1 of 58

PDM 07 Ditjen PDM untuk BPMP Banten

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan Teknologi

Workshop Strategi Komunikasi dan Latihan Menyusun Strakom Event Program Prioritas

Serang, 26 Februari 2023 (Hotel Le Dian, Kota Serang)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan Teknologi

DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.

Ditjen GTK Kemendikbudristek

Terima Kasih

2 of 58

Apa latar belakang kegiatan ini?

Pentingnya aktivitas publikasi dan komunikasi program prioritas di level UPT agar kebijakan Merdeka Belajar mendapatkan persepsi positif di masyarakat sehingga berlanjut.

Transformasi yang dilakukan melalui berbagai kebijakan Merdeka Belajar berada pada konteks dan situasi yang rentan. Strategi komunikasi yang baik sangat penting dalam menyukseskan implementasi kebijakan.

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.

Ditjen GTK Kemendikbudristek

3 of 58

Apa itu Merdeka Belajar?

3

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

4 of 58

Personal Branding

Personal Branding

Merdeka Belajar (MB)

5 of 58

Kurikulum Merdeka

Program Sekolah Penggerak

Asesmen Nasional

Pendidikan Inklusif

Transisi PAUD-SD

Rapor Pendidikan

Kampanye Sekolah Sehat

PPDB

Personal Branding

Personal Branding

Beberapa Program Prioritas Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, Dikmen

GP Menjadi KS/PS

PPKSP

Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

GP Menjadi KS/PS

Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan

6 of 58

Bagaimana bisa membentuk persepsi positif MB?

“Bangun tim komunikasi solid dan profesional”

Build a professional communication team. This is may be my biggest AHA moment as a policy maker that I did not think before as a academician. At the moment, in this disruptive era, we are flooded with the information. We have to understand how people make sense of the policy signals and understand the policy messages

- Iwan Syahril, GELP Tokyo 2023

“50% adalah mengenai program, 50% adalah mengenai komunikasi.

Keduanya sama pentingnya.”

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.

Ditjen GTK Kemendikbudristek

7 of 58

Apa tujuan dari diskusi ini?

Upaya memperdalam pemahaman, pembuatan dan penerapan strategi komunikasi sehingga setiap PMO PDM dapat ikut serta dalam mengawal strategi komunikasi program prioritas masing-masing agar persepsi positif dapat tercapai.

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Meracik dan meramu pesan kebijakan secara strategis untuk memudahkan target audiens dalam memahami program

Komunikasi kebijakan secara strategis mengarahkan para pemangku kebijakan untuk memahami “MENGAPA” ada transformasi

Strategi komunikasi juga menilai, mengelola isu dan resiko potensial, serta menangani krisis.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.

Ditjen GTK Kemendikbudristek

8 of 58

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan Teknologi

Strategi Komunikasi

01

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan Teknologi

DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.

Ditjen GTK Kemendikbudristek

Terima Kasih

9 of 58

Perencanaan yang dilakukan oleh komunikator untuk menyampaikan pesan kepada komunikan untuk mencapai tujuan tertentu melalui rangkaian aktivitas komunikasi.

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Apa itu Strategi Komunikasi?

Semua berawal dari rencana

Definisikan kebutuhan untuk alokasi sumber daya

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.

Ditjen GTK Kemendikbudristek

10 of 58

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Mengapa penting?

Fokus dan efisiensi

Ramuan pesan lebih solid dan matang

Target dan luaran komunikasi dapat lebih terukur

Mengetahui kesenjangan informasi

Humas Efektif

11 of 58

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Penentuan tujuan yang jelas

Pemilihan platform yang tepat

Penyusunan pesan yang intensional

Perhitungan waktu dan linimasa

Analisis dan pemilihan target khalayak

Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyusun strakom?

12 of 58

12

Bagaimana tahapan menyusun strakom?

Tujuan utama dan outcome

Target khalayak

Pesan/

narasi

Taktik komunikasi

Budget dan

key performance indicators (KPI)

Monitoring & Evaluasi

Latar Belakang

  • Analisis SWOT
  • Analisis stakeholder & situasi
  • Hasil survey/riset
  • Opini internal dan eksternal

Kanal komunikasi

  • Earned
  • Owned
  • Paid
  • Shared

13 of 58

Payung Strategi Komunikasi

Story Building

Membangun dan mengemas cerita praktik baik dan otentik dengan karakter dan bahasa yang dekat dengan khalayak

Kampanye

Comms-Driven

Menginisiasi kampanye skala medium

per program prioritas

Kanal Komunikasi Kreatif & Berorientasi Pada

Target Audiens

Menggunakan kanal-kanal komunikasi yang lebih variatif dan non-konvensional di luar aset Kemdikbudristek

Pelibatan Pihak Ketiga

(KOL, Komunitas, Penerima Manfaat)  Sebagai ‘Suara’ Kemendikbudristek 

Menyuarakan praktik baik dan meningkatkan reputasi, kredibilitas dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan Merdeka Belajar

Keberlanjutan

Manfaat

Merdeka Belajar

#RayakanMerdekaBelajar

#LanjutkanMerdekaBelajar

Mulai lebih masif mengkomunikasikan praktik baik program dan/atau kebijakan Merdeka Belajar yang ada di bawah PDM dengan pendekatan yang lebih ‘membumi’ dan mudah dipahami pemangku kepentingan, khususnya pemda dan satpen pelaksana PSP agar lebih percaya diri dalam kesinambungan dan pengimbasan

14 of 58

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Target Khalayak

KAMPANYE EDUKASI/PROMOSI

Awareness

Interest

Serviceable

Available Market

Masyarakat umum yang beririsan/

mempunyai ketertarikan dengan isu pendidikan

Serviceable Obtainable Market

Orang Tua dan Murid

Total Addressable Market

Masyarakat Umum

DUKUNGAN KOMUNIKASI ADVOKASI

Desire

Action

Pemerintah Daerah & Dinas Pendidikan

Satuan Pendidikan

(Kepala Sekolah dan Guru)

Bagian dari Serviceable Available Market

Bagian dari Serviceable Available Market

15 of 58

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Pesan/ Narasi

Pesan Utama

Pesan Pendukung

#1

Pesan Pendukung

#2

Pesan Pendukung

#3

Fakta

Data

Fakta

Data

Fakta

Data

Fakta

Data

Fakta

Data

Fakta

Data

Menjelaskan fungsi dan capaian utama

Menggambarkan detail dari fungsi, atau yang menjadikan capaian utama menjadi mungkin dilakukan

Mendukung validitas pesan pendukung

Membantu kita menyampaikan komunikasi yang jelas dan konsisten

Membantu pemangku kepentingan memahami dan menerima perubahan

Kemasan kalimat jelas, tuntas, ringkas

16 of 58

2

Pilar Narasi Keberlanjutan Manfaat Merdeka Belajar

EDUTAINMENT

Konten informatif dalam balutan ‘hiburan’ agar mudah diterima dan dimengerti oleh khalayak 

Menggapai

Mimpi

Narasi tentang transformasi pencapaian pendidikan berkualitas dalam upaya menggapai mimpi

Digital Learning Journeys

Narasi tentang bagaimana ekosistem pendidikan menggunakan teknologi digital dalam mempersiapkan murid yang tech-driven future 

From Struggle

to Success

Narasi bagaimana menghadapi tantangan hidup dan peranan pendidikan di dalamnya 

Education Ecosystem Impact

Narasi tentang dampak kolaborasi/gotong royong ekosistem pendidikan

My Teacher

My Hero

Narasi humanis inspiratif dari pendidik/guru dalam membuat perubahan bagi kehidupan murid

Diversity

in Education

Narasi tentang bagaimana latar belakang yang berbeda menyatukan misi pendidikan

Innovation

Chronicles

Ilustrasi narasi tentang pendidikan yang inovatif dan memercikan kreatifitas

Teacher-Student Bonds

Narasi kedekatan murid dan guru baik di dalam maupun luar kelas 

Persepsi yang diharapkan: Merdeka Belajar Sangat Bermanfaat, Jangan Sampai Diganti Lagi!

Pesan/ Narasi : Keberlanjutan Merdeka Belajar

17 of 58

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Taktik Komunikasi

Community/Influencer

(Podcast, Webinar)

Penguatan Informasi:

  • Bimbingan Teknis
  • Pelatihan
  • FGD

18 of 58

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Kanal Komunikasi

Iklan di media online, media sosial, media cetak, dan elektronik. billboard, banner,

Artikel siaran pers & liputan yang dimuat media nasional & lokal

Unggahan satpen/ KOL/Influencer murid, guru, orang tua & komunitas

PAID MEDIA

Kolaborasi berbayar dengan media

Media sosial, podcast, jaringan Whatsapp, laman web milik satker dan Kemdikbudristek

EARNED MEDIA

SHARED MEDIA

OWNED MEDIA

Pelibatan media tanpa berbayar, berbagi info

Pelibatan media sosial dari berbagai jejaring

Penggunaan aset media yang dimiliki institusi

19 of 58

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Budget dan KPI

SHORT TERM OUTTAKES

Q on Q 

Owned Media

Earned Media

Paid Media

Shared Media

Performa Media Sosial:

Audience growth

    • Reach: avg 25% 
    • Followers growth: 10%

Engagement rate

    • Like, share, repost, save: avg 5% vs industry

Website Performance:

    • Unique visitor growth: avg 10%
    • Avg session time: 3 menit 
    • Bounce rate: <40%

PDM Driven Initiatives:

    • Quality coverage: avg 50%
    • Quantity of coverage: minimum 15 per initiative

Non-PDM Driven Initiatives/Issues:

    • Pergerakan isu berdasarkan sebaran kuantitas coverage 
    • Positive sentiment pemberitaan di media konvensional: avg di atas 50% 
    • Positive sentiment pemberitaan di media sosial: avg di atas 50%

Paid Partnership:

Artikel di laman media

    • Views:

Konten di media sosial

    • Views:
    • Reach:

>> Small & Medium size followers (10k-100k): Reach 32% untuk post dan 8% untuk stories 

>> Large size followers (>100k): Reach 12% untuk post dan 2% untuk story 

    • Engagement rate:

Like, share, repost, save: avg 2% dari Reach

Event

KOL & Community Contents:

    • Small & Medium size followers (10k-100k): Reach 32% untuk post dan 8% untuk stories 
    • Large size followers (>100k): Reach 12% untuk post dan 2% untuk story 

Engagement rate:

    • Like, share, repost, save: avg 2% dari Reach

LONG TERM OUTCOME

Peningkatan Awareness Protas 

H on H

Awareness Index*

Index Awal Per Program Prioritas: 

    • KM:
    • AN:
    • PSP:
    • Transisi PAUD SD:
    • PPDB:
    • PPKSP:
    • Rapor Pendidikan, PDB, TranSatdik:
    • SDS, Dana Transfer Daerah (BOSP & DAK):
    • TIK:
    • Pendidikan Inklusif, Pendidikan Khusus, Pendidikan Masyarakat:
    • Pemulihan Pembelajaran, Literasi:
    • GSS:

*Survei untuk menentukan tingkat awareness dari target audiens dengan jumlah responden yang lebih representatif dari masyarakat secara umum

20 of 58

Usulan Rumah Pesan Ditjen PDM Tahun 2024

Gotong Royong

Keberlanjutan Merdeka Belajar

Kualitas Pembelajaran

Berbagai pemangku kepentingan pendidikan memiliki peran dalam bergotong royong melanjutkan gerakan dan dampak Merdeka Belajar

Memperkokoh keberlanjutan gerakan dan dampak nyata Merdeka Belajar bagi bagi satuan pendidikan khususnya peserta didik

Tujuan dari inisiatif Gerakan Merdeka Belajar adalah terjadinya peningkatan kualitas pembelajaran bagi murid, yang dapat mewujudkan SDM Unggul Indonesia yang memiliki Profil Pelajar Pancasila

Guna meningkatkan kualitas pembelajaran demi terwujudnya Profil Pelajar Pancasila

  1. 38 mitra pembangunan yang telah bekerjasama dengan Ditjen Pauddasmen dalam mendukung program prioritas Kemdikbudristek
  2. … jumlah komunitas/organisasi mitra yang berkolaborasi dengan Ditjen Pauddasmen
  3. Kerjasama antara Kemendikbusristek dan Kemendagri, dalam pengangkatan kepala sekolah pelaksana PSP
  4. Kerjasama dengan Kemenkeu terkait BOSP
  5. Kerjasama dengan Bappenas terkait renstra Kemdikbudrsitek
  6. BPMP/BBPMP bahu membahhu bersama pemerintah daerah dalam mendorong akselerasi capaian program prioritas
  7. Peran guru dan KS di level satpen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran??

1. 283.159 satpen yang melaksanakan IKM

2. 14.220 total jumlah Sekolah Penggerak

3. 91% Satpen penerima BOS menggunakan ARKAS

4. 100% Pemda mengakses Rapor Pendidikan, dan …. Satpen yang mengakses

Rapor Pendidikan

5. 72% akun belajar.id warga sekolah telah diaktiviasi

6. 82% satuan pendidikan yang sudah memanfaatkan TIK dalam pembelajaran

7. … yang melaksanakan Gerakan Sekolah Sehat

8. …. Pendidikan inklusif

9. 11.135 Guru Penggerak telah diangkat jadi Kepala Sekolah dan 232 Guru Penggerak telah diangkatn jadi Pengawas

1. Hasil AN 2023 (skor literasi, numerasi, karakter)

2. Hasil PISA 2022 menunjukkan resiliensi pembelajaran di Indonesia di masa pandemi

3. 98,6% satpen penerima bantuan TIK memanfaatkan chromebook dalam proses pembelajaran

4. 29,72% SD Negeri dan 15% SD Swasta tidak melakukan tes calistung saat PPDB

Pesan untuk semua pihak

Data dan fakta pendukung

Nilai

“Gotong royong berbagai pemangku kepentingan dalam melanjutkan gerakan Merdeka Belajar guna meningkatkan kualitas pembelajaran jenjang PAUD, Dikdas dan Dikmen”

Rumah Pesan Ditjen PDM

21 of 58

DRAF - Strategi Komunikasi Program Sekolah Penggerak 2024

2

Kebutuhan/

Isu yang ingin dikomunikasikan

  1. Gaung kebermanfaatan Program Sekolah Penggerak dalam upaya transformasi satuan pendidikan
  2. Pengimbasan Satpen pelaksana PSP kepada satpen lainnya
  3. Dukungan Pemda untuk Program Sekolah Penggerak yang berkelanjutan (pergantian kepala sekolah oleh pemda)

Tujuan Utama

Meningkatkan semangat pembenahan berkelanjutan dan transformasi satuan pendidikan di daerah melalui upaya gotong royong meningkatkan kualitas pembelajaran

Target Audiens

Target

Kepala dan Pendidik Satpen (Primer)

Pengawas dan Pemda (Sekunder)

Narasi Utama

Kolaborasi antar satuan pendidikan untuk melakukan pembenahan layananan pendidikan secara berkelanjutan melalui upaya pembelajaran bersama guna meningkatkan kualitas pembelajaran dengan dukungan penuh pemerintah daerah

Pesan Kunci

“Kebermanfaatan Program Sekolah Penggerak dalam upaya pembenahan layanan pendidikan secara berkelanjutan”

“Bergotong-royong mewujudkan upaya pembenahan layanan pendidikan secara berkelanjutan”

Call To Action

Mari #BersamaBergerak Benahi Layanan Pendidikan secara berkelanjutan #TergerakBergerakMenggerakkan

Kanal & Taktik Komunikasi

Owned Media (Pemda)

  1. Webinar dan Tools Advokasi
  2. Series Konten Praktik Baik di IG PDM
  3. Video Dokumenter di Youtube PDM
  4. Web Series di Youtube PDM
  5. Series Podcast di Youtube PDM
  6. Aset Media Sosial dan Kanal Komunikasi Kemendikbudristek
  7. Laman Sekolah Penggerak

Earned Media

  1. Pelibatan UPT diseminasi artikel ke media lokal
  2. Siaran pers

Paid Media (Pemda)

  1. Placement Media Lokal - Radio (daerah berkomitmen rendah)
  2. Artikel Feature (level nasional)
  3. OOH Ads (Billboard, baliho, reklame lokasi strategis)

Paid Media (Pemda dan Satpen)

  1. Pelibatan KOL dan pemerhati pendidikan (level daerah dan nasional)
  2. Kisah Pembenahan Layanan Pendidikan di Kanal Youtube (Homeless media)

Shared Media

  1. Unggahan Komunitas
  2. Unggahan Kepala Sekolah dan Pendidik sekolah pelaksana PSP

Key Activities

Amplifikasi Cerita Praktik Baik #BersamaBergerak #TergerakBergerakMenggerakkan

User-Generated Content

Satpen Pelaksana PSP

Forum Pemangku Kepentingan (Advokasi)

Lini masa

Januari - Desember

April - Juni

Juli

22 of 58

ASET DITJEN PDM - FEB 2024 - TIDAK UNTUK DIPUBLIKASIKAN SECARA LUAS

23 of 58

Daftar Aktivitas dan Linimasa

JANUARI

FEBRUARI

MARET

APRIL

MEI

JUNI

Webinar BOSP

IKM: Peluncuran Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum nasional *tbc

IKM: Pembukaan pendaftaran Kurikulum Merdeka

IKM: Penutupan pendaftaran Kurikulum Merdeka

Peringatan Hardiknas Tahun 2024

Transdik: Kampanye Transformasi Satuan Pendidikan

Hari gizi nasional

IKM: Persiapan pembukaan pendaftaran KurMer

IKM: Kampanye Festival Kurikulum Merdeka

IKM: Puncak Festival Kurikulum Merdeka di Daerah

IKM: Puncak Festival Kurikulum Merdeka Nasional

IKM: Kampanye persiapan tahun ajaran baru untuk Kurikulum Merdeka

Rapordik: Perilisan Rapor Pendidikan Satdik dan Pemda

Rapordik: Kampanye Rapor Pendidikan Pemda

Rapordik: Kampanye Rapor Pendidikan Pemda

Bulan Merdeka Belajar

PPDB

AN: Penyusunan Materi Kampanye Uji Kesetaraan

PPDB: Kampanye sosialisasi regulasi

PPDB: Kampanye sosialisasi regulasi

PPDB: Kampanye menjelang PPDB 2024

AN: Kampanye Persiapan AN dan Sulingjar

PPKSP: Kampanye batas waktu pembentukan TPPK

PPKSP: Peluncuran Sistem Data Penangan Kasus Kekerasan

PSP: Kesinambungan PSP

Pemda Award

TransPAUDSD: Kampanye Transisi PAUD-SD yang menyenangkan

TransPAUDSD: Diseminasi surat edaran

TIK: Kampanye TIK

TIK: Kampanye TIK

TransPAUDSD: Gebyar PPDB

Kampanye TIK dalam pembelajaran

Lanjut pada halaman berikutnya...

Event besar

24 of 58

Daftar Aktivitas dan Linimasa

JANUARI

FEBRUARI

MARET

APRIL

MEI

JUNI

AN: Asesmen minat dan bakat

GSS: Gebyar Sekolah Sehat

GSS : Gelar Wicara Sehat Jiwa *tbc

Pendidikan inklusif: Peluncuran modul pendidikan berjenjang pendidikan inklusif *tbc

AN: Kampanye Ujian Kesetaraan

Pemulihan Pembelajaran: Kampanye literasi dan pengiriman 25ribu buku (Hari Buku Nasional)

Kampanye Literasi: Peluncuran buku hibah

Peringatan: Hari Lahir Pancasila

Kampanye Transformasi Satdik

GSS: Sosialisasi dan advokasi 5S

Peringatan: Hari Kesehatan

AN: Kampanye UK

Peringatan: Hari Keluarga Nasional

Pend Inklusif: Kampanye Hari Down Syndrome Sedunia

Peringatan: Hari Kartini

Kick off Mahasiswa Mengajar angkatan 7

AN: Kampanye UK

Lanjut pada halaman berikutnya...

AN: Kampanye terkait kualitas Dapodik untuk keperluan AN, Sulingjar, dan UK

AN: Kampanye terkait kualitas Dapodik untuk keperluan AN, Sulingjar, dan UK

Event besar

25 of 58

Daftar Aktivitas dan Linimasa

JULI

AGUSTUS

SEPTEMBER

OKTOBER

NOVEMBER

DESEMBER

TIK : Kampanye TIK

IKM : Praktik Baik Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Bulan Bahasa Dan Sastra/ Literasi Puncak Acara

TransPAUDSD: Komitmen Bunda PAUD

Kaleidoskop

AN: Kampanye Persiapan AN dan Sulingjar

GSS : Gala Kreasi Video

GSS: Gelar Wicara Sehat Lingkungan *tbc

TransPAUDSD: Apresiasi Bunda Paud

TransPAUDSD: Kampanye TransPAUDSD

Transatdik : Kampanye TransSatdik

PPKSP : Kampanye

Apresiasi aksi nyata literasi dan penguatan asesmen

Apresiasi aksi nyata literasi dan penguatan asesmen

TIK : Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran

Peringatan: Hari Disabilitas Internasional

Lanjut pada halaman berikutnya...

GSS: BIAS

Peringatan: Hari Aksara Internasional

Peringatan: Hari Batik Nasional

Pend Inklusif: Festival Pendidikan Inklusi

Peringatan: Hari Anti Korupsi Sedunia

Peringatan: Hari Kemerdekaan

Peringatan: Hari Sumpah Pemuda

GSS: BIAS

Peringatan: Hari Ibu

AN : Kampanye AN dan Sulingjar untuk Tingkat SMA/sederajat

AN : Kampanye AN dan Sulingjar untuk Tingkat SMP/sederajat

AN : Kampanye AN dan Sulingjar untuk Tingkat SD/sederajat

AN : Kampanye Penjadwalan Ulang ANBK Semua Jenjang

Rapordik: Kampanye Rapor Pendidikan

Peringatan: Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas)

Peringatan: Hari Kesaktian Pancasila

Peringatan: Hari Guru Nasional

Peringatan: Natal dan Tahun Baru

PSP: Forum Pemangku Kepentingan

Event besar

26 of 58

Daftar Aktivitas dan Linimasa

JULI

AGUSTUS

SEPTEMBER

OKTOBER

NOVEMBER

DESEMBER

Peringatan : Hari Pramuka

Peringatan: Hari Pangan / GSS

Peringatan: Kick off Kampus Mengajar angkatan ke-8

27 of 58

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan Teknologi

Latihan Bareng:

Menyusun Strategi Komunikasi Event

02

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan Teknologi

DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.

Ditjen GTK Kemendikbudristek

Terima Kasih

28 of 58

Menyusun Strategi Komunikasi Event

5 Strakom Event

Timker 01 : ….

Timker 02 : …

Timker 03 : …

Timker 04 : …

Timker 05 : …

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Latihan Bareng

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.

Ditjen GTK Kemendikbudristek

29 of 58

Pembagian Kelompok: Latihan Membuat Strakom Event

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Timker 01

Timker 02

Timker 03

Timker 04

Timker 05

….

Fasilitator:

Fasilitator:

Fasilitator:

Fasilitator:

Fasilitator:

PIC PDM 09

PIC PDM 05

PIC PDM 04A

PIC PDM 08

PIC PDM 12

PIC PDM 02

PIC PDM 14

PIC PDM 03B

PDM 04B

PIC PDM 11

PIC PDM 07

PIC PDM 10

PIC PDM 06

PIC PDM 01

PIC PDM 3A

30 of 58

Kebutuhan/

Isu Yang Ingin Dikomunikasikan

Tujuan Utama

Target Audiens

Target Utama

Target Pendukung

Narasi Utama

Pesan Kunci

Call to Action

Kanal

Taktik

Lini masa

….

31 of 58

Kebutuhan/

Isu Yang Ingin Dikomunikasikan

Tujuan Utama

Target Audiens

Target Utama

Target Pendukung

Narasi Utama

Pesan Kunci

Call to Action

Kanal

Taktik

Lini masa

32 of 58

Kebutuhan/

Isu Yang Ingin Dikomunikasikan

Tujuan Utama

Target Audiens

Target Utama

Target Pendukung

Narasi Utama

Pesan Kunci

Call to Action

Kanal

Taktik

Lini masa

….

33 of 58

Kebutuhan/

Isu Yang Ingin Dikomunikasikan

Tujuan Utama

Target Audiens

Target Utama

Target Pendukung

Narasi Utama

Pesan Kunci

Call to Action

Kanal

Taktik

Lini masa

….

34 of 58

Kebutuhan/

Isu Yang Ingin Dikomunikasikan

Tujuan Utama

Target Audiens

Target Utama

Target Pendukung

Narasi Utama

Pesan Kunci

Call to Action

Kanal

Taktik

Lini masa

….

35 of 58

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan Teknologi

Panduan Visual

03

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan Teknologi

DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.

Ditjen GTK Kemendikbudristek

Terima Kasih

36 of 58

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Apa itu identitas visual?

37 of 58

Dokumen rahasia dan tidak untuk disebarluaskan - Ditjen PAUD Dasmen Kemendikbudristek.

Pentingnya Identitas Visual

38 of 58

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan Teknologi

Serba- Serbi Pengelolaan Media Sosial

03

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan Teknologi

DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.

Ditjen GTK Kemendikbudristek

Terima Kasih

39 of 58

PEMETAAN SDM

Untuk pengelolaan media sosial

BAGIAN 1

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

40 of 58

Penetapan PIC by workstream X PIC by platform

PIC by Platform

PIC by Workstream

Pros

  • Satu orang PIC bertanggungjawab dan mengetahui seluk beluk pengelolaan platform (dari perencanaan, produksi, hingga evaluasi)
  • Jenis pekerjaan variatif, PIC akan berkesempatan untuk membentuk pengetahuan yang holistik tentang pengelolaan media sosial
  • Evaluasi kinerja PIC tercermin secara langsung dari performa platform
  • Satu orang PIC bertanggungjawab atas satu aspek teknis, walaupun cakupannya luas
  • Memudahkan PIC berproses menjadi competent->proficient->adept dengan fokus pada satu aspek teknis
  • Lebih mudah memetakan jalur distribusi konten

Cons

  • Satu orang handle seluruh aspek (planning, produksi, distribusi)
  • Membutuhkan general knowledge tentang seluruh aspek social media untuk bisa efektif dan efisien
  • Miskoordinasi dan miskomunikasi terkait produksi, publikasi dan evaluasi mudah terjadi
  • Tanpa komunikasi dan koordinasi yang baik, ada risiko satu PIC tidak mengetahui kebutuhan dari PIC lain
  • Jenis pekerjaan relatif sama, berisiko meningkatkan kejenuhan dan mempengaruhi kreativitas
  • Performa platform dihasilkan dari upaya bersama, berisiko untuk menurunkan akuntabilitas tiap-tiap individu terhadap hasil kerja atau performa platform

BAGIAN 2

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

41 of 58

Workstream Personnel (ideal)

Struktur Organisasi Pengelolaan Media Sosial

Social Media Manager

  • Memimpin, liaise, dan reporting
  • Final Approval

PIC (Social Media Manager)

Social Media Planner

  • Membuat Content Plan & Content Brief
  • Budgeting & budget tracking

PIC (Social Media Planner)

Multimedia Production

  • Menerjemahkan Content Brief menjadi produk multimedia
  • Mengawal jadwal produksi tepat waktu

PIC (Multimedia Production)

Social Media Admin

  • Posting sesuai Content Plan
  • Respon comment dan DM
  • Engage akun lain (like, comment, repost)

PIC (Social Media Admin)

Social Media Analyst & Ad Buyer

  • Weekly & Monthly performance report
  • Memberikan saran untuk Content Plan berikutnya
  • Set up Ad campaign

PIC (Social Media Analyst)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

42 of 58

Workstream Personnel (minimal)

Struktur Organisasi Pengelolaan Media Sosial

Social Media Manager

  • Approval konten
  • Membuat Content Plan & Content Brief
  • Set up Ad campaign
  • Budgeting & budget tracking
  • Posting sesuai Content Plan
  • Respon comment dan DM
  • Engage akun lain (like, comment, repost)
  • Weekly & Monthly performance report
  • Pelaporan dan evaluasi content plan secara berkala

PIC (Social Media Manager)

Multimedia Production

  • Menerjemahkan Content Brief menjadi produk multimedia
  • Produksi
  • Mengawal jadwal produksi tepat waktu

PIC (Multimedia Production)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

43 of 58

PANDUAN DOS & DON’TS

Untuk pengelolaan media sosial

BAGIAN 2

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

44 of 58

DOS

1. Tujuan dan Strategi

Tetapkan tujuan dan strategi yang jelas untuk akun Instagram.

- Contoh: Fokus pada penyampaian informasi kebijakan, pencapaian kementerian, dan interaksi positif dengan masyarakat.

2. Branding Konsisten

Pertahankan branding yang konsisten, termasuk logo, warna, dan gaya visual.

- Contoh: Gunakan template desain yang seragam untuk setiap postingan.

3. Posting Berkala

Tetap aktif dengan mengatur postingan secara teratur, dengan tetap mengedepankan kualitas.

- Contoh: Jadwalkan postingan setiap hari kerja untuk menjaga keterlibatan pengikut.

4. Gunakan Hashtag Secara Strategis

Gunakan hashtag yang relevan untuk meningkatkan jangkauan.

- Contoh: #KementerianBerkarya untuk kampanye spesifik.

5. Interaksi dengan Audience

Tanggapi komentar dan pesan secara positif dan profesional.

- Contoh: Terima kasih atas pertanyaan, dan jawab dengan informasi yang jelas.

6. Cerita Instagram

Gunakan fitur Cerita Instagram untuk konten yang lebih ringan atau sementara, dan manfaatkan fitur polling dan stiker untuk meningkatkan interaksi dengan khalayak

- Contoh: Behind-the-scenes kegiatan kementerian.

7. Penggunaan Hashtag Khusus

Buat hashtag khusus untuk kampanye atau acara tertentu.

- Contoh: #SejarahIndonesia untuk memperingati hari kemerdekaan.

8. Penggunaan Karya Visual Berkualitas Tinggi

Unggah foto dan video berkualitas tinggi.

- Contoh: Gunakan gambar resmi acara atau kegiatan kementerian.

9. Kolaborasi dan Partnership

Pertimbangkan untuk berkolaborasi dengan pihak eksternal atau mitra yang relevan.

- Contoh: Menyertakan kolaborasi dengan organisasi non-pemerintah dalam postingan.

10. Edukasi dan Informasi

Bagikan konten edukatif dan informatif terkait kebijakan atau program kementerian.

- Contoh: Infografik tentang kebijakan baru atau proyek infrastruktur.

11. Undangan Partisipasi Publik

Ajak pengikut untuk berpartisipasi dalam survei atau kampanye melalui Instagram.

- Contoh: Minta pendapat masyarakat tentang kebijakan tertentu melalui jajak pendapat Instagram.

12. Pemanfaatan tren untuk mencapai tujuan komunikasi

Pantau dan terapkan tren yang berkembang dan padukan dengan strategi komunikasi.

- Contoh: Tren konten Get Ready with Me untuk sosialisasi keikutsertaan dalam webinar

13. Monitoring Analytics

Terus pantau analitik untuk mengukur kinerja postingan dan strategi.

- Contoh: Identifikasi postingan dengan interaksi tertinggi dan gunakan informasi tersebut untuk postingan mendatang.

14. Sosialisasi Program Kementerian

Gunakan Instagram untuk menyosialisasikan program-program kementerian.

- Contoh: Live streaming pembahasan program dengan pejabat kementerian.

BAGIAN 3

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

45 of 58

Dos & Don’ts dalam Pengelolaan Media Sosial

3

DON’TS

1. Politik dan Sensitivitas

Hindari diskusi politik atau kontroversial.

- Contoh: Tidak memberikan dukungan eksplisit pada partai politik tertentu.

2. Penggunaan Bahasa yang Tidak Profesional

Jauhi penggunaan bahasa kasar atau tidak profesional.

- Contoh: Hindari penggunaan kata-kata yang dapat menyinggung atau merendahkan.

3. Posting Terlalu Sering

Jangan mengganggu pengikut dengan postingan yang terlalu sering.

- Contoh: Tidak perlu mengirimkan postingan setiap jam.

4. Penggunaan Hashtag Berlebihan

Hindari penggunaan hashtag berlebihan yang tidak relevan.

- Contoh: Tidak perlu menggunakan lebih dari 15 hashtag pada setiap postingan.

5. Pengungkapan Informasi Rahasia

Jangan mengungkapkan informasi rahasia atau rinci terkait keamanan.

- Contoh: Hindari membagikan detail terlalu spesifik tentang acara tertentu.

6. Mengabaikan Respons Negatif

Jangan mengabaikan atau menghapus komentar negatif.

- Contoh: Tanggapi dengan sopan, tawarkan klarifikasi atau bantuan jika diperlukan.

7. Penggunaan Gambar Tidak Pantas

Jauhi penggunaan gambar atau konten yang tidak pantas atau tidak etis.

- Contoh: Tidak menggunakan gambar yang dapat menyinggung kelompok tertentu.

8. Pelanggaran Hak Cipta

Hindari melanggar hak cipta dengan menggunakan konten tanpa izin.

- Contoh: Tidak menggunakan gambar atau video yang dilindungi hak cipta tanpa izin.

9. Promosi Politik Pribadi

Hindari promosi politik pribadi oleh pengelola akun atau pejabat kementerian.

- Contoh: Tidak membagikan pandangan politik pribadi di akun resmi kementerian.

10. Komentar Provokatif

Hindari komentar atau respons yang dapat memprovokasi atau menciptakan kontroversi.

- Contoh: Tidak memberikan tanggapan yang menggoda dalam situasi sensitif.

11. Penyebaran Informasi Tidak Valid

- Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau tidak valid.

- Contoh: Tidak membagikan berita palsu atau rumor.

12. Kurangnya Diversitas Representasi

Hindari kurangnya representasi diversitas dalam konten yang dibagikan.

- Contoh: Pastikan penggunaan gambar atau cerita mencakup berbagai lapisan masyarakat.

13. Penyebaran Kesenjangan Informasi

Jangan menyebarluaskan informasi yang tidak dapat diverifikasi oleh sumber resmi.

- Contoh: Tidak menyebarkan rumor atau informasi tidak resmi.

14. Terlalu Mengandalkan Paid Promotion

Jangan terlalu sering menggunakan paid promotion karena akan menurunkan engagement.

- Contoh: Sebaiknya jaga ratio konten paid promotion 20:80 dengan konten organik.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

46 of 58

Penyusunan Content Pillar

Ditjen PAUD Dikdasmen

BAGIAN 3

47 of 58

Perencanaan Media Sosial

Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Kunci dari perencanaan media sosial adalah menentukan Content Pillar, Content Plan, dan Content Brief.

  • Content Pillar - Kategori topik utama yang dijadikan pondasi, misal pengumuman jadwal webinar, praktik baik, tokoh inspiratif, dsb.

  • Content Plan - Pemetaan jadwal penayangan konten, sehingga proses produksi dan persiapan lainnya dapat menyesuaikan.

  • Content Brief - Informasi dan arahan untuk tim produksi, mulai dari informasi substansi, bentuk konten, naskah video, caption, key visual, deadline, dst.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

48 of 58

Contoh Content Pillar - @iwan.syahril

  1. Gotong royong

Konten yang memamerkan karya: siswa, guru, kepala sekolah, dinas pendidikan

  1. Inovasi pembelajaran / Belajar dan berbagi

Konten berisi cerita inspirasi terkait bagaimana menciptakan inovasi pembelajaran dan budaya belajar dan berbagi oleh pemangku kepentingan. khususnya guru, kepala sekolah, pengawas sekolah dan pendidik lainnya

upaya transformasi pendidikan di Indonesia.

  1. Ekosistem pendidikan yang lebih berdaya dan saling menguatkan

Kampanye dan Kebijakan Merdeka Belajar (Seminar, workshop, Kunjungan Kerja, Konferensi)

Pertemuan dengan kepala daerah / dinas pendidikan, komunitas, UPT, Mitra

  1. Filler

Hari Besar, Trivia, Kutipan, Pesan, Belasungkawa, Quiz, Konten piece of life yang humanis

Merdeka Belajar

Transformasi Pendidikan

Berpihak pada murid

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

49 of 58

Personal Branding

Personal Branding

Pilar Narasi Keberlanjutan Manfaat Merdeka Belajar

EDUTAINMENT

Konten informatif dalam balutan ‘hiburan’ agar mudah diterima dan dimengerti oleh khalayak 

Menggapai

Mimpi

Narasi tentang transformasi pencapaian pendidikan berkualitas dalam upaya menggapai mimpi

Digital Learning Journeys

Narasi tentang bagaimana ekosistem pendidikan menggunakan teknologi digital dalam mempersiapkan murid yang tech-driven future 

From Struggle

to Success

Narasi bagaimana menghadapi tantangan hidup dan peranan pendidikan di dalamnya 

Education Ecosystem Impact

Narasi tentang dampak kolaborasi/gotong royong ekosistem pendidikan

My Teacher

My Hero

Narasi humanis inspiratif dari pendidik/guru dalam membuat perubahan bagi kehidupan murid

Diversity

in Education

Narasi tentang bagaimana latar belakang yang berbeda menyatukan misi pendidikan

Innovation

Chronicles

Ilustrasi narasi tentang pendidikan yang inovatif dan memercikan kreatifitas

Teacher-Student Bonds

Narasi kedekatan murid dan guru baik di dalam maupun luar kelas 

Persepsi yang diharapkan: Merdeka Belajar Bermanfaat Banget, Jangan Sampai Diganti Lagi!

50 of 58

Menentukan Content Pillar

Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Memperbarui Content Pillar

  • Mana 5 konten yang performanya paling baik?

Apa persamaan di antaranya?

  • Mana 5 konten yang performanya paling rendah?

Apa persamaan di antaranya?

Ganti yang performanya rendah, atau ubah kemasan komunikasinya.

Identifikasi Content Pillar

Perhatikan konten yang sudah diunggah, dan kelompokkan berdasarkan tema kontennya, itulah Content Pillar Anda sekarang.

Kategori-kategori ini akan diunggah secara berkelanjutan, dan performanya akan kita monitor untuk menilai efektivitas komunikasinya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

51 of 58

Contoh Analisa Performa Content Pillar

Top 3 posts

Post

Tautan

Reach

Impression

Total Engagement

1

Konten merawat keingintahuan (Shahnaz)

7,762,216

9,716,279

352,292

2

Orang tua gampang dikomporin (Bunda Romi)

1,010,625

1,414,993

37,542

3

Komitmen transisi paud-sd yg menyenangkan

263,672

283,559

24,042

Comment

Postingan dengan engagement tertinggi diraih oleh konten dengan relatibilitas tinggi, dimana seorang tokoh (Syahnaz Haque) menceritakan pengalamannya membersamai anak yang isi kepalanya penuh dengan pertanyaan, dan bagaimana orang tua di rumah dan guru di sekolah menyikapi perilaku anak yang demikian. Konten terbaik kedua juga berupa cerita tentang bagaimana orangtua mudah terpancing oleh komentar tentang anak. Sementara konten nomor 3 terbaik adalah konten tokoh (Pak Iwan) menceritakan realita pendidikan yang dihadapi oleh anak usia dini. Ketiga konten ini memiliki persamaan, yaitu nilai relatability yang tinggi, dimana cerita-cerita yang disampaikan juga dialami oleh khalayak, sehingga mereka terdorong untuk menyampaikan opini dan keluh kesah di kolom komentar, membagikan ke lingkaran sosialnya, dan menjadi interaksi yang hidup di media sosial.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

52 of 58

Contoh Analisa Performa Content Pillar

Bottom 3 posts

Post

Tautan

Reach

Impression

Total Engagement

1

peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-24 mendapat dukungan dari (OASE KIM)

2,332

2,739

75

2

Webinar silaturahmi MB transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.

2,757

3,530

80

3

peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-24: Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, Dirjen PAUD Dasmen Iwan Syahril

2,831

3,514

126

Comment

Ketiga postingan merupakan laporan dokumentasi dari suatu kegiatan, yang disampaikan seperti cuplikan berita dengan fakta-fakta atau kutipan dari acara yang telah berlangsung. Selain itu belum terlihat ada value ataupun call to action yang ditawarkan untuk khalayak dari 3 postingan tersebut, sehingga menimbulkan reaksi berupa like yang merupakan engagement yang termudah dapat dilakukan oleh khalayak, namun tidak menjadi diskusi atau ajang berbagi pandangan dan opini.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

53 of 58

Contoh Analisa Performa Content Pillar

General Comments & Recommendation

Target khalayak utama yang bisa kita sasar untuk produk komunikasi Transisi PAUD-SD adalah orang tua dan guru yang membersamai tumbuh kembang anak, sehingga konten-konten evokatif yang memiliki kekuatan emosional dapat menyentuh hati khalayak, selain itu yang mereka butuhkan adalah informasi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk melayani target khalayak demikian. Kita dapat menambah jumlah informasi bermanfaat yang tidak hanya bisa diterapkan dalam konteks pendidikan di sekolah, namun yang juga bermanfaat untuk orangtua dan guru yang membersamai tumbuh kembang anak.

Konten berupa testimoni dari guru dan orang tua dalam bagaimana menyikapi perubahan yang dialami oleh anak didiknya, permainan apa yang menyenangkan dan mendidik, rekomendasi buku bacaan, hingga pendidikan gizi seimbang dengan sharing resep bekal sekolah anak dan semacamnya dapat menjadi konten yang bermanfaat untuk target khalayak.

Dalam pembuatan konten dari hasil dokumentasi kegiatan, kemasan komunikasi menjadi penting untuk menyoroti manfaat yang dapat dirasakan oleh target khalayak dari berjalannya kegiatan tersebut.

Singkatnya, konten perlu dirancang untuk melayani kebutuhan target khalayak akan informasi yang bermanfaat.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

54 of 58

Pembuatan Content Brief

Ditjen PAUD Dikdasmen

BAGIAN 6

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

55 of 58

Contoh Content Brief

Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Judul dan Tanggal

Sumber Aset

Isi Konten

Caption

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

56 of 58

Isi & Kemasan Pesan

Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

ISI PESAN

Selain informasi yang disampaikan harus benar, pastikan juga bahwa informasi yang disampaikan relevan dengan target khalayak yang kita tuju, dan disampaikan dengan bahasa dan diksi yang mudah dimengerti oleh mereka.

Sebisa mungkin hindari penggunaan istilah yang sulit dimengerti, gunakan perumpamaan untuk menjelaskan konsep rumit, gunakan ilustrasi agar khalayak lebih mudah membayangkan, serta cara-cara lain yang dapat meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kepada khalayak.

KEMASAN PESAN

Sebelum menentukan jenis konten yang akan digunakan, bayangkan apakah informasi yang akan disampaikan akan lebih mudah dimengerti dalam bentuk video, infografis? Atau ilustrasi?

Perhatikan juga tren yang sedang berkembang di media sosial, apabila dapat disangkut pautkan dengan apa yang ingin kita sampaikan dan tidak mengganggu branding, mengikuti tren dapat memudahkan pesan yang kita sampaikan untuk menyebar dan diterima khalayak.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

57 of 58

LAMPIRAN

Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

No.

Uraian

Tautan

1

Template Content Plan

2

Template Content Brief

3

Template Performance Social Media

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

58 of 58

TERIMA KASIH

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan Teknologi

DOKUMEN RAHASIA. Tidak untuk disebarluaskan.

Ditjen GTK Kemendikbudristek

Terima Kasih