Proses
Pembelajaran
Pelatihan Calon Pelatih Asesor (PCPA)
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM)
Tahun 2024
Materi Pokok
Kedudukan Proses Pembelajaran dalam Sekolah yang Dicita-citakan
Proses pembelajaran berperan penting dalam mewujudkan sekolah yang dicita-citakan. Proses pembelajaran yang berkualitas mengintegrasikan beberapa elemen, yakni: keterlibatan murid, relevansi materi, diferensiasi instruksional, pembelajaran aktif, keterlibatan orang tua dan komunitas, penggunaan teknologi, penilaian autentik, serta lingkungan belajar yang aman dan mendukung secara sosial.
Konsep Inti, Teori yang Terkait, dan Penerapannya dalam Proses Akreditasi
Konsep Inti 1:
Keterlibatan Murid
Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Murid tidak hanya menjadi penerima informasi, melainkan juga menemukan pengetahuannya sendiri.
Bagaimana contoh penerapan dalam akreditasi?
Beberapa Teori Terkait
Teori Konstruktivisme
(Jean Piaget dan Lev Vygotsky)
Pembelajaran lebih efektif saat murid aktif terlibat dalam konstruksi pengetahuan mereka sendiri.
Teori Keterlibatan Sosial
(Vygotsky, Bandura)
Keterlibatan murid dalam aktivitas yang melibatkan interaksi dengan guru dan teman-teman sekelas dapat meningkatkan motivasi, memperkuat koneksi emosional dengan materi pelajaran, dan memfasilitasi pertukaran ide.
Teori Keterlibatan Berbasis Tugas
(Allan Wigfield dan Jacquelynne S. Eccles)
Keterlibatan murid dalam tugas-tugas yang memiliki relevansi dan makna bagi mereka dapat meningkatkan minat dan motivasi intrinsik mereka dalam pembelajaran
Teori Pembelajaran Kolaboratif
(Vygotsky, Bruner, Bandura, John Dewey)
Keterlibatan murid dalam aktivitas kolaboratif, seperti diskusi kelompok atau proyek bersama, menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna.
Konsep Inti 2:
Relevansi Materi
Beberapa Teori Terkait
Teori Kognitif (Jean Piaget dan Jerome Bruner)
Pembelajaran lebih efektif bila materi yang dipelajari memiliki relevansi dengan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya yang dimiliki murid. Ketika murid dapat mengaitkan informasi baru dengan konsep yang sudah mereka pahami, mereka lebih mungkin untuk memahami dan menyimpan informasi tersebut dalam memori jangka panjang.
Teori Pembelajaran sebagai Proses Berbudaya dan Humanisasi
(Ki Hajar Dewantara dan Driyarkara)
Manusia merupakan makhluk berakal budi dan berjiwa yang dilahirkan sebagai makhluk yang merdeka di tengah masyarakat. Proses pendidikan mendorong murid untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam membangun masyarakat yang berbudaya luhur dan bermartabat.
Teori Konstruktivisme Sosial
(Vygotsky, Piaget, Bruner, dan J. Dewey)
Bahwa realitas sosial dibangun melalui interaksi sosial individu dan kelompok. Ini menyoroti peran bahasa, konteks sosial, dan pembelajaran sosial dalam membentuk pemahaman tentang dunia.
Teori Motivasi
(Edward Deci dan Richard Ryan)
Murid lebih termotivasi untuk belajar ketika mereka melihat relevansi antara apa yang dipelajari dengan kebutuhan, kepentingan, atau tujuan pribadi mereka.
Pembelajaran harus relevan dengan kehidupan murid sehari-hari dan dunia nyata. Materi pembelajaran yang terkait dengan pengalaman dan kebutuhan murid akan lebih mudah dipahami dan diinternalisasi.
Bagaimana contoh penerapan dalam akreditasi?
Konsep Inti 3:
Diferensiasi Instruksional
Beberapa Teori Terkait
Teori Kepribadian & Psikologi
(Howard Gardner, John Dewey, Bruner, Lev Vygotsky dan Albert Bandura)
Setiap individu memiliki keunikan dalam cara mereka belajar dan memahami dunia. Murid memiliki beragam jenis kecerdasan, Diferensiasi memungkinkan guru untuk mengakomodasi perbedaan ini dengan menyediakan beragam pendekatan pembelajaran.
Teori Pembelajaran Berbasis Murid
(Lev Vygotsky, Ki Hajar Dewantara, Driyarkara)
Murid sebagai pusat pembelajaran dan mengakui pentingnya mempertimbangkan kebutuhan, minat, dan kecepatan belajar individu. Guru dapat menyesuaikan kurikulum dan strategi pengajaran untuk memenuhi kebutuhan unik masing-masing murid.
Teori Behaviorisme
(John B. Watson)
Teori ini menekankan pengaruh lingkungan eksternal terhadap perilaku murid. Guru perlu mengelola lingkungan kelas & memberikan penguatan positif untuk merangsang respons belajar yg diinginkan murid.
Teori Zona Proximal Pembelajaran–ZPD (Vygotsky)
Bahwa kemampuan seseorang untuk belajar dipengaruhi oleh tingkat pemahaman saat ini dan seberapa dekat mereka dengan pemahaman yang lebih tinggi dengan bantuan orang lain.
Proses pembelajaran berkualitas mengakomodasi perbedaan kebutuhan belajar setiap murid melalui diferensiasi instruksional, seperti penggunaan berbagai metode pengajaran, penilaian yang beragam, dan dukungan tambahan sesuai dengan kebutuhan masing-masing murid.
Bagaimana contoh penerapan dalam akreditasi?
Konsep Inti 4:
Pembelajaran Aktif
Beberapa Teori Terkait
Teori Konstruktivisme
(Jean Piaget dan Lev Vygotsky)
bahwa murid secara aktif membangun pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman langsung, refleksi, dan interaksi dengan materi pembelajaran. Murid berperan sebagai konstruktor pengetahuan mereka sendiri melalui partisipasi aktif dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
Teori Kognitivisme
(Jean Piaget, Jerome Bruner)
bahwa proses mental, seperti pemikiran, ingatan, dan pemecahan masalah, merupakan pusat dari pembelajaran. Dalam pembelajaran aktif, murid terlibat dalam kegiatan yang memerlukan pemikiran tingkat tinggi, seperti analisis, sintesis, dan evaluasi, yang memperkuat pengembangan kemampuan kognitif mereka.
Teori Pembelajaran Berbasis Masalah
(Howard Barrows, J. Dewey dan Paulo Freire)
Teori ini menempatkan murid dalam peran aktif pemecahan masalah yang relevan dan bermakna. Ada tantangan untuk mengidentifikasi masalah, menemukan solusi, dan merancang strategi penyelesaian.
Proses pembelajaran aktif terwujud ketika murid terlibat dalam kegiatan aktif seperti diskusi kelompok, proyek kolaboratif, eksperimen, pemecahan masalah, refleksi, eksplorasi, dan penggunaan berbagai sumber daya, serta penggunaan teknologi.
Bagaimana contoh penerapan dalam akreditasi?
Konsep Inti 5:
Keterlibatan Orang
Tua & Komunitas
Beberapa Teori Terkait
Teori Sosial Pembelajaran
(Vygotsky, Bruner, Bandura)
Teori ini menekankan pentingnya interaksi sosial dalam pembelajaran. Melalui interaksi dengan orang tua dan anggota komunitas, murid dapat mengaitkan pembelajaran mereka dengan kehidupan nyata dan memperluas pemahaman mereka tentang dunia.
Teori Ekologi
(Arne Naess, Sally McFague)
Ada hubungan kompleks antara individu, lingkungan, dan sistem yang melibatkan mereka. Dengan memperkuat hubungan antara lingkungan pembelajaran di sekolah, lingkungan keluarga, dan komunitas, murid dapat mengalami pembelajaran yang lebih kohesif dan terintegrasi. Murid terbantu menemukan sumber belajar kontekstual, menemukan penget., memperluas wawasan dan menguatkan tanggung jawab untuk melestarikan lingkungan.
Teori Keterlibatan Orang Tua
(Vygotsky, Ki Hajar Dewantara, Driyarkara)
Bahwa keterlibatan orang tua dan komunitas berkorelasi positif dengan prestasi akademik, motivasi belajar, dan perilaku positif murid. Melalui komunikasi terbuka, dukungan, dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, murid, dan komunitas, pembelajaran dapat diperkuat dan diperluas ke lingkungan di luar kelas.
Keterlibatan orang tua dan komunitas berperan penting dalam meningkatkan dukungan terhadap proses pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi murid secara optimal.
Bagaimana contoh penerapan dalam akreditasi?
Konsep Inti 6:
Penggunaan Teknologi
Beberapa Teori Terkait
Teori Konstruktivisme
(Jean Piaget dan Lev Vygotsky)
Pembelajaran lebih efektif saat murid aktif terlibat dalam konstruksi pengetahuan mereka sendiri.
Teori Pembelajaran Multimedia (Richard Mayer)
Bahwa pembelajaran akan lebih efektif ketika informasi disajikan dalam bentuk teks dan gambar (multimedia), karena dapat memanfaatkan lebih banyak saluran kognitif. Penggunaan video, animasi, dan grafik dalam pembelajaran digital mendukung implementasi teori ini.
Teori Pemrosesan Informasi dan Konektivisme (George Siemens dan Stephen Downes)
Teori ini menjelaskan bagaimana manusia menerima, memproses, menyimpan, dan mengambil informasi. Teknologi dapat membantu mengelola beban kognitif melalui alat bantu organisasi, seperti peta konsep, perangkat lunak manajemen tugas, dan alat pencatatan digital.
Teori Belajar Sosial (Albert Bandura)
Bahwa orang belajar dari satu sama lain melalui observasi, imitasi, dan modeling. Teknologi dapat memfasilitasi pembelajaran sosial melalui media sosial, video pembelajaran, dan komunitas online.
Teknologi dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam meningkatkan pembelajaran, dengan memberikan akses ke sumber daya yang lebih luas, alat bantu pembelajaran interaktif, dan memungkinkan pembelajaran yang berbasis pada proyek.
Bagaimana contoh penerapan dalam akreditasi?
Konsep Inti 7:
Penilaian Autentik
Beberapa Teori Terkait
Teori Konstruktivisme
(Jean Piaget dan Lev Vygotsky)
Pembelajaran lebih efektif saat murid aktif terlibat dalam konstruksi pengetahuan mereka sendiri.
Teori Pembelajaran Berbasis Masalah
(J. Dewey dan Paulo Freire)
Teori ini menekankan pentingnya guru memfasilitasi para murid untuk mengobservasi permasalahan kontekstual. Selain menemukan pengetahuan, para murid didorong untuk menemukan solusi terhadap masalah hidup sehari-hari. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing murid dalam menumbuhkan kepekaan sosial, kesadaran kritis, dan menemukan solusi atas masalah kehidupan sehari-hari.
Teori Pembelajaran Berbasis Konteks
(John Dewey dan David Kolb)
Teori ini menekankan pentingnya pengalaman langsung dan relevansi konteks dalam pembelajaran.
Penilaian autentik dalam proses pembelajaran merupakan metode penilaian yang mencerminkan situasi nyata, mengukur keterampilan dan pengetahuan murid dalam konteks yang relevan. Penilaian autentik meliputi catatan awal potensi murid, proses perkembangan selama pembelajaran, dan capaian akhir hingga tindak lanjutnya.
Bagaimana contoh penerapan dalam akreditasi?
Konsep Inti 8:
Lingkungan Belajar yang Aman dan Mendukung Secara Sosial
Beberapa Teori Terkait
Teori Kebutuhan Dasar (Abraham Maslow)
Bahwa kebutuhan dasar seperti keselamatan dan keamanan harus dipenuhi sebelum murid dapat mencapai potensi penuh mereka (aktualisasi diri). Lingkungan belajar yang aman dan nyaman adalah kunci untuk pembelajaran yang berkualitas.
Teori Motivasi Self-Determination
(Edward Deci dan Richard Ryan)
Teori ini menekankan pentingnya tiga kebutuhan psikologis dasar: otonomi, kompetensi, dan keterkaitan. Lingkungan belajar yang mendukung otonomi murid, memberikan tantangan yang sesuai untuk membangun kompetensi, dan memfasilitasi hubungan yang positif antarmurid dan antara murid dan guru akan meningkatkan motivasi intrinsik dan hasil belajar yang lebih baik.
Teori Kecerdasan Sosial
(Albert Bandura)
Bahwa pembelajaran terjadi dalam konteks sosial. Interaksi sosial positif merupakan dukungan sangat penting bagi terwujudnya proses belajar yang berkualitas.
Lingkungan belajar yang aman dan nyaman menjadi salah satu faktor penting yang diperlukan dalam proses pembelajaran yang berkualitas. Rasa aman dan nyaman dalam proses pembelajaran terjadi ketika murid merasa dihargai, diterima, diapresiasi dan didukung dalam eksplorasi akademik serta pertumbuhan pribadi.
Bagaimana contoh penerapan dalam akreditasi?
FAQ Materi LMS
Diferensiasi Instruksional | Penilaian Autentik |
Sebenarnya diferensiasi instruksional yang seperti apa? | Bagaimana asesor mengumpulkan data penilaian guru yang mencerminkan situasi nyata dalam mengukur keterampilan dan pengetahuan murid dalam konteks yang relevan? |
Apakah asesor dapat memastikan diferensiasi instruksional terpenuhi oleh semua guru? | Bagaimana merumuskan suatu indikator untuk menilai kinerja penilaian autentik dalam suatu satuan pendidikan? |
Bagaimana guru Anda menerapkan diferensiasi instruksional untuk mengakomodasi perbedaan kebutuhan belajar setiap murid dan menggunakan berbagai sumber belajar kontekstual dalam proses pembelajaran? | Apakah penilaian autentik diperlukan dalam pendidikan karakter? Bagaimana cara menilainya? |
Bagaimana merancang diferensiasi instruksional yang memberikan layanan pembelajaran secara inklusif sehingga semua siswa dapat belajar sesuai dengan pencapaiannya? | Kesimpulan mana yang akan diambil asesor jika hasil wawancara dengan semua pihak terkait menunjukkan terjadinya penilaian autentik, namun tidak tersedia dokumen yang menguatkan temuan wawancara tersebut, juga pada saat observasi pembelajaran tidak ada temuan terjadinya penilaian autentik? |
| Bagaimana prosedur merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi penilaian autentik yang dilakukan mencerminkan situasi nyata, mengukur keterampilan dan pengetahuan murid dalam konteks yang relevan? |
Kolaborasi dengan Orang Tua & Komunitas | Penggunaan Teknologi | Lingkungan Belajar yang Nyaman dan Mendukung Secara Sosial |
Apakah asesor dapat memastikan keterlibatan orang tua dalam penerapan akreditasi? | Bagaimana bila di sekolah masih ada beberapa guru yang belum familier dengan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran? Adakah program sekolah yang digunakan untuk mengatasi hal itu? | Bagaimana asesor mengenali lingkungan belajar yang nyaman, aman, kondusif , dan mendukung secara sosial? |
Bagaimana membangun kerja sama dan Komunikasi dengan orang tua dapat membantu murid untuk memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep dalam kehidupan sehari-hari. | Masih ada beberapa sekolah, misalnya sekolah di daerah 3T, yang belum menggunakan teknologi untuk pembelajaran. Bagaimana skor yang didapatkan sekolah itu ketika kondisinya seperti itu? | Adakah cara yang lebih efektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan kondusif bagi semua siswa? |
Bagaimana asesor mengukur keterlibatan ortu atau komunitas di sekolah yang divisitasi? | Apakah indikator untuk menilai suatu satuan pendidikan disamakan, sementara kondisi setiap satuan pendidikan terutama dalam soal akses mereka berbeda? | Bagaimana cara merumuskan teori-teori pendidikan yang terkait dalam merumuskan indikator untuk mengukur dan menilai satuan pendidikan dalam menerapkan pembelajaran yang aman dan nyaman? |
Bagaimana bila suatu sekolah terbukti sudah melibatkan ortu, namun belum melibatkan komunitas? Apa hak dan kewajiban asesor? | Bagaimana asesor dapat memastikan implementasi pembelajaran dengan menggunakan teknologi di sekolah terlaksana dengan maksimal dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya? misalnya, bisa jadi saat AL sekolah baru menyediakan fasilitas internet di sekolah. | Apakah video yang ditayangkan dalam materi ini sejatinya telah menggambarkan indikator mengenai satuan pendidikan yang aman dan nyaman? |
Apa strategi yang efektif bagi sekolah untuk melibatkan orang tua dalam perencanaan dan evaluasi pembelajaran yang berfokus pada pengembangan potensi siswa? | Bagaimana upaya konkrit agar penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran dapat terkendali? | |
Pembelajaran Aktif | Relevansi Materi | Keterlibatan Murid |
Bagaimana refleksi dapat digunakan sebagai alat untuk membantu siswa mengkonsolidasikan pemahaman mereka dan mengidentifikasi area di mana mereka masih perlu belajar lebih lanjut? | Bagaimana merancang pembelajaran yang berfokus pada konstruksi pengetahuan kritis dan siswa berpartisipasi aktif menemukan materi serta menghubungkannya dengan situasi di kehidupan nyata. | Bagi guru terkadang menyampaikan materi pelajaran dengan bercerita dan menjelaskan merupakan langkah yang paling aman dan menyenangkan. Lalu, bagaimana cara terbaik bagi guru untuk segera keluar dari zona nyaman mengajar yang sudah bertahun-tahun digunakan di dalam kelas? |
Bagaimana penerapan pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa tidak memenuhi kriteria aktif? | Bagaimana jika ada data yang dibutuhkan asesor tidak ada dalam proses pembelajaran tersbut? | Mungkinkan keenam teori pelibatan murid dalam proses pembelajaran di atas diterapkan dalam satu kali pembelajaran? |
Bagaimana cara asesor menilai guru dalam proses pembelajaran (minimal 2 jam pelajaran) menciptakan pembelajaran yang aktif? | Bagaimana kita mengambil kesimpulan yang komprehensif apabila waktu untuk observasi sangat terbatas? | Bagaimana cara guru mendorong keterlibatan aktif murid dalam pembelajaran jika dalam kelas tersebut ada anak dengan kebutuhan khusus? |
Aspek-aspek apa saja sesungguhnya yang dapat dilihat dari keaktifan peserta didik dalam suatu pembelajaran? Apakah keaktifan hanya diukur dalam keterlibatan fisik saja atau mungkin harus ada aspek yang lain? | Apa langkah-langkah yang diambil untuk menyesuaikan materi pelajaran dengan minat dan kebutuhan siswa? | Bagaimanakah cara menggali informasi yang tepat mengenai cara satuan pendidikan dalam hal keterlibatan murid? |
| Beberapa materi mungkin jauh dengan kehidupan nyata, bagaimana cara guru untuk mendekatkannya dengan kehidupan nyata siswa? Adakah contoh video untuk itu? Misalnya saat anak SMP yang belajar matematika tentang sin, cos, tangen, bagaimana mengaitkan dengan dunia nyata siswa SMP? | Bagaimana asesor memastikan data keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran adalah akurat? |
Pengisian Lembar Kerja
(PRAKTIK DI BOR)
Pengisian Lembar Kerja
Guru Mengelola Pembelajaran yang Efektif dan Bermakna
Guru Memfasilitasi Pembelajaran yang Efektif
DOKUMEN
VIDEO
DOKUMEN
VIDEO
No | Jenis Dokumen yang Ditelaah | Aspek Kinerja yang Dinilai | Hasil Telaah (centang ada/tidak) | Alasan mencentang ada/tidak (rasional) | Konsep Inti terkait |
1.
| …. | Guru merumuskan tujuan pembelajaran dengan mengacu pada kurikulum satuan pendidikan. |
|
|
|
Guru melakukan asesmen dengan menggunakan cara yang beragam. |
|
|
| ||
Guru menggunakan hasil asesmen untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan belajar peserta didik. |
|
|
| ||
Guru menggunakan hasil asesmen sebagai dasar untuk merancang pembelajaran. |
|
|
| ||
Guru merancang kegiatan pembelajaran yang selaras dengan tujuan pembelajaran. |
|
|
| ||
Guru melibatkan peserta didik secara aktif dalam menentukan tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, dan asesmen dengan menggunakan beragam pendekatan dan cara yang sesuai. |
|
|
|
PINDAI QR CODE PADLET BERIKUT:
Terima Kasih