1 of 7

LEMBAR OBSERVASI

Metode Penelitian

Ridho Surya Kusuma, S.T., M.Kom.

Anggi Rizky Windra Putri, S.Kom, M.Kom.

2 of 7

LEMBAR OBSERVASI

Lembar observasi merupakan alat pengumpul data yang dibuat karena dibutuhkan untuk mendapatkan data dari variabel dalam suatu penelitian. Lembar observasi pada dasarnya dibuat karena teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi untuk mendapatkan data pada penelitian yang dilakukan. Teknik pengumpul data merupakan bagian penting dalam proses penelitian. Setiap variabel dalam penelitian dikumpulkan datanya karena akan digunakan pada proses tahapan penelitian selanjutnya, sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan. Observasi merupakan merupakan cara/teknik yang digunakan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian dengan menggunakan panca indra

3 of 7

LEMBAR OBSERVASI

Berdasarkan cara observer/pengamat melakukan observasi, maka observasi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu:

  1. Observasi Berperan serta (Participant observation) Pada observasi berperan serta pengamat secara langsung terlibat dengan objek yang diamati dalam penelitian sambil melakukan pengamatan. Pada observasi berperan serta observer ikut melakukan aktivitas yang dilakukan oleh objek yang diamati atau sumber data dalam penelitian. Data yang diperoleh pada observasi berperan serta akan lebih lengkap, tajam, dan sampai 13 mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak. Misalnya peneliti ingin mengetahui pola hidup masyarakat di desa X, maka peneliti ikut tinggal di desa X dan menjalani aktivitas sesuai dengan yang dilakukan masyarakat. Sehingga peneliti bisa mengamati pola hidup masyarakat di desa X.

  • Observasi Nonpartisipan Pada observasi nonpartisipan pengamat tidak secara langsung terlibat dengan objek yang diamati dalam penelitian tetapi hanya sebagai pengamat independen. Data yang diperoleh pada observasi nonpartisipan tidak sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak. Misalnya dalam suatu pertandingan sepak bola, peneliti mengamati perilaku pemain sepak bola dalam hal cara bermainnya di lapangan. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti itu kemudian dicatat dan di analisis, sehingga dihasilkan kesimpulan tentang perilaku pemain sepak bola dalam suatu pertandingan.

4 of 7

LEMBAR OBSERVASI

Selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan, maka observasi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu:

  1. Observasi Terstruktur Pada Observasi terstruktur peneliti telah tahu dengan pasti tentang variabel apa yang akan diamati, sehingga hal yang akan diamati pada variabel, kapan dan dimana tempatnya observasi disiapkan terlebih dahulu sbelum melakukan observasi. Dalam melakukan observasi terstruktur peneliti menggunakan instrumen penelitian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Misalnya peneliti akan melakukan pengukuran terhadap keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, maka peneliti dapat menilai keaktifan dengan menggunakan instrumen yang digunakan untuk mengukur keaktifan siswa.
  2. Observasi Tidak Terstruktur Pada Observasi tidak terstruktur, peneliti tidak mengetahui dengan pasti tentang variabel apa yang akan diamati sehingga tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Dalam melakukan observasi tidak terstruktur peneliti tidak menggunakan instrumen penelitian tetapi tetapi hanya berupa rambu-rambu pengamatan. Misalnya dalam suatu pementasan seni dari berbagai daerah di Indonesia, peneliti belum tahu pasti apa yang akan diamati. OIeh karena itu peneliti dapat melakukan pengamatan bebas, mencatat apa yang menarik, melakukan analisis dan kemudian dibuat kesimpulan

5 of 7

LEMBAR OBSERVASI

Observasi dapat dikatakan menjadi suatu metode ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut (Indrawati, Herlina, & Misbach, 2007):

  1. Observasi harus dipergunakan dan dirumuskan menurut tujuan-tujuan penelitian tertentu (ada kerangka teori tertentu, ada perumusan permasalahan, ada teknik-teknik tertentu)

b. Observasi harus direncanakan secara sistematis

c. Observasi harus “dicatat” (direkam) secara sistematis sehingga hasilnya dapat dianalisis di interpretasikan.

d. Observasi harus dapat diperiksa/diulang kembali (terutama validitas dan reliabilitasnya).

e. Observer harus objektif.

f. Observer harus dapat memisahkan antara fakta dengan interprestasi (penafsiran).

g. Observer harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang apa yang akan diobservasi.

h. Observer harus menentukan tujuan-tujuan observasi berikut aspek-aspeknya.

i. Observer harus memiliki kualitas pribadi seperti sabar, toleran, menyenangi tugasnya, mampu bekerja dengan waktu lama, mampu mengatasi perasaan, mempunyai rasa ingin tahu, dan mudah menyesuaikan diri.

6 of 7

LEMBAR OBSERVASI

Pada pembuatan lembar observasi memerlukan langkah-langkah yang harus di lakukan agar instrumen yang dihasilkan dapat menggambarkan karakteristik variabel pada penelitian yang dilakukan. Langkah langkah yang dilakukan untuk membuat lembar observasi yaitu:

  1. Menentukan variabel yang akan diamati pada penelitian yang akan di lakukan.
  2. Melakukan kajian teori tentang karakteristik variabel yang akan diamati.
  3. Menetapkan poin-poin karateristik yang akan digunakan dalam melakukan observasi. Misalnya setelah melakukan kajian teori terhadap variabel yang diamati, kemudian dari kajian teori tersebut didapatkan karakteristik- arakteristik yang akan digunakan saat melakukan observasi.
  4. Menentukan tujuan dari observasi dengan jelas dan terperinci
  5. Mentukan desain dari lembar observasi yang akan dibuat.
  6. Menentukan elemen-elemen lembar observasi yang meliputi:

1. Judul

2. Identitas

3. Petunjuk penggunaan (petunjuk pengisian),

4. Butir-butir pernyataan atau pertanyaan terkait karektistik yang digunakan pada variabel yang diamati (Butir-butir pernyataan atau pertanyaan merupakan bagian utama dari lembar observasi dan harus mengacu pada tujuan pembuatan lembar observasi yang identik dan tujuan penelitian yang sedang dilakukan.

5. Menentukan kriteria penskorannya

6. Menentukan kerangka analisis secara teoritis untuk membantu interpretasi hasil observasi.

7 of 7

LEMBAR OBSERVASI

g. Menyusun lembar observasi.

h. Setelah lembar observasi selesai dibuat, kemudian melakukan uji coba terhadap lembar observasi.

i. Setelah dilakukan uji coba terhadap lembar observasi, kemudian menguji validitas dan reliabilitas pada lembar observasi.

j. Merevisi lembar observasi jika ada pernyataan atau pertanyaan yang tidak valid dan reliabel.