1 of 71

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

2 of 71

TRANSFORMASI PEMBELAJARAN

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP)

PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

3 of 71

Agenda

3

1

Kebijakan Kurikulum Merdeka

2

Kurikulum Merdeka

3

Platform Merdeka Mengajar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

4 of 71

4

Sebagai bagian dari mitigasi learning loss, sekolah diberi opsi untuk menggunakan kurikulum yang disederhanakan agar dapat berfokus pada penguatan karakter dan kompetensi mendasar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Satuan pendidikan diberi tiga pilihan kurikulum (Kepmendikbud Nomor 719/P/2020)

Menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh

Menggunakan “Kurikulum Darurat

(Kurikulum 2013 yang disederhanakan Kemendikbudristek)

Melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri

Kemendikbudristek menyusun modul literasi dan numerasi untuk membantu guru menerapkan kurikulum. Juga tersedia modul untuk orang tua yang dapat digunakan di rumah.

%

pengguna*

59,2%

31,5%

8,9%

Di samping itu, terdapat 0,4% satuan pendidikan menggunakan kurikulum lainnya

5 of 71

5

6 of 71

6

7 of 71

7

Penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran

2024

Kurikulum 2013,

Kurikulum Darurat, dan

Kurikulum Merdeka

sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan

Pemulihan pembelajaran

2022 - 2024

Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Pengerak (SP) dan SMK Pusat Keunggulan (PK)

Pandemi

2021 - 2022

Kurikulum 2013 Kurikulum Darurat (Kur-2013 yang disederhanakan)

Pandemi

2020 - 2021

Kurikulum 2013

Pra pandemi

Kurikulum Merdeka diberikan sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

8 of 71

8

9 of 71

KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013

9

Kerangka Dasar

  • Rancangan landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan.
  • Mengembangkan profil pelajar Pancasila pada peserta didik

Rancangan landasan utama Kurikulum 2013 adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan

10 of 71

KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013

10

KOMPETENSI YANG DITUJU

Capaian Pembelajaran yang disusun per fase

Capaian Pembelajaran dinyatakan dalam paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi

  • PAUD: Capaian Pembelajaran (CP) untuk satu fase perkembangan anak usia dini, disebut sebagai Fase Fondasi, CP diharapkan dapat dicapai di akhir layanan PAUD (usia 5-6 tahun)
  • SD/sederajat terdiri dari:
  • Fase A (umumnya setara dengan kelas I dan II SD)
  • Fase B (umumnya setara dengan kelas III dan IV SD), dan
  • Fase C (umumnya setara dengan kelas V dan VI SD)
  • Kompetensi Dasar (KD) yang berupa lingkup dan urutan (scope and sequence) yang dikelompokkan pada empat Kompetensi Inti (KI) yaitu:  Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengetahuan, dan Keterampilan
  • KD dinyatakan dalam bentuk point-point dan diurutkan untuk mencapai KI yang diorganisasikan pertahun
  • KD pada KI 1 dan KI 2 hanya terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

11 of 71

KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013

11

STRUKTUR KURIKULUM SD/SMP/SMA

Struktur kurikulum dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan pembelajaran utama, yaitu:

  1. Pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler;
  2. Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan

Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, atau terintegrasi :

  1. SD

Mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) merupakan paduan dari IPA dan IPS, Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran pilihan, tergantung kesiapan satuan pendidikan, Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu dari empat mata pelajaran Seni dan Budaya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari.

  1. SMP

Mata pelajaran Informatika merupakan mata pelajaran wajib, Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu dari 5 (lima) mata pelajaran Seni dan Prakarya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya

Jam Pelajaran (JP) diatur per minggu. Satuan mengatur alokasi waktu pembelajaran secara rutin setiap minggu dalam setiap semester, sehingga pada setiap semester peserta didik akan mendapatkan nilai hasil belajar setiap mata pelajaran.

Satuan pendidikan diarahkan menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran

12 of 71

KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013

12

PEMBELAJARAN SD/SMP/SMA

Menguatkan pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap capaian peserta didik

Paduan antara pembelajaran intrakurikuler (sekitar 70-80% dari jam pelajaran) dan kokurikuler melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (sekitar 20-30% jam pelajaran)

Pendekatan pembelajaran menggunakan satu pendekatan yaitu pendekatan saintifik untuk semua mata pelajaran

Pada umumnya, pembelajaran terfokus hanya pada intrakurikuler (tatap muka), untuk kokurikuler dialokasikan beban belajar maksimum 50% diluar jam tatap muka, tetapi tidak diwajibkan dalam bentuk kegiatan yang direncanakan secara  khusus, sehingga pada umumnya diserahkan kepada kreativitas guru pengampu. 

13 of 71

KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013

13

Penilaian SD/SMP/SMA

Penguatan pada asesmen formatif dan penggunaan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik

Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila

Tidak ada pemisahan antara penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Penilaian formatif dan sumatif oleh pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan 

Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik pada setiap mata pelajaran

Penilaian dibagi menjadi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan

14 of 71

KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013

14

PERANGKAT AJAR YANG DISEDIAKAN PEMERINTAH (SD/SMP/SMA

Buku teks dan buku non-teks

Contoh-contoh modul ajar, alur tujuan pembelajaran, contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh kurikulum operasional satuan Pendidikan

Buku teks dan buku non-teks 

15 of 71

KURIKULUM MERDEKA VS KURIKULUM 2013

15

PERANGKAT KURIKULUM

Panduan Pembelajaran dan Asesmen, panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah, panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila, panduan pelaksanaan pendidikan inklusif, panduan penyusunan program pembelajaran individual, modul layanan bimbingan konseling

Pedoman implementasi kurikulum, Panduan Penilaian, dan Panduan Pembelajaran setiap jenjang

16 of 71

Agenda

16

1

Kebijakan Kurikulum Merdeka

2

Kurikulum Merdeka

3

Platform Merdeka Mengajar

4

Implementasi dan Tatacara Pendaftaran Kuirikulum Merdeka

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

17 of 71

Kurikulum Merdeka melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya:

  1. Orientasi holistik: kurikulum dirancang untuk mengembangkan murid secara holistik, mencakup kecakapan akademis dan non-akademis, kompetensi kognitif, sosial, emosional, dan spiritual.
  2. Berbasis kompetensi, bukan konten: kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau materi tertentu.
  3. Kontekstualisasi dan personalisasi: kurikulum dirancang sesuai konteks (budaya, misi sekolah, lingkungan lokal) dan kebutuhan murid.

17

Benang Merah Pengembangan Kurikulum

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

18 of 71

Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran:

Pengembangan soft skills dan karakter (akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan, kemandirian, nalar kritis, kreativitas) mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis projek.

Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

18

Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar.

1

2

3

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

19 of 71

19

Karakteristik Utama Kurikulum Merdeka

1

Pengembangan

Karakter

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

20 of 71

20

Pengembangan Karakter

Dalam struktur kurikulum Merdeka, 20 - 30 persen jam pelajaran digunakan untuk pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis projek.

Kurikulum 2013 sudah menekankan pada pengembangan karakter, namun belum memberi porsi khusus dalam struktur kurikulumnya.

Pembelajaran berbasis projek penting untuk pengembangan karakter karena:

  1. memberi kesempatan untuk belajar melalui pengalaman (experiential learning)
  2. Mengintegrasikan kompetensi esensial yang dipelajari peserta didik dari berbagai disiplin ilmu
  3. struktur belajar yang fleksibel

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Panduan pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

21 of 71

21

Profil Pelajar Pancasila

Pada Profil Pelajar Pancasila, kompetensi dan karakter yang dapat dipelajari lintas disiplin ilmu tertuang dalam 6 dimensi. Setiap dimensi memiliki beberapa elemen yang menggambarkan lebih jelas kompetensi dan karakter yang dimaksud. Selaras dengan tahap perkembangan peserta didik serta sebagai acuan bagi pembelajaran dan asesmen, indikator kinerja pada setiap elemen dipetakan dalam pada setiap fase. Secara umum 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila beserta elemen di dalamnya adalah sebagai berikut:

  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia

Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.

  1. Berkebinekaan global

Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebhinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinekaan.

  1. Bergotong royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.

Bagaimana profil pelajar yang ingin dibentuk oleh pembelajaran paradigma baru?

22 of 71

22

Profil Pelajar Pancasila

  1. Mandiri

Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.

  1. Bernalar kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, refleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan.

  1. Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

23 of 71

23

Budaya Sekolah

Iklim sekolah, kebijakan, pola interaksi dan komunikasi, serta norma yang berlaku di sekolah.

Intrakurikuler

Muatan Pelajaran

Kegiatan/pengalaman belajar.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (SD - SMA)

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja (SMK)

Projek Lintas Disiplin Ilmu yang kontekstual dan berbasis pada kebutuhan masyarakat/permasalahan di lingkungan sekolah.

Ekstrakurikuler

Kegiatan untuk mengembangkan minat dan bakat.

Kompetensi dan karakter yang dijabarkan dalam Profil Pelajar Pancasila dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik melalui budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil Pelajar Pancasila, maupun ekstrakurikuler.

Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia

Berkebinekaan global

Bergotong royong

Kreatif

Bernalar kritis

Mandiri

Pelajar Indonesia

Bagaimana profil pelajar dibangun di satuan pendidikan?

24 of 71

Kemendikbudristek menyediakan 7 tema utama yang perlu dikembangkan menjadi modul dengan topik dan tujuan yang lebih spesifik.

  1. Bangunlah Jiwa dan Raganya
  2. Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI
  3. Bhinneka Tunggal Ika
  4. Gaya Hidup Berkelanjutan
  5. Kearifan Lokal
  6. Kewirausahaan
  7. Suara Demokrasi

24

Tema-tema Utama Pembelajaran Berbasis Projek

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

25 of 71

Hampir semua guru dan kepala sekolah* telah mempelajari contoh-contoh projek yang diberikan. Distribusi contoh-contoh projek sudah dilakukan dengan baik.

Mayoritas guru dan kepala sekolah (96%) setuju dan sangat setuju bahwa contoh-contoh yang diberikan membantu mereka dalam merancang projek.

*Survei terhadap 2.113 responden

25

Pembelajaran berbasis projek dinilai membantu guru dalam mengembangkan karakter dan soft skills siswa

“... kegiatan projek diharapkan dapat menjadi solusi dari masalah waktu belajar yang terlalu padat dihabiskan untuk pembelajaran intrakurikuler, dengan adanya projek penguatan profil pelajar Pancasila dan didukung oleh struktur kurikulum prototipe, kami dapat mempersiapkan peserta didik dengan pengalaman pengetahuan dan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman.”

Dewi Turyanti Kusumah

(Guru SMPN 3 Cipatat, Bandung Barat)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Sumber: Survei Puskurbuk, 2021

26 of 71

26

Karakteristik Utama Kurikulum Merdeka

2

Fokus pada

Materi Esensial

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

27 of 71

27

Fokus pada Materi Esensial

Pembelajaran yang mendalam (diskusi, kerja kelompok, pembelajaran berbasis problem dan projek, dll.) perlu waktu

Materi yang terlalu padat akan mendorong guru untuk menggunakan ceramah satu arah atau metode lain yang efisien dalam mengejar ketuntasan penyampaian materi

Kurikulum Merdeka berfokus pada materi esensial di tiap mata pelajaran, untuk memberi ruang/waktu bagi pengembangan kompetensi - terutama kompetensi mendasar seperti literasi dan numerasi - secara lebih mendalam

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

28 of 71

Sebagai ilustrasi:

  • Rata-rata jumlah kompetensi Kurikulum Prototipe untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia mengalami pengurangan 57% dari rata-rata jumlah KD Kurikulum 2013
  • Rata-rata jumlah kompetensi Kurikulum Prototipe untuk mata pelajaran Matematika mengalami pengurangan 28% dari rata-rata jumlah KD Kurikulum 2013
  • Rata-rata jumlah kompetensi Kurikulum Prototipe untuk mata pelajaran Sains mengalami pengurangan 19% dari rata-rata jumlah KD Kurikulum 2013

28

57%

28%

19%

Melanjutkan prinsip penyederhanaan, Kurikulum Merdeka juga lebih berfokus pada materi esensial di tiap mata pelajaran

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

29 of 71

29

Karakteristik Utama Kurikulum Merdeka

3

Fleksibilitas Perancangan Kurikulum Sekolah dan Penyusunan Rencana Pembelajaran

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

30 of 71

30

Fleksibilitas Perancangan Kurikulum Sekolah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kurikulum Merdeka

Saat Ini

  • Kerangka kurikulum saat ini mengunci tujuan pembelajaran per tahun.
  • Kurikulum Merdeka menetapkan tujuan belajar per fase (2-3 tahun) untuk memberi fleksibilitas bagi guru dan sekolah.
  • Struktur kurikulum saat ini mengunci jam pelajaran per minggu.
  • Kurikulum Merdeka menetapkan jam pelajaran per tahun agar sekolah dapat berinovasi dalam menyusun kurikulum dan pembelajarannya.

31 of 71

31

PAUD

Kegiatan bermain sebagai proses belajar yang utama

Penguatan literasi dini dan penanaman karakter melalui kegiatan bermain-belajar berbasis buku bacaan anak

Fase Fondasi untuk meningkatkan kesiapan bersekolah

Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan melalui kegiatan perayaan hari besar dan perayaan tradisi lokal

SD

Penguatan kompetensi yang mendasar dan pemahaman holistik:

  • Untuk memahami lingkungan sekitar, mata pelajaran IPA dan IPS digabungkan sebagai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
  • Integrasi computational thinking dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPAS
  • Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan

Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 2 kali dalam satu tahun ajaran

SMP

Penyesuaian dengan perkembangan teknologi digital, mata pelajaran Informatika menjadi mata pelajaran wajib

Panduan untuk guru Informatika disiapkan untuk membantu guru-guru pemula, sehingga guru mata pelajaran tidak harus berlatar belakang pendidikan informatika

Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 3 kali dalam satu tahun ajaran

Karakteristik Kurikulum Merdeka di PAUD, SD, dan SMP (dan yang sederajat)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

32 of 71

32

Kerangka Dasar Kurikulum Merdeka

Bagaimana pembagian peran pemerintah dan satuan pendidikan dalam pembelajaran paradigma baru?

Pemerintah berperan menyiapkan :

  1. Profil pelajar pancasila

Kompetensi dan karakter yang tertuang dalam 6 dimensi, berfungsi sebagai penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen.

  1. Struktur kurikulum

Jabaran mata pelajaran beserta alokasi jam pembelajaran

  1. Capaian Pembelajaran

Kompetensi dan karakter yang dicapai setelah menyelesaikan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.

  1. Prinsip Pembelajaran dan Asesmen

Berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan asesmen.

Komponen yang dikembangkan satuan pendidikan:

  1. Kurikulum operasional

Menjabarkan kebijakan, rencana program dan kegiatan yang akan dilakukan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran

paradigma baru.

  1. Perangkat Ajar

Berbagai perangkat yang digunakan untuk mendukung pembelajaran paradigma baru.

Pemerintah menyediakan contoh kurikulum operasional dan beragam perangkat ajar untuk membantu satuan pendidikan dan pendidik yang membutuhkan referensi atau inspirasi dalam pembelajaran.

Satuan pendidikan diberikan kemerdekaan untuk memilih atau memodifikasi contoh kurikulum operasional dan perangkat ajar yang tersedia, atau membuat sendiri sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik.

33 of 71

Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), �Alur Tujuan Pembelajaran (ATP),�Modul Ajar (MA), dan�Modul Proyek �sebagai Dokumen Rencana Pembelajaran

33

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

34 of 71

34

Capaian Pembelajaran

Ditetapkan oleh pemerintah, merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan untuk setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi.

Menyesuaikan tahap perkembangan peserta didik pemetaan capaian pembelajaran dibagi dalam fase usia.

Fase Fondasi

Fase A

Fase B

Fase C

Fase D

Fase E

Fase F

Prasekolah

Taman kanak- kanak

Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah

Kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah

Kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah

Kelas 7-9 SMP atau MT

Kelas 10 SMA, SMK atau MA

Kelas 11 - 12 SMA, SMK atau MA

Kurikulum Operasional

Kurikulum operasional di satuan pendidikan memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran. Untuk menjadikannya bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan.

35 of 71

KOMPONEN KOSP

Karakteristik Satuan Pendidikan

keunikan sekolah (peserta didik, sosial, budaya, guru, & tenaga kependidikan

1

Visi, Misi, dan Tujuan

Penjabaran ketiga komponen tsb

2

Pengorganisasian Pembelajaran

Intra, Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila

3

Rencana Pembelajaran

rencana pembelajaran selama setahun ajaran

4

Pendampingan, evaluasi, & pengembangan profesional

Kerangka bentuk pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional

5

Lampiran

Contoh Rencana pembelajaran, cth Project Penguatan Profil pelajar Pancasila

6

36 of 71

KOMPONEN KOSP

Karakteristik Satuan Pendidikan

Visi, Misi, dan Tujuan

Dari analisis konteks, dirumuskan karakteristik sekolah yang menggambarkan keunikan sekolah dalam hal peserta didik, sosial, budaya, guru, dan tenaga kependidikan.

Untuk SMK, karakteristik melingkupi satuan pendidikan dan program keahliannya.

Visi

  • menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang sekolah dan nilai-nilai yang dituju
  • nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai Profil Pelajar Pancasila

Misi

  • misi menjawab bagaimana sekolah mencapai visi
  • Nilai-nilai yang penting untuk dipegang selama menjalankan misi

Tujuan

  • tujuan akhir dari kurikulum sekolah yang berdampak kepada peserta didik
  • tujuan menggambarkan patok-patok (milestone) penting dan selaras dengan misi
  • strategi sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya
  • Kompetensi/karakteristik yang menjadi kekhasan lulusan sekolah tersebut dan selaras dengan profil Pelajar Pancasila

Untuk SMK visi dan misi disusun untuk lingkup sekolah, sedangkan tujuan disusun untuk lingkup program keahlian berdasarkan analisis kebutuhan dunia kerja

Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap 4-5 tahun

37 of 71

Pengorganisasian Pembelajaran

Cara sekolah mengatur muatan kurikulum dalam satu rentang waktu, dan beban belajar, cara sekolah mengelola pembelajarannya untuk mendukung pencapaian CP dan Profil Pelajar Pancasila (mis: mingguan, sistem blok, atau cara pengorganisasian lainnya).

  • Intrakurikuler, berisi muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok).
  • Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, menjelaskan pengelolaan projek yang mengacu pada profil Pelajar Pancasila pada tahun ajaran tersebut. Untuk SMK, projek penguatan ini terintegrasi dalam Pengembangan Karakter dan Budaya Kerja.
  • Praktik Kerja Lapangan (PKL, untuk SMK) menyiapkan peserta didik agar memiliki pengalaman dan kompetensi di dunia kerja
  • Ekstrakurikuler. Gambaran ekskul dalam bentuk matriks/tabel

Rencana Pembelajaran

Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup sekolah: menggambarkan rencana pembelajaran selama setahun ajaran. Berisi alur pembelajaran/unit mapping (untuk sekolah-sekolah yang sudah menjalankan pembelajaran secara integrasi), program prioritas satuan pendidikan

Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap tahun

38 of 71

Pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional

Kerangka bentuk pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional yang dilakukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan di satuan pendidikan. Pelaksanaan ini dilakukan oleh para pemimpin satuan pendidikan secara internal dan bertahap sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan.

Lampiran

  • Contoh-contoh rencana pembelajaran ruang lingkup kelas: menggambarkan rencana pembelajaran per tujuan pembelajaran dan/atau per tema (untuk sekolah-sekolah yang sudah menjalankan pembelajaran secara integrasi)
  • Contoh penguatan Profil Pelajar Pancasila penjabaran pilihan tema dan isu spesifik yang menjadi projek pada tahun ajaran tersebut (deskripsi singkat tentang projek yang sudah dikontekstualisasikan dengan kondisi lingkungan sekolah dan kebutuhan peserta didik, tidak perlu sampai rincian pembelajarannya)
  • Referensi landasan hukum atau landasan lain yang kontekstual dengan karakteristik sekolah

Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap tahun

39 of 71

39

Tujuan Pembelajaran

Alur Tujuan Pembelajaran

Jabaran kompetensi yang dicapai peserta didik dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran

Modul Ajar

Rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis, menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase

Kurikulum Operasional

Kurikulum operasional dan alur tujuan pembelajaran memiliki fungsi yang sama dengan silabus, yaitu sebagai acuan perencanaan pembelajaran.

Jika satuan pendidikan memiliki kurikulum operasional dan ATP, pengembangan perangkat ajar dapat merujuk kedua dokumen tersebut.

  • Modul ajar merupakan salah satu jenis perangkat ajar.
  • Jika satuan pendidikan menggunakan modul ajar yang disediakan pemerintah, maka modul ajar tersebut dapat dipadankan dengan RPP Plus karena modul ajar tersebut memiliki komponen yang lebih lengkap dibanding RPP.
  • Jika satuan pendidikan mengembangkan modul ajar secara mandiri, maka modul ajar tersebut dapat dipadankan dengan RPP.
  • Satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai perangkat ajar termasuk modul ajar atau RPP dengan kelengkapan komponen dan format yang beragam sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik

40 of 71

41 of 71

42 of 71

43 of 71

44 of 71

45 of 71

46 of 71

46

Pengembangan Modul Projek

Pengembangan modul projek harus mempertimbangkan prinsip berikut:

  1. Mengacu kepada Dimensi, Elemen, dan Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila
  2. Berpusat Pada Peserta Didik. Modul projek dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik, minat peserta didik, dan perkembangan sesuai fase elemen dan sub-elemen dari dimensi Profil Pelajar Pancasila. Setiap kegiatan projek dapat mengasah kemampuan murid dalam memunculkan inisiatif serta meningkatkan daya untuk menentukan pilihan dan memecahkan masalah yang diangkat dalam projek.
  3. Holistik. Modul projek dikembangkan dengan memperhatikan tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam. Oleh karenanya, setiap tema projek yang dijalankan dengan pendekatan lintas ilmu dan konten pengetahuan secara terpadu, dengan memperhatikan koneksi yang bermakna antar komponen dalam pelaksanaan projek, seperti murid, pendidik, sekolah, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari.
  4. Kontekstual. Modul projek dikembangkan berdasarkan pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Tema-tema projek yang disajikan sebisa mungkin dapat menyentuh persoalan lokal yang terjadi di daerah masing-masing.
  5. Eksploratif. Modul projek dikembangkan dengan semangat membuka ruang yang lebar bagi proses inkuiri dan pengembangan diri. Walaupun projek memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi pelajaran, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran, kegiatan projek dikembangkan secara sistematis dan terstruktur.

Tujuan pengembangan modul Projek:

Mengembangkan perangkat ajar yang memandu satuan Pendidikan dan pendidik melaksanakan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila

Pendidik memiliki kemerdekaan untuk:

  • memilih atau memodifikasi modul projek yang sudah disediakan pemerintah untuk menyesuaikan modul projek dengan karakteristik peserta didik, atau
  • menyusun sendiri modul projek sesuai dengan karakteristik peserta didik

47 of 71

Modul projek dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunannya serta dibutuhkan untuk kelengkapan pelaksanaan pembelajaran. Modul projek umumnya memiliki komponen sebagai berikut

Komponen Modul Projek

47

Informasi umum

Komponen inti

Lampiran

  • Identitas penulis modul
  • Sarana dan prasarana
  • Target peserta didik
  • Relevansi tema dan topik projek untuk sekolah

  • Deskripsi singkat projek.
  • Dimensi dan sub elemen dari Profil Pelajar Pancasila yang berkaitan
  • Tujuan spesifik untuk fase tersebut
  • Alur kegiatan projek secara umum
  • Asesmen
  • Pertanyaan pemantik
  • Pengayaan dan remedial
  • Refleksi peserta didik dan pendidik
  • Lembar kerja peserta didik
  • Bahan bacaan pendidik dan peserta didik
  • Glossarium
  • Daftar pustaka

Tidak semua komponen di atas wajib tercantum dalam modul projek yang dikembangkan oleh pendidik. pendidik di satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul projek sesuai dengan konteks lingkungan, visi sekolah, kesiapan sekolah dan kebutuhan belajar peserta didik.

48 of 71

48

Evaluasi Kerangka dan Struktur Kurikulum Prototipe

Guru dimudahkan dengan CP kurikulum prototipe ini karena dapat mengeksplorasi dan lebih kreatif dalam meramu pembelajaran dari fase (2 tahun) ke kompetensi pertahun. Namun, guru yang terbiasa dengan penjabaran KD di Kurikulum 2013 perlu penyesuaian untuk mengembangkan CP per tahun.

(Seni Asiati, Guru SMP 231 Jakarta)

Sebagian guru masih memerlukan peningkatan kapasitas untuk memahami CP di dalam kurikulum prototipe.

(Dr. Delila Saskia Puspitarona, M.Pd., Edufincy, Bandung)

Saya tidak mengalami kendala dalam menjabarkan CP per fase menjadi per kelas atau pertahun. Rumusan CP mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan dan sikap sangat bermanfaat.

(Taman Firdaus, M.Pd., Guru SMA Negeri 1 Kota Bima, NTB).

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Sumber: Monev Kurikulum Prototipe, Puskur 2021

49 of 71

49

49

Implikasi Perubahan dan Mitigasinya

Kapasitas Guru dan Sekolah untuk Menerjemahkan menjadi Kurikulum Sekolah

dan Pembelajaran

03

  • Diberikan pelatihan dan pendampingan kepada komite pembelajaran (Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas
  • Menyediakan platform teknologi untuk guru belajar dan berbagi

Linieritas Mata Pelajaran

02

  • Disusun linieritas mata pelajaran yang selaras dengan struktur kurikulum prototipe, misal untuk mata pelajaran informatika dapat diampu oleh guru yang mempunyai latar belakang informatika atau MIPA

Jam Mengajar

dan Tunjangan Profesi Guru

01

  • Jam mengajar mapel-mapel kelompok umum alokasi beban mengajarnya tetap
  • Diberikan beban tambahan mengajar bagi guru yang beban mengajarnya kurang, seperti menjadi koordinator projek penguatan profil Pelajar Pancasila

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

50 of 71

50

51 of 71

51

52 of 71

52

53 of 71

Agenda

53

1

Kebijakan Kurikulum Merdeka

2

Kurikulum Merdeka

3

Platform Merdeka Mengajar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

54 of 71

54

55 of 71

55

56 of 71

56

57 of 71

57

58 of 71

58

59 of 71

59

60 of 71

60

61 of 71

61

62 of 71

62

63 of 71

63

64 of 71

Agenda

64

1

Kebijakan Kurikulum Merdeka

2

Kurikulum Merdeka

3

Platform Merdeka Mengajar

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

65 of 71

65

66 of 71

66

67 of 71

67

68 of 71

Dukungan Untuk Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri

68

  1. Menyediakan Asesmen & Perangkat AjarMenyediakan beragam pilihan asesmen dan perangkat ajar (buku teks, modul ajar, contoh projek, contoh kurikulum) dalam bentuk digital yang dapat digunakan satuan pendidikan dalam melakukan pembelajaran berdasarkan kurikulum Merdeka.

  • Menyediakan Pelatihan Mandiri & Sumber Belajar GuruMelakukan pelatihan mandiri kurikulum Merdeka yang dapat diakses secara daring oleh guru dan tenaga kependidikan untuk memudahkan adopsi kurikulum Merdeka disertai sumber belajar dalam bentuk video, podcast, atau ebook yang bisa diakses daring dan didistribusikan melalui media penyimpanan (flashdisk).

  • Menyediakan Narasumber Kurikulum MerdekaMenyediakan narasumber kurikulum Merdeka dari Sekolah Penggerak/SMK PK yang telah mengimplementasikan kurikulum Merdeka. Pengimbasan bisa dilakukan dalam bentuk webinar atau pertemuan luring yang diadakan pemerintah daerah atau satuan pendidikan.

  • Memfasilitasi Pengembangan Komunitas Belajar

Komunitas belajar dibentuk oleh lulusan Guru Penggerak maupun diinisiasi Pengawas Sekolah sebagai wadah berbagi saling berbagi praktik baik adopsi kurikulum Merdeka di internal satuan pendidikan maupun lintas satuan pendidikan.

69 of 71

Terima kasih

70 of 71

Dokumen pendukung pembelajaran dan Asesmen, meliputi:

  • Capaian Pembelajaran : Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Nomor 008/H/Kr/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka
  • Panduan Pembelajaran dan Asesmen Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran
  • Panduan pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
  • Alur tujuan pembelajaran
  • Modul ajar
  • Modul Projek

dapat diakses di Platform Merdeka Mengajar: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.belajar.app / https://guru.kemdikbud.go.id/

Atau pada tautan: https://linktr.ee/pembelajaranparadigmabaru

71 of 71

LAMAN

CONTACT INFO

LPMP PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Jl. Gotong Royong No.85 Banjarbaru 70711 Kalimatan Selatan

Telp : (0511-4772384

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN # KEMENTERIAN PENDIDIKAN , KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI # KURIKULUM MERDEKA DAN PLATFOM MERDEKA MENGAJAR# KEMENTERIAN PENDIDIKAN , KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI#