TOKOH-TOKOH PEJUANG
MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Perjuangan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia
melalui jalur pertempuran dan diplomasi, 1945–1949
MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA
LATAR BELAKANG PERJUANGAN
Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kedaulatan Indonesia belum diakui dunia. Belanda berupaya kembali menguasai wilayah RI melalui kekuatan militer maupun tekanan politik, sehingga rakyat dan pemimpin bangsa harus mempertahankannya di dua front sekaligus.
PERJUANGAN FISIK
Agresi Militer Belanda I (1947) & II (1948)
Pertempuran Surabaya, 10 November 1945
Perang gerilya di berbagai wilayah Jawa & luar Jawa
Perlawanan rakyat semesta bersama TNI dan laskar rakyat
PERJUANGAN DIPLOMASI
Perundingan Linggarjati (1947)
Perundingan Renville (1948)
Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai bukti eksistensi RI
Konferensi Meja Bundar (1949) di Den Haag
JS
JS
JENDERAL SUDIRMAN
1916 – 1950
Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia
“Selama saya masih bisa bernapas, Republik ini tidak akan saya serahkan.”
TOKOH 01 / 07
KONTRIBUSI MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
1
Diangkat sebagai Panglima Besar TKR/TNI pertama pada usia 29 tahun.
2
Memimpin perang gerilya melawan Agresi Militer Belanda II (1948–1949) meski menderita sakit paru-paru berat.
3
Ditandu berpindah-pindah keluar-masuk hutan Jawa selama kurang lebih tujuh bulan untuk terus memimpin pasukan.
4
Menanamkan semangat pantang menyerah bahwa TNI tidak akan tunduk selama Republik masih berdiri.
BT
BT
BUNG TOMO (SUTOMO)
1920 – 1981
Pemimpin Perlawanan Rakyat Surabaya
“Merdeka atau mati!”
TOKOH 02 / 07
KONTRIBUSI MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
1
Membangkitkan semangat juang rakyat Surabaya melalui orasi dan siaran radio yang membakar keberanian.
2
Memimpin barisan pemuda dan rakyat dalam Pertempuran Surabaya, 10 November 1945.
3
Pertempuran ini menjadi salah satu perlawanan terbesar terhadap pasukan Sekutu pasca-proklamasi.
4
Tanggal peristiwa ini diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional.
IGNR
IGNR
I GUSTI NGURAH RAI
1917 – 1946
Pemimpin Pasukan Ciung Wanara, Bali
Puputan Margarana — semangat perang habis-habisan demi kehormatan bangsa.
TOKOH 03 / 07
KONTRIBUSI MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
1
Memimpin pasukan Ciung Wanara dalam mempertahankan kemerdekaan di wilayah Bali.
2
Menolak ultimatum menyerah dari pasukan Belanda yang jauh lebih besar dan lengkap persenjataannya.
3
Memimpin perang habis-habisan (Puputan) di Margarana pada 20 November 1946.
4
Gugur bersama seluruh pasukannya sebagai simbol semangat pantang menyerah rakyat Bali.
HB IX
HB IX
SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX
1912 – 1988
Raja Kasultanan Yogyakarta
Yogyakarta menjadi benteng terakhir dan pusat perjuangan Republik.
TOKOH 04 / 07
KONTRIBUSI MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
1
Menyatakan Yogyakarta sebagai bagian sah Republik Indonesia sejak awal kemerdekaan.
2
Menjadikan Yogyakarta ibu kota sementara RI saat Jakarta terancam pendudukan Belanda.
3
Berperan besar merancang dan mendukung Serangan Umum 1 Maret 1949.
4
Serangan ini membuktikan kepada dunia bahwa TNI dan RI masih ada dan berdaulat.
AHN
AHN
JENDERAL A.H. NASUTION
1918 – 2000
Panglima Divisi Siliwangi
Setiap jengkal wilayah adalah medan pertahanan rakyat.
TOKOH 05 / 07
KONTRIBUSI MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
1
Merumuskan strategi Perang Wilayah dan konsep Sistem Pertahanan Rakyat Semesta.
2
Memimpin long march (hijrah) pasukan Siliwangi menembus wilayah pendudukan Belanda.
3
Mengembangkan taktik gerilya wilayah yang mempersulit gerak pasukan Belanda di pedesaan.
4
Pemikirannya menjadi dasar doktrin pertahanan Indonesia hingga masa berikutnya.
SS
SS
SUTAN SJAHRIR
1909 – 1966
Perdana Menteri Pertama Republik Indonesia
Kemerdekaan juga harus dimenangkan di meja perundingan.
TOKOH 06 / 07
KONTRIBUSI MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
1
Memimpin perjuangan diplomasi untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan dari dunia internasional.
2
Memimpin delegasi Indonesia dalam Perundingan Linggarjati tahun 1947.
3
Meyakinkan negara-negara lain bahwa Republik Indonesia layak diakui secara de facto.
4
Membuktikan bahwa jalur diplomasi sama pentingnya dengan perjuangan bersenjata.
MH
MH
DRS. MOHAMMAD HATTA
1902 – 1980
Wakil Presiden Republik Indonesia
Pengakuan kedaulatan adalah mahkota akhir dari perjuangan panjang bangsa.
TOKOH 07 / 07
KONTRIBUSI MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
1
Mendampingi Presiden Soekarno memimpin jalannya pemerintahan di masa revolusi.
2
Memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, 1949.
3
KMB menghasilkan pengakuan kedaulatan penuh Indonesia oleh Kerajaan Belanda.
4
Menutup babak perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui jalur diplomasi tertinggi.
NILAI-NILAI KETELADANAN
Semangat yang dapat dipetik dari perjuangan para tokoh mempertahankan kemerdekaan
Rela Berkorban
Mengutamakan kepentingan bangsa di atas keselamatan pribadi.
Pantang Menyerah
Terus berjuang walau menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar.
Persatuan
Menyatukan rakyat, laskar, dan tentara dalam satu tujuan perjuangan.
Kecerdasan Diplomasi
Memperjuangkan kedaulatan lewat perundingan, bukan hanya senjata.
Kepemimpinan
Memberi teladan langsung di garis depan perjuangan.
Cinta Tanah Air
Menjadikan kemerdekaan sebagai kehormatan yang wajib dijaga.
MERDEKA!
Mengenang jasa para pejuang yang mempertahankan
kedaulatan Republik Indonesia
Terima Kasih