1 of 22

Peranan Teknologi Pertanian dalam Agroindustri

.

2 of 22

SEJARAH

  • Perencanaan pembangunan dari era 70an PELITA -> saat ini RPJM (sejak pemerintahan SBY) RPJP = 20 thn RPJM = 5thn, RKPD = 1thn

  • Pembangunan pertanian pada era pelita : lebih diarahkan pada upaya swasembada pangan shg lebih diprioritaskan pada perkembangan budidaya pertanian , dan kurangnya penerapan iptek dalam idustri pertanian

  • Pada perkembangannya pertanian di jaman “pelita” mengalami banyak kendala. Kendala terbesar adalah kelembagaan, suku bunga tinggi utk petani, shg investor takut untuk masuk ke agroindustri

3 of 22

Beberapa indikasi yang menunjukkan kurangnya sentuhan teknologi hasil pertanian pada pembangunan sistem PELITA adalah :

  • diversifikasi pangan kurang berkembang
  • teknologi pertanian berkembang lambat
  • penerapan prinsip teknologi pertanian sangat minim
  • losses hasil panen tinggi 25 –20%,
  • produk eksport masih berupa bahan segar yg bernilai rendah

4 of 22

  • Masa lalu pertanian dalam negeri ditengarai oleh impor bahan-bahan pertanian yang cukup besar yaitu $ 645 juta (BPS. 1990) terus berlanjut sampai kini, mrpk tantangan yg harus dihadapi.

  • Produksi perlu dipacu melalui intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi. Namun demikian peningkatan produksi yang mendorong ekspor ini menghadapi persaingan internasional yang menuntut persyaratan dengan mutu tinggi.

  • Persyaratan pasar internasional dan kebutuhan dalam negeri menuntut peningkatan produktivitas dan efisiensi agar mampu menyediakan produk pada saat yang tepat, harga kompetitif, volume cukup dan mutu yang tinggi.

5 of 22

  • Pertanian tidak boleh dibiarkan hanya sebatas memproduksi komoditas segar, tetapi harus didukung dengan pengembangan agroindustri yang berbasis pada produksi dalam negeri sebagai bahan bakunya.

  • Tantangan dan sekaligus harapan bagi pengembangan agroindustri di Indonesia adalah bagaimana dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian, dan sekaligus menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasaran dunia

6 of 22

Dalam hal tersebut, pertumbuhan pertanian

yang mengandalkan pada sumber daya alam saja tidak akan mampu mengatasi.

Sistem pembangunan pertanian Indonesia harus secara cepat bergeser dari product approach yang mengandalkan sumber daya alam , kepada income approach dengan muatan iptek tinggi, agar mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri dan mampu bersaing dipasaran internasional untuk kualitas, kecepatan distribusi , harga dan kontinyuitas..

7 of 22

Product�Approach

Income Approach

Sentuhan inovasi teknologi pertanian

8 of 22

Agroindustri

Menurut Hadi (2001) agroindustri merupakan industri berbasis pertanian bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dan menciptakan efisiensi pengelolaan usaha tani.

Perkembangan agroindustri seyogyanya didukung oleh pemanfaatan sumber daya manusia secara optimum dan inovasi teknologi dalam industri pengolahan hasil pertanian sesuai dengan perubahan pasar global yang terjadi.

9 of 22

Agroindustri merupakan salah satu kelompok

industri yang diprioritaskan untuk dikembangkan di Indonesia dan berpotensi menjadi penggerak ekonomi nasional.

pengertian agroindustri menurut para pakar mengandung makna :

  1. efisiensi;
  2. perubahan budaya agraris ke industri
  3. nilai tambah
  4. Agroindustri
  5. kualitas atau mutu.

10 of 22

  • teknologi pertanian tradisional diubah menjadi lebih effisien, produksi komoditi pertanian yang berkualitas serta menjaga keberlanjutan produk tetap harus dicapai.

  • Efisiensi dimulai dari teknologi pra panen, teknologi panen dan teknologi pasca panen

  • Pengembangan teknologi pertanian menuju kearah industri agar nilai tambah tinggi;

11 of 22

Ruang Lingkup Agroindustri

  1. Agroindustri hulu yakni subsektor industri yang menghasilkan sarana produksi pertanian
  2. Agroindustri hilir yaitu subsektor industri yang mengolah hasil-hasil pertanian

Industri Hulu

Menghasilkan saprodi pertanian:

Pupuk, pestisida, alsintan, dll.

Industri hilir

Mengolah hasil pertanianon,:

Minyak goreng, ikan kaleng,

sayuran kaleng, abon

ikan asin dsb

AGROINDUSTRI

12 of 22

13 of 22

Kontribusi teknologi dalam agroindustri

  • peningkatan nilai add value (upah, keuntungan,)
  • peningkatan daya simpan / perpanjangan durasi / durabilitas ketersediaan produk,
  • diversifikasi produk,
  • kemudahan distribusi produk, karena pengurangan volume dan bobotnya,
  • perbaikan kandungan & komposisi gizi,
  • pengurangan limbah ikutan
  • peningkatan kesempatan kerja, terutama warga lokal
  • peningkatan kesejahteraan rakyat.

14 of 22

  • Tautan antara IPTEK dgn perekonomian terjadi ketika teknologi yang dihasilkan digunakan dalam kegiatan ekonomi

  • demand-driven yaitu Teknologi yg digunakan hrs sesuai kebutuhan konsumen /permintaan pasar. teknologi yang dikembangkan adlh teknologi yg relevan dg kebutuhan dan sepadan dgn kapasitas adopsi pelaku/lembaga pengguna.

Pasar sebagai pendorong pembangunan Pertanian

Suatu sistem inovasi di bidang teknologi pertanian dikatakan berjalan jika teknologi tersebut dapat diaplikasikan sesuai kebutuhan pasar

15 of 22

Teknologi diperlukan untuk memandu inovasi dalam agroindustri1

16 of 22

Konsorsium Inovasi Teknologi

Konsorsium bukan organisasi struktural yg permanen, terfokus pada upaya mencapai tujuan bersama yg disepakati sejak awal pembentukannya. Yaitu untuk membangun agroindustri yang bersifat spesifik, tergantung pada komoditas, lokasi, dan aktor-aktor potensial yang perlu dilibatkan.

Secara umum terdapat tiga asas penting dalam membangun konsorsium, yakni:

  1. mempunyai kepentingan atau tujuan bersama (shared goal) yg jelas dan disepakati oleh semua anggota;
  2. hubungan yang dibangun harus bersifat mutualistik sebagai modal dasar untuk memotivasi semua anggota untuk memperjuangkan kepentingan bersama;
  3. semua anggota sepakat untuk sharing sumberdaya sepadan dengan fungsi dan kapasitasnya masing-masing.

17 of 22

Konsorsium Inovasi Teknologi

18 of 22

Kunci sukses, sebuah konsorsium harus:

  • mempunyai tujuan/sasaran bersama yang jelas dan disepakati semua anggota (clear shared goal) serta sesuai dengan realita kebutuhan atau persoalan publik (demand-driven);
  • sinergi anggota mampu membangun kapasitas kolektif yang cukup (adequate collective capacity) untuk mencapai tujuan/sasaran bersama;]
  • Mempunyai strategi pelaksanaan yang tepat dan implementatif (implementable strategy);
  • dikoordinir oleh figur kepemimpinan yang kuat, terutama pada fase awal (strong initial leadership);
  • secara konsisten dikelola berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance)

19 of 22

Pramida menuju keberhasilan konsorsium Inovasi Teknologi

20 of 22

Kendala Inovasi

  • banyak penemuan yg masih terbatas dlm skala laboratorium shg problem yg dihadapi adalah bagaimana mengubah dari aspek penelitian ke aspek ekonomi.

  • Disinilah perJunya kerjasama antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta industri untuk secara sinergis dapat meningkatkan dan mengembangkan penelitian dan pengembangan ke penerapannya di industri,

  • Beberapa teknologi domestik yang telah dikembangkan mungkin secara teknis sudah relevan, tetapi dalam banyak kasus ternyata belum sepadan dengan kapasitas adopsi pengguna potensialnya dan/atau kadang kurang kompetitif secara ekonomi / kurang handal secara teknis

21 of 22

22 of 22

  • agroindustri merupakan penggabungan antara sektor pertanian dan sektor industri harus dilihat sebagai satu kesatuan (Integated).

  • Gangguan pada salah satu sektor misal, tidak tersedianya input modern dapat mengganggu kelancaran pada industri pengolahan.

  • Arah sebaliknya juga bisa terjadi.