1 of 17

AI Ready ASEAN

Etika, Privasi, & Keamanan KA

ETIKA & PENGGUNAAN KA

YANG BERTANGGUNG JAWAB

2 of 17

Pendidik harus menunjukkan sikap etis dalam menggunakan teknologi, seperti menghormati privasi siswa, tidak menyebarkan informasi palsu, dan menggunakan KA secara transparan.

KA bukan hanya alat bantu, tapi juga subjek pembelajaran. Pendidik harus mendorong siswa untuk mempertanyakan dampak sosial dan etis dari teknologi.

3 of 17

Indonesia berada di peringkat ke-3 sebagai negara dengan pengguna KA terbanyak di dunia dan negara dengan penggunaan KA terbanyak di Asia Tenggara

4 of 17

KA mengubah dunia dengan cepat.

KA dapat memengaruhi pekerjaan, privasi, dan keselamatan manusia.

Kita harus memastikan KA adil dan transparan.

Mengapa Etika KA penting?

Etika adalah prinsip moral yang mengatur perilaku seseorang atau pelaksanaan suatu kegiatan.

5 of 17

Kekhawatiran Etika KA

Dampak Sosial

Dampak Psikologis

Dampak Sistem Keuangan

Dampak Lingkungan

Dampak pada Kepercayaan

Dampak Sistem Hukum

6 of 17

    • Prinsip-prinsip KA OECD
    • Pedoman Etika KA UE (Undang-Undang Kecerdasan Buatan UE)
    • Kerangka Kerja Etika KA oleh UNESCO
    • Inisiatif Global IEEE tentang Etika Sistem Otonom dan Cerdas

Pedoman Etika KA

di ASEAN

    • Pendekatan ASEAN terhadap Etika KA
    • The ASEAN Smart Cities Network (ASCN)
    • Surat Edaran Menkominfo Nomor 9 Tahun 2023

Pedoman Etika KA

di Seluruh Dunia

7 of 17

Merupakan kesalahan sistematis dalam keluaran model KA yang menimbulkan ketidakadilan dalam pengambilan keputusan berdasarkan asumsi atau pola data yang salah.

Bias KA

8 of 17

Sistem KA yang merekomendasikan materi atau jalur belajar bisa memperkuat stereotip.

Contoh: siswa perempuan lebih sering diarahkan ke bidang bahasa, sementara siswa laki-laki ke STEM (sains, teknologi, teknik, matematika).

9 of 17

Dampak Bias KA

Bias AI dapat melanggengkan ketidaksetaraan, memperkuat stereotip, dan mengakibatkan diskriminasi terhadap kelompok tertentu.

Jenis

Bias KA

BIAS SELEKSI

BIAS SAMPLE

BIAS PENGUKURAN

10 of 17

Keanekaragaman Data

Kapasitas Komputasi

Bias Manusia

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Bias KA

11 of 17

1. Praproses Data

2. Keadilan Algoritmik

3. Transparansi & Kejelasan

Pendekatan untuk Mengurangi Bias KA

12 of 17

Rekrutmen Kerja Otomatis

Sistem KA yang digunakan untuk menyaring pelamar kerja bisa menunjukkan preferensi terhadap kandidat dari universitas tertentu

Sistem Kredit dan Pinjaman

KA yang digunakan oleh fintech bisa memberikan skor kredit lebih rendah kepada individu dari daerah terpencil atau yang tidak memiliki riwayat keuangan formal

Contoh Bias KA

13 of 17

Mengintegrasikan Pertimbangan Etika KA dalam Pendidikan

Bagaimana KA Mengubah Pendidikan

    • Bimbingan belajar berbasis KA, pembelajaran adaptif, umpan balik yang dipersonalisasi
    • Peran KA dalam mengotomatiskan tugas (penilaian, penjadwalan, analisis kinerja siswa)

14 of 17

Mengapa Etika Penting dalam KA untuk Pendidikan

    • Pengambilan keputusan dengan KA dapat memperkuat bias
    • Risiko ketergantungan berlebihan pada KA untuk pengajaran dan penilaian

Manfaat KA dalam Penilaian

    • Penilaian yang lebih cepat dan otomatis
    • Konsistensi dalam pemberian nilai
    • Umpan balik yang dipersonalisasi kepada siswa

Risiko & Tantangan Etika

    • Bias dalam sistem penilaian berbasis KA
    • Kurangnya pengawasan manusia dalam penilaian subjektif
    • Masalah privasi data dengan pelacakan kemajuan siswa oleh KA

15 of 17

Studi Kasus

Skenario

Suatu universitas menggunakan sistem penilaian berbasis KA untuk esai mahasiswa. Namun, mahasiswa dengan gaya penulisan non-tradisional (seperti mereka yang menggunakan struktur informal atau ungkapan daerah) menerima skor lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengikuti format akademik yang ketat. Universitas menyadari bahwa model KA dilatih berdasarkan gaya penulisan akademik Barat, yang menyebabkan bias penilaian yang tidak diinginkan.

Masalah yang teridentifikasi

    • Sistem penilaian KA kurang inklusivitas budaya dan bahasa dalam data pelatihannya.
    • Siswa dari beragam latar belakang mungkin menghadapi kerugian yang tidak adil.

16 of 17

Studi Kasus

Skenario

Seorang siswa SMA mengirimkan makalah penelitian yang dihasilkan oleh KA. Pemeriksa plagiarisme tidak mendeteksinya sebagai konten tiruan karena KA menghasilkan teks asli. Guru mencurigai adanya keterlibatan KA karena ketidakkonsistenan dalam gaya penulisan siswa.

Masalah yang teridentifikasi

    • Konten yang dihasilkan KA bukanlah plagiarisme tradisional, tetapi tetap melanggar integritas akademik.
    • Alat deteksi plagiarisme yang ada tidak selalu dapat mengenali teks yang dihasilkan KA.

17 of 17

Mari kita terapkan KA secara bertanggung jawab dalam pendidikan, pastikan KA meningkatkan pembelajaran sambil menjunjung tinggi etika, keadilan, dan penilaian manusiawi demi masa depan yang lebih baik.