Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR
LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP)
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Agenda
3
1 | Kebijakan Kurikulum Merdeka |
2 | Kurikulum Merdeka |
3 | Platform Merdeka Mengajar |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
4
Sebagai bagian dari mitigasi learning loss, sekolah diberi opsi untuk menggunakan kurikulum yang disederhanakan agar dapat berfokus pada penguatan karakter dan kompetensi mendasar
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Satuan pendidikan diberi tiga pilihan kurikulum (Kepmendikbud Nomor 719/P/2020)
Menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh
Menggunakan “Kurikulum Darurat”
(Kurikulum 2013 yang disederhanakan Kemendikbudristek)
Melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri
Kemendikbudristek menyusun modul literasi dan numerasi untuk membantu guru menerapkan kurikulum. Juga tersedia modul untuk orang tua yang dapat digunakan di rumah.
%
pengguna*
59,2%
31,5%
8,9%
Di samping itu, terdapat 0,4% satuan pendidikan menggunakan kurikulum lainnya
5
6
7
Penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran
2024
Kurikulum 2013,
Kurikulum Darurat, dan
Kurikulum Merdeka
sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan
Pemulihan pembelajaran
2022 - 2024
Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Pengerak (SP) dan SMK Pusat Keunggulan (PK)
Pandemi
2021 - 2022
Kurikulum 2013 Kurikulum Darurat (Kur-2013 yang disederhanakan)
Pandemi
2020 - 2021
Kurikulum 2013
Pra pandemi
Kurikulum Merdeka diberikan sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
8
KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013
9
Kerangka Dasar | |
| Rancangan landasan utama Kurikulum 2013 adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan |
KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013
10
KOMPETENSI YANG DITUJU | |
Capaian Pembelajaran yang disusun per fase Capaian Pembelajaran dinyatakan dalam paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi
|
|
KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013
11
STRUKTUR KURIKULUM SD/SMP/SMA | |
Struktur kurikulum dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan pembelajaran utama, yaitu:
Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi :
Mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) merupakan paduan dari IPA dan IPS, Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran pilihan, tergantung kesiapan satuan pendidikan, Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu dari empat mata pelajaran Seni dan Budaya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari.
Mata pelajaran Informatika merupakan mata pelajaran wajib, Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu dari 5 (lima) mata pelajaran Seni dan Prakarya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya | Jam Pelajaran (JP) diatur per minggu. Satuan mengatur alokasi waktu pembelajaran secara rutin setiap minggu dalam setiap semester, sehingga pada setiap semester peserta didik akan mendapatkan nilai hasil belajar setiap mata pelajaran. Satuan pendidikan diarahkan menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran |
KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013
12
PEMBELAJARAN SD/SMP/SMA | |
Menguatkan pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap capaian peserta didik Paduan antara pembelajaran intrakurikuler (sekitar 70-80% dari jam pelajaran) dan kokurikuler melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (sekitar 20-30% jam pelajaran) | Pendekatan pembelajaran menggunakan satu pendekatan yaitu pendekatan saintifik untuk semua mata pelajaran Pada umumnya, pembelajaran terfokus hanya pada intrakurikuler (tatap muka), untuk kokurikuler dialokasikan beban belajar maksimum 50% diluar jam tatap muka, tetapi tidak diwajibkan dalam bentuk kegiatan yang direncanakan secara khusus, sehingga pada umumnya diserahkan kepada kreativitas guru pengampu. |
KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013
13
Penilaian SD/SMP/SMA | |
Penguatan pada asesmen formatif dan penggunaan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila Tidak ada pemisahan antara penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan | Penilaian formatif dan sumatif oleh pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik pada setiap mata pelajaran Penilaian dibagi menjadi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan |
KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013
14
PERANGKAT AJAR YANG DISEDIAKAN PEMERINTAH (SD/SMP/SMA | |
Buku teks dan buku non-teks Contoh-contoh modul ajar, alur tujuan pembelajaran, contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh kurikulum operasional satuan Pendidikan | Buku teks dan buku non-teks |
KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013
15
PERANGKAT KURIKULUM | |
Panduan Pembelajaran dan Asesmen, panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah, panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila, panduan pelaksanaan pendidikan inklusif, panduan penyusunan program pembelajaran individual, modul layanan bimbingan konseling | Pedoman implementasi kurikulum, Panduan Penilaian, dan Panduan Pembelajaran setiap jenjang |
Agenda
16
1 | Kebijakan Kurikulum Merdeka |
2 | Kurikulum Merdeka |
3 | Platform Merdeka Mengajar |
4 | Implementasi dan Tatacara Pendaftaran Kuirikulum Merdeka |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kurikulum Merdeka melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya:
17
Benang Merah Pengembangan Kurikulum
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran:
Pengembangan soft skills dan karakter (akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan, kemandirian, nalar kritis, kreativitas) mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis projek.
Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.
18
Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar.
1
2
3
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
19
Karakteristik Utama Kurikulum Merdeka
1
Pengembangan
Karakter
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
20
Pengembangan Karakter
Dalam struktur kurikulum Merdeka, 20 - 30 persen jam pelajaran digunakan untuk pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis projek.
Kurikulum 2013 sudah menekankan pada pengembangan karakter, namun belum memberi porsi khusus dalam struktur kurikulumnya.
Pembelajaran berbasis projek penting untuk pengembangan karakter karena:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Panduan pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
21
Profil Pelajar Pancasila
Pada Profil Pelajar Pancasila, kompetensi dan karakter yang dapat dipelajari lintas disiplin ilmu tertuang dalam 6 dimensi. Setiap dimensi memiliki beberapa elemen yang menggambarkan lebih jelas kompetensi dan karakter yang dimaksud. Selaras dengan tahap perkembangan peserta didik serta sebagai acuan bagi pembelajaran dan asesmen, indikator kinerja pada setiap elemen dipetakan dalam pada setiap fase. Secara umum 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila beserta elemen di dalamnya adalah sebagai berikut:
Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.
Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebhinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinekaan.
Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.
Bagaimana profil pelajar yang ingin dibentuk oleh pembelajaran paradigma baru?
22
Profil Pelajar Pancasila
Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.
Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, refleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan.
Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.
23
Budaya Sekolah
Iklim sekolah, kebijakan, pola interaksi dan komunikasi, serta norma yang berlaku di sekolah.
Intrakurikuler
Muatan Pelajaran
Kegiatan/pengalaman belajar.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (SD - SMA)
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja (SMK)
Projek Lintas Disiplin Ilmu yang kontekstual dan berbasis pada kebutuhan masyarakat/permasalahan di lingkungan sekolah.
Ekstrakurikuler
Kegiatan untuk mengembangkan minat dan bakat.
Kompetensi dan karakter yang dijabarkan dalam Profil Pelajar Pancasila dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik melalui budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil Pelajar Pancasila, maupun ekstrakurikuler.
Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia
Berkebinekaan global
Bergotong royong
Kreatif
Bernalar kritis
Mandiri
Pelajar Indonesia
Bagaimana profil pelajar dibangun di satuan pendidikan?
Kemendikbudristek menyediakan 7 tema utama yang perlu dikembangkan menjadi modul dengan topik dan tujuan yang lebih spesifik.
24
Tema-tema Utama Pembelajaran Berbasis Projek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Hampir semua guru dan kepala sekolah* telah mempelajari contoh-contoh projek yang diberikan. Distribusi contoh-contoh projek sudah dilakukan dengan baik.
Mayoritas guru dan kepala sekolah (96%) setuju dan sangat setuju bahwa contoh-contoh yang diberikan membantu mereka dalam merancang projek.
*Survei terhadap 2.113 responden
25
Pembelajaran berbasis projek dinilai membantu guru dalam mengembangkan karakter dan soft skills siswa
“... kegiatan projek diharapkan dapat menjadi solusi dari masalah waktu belajar yang terlalu padat dihabiskan untuk pembelajaran intrakurikuler, dengan adanya projek penguatan profil pelajar Pancasila dan didukung oleh struktur kurikulum prototipe, kami dapat mempersiapkan peserta didik dengan pengalaman pengetahuan dan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman.”
Dewi Turyanti Kusumah
(Guru SMPN 3 Cipatat, Bandung Barat)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Sumber: Survei Puskurbuk, 2021
26
Karakteristik Utama Kurikulum Merdeka
2
Fokus pada
Materi Esensial
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
27
Fokus pada Materi Esensial
Pembelajaran yang mendalam (diskusi, kerja kelompok, pembelajaran berbasis problem dan projek, dll.) perlu waktu
Materi yang terlalu padat akan mendorong guru untuk menggunakan ceramah satu arah atau metode lain yang efisien dalam mengejar ketuntasan penyampaian materi
Kurikulum Merdeka berfokus pada materi esensial di tiap mata pelajaran, untuk memberi ruang/waktu bagi pengembangan kompetensi - terutama kompetensi mendasar seperti literasi dan numerasi - secara lebih mendalam
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Sebagai ilustrasi:
28
57%
28%
19%
Melanjutkan prinsip penyederhanaan, Kurikulum Merdeka juga lebih berfokus pada materi esensial di tiap mata pelajaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
29
Karakteristik Utama Kurikulum Merdeka
3
Fleksibilitas Perancangan Kurikulum Sekolah dan Penyusunan Rencana Pembelajaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
30
Fleksibilitas Perancangan Kurikulum Sekolah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kurikulum Merdeka
Saat Ini
|
|
|
|
31
PAUD |
Kegiatan bermain sebagai proses belajar yang utama Penguatan literasi dini dan penanaman karakter melalui kegiatan bermain-belajar berbasis buku bacaan anak Fase Fondasi untuk meningkatkan kesiapan bersekolah Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan melalui kegiatan perayaan hari besar dan perayaan tradisi lokal |
SD |
Penguatan kompetensi yang mendasar dan pemahaman holistik:
Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 2 kali dalam satu tahun ajaran |
SMP |
Penyesuaian dengan perkembangan teknologi digital, mata pelajaran Informatika menjadi mata pelajaran wajib Panduan untuk guru Informatika disiapkan untuk membantu guru-guru pemula, sehingga guru mata pelajaran tidak harus berlatar belakang pendidikan informatika Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 3 kali dalam satu tahun ajaran |
Karakteristik Kurikulum Merdeka di PAUD, SD, dan SMP (dan yang sederajat)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
32
Kerangka Dasar Kurikulum Merdeka
Bagaimana pembagian peran pemerintah dan satuan pendidikan dalam pembelajaran paradigma baru?
Pemerintah berperan menyiapkan :
Kompetensi dan karakter yang tertuang dalam 6 dimensi, berfungsi sebagai penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen.
Jabaran mata pelajaran beserta alokasi jam pembelajaran
Kompetensi dan karakter yang dicapai setelah menyelesaikan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.
Berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan asesmen.
Komponen yang dikembangkan satuan pendidikan:
Menjabarkan kebijakan, rencana program dan kegiatan yang akan dilakukan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran
paradigma baru.
Berbagai perangkat yang digunakan untuk mendukung pembelajaran paradigma baru.
Pemerintah menyediakan contoh kurikulum operasional dan beragam perangkat ajar untuk membantu satuan pendidikan dan pendidik yang membutuhkan referensi atau inspirasi dalam pembelajaran.
Satuan pendidikan diberikan kemerdekaan untuk memilih atau memodifikasi contoh kurikulum operasional dan perangkat ajar yang tersedia, atau membuat sendiri sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik.
Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), �Alur Tujuan Pembelajaran (ATP),�Modul Ajar (MA), dan�Modul Proyek �sebagai Dokumen Rencana Pembelajaran
33
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
34
Capaian Pembelajaran
Ditetapkan oleh pemerintah, merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan untuk setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi.
Menyesuaikan tahap perkembangan peserta didik pemetaan capaian pembelajaran dibagi dalam fase usia.
Fase Fondasi | Fase A | Fase B | Fase C | Fase D | Fase E | Fase F |
Prasekolah Taman kanak- kanak | Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah | Kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah | Kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah | Kelas 7-9 SMP atau MT | Kelas 10 SMA, SMK atau MA | Kelas 11 - 12 SMA, SMK atau MA |
Kurikulum Operasional
Kurikulum operasional di satuan pendidikan memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran. Untuk menjadikannya bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan.
KOMPONEN KOSP
Karakteristik Satuan Pendidikan
keunikan sekolah (peserta didik, sosial, budaya, guru, & tenaga kependidikan
1
Visi, Misi, dan Tujuan
Penjabaran ketiga komponen tsb
2
Pengorganisasian Pembelajaran
Intra, Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila
3
Rencana Pembelajaran
rencana pembelajaran selama setahun ajaran
4
Pendampingan, evaluasi, & pengembangan profesional
Kerangka bentuk pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional
5
Lampiran
Contoh Rencana pembelajaran, cth Project Penguatan Profil pelajar Pancasila
6
KOMPONEN KOSP
Karakteristik Satuan Pendidikan
Visi, Misi, dan Tujuan
Dari analisis konteks, dirumuskan karakteristik sekolah yang menggambarkan keunikan sekolah dalam hal peserta didik, sosial, budaya, guru, dan tenaga kependidikan.
Untuk SMK, karakteristik melingkupi satuan pendidikan dan program keahliannya.
Visi
Misi
Tujuan
Untuk SMK visi dan misi disusun untuk lingkup sekolah, sedangkan tujuan disusun untuk lingkup program keahlian berdasarkan analisis kebutuhan dunia kerja
Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap 4-5 tahun
Pengorganisasian Pembelajaran
Cara sekolah mengatur muatan kurikulum dalam satu rentang waktu, dan beban belajar, cara sekolah mengelola pembelajarannya untuk mendukung pencapaian CP dan Profil Pelajar Pancasila (mis: mingguan, sistem blok, atau cara pengorganisasian lainnya).
Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup sekolah: menggambarkan rencana pembelajaran selama setahun ajaran. Berisi alur pembelajaran/unit mapping (untuk sekolah-sekolah yang sudah menjalankan pembelajaran secara integrasi), program prioritas satuan pendidikan
Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap tahun
Pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional
Kerangka bentuk pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional yang dilakukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan di satuan pendidikan. Pelaksanaan ini dilakukan oleh para pemimpin satuan pendidikan secara internal dan bertahap sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan.
Lampiran
Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap tahun
39
Tujuan Pembelajaran
Alur Tujuan Pembelajaran
Jabaran kompetensi yang dicapai peserta didik dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran
Modul Ajar
Rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis, menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase
Kurikulum Operasional
Kurikulum operasional dan alur tujuan pembelajaran memiliki fungsi yang sama dengan silabus, yaitu sebagai acuan perencanaan pembelajaran.
Jika satuan pendidikan memiliki kurikulum operasional dan ATP, pengembangan perangkat ajar dapat merujuk kedua dokumen tersebut.
46
Pengembangan Modul Projek
Pengembangan modul projek harus mempertimbangkan prinsip berikut:
Tujuan pengembangan modul Projek:
Mengembangkan perangkat ajar yang memandu satuan Pendidikan dan pendidik melaksanakan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila
Pendidik memiliki kemerdekaan untuk:
Modul projek dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunannya serta dibutuhkan untuk kelengkapan pelaksanaan pembelajaran. Modul projek umumnya memiliki komponen sebagai berikut
Komponen Modul Projek
47
Informasi umum | Komponen inti | Lampiran |
|
|
|
Tidak semua komponen di atas wajib tercantum dalam modul projek yang dikembangkan oleh pendidik. pendidik di satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul projek sesuai dengan konteks lingkungan, visi sekolah, kesiapan sekolah dan kebutuhan belajar peserta didik.
48
Evaluasi Kerangka dan Struktur Kurikulum Prototipe
Guru dimudahkan dengan CP kurikulum prototipe ini karena dapat mengeksplorasi dan lebih kreatif dalam meramu pembelajaran dari fase (2 tahun) ke kompetensi pertahun. Namun, guru yang terbiasa dengan penjabaran KD di Kurikulum 2013 perlu penyesuaian untuk mengembangkan CP per tahun.
(Seni Asiati, Guru SMP 231 Jakarta)
Sebagian guru masih memerlukan peningkatan kapasitas untuk memahami CP di dalam kurikulum prototipe.
(Dr. Delila Saskia Puspitarona, M.Pd., Edufincy, Bandung)
Saya tidak mengalami kendala dalam menjabarkan CP per fase menjadi per kelas atau pertahun. Rumusan CP mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan dan sikap sangat bermanfaat.
(Taman Firdaus, M.Pd., Guru SMA Negeri 1 Kota Bima, NTB).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Sumber: Monev Kurikulum Prototipe, Puskur 2021
49
49
Implikasi Perubahan dan Mitigasinya
Kapasitas Guru dan Sekolah untuk Menerjemahkan menjadi Kurikulum Sekolah
dan Pembelajaran
03
Linieritas Mata Pelajaran
02
Jam Mengajar
dan Tunjangan Profesi Guru
01
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
50
51
52
Agenda
53
1 | Kebijakan Kurikulum Merdeka |
2 | Kurikulum Merdeka |
3 | Platform Merdeka Mengajar |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
Agenda
64
1 | Kebijakan Kurikulum Merdeka |
2 | Kurikulum Merdeka |
3 | Platform Merdeka Mengajar |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
65
66
67
Dukungan Untuk Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri
68
Komunitas belajar dibentuk oleh lulusan Guru Penggerak maupun diinisiasi Pengawas Sekolah sebagai wadah berbagi saling berbagi praktik baik adopsi kurikulum Merdeka di internal satuan pendidikan maupun lintas satuan pendidikan. |
Terima kasih
Dokumen pendukung pembelajaran dan Asesmen, meliputi:
dapat diakses di Platform Merdeka Mengajar: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.belajar.app / https://guru.kemdikbud.go.id/
Atau pada tautan: https://linktr.ee/pembelajaranparadigmabaru
LAMAN
CONTACT INFO
LPMP PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Jl. Gotong Royong No.85 Banjarbaru 70711 Kalimatan Selatan
Telp : (0511-4772384
https://lpmpkalsel.kemdikbud.go.id/
https://www.dangsanak.lpmpkalsel.com/
https://kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id/
https://kurikulum.kemdikbud.go.id/
LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN # KEMENTERIAN PENDIDIKAN , KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI # KURIKULUM MERDEKA DAN PLATFOM MERDEKA MENGAJAR# KEMENTERIAN PENDIDIKAN , KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI#