timur Tengah memiliki misi dagang dan dakwah sekaligus. Bahkan motivasi dakwah menjadi pendorong utama mereka datang ke Nusantara.
  • Orang-orang Arab yang datang ini kebanyakan adalah keturunan Nabi Muhammad saw. Yang menggunakan gelar “sayid” atau “syarif” di depan namanya.
  • Menurut para ahli sejarah, jalur perdagangan antara Indonesia dengan Arab telah berlangsung jauh sebelum masehi.

4 of 23

TEORI GUJARAT

  • Teori Gujarat mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari Gujarat pada abad ke-7 H atau abad ke-13 M.
  • Gujarat adalah sebuah wilayah di India bagian barat, berdekatan dengan Laut Arab. Menurut teori ini, orang-orang Arab bermazhab Syafi’i telah bermukim di Gujarat dan Malabar sejak awal Hijriyah (abad ke-7 Masehi).
  • Namun yang menyebarkan Islam ke Indonesia bukanlah dari orang Arab langsung, melainkan pedagang Gujarat yang telah memeluk Islam dan berdagang ke Nusantara.
  • Orang-orang Gujarat telah lebih awal membuka hubungan dagang dengan Indonesia dibanding dengan pedagang Arab

5 of 23

TEORI PERSIA

  • Teori Persia mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari daerah Persia atau Parsi (sekarang Iran). Sebagai buktinya, ada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia. Tradisi tersebut antara lain adalah tradisi merayakan 10 Muharram atau Asyuro.

6 of 23

TEORI CINA

  • Menurut teori Cina, proses kedatangan Islam ke Indonesia (khususnya di tanah Jawa) berasal dari para pedagang Cina. Mereka telah berhubungan dagang dengan penduduk Indonesia jauh
  • sebelum Islam dikenal di Indonesia, yakni sejak masa Hindu-Buddha. Ajaran Islam sendiri telah sampai di Cina pada abad ke-7 M. Pada masa Gambar 5.8. Alur perjalanan dakwah di Nusantara.
  • Dinasti Tang (618-960) di daerah Quanzhou, Kanton, Zhang-zhao, dan pesisir Cina selatan, telah terdapat sejumlah pemukiman Islam. Sebagai pembuktian teori Cina ini, bahwa raja Islam pertama di Jawa, yakni Raden Patah dari Bintoro Demak, merupakan keturunan Cina. Ibunya disebutkan berasal dari Campa, Cina bagian selatan (sekarang termasuk Vietnam). Bukti lainnya adalah adanya masjid-masjid tua yang bernilai arsitektur Cina atau Tiongkok di berbagai tempat di Pulau Jawa. Pelabuhan penting seperti di Gresik, misalnya, menurut catatan-catatan Cina, diduduki pertama kali oleh para pelaut dan pedagang Cina.

7 of 23

WALI SANGA (SEMBILAN WALI)

  • Sunan Maulana Malik Ibrahim atau Syekh Maghribi, yang diduga berasal dari Persia dan berkedudukan di Gresik.
  • Sunan Ampel atau Raden Rahmat, berkedudukan di Ampel, Surabaya.
  • Sunan Bonang atau Raden Maulana Makdum Ibrahim, putra dari Raden Rahmat (Sunan Ampel). Ia tinggal di Bonang, dekat Tuban.
  • Sunan Giri atau Prabu Satmata atau Sultan Abdul Fakih yang semula bernama Raden Paku, berkedudukan di Bukit Giri, dekat Gresik.
  • Sunan Drajat atau Syarifuddin, juga putra dari Sunan Ampel dan berkedudukan di Drajat, dekat Sedayu, Surabaya.
  • Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah atau Syeikh Nurullah berasal dari Pasai, sebelah utara Aceh yang berkedudukan di Gunung Jati, Cirebon.
  • Sunan Kudus atau Ja’far Sodiq, putra dari Raden Usman Haji yang bergelar Sunan Ngandung di Jipang Panolan, berkedudukan di Kudus.
  • Sunan Kalijaga, nama aslinya Raden Mas Syahid. Beliau adalah putra Tumenggung Wilatikta, Bupati Tuban yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak.
  • Sunan Muria atau Raden Umar Said adalah putra dari Sunan Kalijaga berkedudukan di Gunung Muria, Kudus.

8 of 23

CARA-CARA DAKWAH DI NUSANTARA

a. Perdagangan

b. Perkawinan

d. Hubungan Sosial

e. Kesenian

9 of 23

KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI NUSANTARA

a. Kerajaan Samudera Pasai

b. Kerajaan Aceh

c. Kerajaan Demak

d. Kerajaan Pajang (1568-1586)

e. Kerajaan Mataram Islam (abad 17-19)

f. Kerajaan Banjar

g. Kerajaan Gowa-Tallo

h. Kerajaan Ternate

i. Kerajaan Tidore

10 of 23

KERAJAAN SAMUDERA PASAI

  • Salah satu bukti berdirinya kerajaan Samudera Pasai adalah adanya nisan kubur terbuat dari granit asal Samudera Pasai. Dari nisan itu dapat diketahui bahwa raja pertama Samudera Pasai, Sultan Malik Al- Saleh meninggal pada bulan Ramadan tahun 696 H yang diperkirakan bertepatan dengan tahun 1297 M.
  • Pada tahun 1521 M kerajaan ini ditaklukkan oleh Portugis. Selanjutnya kerajaan Samudera Pasai mulai mundur dan berada dibawah kekuasaan Kerajaan Aceh. Kerajaan Samudera Pasai berakhir pada tahun 1524 M.

11 of 23

KERAJAAN ACEH

  • Pada masa pemerintahan Iskandar Muda, kerajaan Aceh mencapai puncak kekuasaannya. Bandar Aceh dibuka menjadi pelabuhan internasional dengan jaminan pengamanan gangguan laut dari kapal perang Portugis. Penaklukan demi penaklukan tidak hanya dilakukan terhadap tanah Aceh dan sekitarnya, melainkan juga meluas jauh ke luar Aceh. Ini menjadikan kekuasaan Aceh membentang dari daerah Deli sampai dengan Semenanjung Malaka.

12 of 23

KERAJAAN DEMAK

  • Kerajaan Demak terletak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kerajaan ini merupakan kerajaan Islam pertama dan terbesar di pesisir utara Jawa. Wilayah Demak sebelumnya merupakan kadipaten dari kerajaan Majapahit. Kerajaan ini tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Nusantara.
  • Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478 M. Beliau merupakan putra Prabu Kertabumi, seorang raja Majapahit. Setelah tahta ayahnya jatuh ke tangan Girindra Wardhana dari Keling (Daha) dan Demak menjadi terancam, terjadilah peperangan antara Demak dan Majapahit yang dipimpin oleh Girindra Wardhana dan keturunannya, Prabu Udara, hingga tahun 1518 M.
  • Pada tahun 1518 M Raden Patah digantikan oleh putranya yang bernama Pati Unus. Sebelum menduduki tahta, Pati Unus pernah memimpin armada laut Demak dalam menyerang Portugis di Malaka pada tahun 1513 M. Namun, penyerangan itu gagal. Sekembalinya dari Malaka ia mendapat gelar Pangeran Sabrang Lor

13 of 23

KERAJAAN PAJANG (1568-1586)

  • Kerajaan Pajang adalah penerus dari kerajaan Demak. Kesultanan yang terletak di daerah Kartasura sekarang itu merupakan kerajaan Islam pertama yang terletak di daerah pedalaman pulau Jawa. Sultan atau raja pertama kesultanan ini adalah Jaka Tingkir yang berasal dari Pengging, di lereng Gunung Merapi. Jaka Tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya. Kedudukannya yang disahkan oleh Sunan Giri, segera mendapat pengakuan dari adipati di seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur
  • Pangeran Pangiri (menantu Hadiwijaya yang menjabat Bupati Demak) datang menyerbu Pajang untuk merebut tahta. Hal itu ditentang keras olah para bangsawan Pajang yang bekerja sama dengan Sutawijaya dari Mataram. Akhirnya, Pangeran Pangiri beserta pengikutnya dapat dikalahkan dan diusir dari Pajang. Setelah suasana aman, Pangeran Benowo (putra Hadiwijaya) menyerahkan tahta kepada Sutawijaya. Sutawijaya kemudian memindahkan pusat pemerintahannya ke Mataram (1586 M.).

14 of 23

KERAJAAN MATARAM ISLAM (ABAD 17-19)

  • Kerajaan Mataram mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645 M). Hal itu merupakan cerminan dari kebesaran jiwa, keberanian, keuletan, dan kecakapan serta kuatnya kepribadian Sultan Agung. Ia adalah seorang militer yang ulung, organisator yang berhasil, ahli politik, ahli sastra, ahli filsafat, dan sangat mementingkan urusan agama.

15 of 23

Pada masa Sultan Agung banyak prestasi besar yang dicapai, antara lain sebagaimana berikut.

  • Memperluas daerah kekuasaannya meliputi Jawa-Madura (kecuali Banten dan Batavia), Palembang, Jambi, dan Banjarmasin.
  • Mengatur dan mengawasai wilayahnya yang luas itu langsung dari pemerintah pusatnya (Kota Gede).
  • Melakukan kegiatan ekonomi yang bercorak agraris dan maritim. Mataram adalah pengekspor beras terbesar pada masa itu.
  • Melakukan mobilisasi militer secara besar-besaran sehingga mampu menundukkan daerah-daerah sepanjang pantai utara Jawa dan mampu menyerang Belanda di Batavia sampai dua kali. Andaikata Batavia tidak dipagari tembok-tembok yang tinggi, benteng-benteng yang kuat, dan persenjataan yang modern, sudah pasti Batavia jatuh di tangan Mataram.
  • Mengubah perhitungan tahun Jawa Hindu (Saka) dengan tahun Islam (Hijriah) yang berdasarkan peredaran Bulan (sejak tahun 1633 M).
  • Menyusun karya sastra yang cukup terkenal, yaitu Sastra Gending dan kitab suluk. Misalnya Suluk Wujil (1607 M) yang berisi wejangan Sunan bonang kepada abdi raja majapahit yang bernama Wujil
  • Menyusun kitab undang-undang baru yang merupakan perpaduan dari hukum Islam dengan adat-istiadat Jawa yang disebut Surya Alam.

16 of 23

KERAJAAN BANJAR

  • Kerajaan Banjar adalah kerajaan Islam di pulau Kalimantan, tepatnya di provinsi Kalimantan Selatan saat ini. Pusat Kerajaan Banjar yang pertama adalah daerah di sekitar Kuin Utara (Banjarmasin sekarang). Namun setelah keraton di Kuin dihancurkan oleh Belanda, pusat kerajaan dipindahkan ke Martapura. Kerajaan ini berdiri pada tahun 1526 M dengan Sultan Suriansyah (Raden Samudera) sebagai Sultan pertama.

17 of 23

KERAJAAN GOWA-TALLO

  • Pada awalnya di daerah Gowa terdapat sembilan komunitas, yang dikenal dengan nama Bate Salapang (Sembilan Bendera), yang kemudian menjadi pusat kerajaan Gowa: Tombolo, Lakiung, Parang- Parang, Data, Agangjene, Saumata, Bissei, Sero dan Kalili. Kemudian semua komunitas bergabung dan sepakat membentuk Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses yang terdapat di daerah Sulawesi Selatan.

18 of 23

KERAJAAN TERNATE

  • Kerajaan Ternate berdiri pada abad ke-13, ibu kotanya terletak di Sampalu (Pulau Ternate). Selain Kerajaan Ternate di Maluku, juga telah berdiri kerajaan-kerajaan lain, yaitu Jaelolo, Tidore, Bacan, dan Obi. Di antara kerajaan-kerajaan itu, Kerajaan Ternate yang paling maju. Kerajaan Ternate banyak menghasilkan rempah-rempah sehingga Ternate banyak dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Jawa, Melayu, Cina, dan Arab. Selain didatangi para pedagang, Ternate juga memiliki kapal-kapal dagang yang sering berlayar ke daerah-daerah lain.
  • Di bawah pemerintahan Sultan Baabullah, Kerajaan Ternate mencapai masa kejayaannya. Wilayah dan pengaruhnya sangat luas meliputi daerah Mindanau (Filipina), seluruh kepulauan di Maluku, Papua, dan Timor. Karena wilayahnya yang luas serta pelayaran dan perdagangannya yang maju, Sultan Baabullah mendapat gelar Yang Dipertuan di 72 pulau. Untuk menjaga keamanan wilayahnya, Ternate memiliki 100 kapal kora-kora. Bersamaan dengan itu, agama Islam juga tersebar sangat luas. Kerajaan Ternate telah berhasil membangun armada laut yang cukup kuat sehingga mampu melindungi wilayahnya yang cukup luas tersebut.

19 of 23

KERAJAAN TIDORE

  • Kerajaan Tidore adalah kerajaan Islam yang berpusat di wilayah Kota Tidore, Maluku Utara. Kerajaan Tidore terletak di sebelah selatan Ternate. Menurut silsilah raja-raja Ternate dan Tidore, raja Tidore pertama adalah Syahadati alias Muhammad Naqal yang naik tahta sekitar tahun 1081 M. Baru pada raja yang ke-9, yaitu Cirililiati yang kembali ingin memeluk agama Islam, berkat dakwah Syekh Mansur dari Arab. Setelah masuk Islam bersama para pembesar kerajaan lainnya, ia mendapat gelar Sultan Jamaluddin. Putra sulungnya juga masuk Islam karena dakwah Syekh Mansur.
  • Kerajaan Tidore merupakan penghasil cengkih yang besar dan sangat laku di pasaran Eropa sehingga banyak bangsa Eropa yang datang ke Tidore untuk mencari cengkih, misalnya bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda.
  • Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Nuku (1789-1805 M), yaitu seorang penguasa yang berani dan cerdas. Pada tahun 1801 M. beliau menyerang Ternate sehingga Ternate dan Tidore berhasil dipersatukan. Di samping itu, Sultan Nuku berhasil mengadu domba antara Belanda dan Inggris sehingga Belanda dapat diusir dari Tidore. Setelah Belanda kalah serta terusir dari Tidore dan Ternate, Inggris tidak mendapatkan apa-apa kecuali hubungan dagang biasa. Sejak itu Tidore dan Ternate tidak diganggu, baik oleh Portugis, Spanyol, dan Belanda maupun Inggris sehingga kemakmuran rakyatnya terus meningkat

20 of 23

REFLEKSI AKHLAK MULIA

    • Jika mendapat undangan pengajian umum di masjid atau musala, saya akan datang dan mengikuti pengajian dengan khidmat.
    • Sebagai Siswa saya harus berdakwah dengan cara rajin belajar dan menunjukkan akhlak mulia kepada siapapun
    • Para ulama penyebar Islam di Nusantara melakukan dakwah dengan cara damai dan jauh dari paksaan atau kekerasan. Sebagai generasi penerus, hal ini patut untuk saya teladani.
    • Berdakwah tidak hanya dengan cara pidato atau ceramah, tapi bisa lewat media sosial, media internet, dan media elektronik lainnya. Untuk itu saya akan memanfaatkan media-media tersebut untuk berdakwah
    • Saya bangga menjadi warga negara Indonesia karena kaya sumber daya alam, penduduknya ramah, dan mayoritas beragama Islam.

21 of 23

AYO BERLATIH

  1. Jelaskan sejarah awal mula masuknya Islam di Nusantara!
  2. Bagaimana cara-cara para mubaligh menyebarkan Islam di Nusantara?
  3. Bagaimana cara masuknya Islam melalui jalur pendidikan atau pengajaran?
  4. Ceritakan sejarah berdirinya kerajaan Samudera Pasai!
  5. Sebutkan prestasi besar Sultan Agung selama memerintah kerajaan Mataram!

22 of 23

TUGAS

  1. Carilah di internet atau buku tentang biogra" tokoh-tokoh sebagai berikut: Sultan Agung Tirtayasa, Panembahan Senopati, Sultan Baabullah, Sultan Iskandar Muda, Raden Fatah!
  2. Misalnya ada salah seorang teman kamu yang membenci salah seorang ustaz, padahal kamu kenal dekat dengan ustaz tersebut, dan dalam pandangan umum ustaz tersebut adalah ustaz yang baik dan patut diteladani. Sebagai seorang teman, apa yang harus kamu lakukan?
  3. Setiap muslim wajib berdakwah menyebarkan Islam. Coba rumuskanlah cara-cara dakwah yang efektif dan e"sien di zaman sekarang!

23 of 23

  • Wassalam