1 of 27

SEMINAR AKADEMIK FAKULTAS TEKNIK • UNIVERSITAS NURUL JADID

Membangun Ekosistem Kolaborasi Dosen-Mahasiswa

Untuk Tri-Dharma yang Unggul

Sesi: Teknik Informatika & Teknologi Informasi | 07.00 – 12.00 WIB | 23 April 2026

Gulpi Qorik Oktagalu Pratamasunu, PhD

2 of 27

PEMBICARA

Tentang Saya

Pendidikan

PhD – Computer Vision

University of Tsukuba, Japan

Topik Riset

Robot Vision menggunakan Point Cloud

3D Sensing & Manipulation

Lab di Tsukuba

Computer Vision Lab (CVLab)

Prof. Kazuhiro Fukui, University of Tsukuba

Posisi Saat Ini

Dosen Teknik Informatika, UNUJA

3+

Tahun di Jepang

PhD

Computer Vision

IEEE

Published Paper

Robot

Vision Expert

3 of 27

Gulpi Qorik Oktagalu Pratamasunu

グルピ コリク オクタガル プラタマスヌ

■ Degree/Grade: 3rd Year Doctoral Degree

■ Hometown: Indonesia

■ Technologies and methods of interest:

  • 3D Image Data Analysis (CT Scan, Point Cloud, Etc.)
  • Robot Vision

■ Other:

  • Game Developer �KhaiLabs
  • Father, 2 kids
  • Moslem

4 of 27

5 of 27

HASIL RISET

Robot Arm & Point Cloud Vision

Thesis: Robot Vision dengan Point Cloud��

Bagaimana robot melihat dalam 3D?�

Kamera depth (Intel RealSense) menghasilkan point cloud — representasi 3D dari lingkungan sekitar robot.��

Mengapa 3D, bukan 2D?�

Kamera biasa tidak tahu seberapa jauh objek berada. Point cloud memberikan informasi jarak yang akurat — penting untuk robot agar tidak menabrak.��

Link ke VLA: Point cloud adalah input bagi model VLA untuk memutuskan bagaimana robot harus bergerak.

Kamera Depth

(Intel RealSense)

Point Cloud

(3D Data)

Vision Model

(Neural Network)

Robot Action

(Arm Movement)

6 of 27

7 of 27

KONTEKS

University of Tsukuba: Kota Sains

  • Berlokasi di Tsukuba Science City, Ibaraki — kota yang dibangun khusus untuk riset
  • 40+ lembaga riset nasional berdiri dalam satu kota — dari JAXA hingga NIMS
  • Salah satu universitas riset terkemuka Jepang: QS Top 200 Global
  • Budaya: riset mendalam, seminar rutin, standar publikasi internasional
  • Setiap lab punya identitas riset yang kuat — bukan sekadar tempat kuliah

8 of 27

BUDAYA LAB

Kehidupan di Lab Riset Jepang

Weekly Research Seminar

2-3 pembicara per sesi; setiap orang mempresentasikan progress riset mereka. Mahasiswa dan dosen wajib hadir, jadwal disesuaikan dengan semua anggota.

Kemandirian Mahasiswa

Mahasiswa menjalankan proyeknya sendiri. Sensei membimbing dan mengarahkan, bukan mengerjakan. Ownership ada di mahasiswa

Fokus Publikasi Tinggi

Target utama: top-ranked conference (CVPR, ICCV, ECCV, ICRA). Bukan sekadar lulus — tapi berkontribusi pada komunitas riset global

Komunikasi via Slack

Lab menggunakan Slack untuk koordinasi, berbagi paper, dan update progress. Alternatif: Discord, Telegram, atau WhatsApp group per lab

9 of 27

10 of 27

FASILITAS LAB

Fasilitas Bersama Lab

Hardware lab digunakan bersama seluruh anggota — bukan milik pribadi, melainkan aset kolektif yang dijaga bersama

GPU

Server

Shared GPU Server

RTX cluster untuk pelatihan model deep learning. Semua anggota lab bisa menggunakannya — dengan sistem booking bersama

DGX

Spark

NVIDIA DGX Spark

AI supercomputer portabel dari NVIDIA. Digunakan untuk eksperimen skala besar: VLM, VLA, dan model robotics berat

Jetson

Nano

NVIDIA Jetson Nano

Platform edge AI untuk deployment. Model yang dilatih di GPU Server di-deploy ke sini, langsung terpasang di robot

Robot

Arm

Robot Arm

Platform fisik riset VLA dan robot vision. Tempat di mana model AI diuji di dunia nyata, bukan hanya simulasi

11 of 27

12 of 27

MANAJEMEN LAB

Lab Dikelola oleh Mahasiswa — Disetujui Sensei

Di lab Jepang, mahasiswa bukan hanya peneliti — mereka adalah pengelola fasilitas. Sensei memberi arahan dan persetujuan, mahasiswa yang menjalankan.

01

Rotasi Kebersihan

Jadwal piket dibuat dan dijalankan oleh mahasiswa. Lab harus bersih sebelum dan sesudah setiap sesi eksperimen.

02

Penataan & Kerapian Alat

Setiap alat punya tempat tetap. Anggota lab yang mengatur ulang layout wajib mendapat persetujuan sensei.

03

Sistem Booking & Komunikasi Lab

Hardware dicatat penggunaannya via shared spreadsheet. Komunikasi lab via Slack — atau Discord/Telegram/WhatsApp sebagai alternatif.

04

Safety Checklist & Laporan

Setiap eksperimen robot/hardware wajib melewati safety checklist. Progress dilaporkan ke sensei setiap minggu.

13 of 27

14 of 27

15 of 27

USULAN UNTUK UNUJA

Model CVLab yang bisa ditiru

Terinspirasi dari sistem lab Jepang, disesuaikan dengan konteks UNUJA — bisa langsung diterapkan

Seminar Mingguan Tingkat Fakultas

  • 1 dosen sebagai pembicara per sesi
  • Topik: riset terbaru, paper baru, atau update proyek
  • Semua dosen dan mahasiswa hadir — wajib

Seminar Lab per Dosen (Mingguan)

  • Setiap dosen menyelenggarakan seminar sendiri dengan mahasiswanya
  • Komunikasi & koordinasi via Slack / Discord / Telegram / WA

Peran Mahasiswa di Seminar Lab

Mahasiswa TA (Semester 7–8)

Presentasi progress skripsi: metode, eksperimen, hasil terbaru, dan hambatan. Mendapat feedback langsung dari dosen dan senior.

Mahasiswa Semester 5 - 6

Presentasi eksplorasi topik: paper yang dibaca, topik yang diminati, dan rencana penelitian awal. Dibantu memilih arah riset.

16 of 27

17 of 27

STANDAR RISET

Dari Skripsi ke Jurnal Internasional

Tugas Akhir Umum

  • Implementasi ulang paper yang ada
  • Deadline adalah tujuan akhir
  • Reviewer: dosen pembimbing saja
  • Tidak ada target publikasi
  • Selesai = lulus

Riset Level Internasional

  • Novelty wajib ada: kontribusi yang belum pernah ada
  • Paper adalah output utama, bukan laporan
  • Reviewer: blind peer review, conference chair
  • Target: top conference — CVPR, ICCV, ECCV, ICRA
  • Selesai = awal karir riset

18 of 27

TOOLS RISET

Ekosistem Tools Internasional

Menulis & Publikasi

  • Overleaf (LaTeX online)
  • arXiv (preprint server)
  • Top Conference: CVPR/ICCV/ICRA
  • Google Scholar

Kode & Version Control

  • Git & GitHub
  • Python + PyTorch / JAX
  • ROS2
  • Docker

Compute & Deployment

  • NVIDIA CUDA
  • Google Colab (gratis)
  • Jetson Nano
  • DGX Spark

Manajemen Lab

  • Notion / Obsidian
  • Weekly progress sheet
  • Lab wiki
  • Email resmi ke sensei

19 of 27

BAGIAN 2

The AI Stack: Dari Bahasa ke Aksi

20 of 27

OVERVIEW

Evolusi AI: LLM → VLM → VLA

AI yang dulu hanya bisa berbicara, kini bisa melihat — dan bertindak di dunia nyata

LLM

Large Language Model

Memahami & menghasilkan teks. Fondasi semua AI modern.

VLM

Vision Language Model

Melihat gambar + memahami konteks. Contoh: Gemma 4 (2025).

VLA

Vision Language Action

Melihat, memahami, dan menggerakkan robot secara fisik.

Thesis saya memberikan robot 3D vision (Point Cloud) — input kritis untuk VLA | Gemma 4: contoh VLM open-source terbaru

21 of 27

LAYER 1

LLM: Fondasi Bahasa

Apa itu LLM?�

Model yang dilatih pada miliaran teks untuk memahami dan menghasilkan bahasa alami. Fondasi dari semua AI percakapan modern.��

Contoh yang kamu kenal:�

ChatGPT, Claude, Gemma, LLaMA, GPT-4��

Kemampuan utama:�

Menjawab pertanyaan, merangkum dokumen, menulis kode, menalar masalah kompleks

LLM

ChatGPT

Claude

Gemma 4

LLaMA

GPT-4

22 of 27

LAYER 2

VLM: Sekarang AI Bisa Melihat

Apa itu VLM?�

Vision Language Model menggabungkan kemampuan memahami gambar dan teks secara bersamaan — AI tidak lagi buta.��

Contoh terbaru — Gemma 4:�

Model open-source dari Google (2025) yang ringan, bisa melihat gambar, dan menjawab pertanyaan tentangnya.��

Aplikasi nyata:�

Deteksi objek + narasi bahasa, robot yang bisa membaca instruksi visual, asisten kamera

VLM

Image

+

Text

=

Understanding

Gemma 4 — Google 2025

Open-source, bisa dicoba

sekarang, gratis

23 of 27

LAYER 3

VLA: Sekarang AI Bisa Bertindak

Apa itu VLA?�

Vision Language Action model melihat lingkungan, memahami instruksi, lalu menggerakkan robot secara fisik. Ini frontier riset saat ini.��

Model-model terkemuka:�

OpenVLA (Berkeley), RT-2 (Google DeepMind), Pi0 — berlomba membangun VLA yang andal di dunia nyata.��

Hubungan dengan thesis saya:�

Point cloud dari kamera depth adalah input 3D kritis bagi VLA — tanpa visi 3D yang akurat, robot tidak bisa memutuskan gerak yang tepat.

VLA

1. Melihat (Camera + LiDAR)

2. Memahami (VLM)

3. Merencanakan (LLM)

4. Bertindak (Robot Arm)

24 of 27

UNTUK MAHASISWA

Topik Riset yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini

VLM untuk Bahasa Indonesia

Fine-tune Gemma 4 agar mengerti instruksi Bahasa Indonesia dalam konteks visual

Edge AI di Jetson Nano

Optimasi model deep learning agar berjalan efisien di hardware edge terbatas

Robot Arm + OpenVLA

Implementasi VLA open-source pada robot arm — dari simulasi ke hardware nyata

Point Cloud untuk Lokal

3D vision untuk monitoring pertanian, inspeksi bangunan, atau navigasi indoor

Synthetic Data dengan Unity

Pipeline data sintetis RGB + Depth untuk melatih model vision tanpa ribuan data nyata

LLM Asisten Riset

RAG system agar mahasiswa bisa tanya-jawab paper ilmiah dalam Bahasa Indonesia

25 of 27

26 of 27

27 of 27

SEMINAR AKADEMIK • FAKULTAS TEKNIK • UNIVERSITAS NURUL JADID

Bangun Labnya.

Kelola Bersama.

Riset dari Situ.

Publikasikan ke Dunia.

Tridharma bukan sekadar kewajiban — ini cara kita berkontribusi nyata untuk ilmu pengetahuan,

mahasiswa kita, dan masyarakat Indonesia.

Terima kasih | ありがとうございます