Konsep yang Berkaitan
dengan Teorema Pythagoras
a² + b² = c² dan semua yang terhubung dengannya
Defi Imamatus Sholikha, S.Pd.
Kuadrat dan Akar Kuadrat
Teorema Pythagoras selalu melibatkan dua operasi yang saling berkebalikan: mengkuadratkan (n²) dan menarik akar (√).
KUADRAT
n² = n × n contoh: 7² = 49
AKAR KUADRAT (KEBALIKAN KUADRAT)
√(n²) = n contoh: √49 = 7
Mengestimasi akar yang bukan bilangan kuadrat
√50 berada di antara √49 = 7 dan √64 = 8, dan sangat dekat dengan 7. Jadi √50 ≈ 7,07.
Bilangan kuadrat sempurna 1 – 15
1² = 1
2² = 4
3² = 9
4² = 16
5² = 25
6² = 36
7² = 49
8² = 64
9² = 81
10² = 100
11² = 121
12² = 144
13² = 169
14² = 196
15² = 225
Hafalkan hingga 15² agar menarik akar menjadi cepat.
3
KONSEP DASAR
Segitiga Siku-Siku dan Unsur-Unsurnya
Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu sudutnya tepat 90°. Unsur-unsurnya menentukan peran tiap sisi dalam rumus.
a, b
Sisi siku-siku
Dua sisi yang membentuk sudut 90° (alas dan tinggi).
c
Sisi miring (hipotenusa)
Sisi di depan sudut siku-siku; selalu sisi terpanjang.
90°
Sudut siku-siku
Ditandai dengan lambang kotak kecil pada sudutnya.
Syarat penting: Teorema Pythagoras hanya berlaku pada segitiga siku-siku.
4
Teorema Pythagoras dan Tiga Bentuk Rumusnya
Pada segitiga siku-siku, kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat kedua sisi siku-sikunya.
RUMUS DASAR
c² = a² + b²
MENCARI SISI MIRING
c = √(a² + b²)
MENCARI SISI SIKU-SIKU
a = √(c² − b²) b = √(c² − a²)
Ingat: sisi miring dicari dengan menjumlahkan kuadrat, sisi siku-siku dicari dengan mengurangkan.
5
Tripel Pythagoras
Tripel Pythagoras adalah tiga bilangan asli (a, b, c) yang memenuhi a² + b² = c². Tripel dapat dibentuk dari dua bilangan asli m > n:
RUMUS PEMBENTUKAN
(m² − n², 2mn, m² + n²)
m
n
m² − n²
2mn
m² + n²
2
1
3
4
5
3
2
5
12
13
4
1
15
8
17
4
3
7
24
25
Kelipatan suatu tripel juga tripel, misalnya 3-4-5 → 6-8-10 → 9-12-15.
3, 4, 5
Bukti: 9 + 16 = 25
5, 12, 13
Bukti: 25 + 144 = 169
8, 15, 17
Bukti: 64 + 225 = 289
7, 24, 25
Bukti: 49 + 576 = 625
6
Diagonal Persegi dan Persegi Panjang
Sebuah diagonal membagi persegi atau persegi panjang menjadi dua segitiga siku-siku, sehingga panjangnya dapat dihitung dengan Teorema Pythagoras.
DIAGONAL PERSEGI (SISI S)
d = s√2
DIAGONAL PERSEGI PANJANG
d = √(p² + l²)
Contoh
Persegi sisi 9 cm:
d = 9√2 cm ≈ 12,7 cm
Persegi panjang 12 × 5:
d = √(144 + 25) = √169 = 13
9
Tinggi dan Luas Segitiga Sama Kaki
Garis tinggi pada segitiga sama kaki membagi alas menjadi dua bagian sama panjang dan membentuk dua segitiga siku-siku.
TINGGI
t = √[kaki² − (½ alas)²]
LUAS
L = ½ × alas × t
Contoh: alas 16 cm, kaki 10 cm
½ alas = 8 cm → t = √(10² − 8²) = √36 = 6 cm
Luas = ½ × 16 × 6 = 48 cm²
Untuk segitiga sama sisi: t = ½ s√3 (lihat segitiga istimewa).
11
TINGGI SEGITIGA SAMA KAKI
Contoh Soal
Segitiga sama kaki ABC memiliki AB = AC = 13 cm dan alas BC = 10 cm.
Tentukan luas segitiga ABC.
A. 60 cm²
B. 65 cm²
C. 120 cm²
D. 130 cm²
!
Tarik garis tinggi dari A; alas terbagi dua sama panjang.
15
Langkah Penyelesaian
1
Garis tinggi dari A membagi BC menjadi dua bagian sama panjang: ½ BC = 5 cm.
2
t = √(13² − 5²) = √(169 − 25) = √144 = 12 cm
3
Luas = ½ × alas × tinggi = ½ × 10 × 12 = 60 cm²
KUNCI JAWABAN
Luas segitiga = 60 cm² (Jawaban A)
16