Modul 3.1
Fasilitator : Sri Warningsih, M.Pd.
Diskusi Kelompok A2
Pada masa pandemi, tentunya setiap sekolah memiliki permasalahan terutama di SD swasta yaitu masalah keuangan. Di SD Merdeka mendapat kompleinan dari orang tua murid untuk meminta sekolah menurunkan harga kegiatan sekolah karena kegiatan sekolah dilakukan dari rumah secara daring. Kemudian, SD Merdeka menyetujui keinginan orang tua untuk menurunkan harga kegiatan sekolah. Namun, sekolah mengalami penurunan pendapatan. Sehingga mengalami kesulitan untuk membayar 1 security dan 2 petugas kebersihan karena ketiga orang tersebut dibawah perusahaan outsourcing. Bila Anda sebagai kepala sekolah. Saran apa yang akan Anda lakukan? dan apa alasannya?
Kasus 1
1. Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma yang terjadi pada situasi tersebut adalah
Paradigma jangka pendek lawan jangka Panjang
Nilai-nilai yang saling bertentangan dalam kasus tersebut adalah: Jika sekolah tidak menurunkan uang kegiatan sekolah, maka banyak komplein dari orang tua. Jika sekolah menurunkan uang kegiatan sekolah, maka kesulitan untuk membayar gaji karyawan sekolah.
2. Apakah ada unsur pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal).
Menurut kami tidak ada unsur pelanggaran hukum dalam kasus ini. Karena sebagian kecil pihak orangtua dari SD Merdeka menginginkan penurunan harga kegiatan, disisi lain pihak sekolah perlu memberikan solusi alternatif dari permasalahan tersebut.
3. Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi).
Tidak ada karena pihak sekolah menerima komplein dari orang tua dan menyelesaikannya sesuai dengan prosedur sekolah dalam melakukan perhitungan pembiayaan kegiatan sekolah.
4.Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi).
Jika dari sisi orang tua, mereka ingin kebijakan dari sekolah terkait situasi ekonomi yang sulit akibat pandemi. Disisi lain sekolah menginginkan karyawan mendapatkan penghasilan yang tetap.
5. Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di media cetak/elektronik atau menjadi viral di media sosial? Apakah Anda merasa nyaman?
kasus viral atau tidak, tidak menjadi masalah bagi sekolah. Saya merasa ini bagian dari tantangan di saat pandemi dan bukan hanya terjadi di sekolah saya saja. Namun, saya akan mencari solusi kreatif.
6.apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?
Dalam kasus ini, adanya keputusan kreatif yang perlu dilakukan oleh pihak sekolah. Pihak sekolah membuat keputusan untuk tetap mengurangi karyawan tersebut dengan catatan. Tiga karyawan itu mengundurkan diri dari outsourching dan sekolah merekrut kembali karyawan tersebut yang langsung dibawah tanggung jawab sekolah (organik) sehingga terdapat penghematan biaya karena sekolah tidak perlu membayar jasa dari perusahaan outsourching itu. (Pembiayaan outsourcing sekitar 3,5juta, namun karyawan hanya mendapatkan 2juta)
7. Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?
Pihak sekolah bermusyawarah kepada orang tua murid yang dianggap mampu secara finansial untuk menjadi donatur sekolah.
8. Apa keputusan yang Anda ambil?
Keputusan yang akan kami ambil sama dengan keputusan yang diambil oleh panutan/ idola. Pihak sekolah membuat keputusan untuk tetap mengurangi karyawan tersebut dengan catatan. Tiga karyawan itu mengundurkan diri dari outsourching dan sekolah merekrut kembali karyawan tersebut yang langsung dibawah tanggung jawab sekolah (organik) sehingga terdapat penghematan biaya karena sekolah tidak perlu membayar jasa dari perusahaan outsourching itu.
9. Prinsip mana yang Anda gunakan, dan mengapa?
Prinsip care-based thingking (ikuti prinsip rasa peduli)
Karena saya memutuskan sesuatu dengan pemikiran apa yang saya harapkan orang lain lakukan keputusan tersebut dengan keluar dari perusahaan outsourcing dan menjadi karyawan organik di sekolah. Sehingga karyawan dan sekolah mendapatkan solusi yang terbaik.
Terima kasih!
Ada pertanyaan untuk kami?