PDM 07 Ditjen PDM untuk BPMP Banten
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Workshop Strategi Komunikasi dan Latihan Menyusun Strakom Event Program Prioritas
Serang, 26 Februari 2023 (Hotel Le Dian, Kota Serang)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.
Ditjen GTK Kemendikbudristek
Terima Kasih
Apa latar belakang kegiatan ini?
Pentingnya aktivitas publikasi dan komunikasi program prioritas di level UPT agar kebijakan Merdeka Belajar mendapatkan persepsi positif di masyarakat sehingga berlanjut.
Transformasi yang dilakukan melalui berbagai kebijakan Merdeka Belajar berada pada konteks dan situasi yang rentan. Strategi komunikasi yang baik sangat penting dalam menyukseskan implementasi kebijakan.
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.
Ditjen GTK Kemendikbudristek
Apa itu Merdeka Belajar?
3
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Personal Branding
Personal Branding
Merdeka Belajar (MB)
Kurikulum Merdeka
Program Sekolah Penggerak
Asesmen Nasional
Pendidikan Inklusif
Transisi PAUD-SD
Rapor Pendidikan
Kampanye Sekolah Sehat
PPDB
Personal Branding
Personal Branding
Beberapa Program Prioritas Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, Dikmen
GP Menjadi KS/PS
PPKSP
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
GP Menjadi KS/PS
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan
Bagaimana bisa membentuk persepsi positif MB?
“Bangun tim komunikasi solid dan profesional”
“Build a professional communication team. This is may be my biggest AHA moment as a policy maker that I did not think before as a academician. At the moment, in this disruptive era, we are flooded with the information. We have to understand how people make sense of the policy signals and understand the policy messages”
- Iwan Syahril, GELP Tokyo 2023
“50% adalah mengenai program, 50% adalah mengenai komunikasi.
Keduanya sama pentingnya.”
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.
Ditjen GTK Kemendikbudristek
Apa tujuan dari diskusi ini?
Upaya memperdalam pemahaman, pembuatan dan penerapan strategi komunikasi sehingga setiap PMO PDM dapat ikut serta dalam mengawal strategi komunikasi program prioritas masing-masing agar persepsi positif dapat tercapai.
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Meracik dan meramu pesan kebijakan secara strategis untuk memudahkan target audiens dalam memahami program
Komunikasi kebijakan secara strategis mengarahkan para pemangku kebijakan untuk memahami “MENGAPA” ada transformasi
Strategi komunikasi juga menilai, mengelola isu dan resiko potensial, serta menangani krisis.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.
Ditjen GTK Kemendikbudristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Strategi Komunikasi
01
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.
Ditjen GTK Kemendikbudristek
Terima Kasih
Perencanaan yang dilakukan oleh komunikator untuk menyampaikan pesan kepada komunikan untuk mencapai tujuan tertentu melalui rangkaian aktivitas komunikasi.
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Apa itu Strategi Komunikasi?
Semua berawal dari rencana
Definisikan kebutuhan untuk alokasi sumber daya
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.
Ditjen GTK Kemendikbudristek
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Mengapa penting?
Fokus dan efisiensi
Ramuan pesan lebih solid dan matang
Target dan luaran komunikasi dapat lebih terukur
Mengetahui kesenjangan informasi
Humas Efektif
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Penentuan tujuan yang jelas
Pemilihan platform yang tepat
Penyusunan pesan yang intensional
Perhitungan waktu dan linimasa
Analisis dan pemilihan target khalayak
Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyusun strakom?
12
Bagaimana tahapan menyusun strakom?
Tujuan utama dan outcome
Target khalayak
Pesan/
narasi
Taktik komunikasi
Budget dan
key performance indicators (KPI)
Monitoring & Evaluasi
Latar Belakang
Kanal komunikasi
Payung Strategi Komunikasi
Story Building
Membangun dan mengemas cerita praktik baik dan otentik dengan karakter dan bahasa yang dekat dengan khalayak
Kampanye
Comms-Driven
Menginisiasi kampanye skala medium
per program prioritas
Kanal Komunikasi Kreatif & Berorientasi Pada
Target Audiens
Menggunakan kanal-kanal komunikasi yang lebih variatif dan non-konvensional di luar aset Kemdikbudristek
Pelibatan Pihak Ketiga
(KOL, Komunitas, Penerima Manfaat) Sebagai ‘Suara’ Kemendikbudristek
Menyuarakan praktik baik dan meningkatkan reputasi, kredibilitas dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan Merdeka Belajar
Keberlanjutan
Manfaat
Merdeka Belajar
#RayakanMerdekaBelajar
#LanjutkanMerdekaBelajar
Mulai lebih masif mengkomunikasikan praktik baik program dan/atau kebijakan Merdeka Belajar yang ada di bawah PDM dengan pendekatan yang lebih ‘membumi’ dan mudah dipahami pemangku kepentingan, khususnya pemda dan satpen pelaksana PSP agar lebih percaya diri dalam kesinambungan dan pengimbasan
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Target Khalayak
KAMPANYE EDUKASI/PROMOSI
Awareness
Interest
Serviceable
Available Market
Masyarakat umum yang beririsan/
mempunyai ketertarikan dengan isu pendidikan
Serviceable Obtainable Market
Orang Tua dan Murid
Total Addressable Market
Masyarakat Umum
DUKUNGAN KOMUNIKASI ADVOKASI
Desire
Action
Pemerintah Daerah & Dinas Pendidikan
Satuan Pendidikan
(Kepala Sekolah dan Guru)
Bagian dari Serviceable Available Market
Bagian dari Serviceable Available Market
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Pesan/ Narasi
Pesan Utama
Pesan Pendukung
#1
Pesan Pendukung
#2
Pesan Pendukung
#3
Fakta
Data
Fakta
Data
Fakta
Data
Fakta
Data
Fakta
Data
Fakta
Data
Menjelaskan fungsi dan capaian utama
Menggambarkan detail dari fungsi, atau yang menjadikan capaian utama menjadi mungkin dilakukan
Mendukung validitas pesan pendukung
Membantu kita menyampaikan komunikasi yang jelas dan konsisten
Membantu pemangku kepentingan memahami dan menerima perubahan
Kemasan kalimat jelas, tuntas, ringkas
2
Pilar Narasi Keberlanjutan Manfaat Merdeka Belajar
EDUTAINMENT
Konten informatif dalam balutan ‘hiburan’ agar mudah diterima dan dimengerti oleh khalayak
Menggapai
Mimpi
Narasi tentang transformasi pencapaian pendidikan berkualitas dalam upaya menggapai mimpi
Digital Learning Journeys
Narasi tentang bagaimana ekosistem pendidikan menggunakan teknologi digital dalam mempersiapkan murid yang tech-driven future
From Struggle
to Success
Narasi bagaimana menghadapi tantangan hidup dan peranan pendidikan di dalamnya
Education Ecosystem Impact
Narasi tentang dampak kolaborasi/gotong royong ekosistem pendidikan
My Teacher
My Hero
Narasi humanis inspiratif dari pendidik/guru dalam membuat perubahan bagi kehidupan murid
Diversity
in Education
Narasi tentang bagaimana latar belakang yang berbeda menyatukan misi pendidikan
Innovation
Chronicles
Ilustrasi narasi tentang pendidikan yang inovatif dan memercikan kreatifitas
Teacher-Student Bonds
Narasi kedekatan murid dan guru baik di dalam maupun luar kelas
Persepsi yang diharapkan: Merdeka Belajar Sangat Bermanfaat, Jangan Sampai Diganti Lagi!
Pesan/ Narasi : Keberlanjutan Merdeka Belajar
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Taktik Komunikasi
Community/Influencer
(Podcast, Webinar)
Penguatan Informasi:
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Kanal Komunikasi
Iklan di media online, media sosial, media cetak, dan elektronik. billboard, banner,
Artikel siaran pers & liputan yang dimuat media nasional & lokal
Unggahan satpen/ KOL/Influencer murid, guru, orang tua & komunitas
PAID MEDIA
Kolaborasi berbayar dengan media
Media sosial, podcast, jaringan Whatsapp, laman web milik satker dan Kemdikbudristek
EARNED MEDIA
SHARED MEDIA
OWNED MEDIA
Pelibatan media tanpa berbayar, berbagi info
Pelibatan media sosial dari berbagai jejaring
Penggunaan aset media yang dimiliki institusi
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Budget dan KPI
SHORT TERM OUTTAKES
Q on Q
Owned Media
Earned Media
Paid Media
Shared Media
Performa Media Sosial:
Audience growth
Engagement rate
Website Performance:
PDM Driven Initiatives:
Non-PDM Driven Initiatives/Issues:
Paid Partnership:
Artikel di laman media
Konten di media sosial
>> Small & Medium size followers (10k-100k): Reach 32% untuk post dan 8% untuk stories
>> Large size followers (>100k): Reach 12% untuk post dan 2% untuk story
Like, share, repost, save: avg 2% dari Reach
Event
KOL & Community Contents:
Engagement rate:
LONG TERM OUTCOME
Peningkatan Awareness Protas
H on H
Awareness Index*
Index Awal Per Program Prioritas:
*Survei untuk menentukan tingkat awareness dari target audiens dengan jumlah responden yang lebih representatif dari masyarakat secara umum
Usulan Rumah Pesan Ditjen PDM Tahun 2024
Gotong Royong | Keberlanjutan Merdeka Belajar | Kualitas Pembelajaran |
Berbagai pemangku kepentingan pendidikan memiliki peran dalam bergotong royong melanjutkan gerakan dan dampak Merdeka Belajar | Memperkokoh keberlanjutan gerakan dan dampak nyata Merdeka Belajar bagi bagi satuan pendidikan khususnya peserta didik | Tujuan dari inisiatif Gerakan Merdeka Belajar adalah terjadinya peningkatan kualitas pembelajaran bagi murid, yang dapat mewujudkan SDM Unggul Indonesia yang memiliki Profil Pelajar Pancasila Guna meningkatkan kualitas pembelajaran demi terwujudnya Profil Pelajar Pancasila |
| 1. 283.159 satpen yang melaksanakan IKM 2. 14.220 total jumlah Sekolah Penggerak 3. 91% Satpen penerima BOS menggunakan ARKAS 4. 100% Pemda mengakses Rapor Pendidikan, dan …. Satpen yang mengakses Rapor Pendidikan 5. 72% akun belajar.id warga sekolah telah diaktiviasi 6. 82% satuan pendidikan yang sudah memanfaatkan TIK dalam pembelajaran 7. … yang melaksanakan Gerakan Sekolah Sehat 8. …. Pendidikan inklusif 9. 11.135 Guru Penggerak telah diangkat jadi Kepala Sekolah dan 232 Guru Penggerak telah diangkatn jadi Pengawas | 1. Hasil AN 2023 (skor literasi, numerasi, karakter) 2. Hasil PISA 2022 menunjukkan resiliensi pembelajaran di Indonesia di masa pandemi 3. 98,6% satpen penerima bantuan TIK memanfaatkan chromebook dalam proses pembelajaran 4. 29,72% SD Negeri dan 15% SD Swasta tidak melakukan tes calistung saat PPDB |
Pesan untuk semua pihak
Data dan fakta pendukung
Nilai
“Gotong royong berbagai pemangku kepentingan dalam melanjutkan gerakan Merdeka Belajar guna meningkatkan kualitas pembelajaran jenjang PAUD, Dikdas dan Dikmen”
Rumah Pesan Ditjen PDM
DRAF - Strategi Komunikasi Program Sekolah Penggerak 2024
2
Kebutuhan/ Isu yang ingin dikomunikasikan |
| |||
Tujuan Utama | Meningkatkan semangat pembenahan berkelanjutan dan transformasi satuan pendidikan di daerah melalui upaya gotong royong meningkatkan kualitas pembelajaran | |||
Target Audiens | Target | |||
Kepala dan Pendidik Satpen (Primer) | Pengawas dan Pemda (Sekunder) | |||
Narasi Utama | Kolaborasi antar satuan pendidikan untuk melakukan pembenahan layananan pendidikan secara berkelanjutan melalui upaya pembelajaran bersama guna meningkatkan kualitas pembelajaran dengan dukungan penuh pemerintah daerah | |||
Pesan Kunci | “Kebermanfaatan Program Sekolah Penggerak dalam upaya pembenahan layanan pendidikan secara berkelanjutan” | “Bergotong-royong mewujudkan upaya pembenahan layanan pendidikan secara berkelanjutan” | ||
Call To Action | Mari #BersamaBergerak Benahi Layanan Pendidikan secara berkelanjutan #TergerakBergerakMenggerakkan | |||
Kanal & Taktik Komunikasi | Owned Media (Pemda)
| Earned Media
| Paid Media (Pemda)
Paid Media (Pemda dan Satpen)
| Shared Media
|
Key Activities | Amplifikasi Cerita Praktik Baik #BersamaBergerak #TergerakBergerakMenggerakkan | User-Generated Content Satpen Pelaksana PSP | Forum Pemangku Kepentingan (Advokasi) | |
Lini masa | Januari - Desember | April - Juni | Juli | |
ASET DITJEN PDM - FEB 2024 - TIDAK UNTUK DIPUBLIKASIKAN SECARA LUAS
Daftar Aktivitas dan Linimasa
JANUARI | FEBRUARI | MARET | APRIL | MEI | JUNI |
Webinar BOSP | IKM: Peluncuran Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum nasional *tbc | IKM: Pembukaan pendaftaran Kurikulum Merdeka | IKM: Penutupan pendaftaran Kurikulum Merdeka | Peringatan Hardiknas Tahun 2024 | Transdik: Kampanye Transformasi Satuan Pendidikan |
Hari gizi nasional | IKM: Persiapan pembukaan pendaftaran KurMer | IKM: Kampanye Festival Kurikulum Merdeka | IKM: Puncak Festival Kurikulum Merdeka di Daerah | IKM: Puncak Festival Kurikulum Merdeka Nasional | IKM: Kampanye persiapan tahun ajaran baru untuk Kurikulum Merdeka |
| Rapordik: Perilisan Rapor Pendidikan Satdik dan Pemda | Rapordik: Kampanye Rapor Pendidikan Pemda | Rapordik: Kampanye Rapor Pendidikan Pemda | Bulan Merdeka Belajar | PPDB |
| AN: Penyusunan Materi Kampanye Uji Kesetaraan | PPDB: Kampanye sosialisasi regulasi | PPDB: Kampanye sosialisasi regulasi | PPDB: Kampanye menjelang PPDB 2024 | AN: Kampanye Persiapan AN dan Sulingjar |
| PPKSP: Kampanye batas waktu pembentukan TPPK | PPKSP: Peluncuran Sistem Data Penangan Kasus Kekerasan | PSP: Kesinambungan PSP | Pemda Award | TransPAUDSD: Kampanye Transisi PAUD-SD yang menyenangkan |
| TransPAUDSD: Diseminasi surat edaran | TIK: Kampanye TIK | TIK: Kampanye TIK | TransPAUDSD: Gebyar PPDB | Kampanye TIK dalam pembelajaran |
Lanjut pada halaman berikutnya...
Event besar
Daftar Aktivitas dan Linimasa
JANUARI | FEBRUARI | MARET | APRIL | MEI | JUNI |
| | AN: Asesmen minat dan bakat | GSS: Gebyar Sekolah Sehat | | GSS : Gelar Wicara Sehat Jiwa *tbc |
| Pendidikan inklusif: Peluncuran modul pendidikan berjenjang pendidikan inklusif *tbc | AN: Kampanye Ujian Kesetaraan | Pemulihan Pembelajaran: Kampanye literasi dan pengiriman 25ribu buku (Hari Buku Nasional) | Kampanye Literasi: Peluncuran buku hibah | Peringatan: Hari Lahir Pancasila |
| Kampanye Transformasi Satdik | GSS: Sosialisasi dan advokasi 5S | Peringatan: Hari Kesehatan | AN: Kampanye UK | Peringatan: Hari Keluarga Nasional |
| | Pend Inklusif: Kampanye Hari Down Syndrome Sedunia | Peringatan: Hari Kartini | | |
| Kick off Mahasiswa Mengajar angkatan 7 | | AN: Kampanye UK | | |
Lanjut pada halaman berikutnya...
| | AN: Kampanye terkait kualitas Dapodik untuk keperluan AN, Sulingjar, dan UK | AN: Kampanye terkait kualitas Dapodik untuk keperluan AN, Sulingjar, dan UK | | |
Event besar
Daftar Aktivitas dan Linimasa
JULI | AGUSTUS | SEPTEMBER | OKTOBER | NOVEMBER | DESEMBER |
| TIK : Kampanye TIK | IKM : Praktik Baik Pembelajaran Kurikulum Merdeka | Bulan Bahasa Dan Sastra/ Literasi Puncak Acara | TransPAUDSD: Komitmen Bunda PAUD | Kaleidoskop |
AN: Kampanye Persiapan AN dan Sulingjar | GSS : Gala Kreasi Video | GSS: Gelar Wicara Sehat Lingkungan *tbc | TransPAUDSD: Apresiasi Bunda Paud | TransPAUDSD: Kampanye TransPAUDSD | Transatdik : Kampanye TransSatdik |
| PPKSP : Kampanye | Apresiasi aksi nyata literasi dan penguatan asesmen | Apresiasi aksi nyata literasi dan penguatan asesmen | TIK : Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran | Peringatan: Hari Disabilitas Internasional |
Lanjut pada halaman berikutnya...
| GSS: BIAS | Peringatan: Hari Aksara Internasional | Peringatan: Hari Batik Nasional | Pend Inklusif: Festival Pendidikan Inklusi | Peringatan: Hari Anti Korupsi Sedunia |
| Peringatan: Hari Kemerdekaan | | Peringatan: Hari Sumpah Pemuda | GSS: BIAS | Peringatan: Hari Ibu |
| AN : Kampanye AN dan Sulingjar untuk Tingkat SMA/sederajat | AN : Kampanye AN dan Sulingjar untuk Tingkat SMP/sederajat | AN : Kampanye AN dan Sulingjar untuk Tingkat SD/sederajat | AN : Kampanye Penjadwalan Ulang ANBK Semua Jenjang | Rapordik: Kampanye Rapor Pendidikan |
| Peringatan: Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) | | Peringatan: Hari Kesaktian Pancasila | Peringatan: Hari Guru Nasional | Peringatan: Natal dan Tahun Baru |
PSP: Forum Pemangku Kepentingan
Event besar
Daftar Aktivitas dan Linimasa
JULI | AGUSTUS | SEPTEMBER | OKTOBER | NOVEMBER | DESEMBER |
| Peringatan : Hari Pramuka | | Peringatan: Hari Pangan / GSS | | |
| Peringatan: Kick off Kampus Mengajar angkatan ke-8 | | | | |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Latihan Bareng:
Menyusun Strategi Komunikasi Event
02
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.
Ditjen GTK Kemendikbudristek
Terima Kasih
Menyusun Strategi Komunikasi Event
5 Strakom Event
Timker 01 : ….
Timker 02 : …
Timker 03 : …
Timker 04 : …
Timker 05 : …
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Latihan Bareng
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.
Ditjen GTK Kemendikbudristek
Pembagian Kelompok: Latihan Membuat Strakom Event
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Timker 01 | Timker 02 | Timker 03 | Timker 04 | Timker 05 |
…. | … | … | … | … |
Fasilitator: | Fasilitator: | Fasilitator: | Fasilitator: | Fasilitator: |
PIC PDM 09 | PIC PDM 05 | PIC PDM 04A | PIC PDM 08 | PIC PDM 12 |
PIC PDM 02 | PIC PDM 14 | PIC PDM 03B | PDM 04B | PIC PDM 11 |
PIC PDM 07 | PIC PDM 10 | PIC PDM 06 | PIC PDM 01 | PIC PDM 3A |
| | | | |
| | | | |
| | | | |
Kebutuhan/ Isu Yang Ingin Dikomunikasikan | | |
Tujuan Utama | | |
Target Audiens | Target Utama | Target Pendukung |
| | |
Narasi Utama | | |
Pesan Kunci | | |
Call to Action | | |
Kanal | | |
Taktik | | |
Lini masa | | |
….
Kebutuhan/ Isu Yang Ingin Dikomunikasikan | | |
Tujuan Utama | | |
Target Audiens | Target Utama | Target Pendukung |
| | |
Narasi Utama | | |
Pesan Kunci | | |
Call to Action | | |
Kanal | | |
Taktik | | |
Lini masa | | |
…
Kebutuhan/ Isu Yang Ingin Dikomunikasikan | | |
Tujuan Utama | | |
Target Audiens | Target Utama | Target Pendukung |
| | |
Narasi Utama | | |
Pesan Kunci | | |
Call to Action | | |
Kanal | | |
Taktik | | |
Lini masa | | |
….
Kebutuhan/ Isu Yang Ingin Dikomunikasikan | | |
Tujuan Utama | | |
Target Audiens | Target Utama | Target Pendukung |
| | |
Narasi Utama | | |
Pesan Kunci | | |
Call to Action | | |
Kanal | | |
Taktik | | |
Lini masa | | |
….
Kebutuhan/ Isu Yang Ingin Dikomunikasikan | | |
Tujuan Utama | | |
Target Audiens | Target Utama | Target Pendukung |
| | |
Narasi Utama | | |
Pesan Kunci | | |
Call to Action | | |
Kanal | | |
Taktik | | |
Lini masa | | |
….
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Panduan Visual
03
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.
Ditjen GTK Kemendikbudristek
Terima Kasih
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Apa itu identitas visual?
Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.
Pentingnya Identitas Visual
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Serba- Serbi Pengelolaan Media Sosial
03
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.
Ditjen GTK Kemendikbudristek
Terima Kasih
PEMETAAN SDM
Untuk pengelolaan media sosial
BAGIAN 1
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Penetapan PIC by workstream X PIC by platform
| PIC by Platform | PIC by Workstream |
Pros |
|
|
Cons |
|
|
BAGIAN 2
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Workstream Personnel (ideal)
Struktur Organisasi Pengelolaan Media Sosial
Social Media Manager
PIC (Social Media Manager)
Social Media Planner
PIC (Social Media Planner)
Multimedia Production
PIC (Multimedia Production)
Social Media Admin
PIC (Social Media Admin)
Social Media Analyst & Ad Buyer
PIC (Social Media Analyst)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Workstream Personnel (minimal)
Struktur Organisasi Pengelolaan Media Sosial
Social Media Manager
PIC (Social Media Manager)
Multimedia Production
PIC (Multimedia Production)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
PANDUAN DOS & DON’TS
Untuk pengelolaan media sosial
BAGIAN 2
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
DOS | |
1. Tujuan dan Strategi Tetapkan tujuan dan strategi yang jelas untuk akun Instagram. - Contoh: Fokus pada penyampaian informasi kebijakan, pencapaian kementerian, dan interaksi positif dengan masyarakat. 2. Branding Konsisten Pertahankan branding yang konsisten, termasuk logo, warna, dan gaya visual. - Contoh: Gunakan template desain yang seragam untuk setiap postingan. 3. Posting Berkala Tetap aktif dengan mengatur postingan secara teratur, dengan tetap mengedepankan kualitas. - Contoh: Jadwalkan postingan setiap hari kerja untuk menjaga keterlibatan pengikut. 4. Gunakan Hashtag Secara Strategis Gunakan hashtag yang relevan untuk meningkatkan jangkauan. - Contoh: #KementerianBerkarya untuk kampanye spesifik. 5. Interaksi dengan Audience Tanggapi komentar dan pesan secara positif dan profesional. - Contoh: Terima kasih atas pertanyaan, dan jawab dengan informasi yang jelas. 6. Cerita Instagram Gunakan fitur Cerita Instagram untuk konten yang lebih ringan atau sementara, dan manfaatkan fitur polling dan stiker untuk meningkatkan interaksi dengan khalayak - Contoh: Behind-the-scenes kegiatan kementerian. 7. Penggunaan Hashtag Khusus Buat hashtag khusus untuk kampanye atau acara tertentu. - Contoh: #SejarahIndonesia untuk memperingati hari kemerdekaan. | 8. Penggunaan Karya Visual Berkualitas Tinggi Unggah foto dan video berkualitas tinggi. - Contoh: Gunakan gambar resmi acara atau kegiatan kementerian. 9. Kolaborasi dan Partnership Pertimbangkan untuk berkolaborasi dengan pihak eksternal atau mitra yang relevan. - Contoh: Menyertakan kolaborasi dengan organisasi non-pemerintah dalam postingan. 10. Edukasi dan Informasi Bagikan konten edukatif dan informatif terkait kebijakan atau program kementerian. - Contoh: Infografik tentang kebijakan baru atau proyek infrastruktur. 11. Undangan Partisipasi Publik Ajak pengikut untuk berpartisipasi dalam survei atau kampanye melalui Instagram. - Contoh: Minta pendapat masyarakat tentang kebijakan tertentu melalui jajak pendapat Instagram. 12. Pemanfaatan tren untuk mencapai tujuan komunikasi Pantau dan terapkan tren yang berkembang dan padukan dengan strategi komunikasi. - Contoh: Tren konten Get Ready with Me untuk sosialisasi keikutsertaan dalam webinar 13. Monitoring Analytics Terus pantau analitik untuk mengukur kinerja postingan dan strategi. - Contoh: Identifikasi postingan dengan interaksi tertinggi dan gunakan informasi tersebut untuk postingan mendatang. 14. Sosialisasi Program Kementerian Gunakan Instagram untuk menyosialisasikan program-program kementerian. - Contoh: Live streaming pembahasan program dengan pejabat kementerian. |
BAGIAN 3
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Dos & Don’ts dalam Pengelolaan Media Sosial
3
DON’TS | |
1. Politik dan Sensitivitas Hindari diskusi politik atau kontroversial. - Contoh: Tidak memberikan dukungan eksplisit pada partai politik tertentu. 2. Penggunaan Bahasa yang Tidak Profesional Jauhi penggunaan bahasa kasar atau tidak profesional. - Contoh: Hindari penggunaan kata-kata yang dapat menyinggung atau merendahkan. 3. Posting Terlalu Sering Jangan mengganggu pengikut dengan postingan yang terlalu sering. - Contoh: Tidak perlu mengirimkan postingan setiap jam. 4. Penggunaan Hashtag Berlebihan Hindari penggunaan hashtag berlebihan yang tidak relevan. - Contoh: Tidak perlu menggunakan lebih dari 15 hashtag pada setiap postingan. 5. Pengungkapan Informasi Rahasia Jangan mengungkapkan informasi rahasia atau rinci terkait keamanan. - Contoh: Hindari membagikan detail terlalu spesifik tentang acara tertentu. 6. Mengabaikan Respons Negatif Jangan mengabaikan atau menghapus komentar negatif. - Contoh: Tanggapi dengan sopan, tawarkan klarifikasi atau bantuan jika diperlukan. 7. Penggunaan Gambar Tidak Pantas Jauhi penggunaan gambar atau konten yang tidak pantas atau tidak etis. - Contoh: Tidak menggunakan gambar yang dapat menyinggung kelompok tertentu. | 8. Pelanggaran Hak Cipta Hindari melanggar hak cipta dengan menggunakan konten tanpa izin. - Contoh: Tidak menggunakan gambar atau video yang dilindungi hak cipta tanpa izin. 9. Promosi Politik Pribadi Hindari promosi politik pribadi oleh pengelola akun atau pejabat kementerian. - Contoh: Tidak membagikan pandangan politik pribadi di akun resmi kementerian. 10. Komentar Provokatif Hindari komentar atau respons yang dapat memprovokasi atau menciptakan kontroversi. - Contoh: Tidak memberikan tanggapan yang menggoda dalam situasi sensitif. 11. Penyebaran Informasi Tidak Valid - Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau tidak valid. - Contoh: Tidak membagikan berita palsu atau rumor. 12. Kurangnya Diversitas Representasi Hindari kurangnya representasi diversitas dalam konten yang dibagikan. - Contoh: Pastikan penggunaan gambar atau cerita mencakup berbagai lapisan masyarakat. 13. Penyebaran Kesenjangan Informasi Jangan menyebarluaskan informasi yang tidak dapat diverifikasi oleh sumber resmi. - Contoh: Tidak menyebarkan rumor atau informasi tidak resmi. 14. Terlalu Mengandalkan Paid Promotion Jangan terlalu sering menggunakan paid promotion karena akan menurunkan engagement. - Contoh: Sebaiknya jaga ratio konten paid promotion 20:80 dengan konten organik. |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Penyusunan Content Pillar
Ditjen PAUD Dikdasmen
BAGIAN 3
Perencanaan Media Sosial
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Kunci dari perencanaan media sosial adalah menentukan Content Pillar, Content Plan, dan Content Brief.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Contoh Content Pillar - @iwan.syahril
Konten yang memamerkan karya: siswa, guru, kepala sekolah, dinas pendidikan
Konten berisi cerita inspirasi terkait bagaimana menciptakan inovasi pembelajaran dan budaya belajar dan berbagi oleh pemangku kepentingan. khususnya guru, kepala sekolah, pengawas sekolah dan pendidik lainnya
upaya transformasi pendidikan di Indonesia.
Kampanye dan Kebijakan Merdeka Belajar (Seminar, workshop, Kunjungan Kerja, Konferensi)
Pertemuan dengan kepala daerah / dinas pendidikan, komunitas, UPT, Mitra
Hari Besar, Trivia, Kutipan, Pesan, Belasungkawa, Quiz, Konten piece of life yang humanis
Merdeka Belajar
Transformasi Pendidikan
Berpihak pada murid
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Personal Branding
Personal Branding
Pilar Narasi Keberlanjutan Manfaat Merdeka Belajar
EDUTAINMENT
Konten informatif dalam balutan ‘hiburan’ agar mudah diterima dan dimengerti oleh khalayak
Menggapai
Mimpi
Narasi tentang transformasi pencapaian pendidikan berkualitas dalam upaya menggapai mimpi
Digital Learning Journeys
Narasi tentang bagaimana ekosistem pendidikan menggunakan teknologi digital dalam mempersiapkan murid yang tech-driven future
From Struggle
to Success
Narasi bagaimana menghadapi tantangan hidup dan peranan pendidikan di dalamnya
Education Ecosystem Impact
Narasi tentang dampak kolaborasi/gotong royong ekosistem pendidikan
My Teacher
My Hero
Narasi humanis inspiratif dari pendidik/guru dalam membuat perubahan bagi kehidupan murid
Diversity
in Education
Narasi tentang bagaimana latar belakang yang berbeda menyatukan misi pendidikan
Innovation
Chronicles
Ilustrasi narasi tentang pendidikan yang inovatif dan memercikan kreatifitas
Teacher-Student Bonds
Narasi kedekatan murid dan guru baik di dalam maupun luar kelas
Persepsi yang diharapkan: Merdeka Belajar Bermanfaat Banget, Jangan Sampai Diganti Lagi!
Menentukan Content Pillar
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Memperbarui Content Pillar
Apa persamaan di antaranya?
Apa persamaan di antaranya?
Ganti yang performanya rendah, atau ubah kemasan komunikasinya.
Identifikasi Content Pillar
Perhatikan konten yang sudah diunggah, dan kelompokkan berdasarkan tema kontennya, itulah Content Pillar Anda sekarang.
Kategori-kategori ini akan diunggah secara berkelanjutan, dan performanya akan kita monitor untuk menilai efektivitas komunikasinya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Contoh Analisa Performa Content Pillar
Top 3 posts | |||||
| Post | Tautan | Reach | Impression | Total Engagement |
1 | Konten merawat keingintahuan (Shahnaz) | 7,762,216 | 9,716,279 | 352,292 | |
2 | Orang tua gampang dikomporin (Bunda Romi) | 1,010,625 | 1,414,993 | 37,542 | |
3 | Komitmen transisi paud-sd yg menyenangkan | 263,672 | 283,559 | 24,042 | |
Comment | Postingan dengan engagement tertinggi diraih oleh konten dengan relatibilitas tinggi, dimana seorang tokoh (Syahnaz Haque) menceritakan pengalamannya membersamai anak yang isi kepalanya penuh dengan pertanyaan, dan bagaimana orang tua di rumah dan guru di sekolah menyikapi perilaku anak yang demikian. Konten terbaik kedua juga berupa cerita tentang bagaimana orangtua mudah terpancing oleh komentar tentang anak. Sementara konten nomor 3 terbaik adalah konten tokoh (Pak Iwan) menceritakan realita pendidikan yang dihadapi oleh anak usia dini. Ketiga konten ini memiliki persamaan, yaitu nilai relatability yang tinggi, dimana cerita-cerita yang disampaikan juga dialami oleh khalayak, sehingga mereka terdorong untuk menyampaikan opini dan keluh kesah di kolom komentar, membagikan ke lingkaran sosialnya, dan menjadi interaksi yang hidup di media sosial. | ||||
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Contoh Analisa Performa Content Pillar
Bottom 3 posts | |||||
| Post | Tautan | Reach | Impression | Total Engagement |
1 | peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-24 mendapat dukungan dari (OASE KIM) | 2,332 | 2,739 | 75 | |
2 | Webinar silaturahmi MB transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. | 2,757 | 3,530 | 80 | |
3 | peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-24: Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, Dirjen PAUD Dasmen Iwan Syahril | 2,831 | 3,514 | 126 | |
Comment | Ketiga postingan merupakan laporan dokumentasi dari suatu kegiatan, yang disampaikan seperti cuplikan berita dengan fakta-fakta atau kutipan dari acara yang telah berlangsung. Selain itu belum terlihat ada value ataupun call to action yang ditawarkan untuk khalayak dari 3 postingan tersebut, sehingga menimbulkan reaksi berupa like yang merupakan engagement yang termudah dapat dilakukan oleh khalayak, namun tidak menjadi diskusi atau ajang berbagi pandangan dan opini. | ||||
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Contoh Analisa Performa Content Pillar
General Comments & Recommendation | |||||
Target khalayak utama yang bisa kita sasar untuk produk komunikasi Transisi PAUD-SD adalah orang tua dan guru yang membersamai tumbuh kembang anak, sehingga konten-konten evokatif yang memiliki kekuatan emosional dapat menyentuh hati khalayak, selain itu yang mereka butuhkan adalah informasi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk melayani target khalayak demikian. Kita dapat menambah jumlah informasi bermanfaat yang tidak hanya bisa diterapkan dalam konteks pendidikan di sekolah, namun yang juga bermanfaat untuk orangtua dan guru yang membersamai tumbuh kembang anak. Konten berupa testimoni dari guru dan orang tua dalam bagaimana menyikapi perubahan yang dialami oleh anak didiknya, permainan apa yang menyenangkan dan mendidik, rekomendasi buku bacaan, hingga pendidikan gizi seimbang dengan sharing resep bekal sekolah anak dan semacamnya dapat menjadi konten yang bermanfaat untuk target khalayak. Dalam pembuatan konten dari hasil dokumentasi kegiatan, kemasan komunikasi menjadi penting untuk menyoroti manfaat yang dapat dirasakan oleh target khalayak dari berjalannya kegiatan tersebut. Singkatnya, konten perlu dirancang untuk melayani kebutuhan target khalayak akan informasi yang bermanfaat. | |||||
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Pembuatan Content Brief
Ditjen PAUD Dikdasmen
BAGIAN 6
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Contoh Content Brief
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Judul dan Tanggal
Sumber Aset
Isi Konten
Caption
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Isi & Kemasan Pesan
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
ISI PESAN
Selain informasi yang disampaikan harus benar, pastikan juga bahwa informasi yang disampaikan relevan dengan target khalayak yang kita tuju, dan disampaikan dengan bahasa dan diksi yang mudah dimengerti oleh mereka.
Sebisa mungkin hindari penggunaan istilah yang sulit dimengerti, gunakan perumpamaan untuk menjelaskan konsep rumit, gunakan ilustrasi agar khalayak lebih mudah membayangkan, serta cara-cara lain yang dapat meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kepada khalayak.
KEMASAN PESAN
Sebelum menentukan jenis konten yang akan digunakan, bayangkan apakah informasi yang akan disampaikan akan lebih mudah dimengerti dalam bentuk video, infografis? Atau ilustrasi?
Perhatikan juga tren yang sedang berkembang di media sosial, apabila dapat disangkut pautkan dengan apa yang ingin kita sampaikan dan tidak mengganggu branding, mengikuti tren dapat memudahkan pesan yang kita sampaikan untuk menyebar dan diterima khalayak.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
LAMPIRAN
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
No. | Uraian | Tautan |
1 | Template Content Plan | |
2 | Template Content Brief | |
3 | Template Performance Social Media |
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
TERIMA KASIH
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.
Ditjen GTK Kemendikbudristek
Terima Kasih