BAB 2
SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
PETA KONSEP
SISTEM EKSKRESI MANUSIA
Kita pasti pernah berkeringat. Keringat merupakan salah satu sisa aktivitas metabolisme yang bila tidak dikeluarkan akan meracuni tubuh. Zat-zat sisa dikeluarkan melalui organ-organ tertentu.
Sumber : pixabay.com/skeeze
Apa saja organ-organ tersebut? Bagaimana cara organ-organ tersebut mengeluarkan zat-zat sisa? Bagaimana jika terjadi kerusakan pada
organ-organ tersebut?
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Zat yang dikeluarkan oleh paru-paru adalah karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O) yang dihasilkan dari proses pernapasan
Jadi, fungsi paru-paru adalah mengeluarkan karbon dioksida dan uap air yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh
Sumber: pixabay.com/ClkerFreeVectorImages
MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN CO2
Difusi oksigen dari udara dalam alveolus ke kepiler darah dan karbon dioksida berdifusi dari darah ke udara.
Sumber: dokumen penerbit
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Kulit adalah organ pelindung yang menutupi seluruh permukaan tubuh zat sisa metabolisme yang dikeluarkan dalam bentuk keringat.
Kulit terdiri atas 3 lapisan, yaitu:
Lapisan kulit ari (epidermis)
Lapisan kulit jangat (dermis)
Jaringan bawah kulit (hipodermis)
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Kulit ari (epidermis)
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Kulit jangat (dermis)
Kulit jangat terletak di bawah lapisan epidermis. Terdapat pembuluh darah, kelenjar keringat (glandula sudorifera), kelenjar minyak (glandula sebassea) dan kantong rambut dan ujung—ujung saraf indra peraba.
Dermis memiliki ukuran lebih tebal, sehingga berfungsi juga sebagai pengatur suhu pada tubuh dan merangsang ransangan sensorik, seperti sentuhan, tekanan, dan suhu.
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Jaringan Bawah Kulit (Hipodermis)
Pada jaringan bawah kulit, terdapat jaringan lemak atau adiposa. Jaringan ini berfungsi untuk menyimpan lemak sebagai cadangan makanan dan menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Bentuk ginjal dan posisinya dalam tubuh manusia
Berbentuk seperti kacang merah. Panjang sekitar 10 cm, beratnya kurang lebih 170 g, letaknya di dalam rongga perut, berjumlah dua, dan berwarna merah keunguan.
Zat sisa metabolisme dikeluarkan dalam bentuk air seni (urine). Kandungan urin yaitu, air, urea, dan garam mineral.
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Ginjal tersusun atas kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula), dan rongga ginjal (pelvis).
(a) Irisan melintang struktur dalam ginjal dan (b) struktur nefron
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Ginjal
Medula
Pelvis
Korteks
Tubulus
Badan Malpighi
Glomerulus
Nefron
Kapsula Bowman
Tubulus Kontortus Proksimal
Lengkung Henle
Tubulus Kontortus Distal
Duktus Kolektivus
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Ginjal berperan sebagai alat ekskresi dengan cara menyaring darah dan zat-zat sisa yang terdapat dalam darah dapat dikeluarkan dalam bentuk air seni (urine).
Penyaringan darah sehingga berbentuk urin meliputi tiga tahapan, yaitu:
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Darah yang mengandung sisa metabolism masuk ke arteri ginjal
Cairan tubuh keluar dari pembuluh arteri ginjal lalu masuk ke badan Malpighi
Plasma darah dan zat terlarut disaring oleh glomerulus
Hasil filtrasi: Urine primer
Penyaringan (filtrasi)
✔ Proses filtrasi dapat dilihat pada bagan disamping.
✔ Membran glomerulus dan kapsula bowman bersifat permeabel terhadap air dan zat terlarut berukuran kecil.
Oleh karena itu, molekul-molekul besar dapat tersaring.
✔ Urine primer masih mengandung air, glukosa, asam amino, dan garam mineral.
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Penyerapan kembali (reabsorpsi)
Urine sekunder mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang memberi warna dan bau pada urin.
Urine primer
Masuk dalam Tubulus Kontortus Proksimal, untuk reabsorpsi zat-zat yang masih berguna
Zat berguna seperti gula, vitamin, asam amino, ion, air kembali ke pembuluh darah
Hasil Reabsorpsi: Urin Sekunder
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Pengumpulan (augmentasi)
✔ Urine kemudian disalurkan melalui duktus kolektivus ke rongga ginjal.
✔ Dari rongga ginjal, urine menuju ke kandung kemih melalui saluran ginjal (ureter).
Hasil Augmentasi: Urine
Masuk dalam Tubulus Konturtus Distal,lalu ditambah zat sisa lain seperti asam urat, ion hydrogen dan kreatin
Urine Sekunder
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Urin dikumpulkan dalam Tubulus Kontortus Distal. Lalu masuk ke kandung kemih melalui ureter
Jika kandung kemih penuh maka dinding kandung kemih tertekan
Otot kandung kemih meregang dan timbul rasa ingin buang air kecil
Urine keluar melalui saluran kencing (uretra)
Proses Pengeluaran Urine
✔ Pengeluaran urine berkaitan dengan pengeluaran keringat yang juga dipengaruhi cuaca.
✔ Urin yang dikeluarkan ginjal, sebagian besar (95%) terdiri atas air dan zat terlarut seperti, urea, asam urat, amonia, garam, warna empedu, dan zat yang berlebihan dalam darah (vitamin, obat, dan hormon).
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
Fungsi hati adalah sebagai berikut.
KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI
Diabetes Insipidus
Hepatitis
Batu Ginjal
KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI
Nefrosis Polisistik Gagal Ginjal
UPAYA MENJAGA KESEHATAN SISTEM EKSKRESI
Kulit
Paru-paru
UPAYA MENJAGA KESEHATAN SISTEM EKSKRESI
Ginjal
Hati
ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI
PRAKTIKUM LAB
PRAKTIKUM PENGAMATAN ORGAN GINJAL SESUAI PADA HALAMAN 98