1 of 26

BAB 2

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

2 of 26

PETA KONSEP

3 of 26

SISTEM EKSKRESI MANUSIA

Kita pasti pernah berkeringat. Keringat merupakan salah satu sisa aktivitas metabolisme yang bila tidak dikeluarkan akan meracuni tubuh. Zat-zat sisa dikeluarkan melalui organ-organ tertentu.

Sumber : pixabay.com/skeeze

Apa saja organ-organ tersebut? Bagaimana cara organ-organ tersebut mengeluarkan zat-zat sisa? Bagaimana jika terjadi kerusakan pada

organ-organ tersebut?

4 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

  • Proses metabolisme menghasilkan energi dan zat berguna bagi tubuh. Selain itu, dihasilkan juga zat-zat sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh.
  • Zat sisa tersebut bersifat racun dan dapat membahayakan tubuh, karenanya harus dikeluarkan dari tubuh.
  • Proses pengeluaran zat sisa tersebut disebut Ekskresi.
  • Organ-orang yang berperan dalam proses ekskresi meliputi, kulit, ginjal, paru-paru, dan hati.

5 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Zat yang dikeluarkan oleh paru-paru adalah karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O) yang dihasilkan dari proses pernapasan

Jadi, fungsi paru-paru adalah mengeluarkan karbon dioksida dan uap air yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh

Sumber: pixabay.com/ClkerFreeVectorImages

  • PARU-PARU

6 of 26

MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN CO2

Difusi oksigen dari udara dalam alveolus ke kepiler darah dan karbon dioksida berdifusi dari darah ke udara.

Sumber: dokumen penerbit

7 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

  • KULIT

Kulit adalah organ pelindung yang menutupi seluruh permukaan tubuh zat sisa metabolisme yang dikeluarkan dalam bentuk keringat.

Kulit terdiri atas 3 lapisan, yaitu:

Lapisan kulit ari (epidermis)

Lapisan kulit jangat (dermis)

Jaringan bawah kulit (hipodermis)

8 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Kulit ari (epidermis)

    • Kulit terdiri atas banyak lapis sel pipih. Berfungsi untuk melindungi sel-sel di dalamnya, mencegah masuknya kuman penyakit, dan melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
    • Epidermis juga mengandung melanosit yang berfungsi memberikan warna pada kulit serta melindungi kulit dari sinar UV.
  • KULIT

9 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Kulit jangat (dermis)

Kulit jangat terletak di bawah lapisan epidermis. Terdapat pembuluh darah, kelenjar keringat (glandula sudorifera), kelenjar minyak (glandula sebassea) dan kantong rambut dan ujung—ujung saraf indra peraba.

Dermis memiliki ukuran lebih tebal, sehingga berfungsi juga sebagai pengatur suhu pada tubuh dan merangsang ransangan sensorik, seperti sentuhan, tekanan, dan suhu.

  • KULIT

10 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Jaringan Bawah Kulit (Hipodermis)

Pada jaringan bawah kulit, terdapat jaringan lemak atau adiposa. Jaringan ini berfungsi untuk menyimpan lemak sebagai cadangan makanan dan menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.

  • KULIT

11 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Bentuk ginjal dan posisinya dalam tubuh manusia

Berbentuk seperti kacang merah. Panjang sekitar 10 cm, beratnya kurang lebih 170 g, letaknya di dalam rongga perut, berjumlah dua, dan berwarna merah keunguan.

Zat sisa metabolisme dikeluarkan dalam bentuk air seni (urine). Kandungan urin yaitu, air, urea, dan garam mineral.

  • GINJAL

12 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Ginjal tersusun atas kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula), dan rongga ginjal (pelvis).

  • GINJAL

(a) Irisan melintang struktur dalam ginjal dan (b) struktur nefron

13 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Ginjal

Medula

Pelvis

Korteks

Tubulus

Badan Malpighi

Glomerulus

Nefron

Kapsula Bowman

  • GINJAL

Tubulus Kontortus Proksimal

Lengkung Henle

Tubulus Kontortus Distal

Duktus Kolektivus

14 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Ginjal berperan sebagai alat ekskresi dengan cara menyaring darah dan zat-zat sisa yang terdapat dalam darah dapat dikeluarkan dalam bentuk air seni (urine).

Penyaringan darah sehingga berbentuk urin meliputi tiga tahapan, yaitu:

  • Penyaringan (filtrasi)
  • Penyerapan kembali (reabsorpsi)
  • Pengumpulan (augmentasi)
  • GINJAL

15 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Darah yang mengandung sisa metabolism masuk ke arteri ginjal

Cairan tubuh keluar dari pembuluh arteri ginjal lalu masuk ke badan Malpighi

Plasma darah dan zat terlarut disaring oleh glomerulus

Hasil filtrasi: Urine primer

Penyaringan (filtrasi)

Proses filtrasi dapat dilihat pada bagan disamping.

Membran glomerulus dan kapsula bowman bersifat permeabel terhadap air dan zat terlarut berukuran kecil.

Oleh karena itu, molekul-molekul besar dapat tersaring.

Urine primer masih mengandung air, glukosa, asam amino, dan garam mineral.

  • GINJAL

16 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Penyerapan kembali (reabsorpsi)

Urine sekunder mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang memberi warna dan bau pada urin.

Urine primer

Masuk dalam Tubulus Kontortus Proksimal, untuk reabsorpsi zat-zat yang masih berguna

Zat berguna seperti gula, vitamin, asam amino, ion, air kembali ke pembuluh darah

Hasil Reabsorpsi: Urin Sekunder

  • GINJAL

17 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Pengumpulan (augmentasi)

Urine kemudian disalurkan melalui duktus kolektivus ke rongga ginjal.

Dari rongga ginjal, urine menuju ke kandung kemih melalui saluran ginjal (ureter).

Hasil Augmentasi: Urine

Masuk dalam Tubulus Konturtus Distal,lalu ditambah zat sisa lain seperti asam urat, ion hydrogen dan kreatin

Urine Sekunder

  • GINJAL

18 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Urin dikumpulkan dalam Tubulus Kontortus Distal. Lalu masuk ke kandung kemih melalui ureter

Jika kandung kemih penuh maka dinding kandung kemih tertekan

Otot kandung kemih meregang dan timbul rasa ingin buang air kecil

Urine keluar melalui saluran kencing (uretra)

Proses Pengeluaran Urine

Pengeluaran urine berkaitan dengan pengeluaran keringat yang juga dipengaruhi cuaca.

Urin yang dikeluarkan ginjal, sebagian besar (95%) terdiri atas air dan zat terlarut seperti, urea, asam urat, amonia, garam, warna empedu, dan zat yang berlebihan dalam darah (vitamin, obat, dan hormon).

  • GINJAL

19 of 26

20 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

  • Hati merupakan kelenjar tebesar dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma.
  • Pada orang dewasa normal beratnya kurang dari lebih 2kg dan berwarna merah.
  • Zat warna empedu disebut, bilirubin dan biliverdin.
  • Zat warna tersebut diubah menjadi urobilin oleh bakteri usus dan memberi warna pada feses dan urine.
  • Hati menghasilkan empedu, yang memiliki ciri sebagai berikut.
    1. Cairan kehijauan
    2. Rasanya pahit
    3. pH netral
    4. Mengandung kolestrol
    5. Mengandung garam empedu
  • HATI

21 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

Fungsi hati adalah sebagai berikut.

  • Salah satu alat ekskresi
  • Tempat penyimpanan gula dalam bentuk glikogen
  • Tempat pembentukan dan pembongkaran protein
  • Tempat pembongkaran sel darah merah
  • Pembentukan dan pengeluaran cairan empedu
  • Menetralkan obat dan racun
  • Tempat pembuatan Vit. A dari provitamin A
  • HATI

22 of 26

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

  • Peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus, alcohol, atau factor lain. Terdapat macam hepatitis yaitu hepatitis A, B, C, D dan E. Gejala yang muncul adalah gampang Lelah, demam, mual dan muntah, nyeri perut, urine berwarna gelap, serta kulit dan mata berwarna kuning.

Diabetes Insipidus

  • Gangguan yang menyebabkan tubuh sukit mengatur jumlah air yang keluar melalui urine. Sehingga ginjal tidak dapat menahan air yang cukup dan mengakibatkan produksi urin meningkat.

Hepatitis

Batu Ginjal

  • Kelainan berupa adanya benda keras yang ditemukan dalam saluran ginjal, pelvis, dan saluran urin. Disebabkan karena konsentrasi garam-garam mineral yang berlebihan, penurunan jumlah air, kebasaan dan keasaman urin yang abnormal, atau aktivitas kelenjar tiroid yang berlebihan.

23 of 26

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

  • Kondisi bocornya membran glomerulus. Akibat kebocoran tersebut sebagian besar protein berpindah dari darah ke urin. Karenanya air dan natrium menumpuk dalam tubuh menyebabkan pembengkakan.
  • Disebabkan oleh kerusakan saluran ginjal yang merusak nefron dan menghasilkan kista mirip dilatasi sepanjang saluran.

Nefrosis Polisistik Gagal Ginjal

  • Disebabkan oleh kondisi yang menggangu fungsi ginjal seperti, nefritis, trauma ginjal, tumor ginjal. Gagal ginjal dapat menyebabkan kematian dalam waktu 1 sampai 2 minggu.

24 of 26

UPAYA MENJAGA KESEHATAN SISTEM EKSKRESI

Kulit

  • Mandi dua kali sehari menggunakan sabun
  • Menggunakan handuk bersih
  • Menggunakan losion
  • Mengonsumsi air putih yang cukup
  • Makan makanan bergizi
  • berolahraga
  • Istirahat yang cukup

Paru-paru

  • Berolahraga
  • Olah napas
  • Menghindari merokok, asap rokok, asap pabrik, asap kendaraan bermotor
  • Cukup istirahat
  • Mengonsumsi makanan bergizi

25 of 26

UPAYA MENJAGA KESEHATAN SISTEM EKSKRESI

Ginjal

  • Tidak menahan kencing
  • Tidak duduk terlalu lama
  • Tidak mengonsumsi minuma beralkohol dan pemicu stamina
  • Minum air putih yang cukup
  • Makan makanan bergizi.

Hati

  • Bekerja dan berolahrga tidak berlebihan

26 of 26

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

PRAKTIKUM LAB

PRAKTIKUM PENGAMATAN ORGAN GINJAL SESUAI PADA HALAMAN 98