PENGERTIAN DAN MAKNA�SIMBOL-SIMBOL PANCASILA
Sejarah lambang Pancasila
| Syarif Abdul Hamid Alkadrie (Sultan Abdul Hamid II) Dari Pontianak, Perancang lambang Negara Garuda Pancasila. Empat tahun setelah Indonesia merdeka, Tepatnya tanggal 17 Desember 1949, Bung Karno selaku Presiden RI mengangkat pria yang akrab dikenal Sultan Hamid II itu sebagai salah satu Kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS). Namun pengangkatan itu tanpa portofolio. Oleh karena itu dia dikenal sebagai menteri negera Zonder Portofolio. Saat sedang menjabat menteri, dia mendapat tugas penting dari Bung Karno. Yakni, disuruh membuat sebuah lambang negara. Setelah rampung, Pada tanggal 8 Februari 1950 rancangan hasil karyanya itu dia serahkan kepada Presiden. Ketika sudah berada di tangan presiden, rancangan lambang itu mendapat masukan dari Partai Masyumi, salah satu Partai besar saat itu. Bagi partai tersebut gambar garuda di dalamnya bersifat mitologis dan perlu direvisi. Rancangan itupun akhirnya disempurnakan sesuai dengan masukan berbagai pihak. Dengan kesepakaan bulat serta disposisi dari Bung Karno, terbentuklah “Garuda Pancasila” seperti yang ada sekarang sejak 20 Maret 1950. |
| Arti lambang Pancasila akan membahas simbol yang terdapat pancasila yang meliputi bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas. Kata Pancasila merupakan dua kata yang diambil dari Bahasa Sansekerta. Meliputi kata pañca berarti lima dan kata śīla berarti prinsip atau asas, gabungan artinya menjadi lima prinsip. Pancasila merupakan lambang negara Indonesia. Tujuan adanya lambang negara tersebut digunakan sebagai identitas suatu negara. Melalui halaman ini, kita dapat mempelajari lebih jauh tentang arti lambang Pancasila. Bentuk Pancasila berupa burung Garuda dengan kepala menghadap ke kanan dengan posisi sayap yang membentang. Pada bagian tubuh Pancasila terdapat perisai berbentuk seperti jantung yang digantungkan di leher burung Garuda. Pada perisai yang dibawa burung Garuda tersebut memuat 5 simbol, meliputi bintang, rantai, pohon beringin, serta padi dan kapas. Di bagian bawah, ada kaki burung Garuda yang mencengkram sebuah pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika. Tulisan itu diambil dari Kakawin Sutasoma, dengan bahasa Jawa kuno. Arti kata tersebut adalah berbeda – beda tetapi tetap satu. |
SIMBOL-SIMBOL PANCASILA
Sebagai simbol Negara Republik Indonesia, Pancasila mempunyai nilai sejarah penting terkait kemerdekaan Indonesia. Jumlah bulu pada masing – masing sayang adalah 17 bulu sayap. Pada ekor burung Garuda terdapat 8 bulu ekor. Jumlah bulu yang terdapat di bawah perisai adalah 19 bulu pangkal ekor. Dan jumlah bulu leher burung garuda adalah 45 bulu leher. Komponen jumlah bulu yang terdapat pada burung Garuda sebagai lambang Pancasila melambangkan hari kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 – 8 – 1945 (17 Agustus 1945). Selain menyimbolkan hari kemerdekaan Indonesia, arti lambang pancasila juga menjadi simbol dasar negara Indonesia dalam berwarga negara Indonesia.
Salah satu simbol penting dalam lambang pancasila adalah 5 simbol yang terletak pada perisai. Kelima simbol tersebut meliputi Bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, dan padi dan kapas. Lima simbol pada lambang pancasila tersebut memuat arti yang penting sebagai landasan negara Indonesia.
SIMBOL PANCASILA DAN MAKNANYA
Pancasila adalah ideologi dan dasar negara Indonesia dimana di dalamnya terdapat lima sila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Ideologi bangsa Indonesia tersebut tergambar di dalam lambang negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila.
Pancasila berada di bagian perisai pada dada burung Garuda. Masing-masing sila Pancasila digambarkan dengan lambang:
Selanjutnya simak arti dan makna lambang pancasila melalui ulasan masing – masing simbol untuk setiap pembahasan.
| Bunyi Sila ke 1 Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Simbol Pancasila Sila pertama ini digambarkan sebagai Bintang yang memiliki lima sudut. Gambar bintang pada simbol Pancasila sila pertama memiliki arti sebagai sebuah cahaya, yaitu cahaya rohani yang dipancarkan oleh Tuhan kepada umat manusia. yang dipancarkan oleh Tuhan kepada umat manusia. Kelima cahaya rohani tersebut mewakili agama yang diakui di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, dan Budha. Lambang Pancasila berbentuk Bintang ini juga diartikan sebagai suatu cahaya yang menerangi Dasar Negara yang lima (Pembukaan UUD tahun 1945 alinea 4), Sifat Negara yang lima (Pembukaan UUD tahun 1945 alinea 2), dan tujuan Negara yang lima (Pembukaan UUD tahun 1945 alinea 4). Warna hitam pada latar belakang Bintang tersebut melambangkan warna alam. Warna latar belakang tersebut juga dapat dimaknai bahwa berkat rahmat Allah merupakan sumber segala yang ada di dunia ini. |
Berdasarkan Ketetapan MPR NO II/MPR/1978 butir – butir pengamalan pancasila sila pertama – Ketuhanan Yang Maha Esa adalah sebagai berikut.
| Bunyi Sila ke 2 Pancasila adalah Kemanusiaan yang Adil Beradab. Simbol Pancasila sila kedua ini digambarkan dengan mata rantai dan emas berbentuk lingkaran dan persegi yang saling berkaitan hingga membentuk suatu lingkaran. Mata rantai berbentuk segi empat merupakan lambang laki-laki, sedangkan mata rantai berbentuk bulat melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkaitan pada simbol tersebut melambangkan hubungan setiap manusia, dimana laki-laki dan perempuan saling membutuhkan dan harus bersatu agar dapat menjadi kuat seperti rantai. Dengan kata lain, makna lambang Pancasila ini adalah hubungan antar individu di masyarakat Indonesia (baik laki-laki maupun perempuan) yang dilakukan secara adil dan beradab sehingga hubungan masyarakat secara keseluruhan menjadi lebih kuat.� |
Berdasarkan Ketetapan MPR NO II/MPR/1978 butir – butir pengamalan pancasila sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah sebagai berikut.
| Pohon beringin ini melambangkan sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Pohon beringin ini memiliki akar tunggal panjang yang menunjang pohon besar ini tumbuh. Akar ini rumbuh sampai ke dalam tanah dan menggambarkan kesatuan dan persatuan Indonesia. Lambang Pohon Beringin di sini memiliki makna bahwa Pancasila merupakan tempat berteduh/ berlindung bagi seluruh rakyat Indonesia agar merasa aman dan nyaman meskipun terdapat banyak perbedaan antar suku bangsa. Sulur dan akar pada gambar Pohon Beringin tersebut adalah lembang dari keberagaman suku bangsa di Indonesia. Dengan kata lain, arti simbol Pancasila sila ke 3 adalah keanekaragaman suku bangsa di Indonesia yang bersatu dan berlindung di bawah Pancasila. |
Berdasarkan Ketetapan MPR NO II/MPR/1978 butir – butir pengamalan pancasila sila ketiga – Persatuan Indonesia adalah sebagai berikut.
| Bunyi Sila ke 4 Pancasila adalah Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Sila ke 4 ini dilambangkan dengan gambar Kepala Banteng. Banteng dikenal sebagai mahluk yang berjiwa sosial dan suka berkumpul dengan sesamanya sehingga kelompok Banteng menjadi semakin kuat dan dapat terhindar dari terkaman hewan pemangsa. Simbol Kepala Banteng pada sila ke 4 Pancasila memiliki makna bahwa rakyat Indonesia merupakan mahluk sosial yang suka berkumpul dan bermusyawarah untuk bermufakat dan mengambil suatu keputusan. Dengan kata lain, segala keputusan yang diambil adalah hasil musyawarah dan mufakat bersama. |
| Bunyi Sila ke 5 Pancasila adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila ke 5 ini dilambangkan dengan gambar Padi dan Kapas. Simbol Padi dan Kapas pada sila ke 5 melambangkan kebutuhan dasar semua manusia untuk hidup, yaitu kebutuhan akan pangan dan sandang. Kapas dan padi melambangkan pangan dan sandang yang merupakan kebutuhan pokok semua rakyat Indonesia tanpa melihat status atau kedudukan. Kebutuhan pangan dan sandang rakyat yang terpenuhi dengan baik merupakan syarat utama agar suatu negara dapat mencapai kemakmuran. Hal inilah yang menjadi cita-cita pada sila ke 5 |
Berdasarkan Ketetapan MPR NO II/MPR/1978 butir – butir pengamalan pancasila sila kelima – Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia adalah sebagai berikut.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH