Paradigma Pembelajaran dan Pemanfaatan Perangkat Digital
Bimtek Penguatan Digitalisasi Pembelajaran
untuk Literasi dan Numerasi
Aturan Main
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 2
Pendahuluan
Latar Belakang
3
Pendahuluan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 4
Materi ini membahas paradigma pembelajaran digital untuk penguatan litnum dan fungsi dasar pedagogis masing-masing perangkat digital dalam pembelajaran interaktif untuk penguatan litnum sehingga Guru diharapkan mampu mengidentifikasi paradigma pembelajaran digital untuk penguatan litnum dan fungsi dasar pedagogis masing-masing perangkat.
Deskripsi Singkat
Cakupan Materi:
Paradigma Pembelajaran dan Pemanfaatan Perangkat Digital
Peran PID, Laptop, HDD dan perangkat digital lainnya dalam pembelajaran interaktif untuk penguatan Linum.
Pemahaman fungsi pedagogis perangkat digital
Pendahuluan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 5
Setelah mengikuti sesi ini:
Hasil Belajar
Pendahuluan
“Peserta mampu mengidentifikasi paradigma pembelajaran digital untuk penguatan litnum dan fungsi dasar pedagogis masing-masing perangkat. “
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 6
Indikator Hasil Belajar
Pendahuluan
Materi Pokok
Teridentifikasinya paradigma pembelajaran digital untuk penguatan litnum dan fungsi dasar pedagogis masing-masing perangkat.
Paradigma Pembelajaran Digital dan Pemanfaatan Perangkat Digital
Sub Materi
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 7
Menurut pengalaman Bapak/Ibu, apa yang paling terasa berbeda antara cara siswa belajar 10 tahun lalu dengan cara mereka belajar hari ini? Apa yang menyebabkan perubahan itu?
Latar Belakang
8
Latar Belakang
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 9
Indonesia secara berkesinambungan terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia yaitu:
Tantangan Besar Indonesia
Latar Belakang
Hasil PISA Indonesia cenderung mengalami tren Penurunan dari tahun 2015 ke 2022
1
Masih Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia dan daya saing di tingkat dunia
2
3
Kesenjangan akses dan infrastruktur teknologi di berbagai wilayah Indonesia
Transformasi digital untuk daya saing global
4
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 10
Latar Belakang
Hasil PISA Indonesia menunjukkan
capaian skor pada membaca, matematika dan sains cenderung mengalami tren penurunan dari tahun 2015 ke 2022
*Hasil PISA
Kebijakan Digitalisasi Pembelajaran
Latar Belakang
11
11
Kebijakan Digitalisasi Pembelajaran
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 12
*Hasil PISA
Arah Kebijakan dalam Peta Jalan Pendidikan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 13
3. Peningkatan Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran
Arah Kebijakan dalam Peta Jalan Pendidikan
1
Pengembangan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital dan penerapan�pedagogi modern
2
Pemantapan sistem asesmen komprehensif
3
Penciptaan ekosistem lingkungan belajar yang mendukung penguatan karakter dan wellbeing peserta didik dan pendidik
4
Penerapan kurikulum yang berfokus pada kompetensi fondasional, kontekstual dan berpusat pada kebutuhan peserta didik
5
Pengembangan anak usia dini holistik-integratif (PAUD-HI)
5
Peningkatan kualitas pendidikan agama dan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 14
Latar Belakang
Visi Indonesia Emas 2045
Visi
Visi Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita besar bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju dan sejahtera pada tahun 2045, saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan. Visi ini mencakup beberapa aspek utama, termasuk pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 15
Pengaruh Tren Global terhadap Pendidikan di Indonesia
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 16
Pendidikan di Tengah Perkembangan Teknologi
Pengaruh Tren Global terhadap Pendidikan di Indonesia
Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dapat mempercepat pencapaian target, memperluas akses, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mempercepat distribusi materi. Namun, ada kekhawatiran terkait kecanduan internet, penyebaran informasi palsu, cyber crime, dan cyber bullying.
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 17
Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden
05
06
07
08
Penguatan Ideologi Pancasila, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM)
01
02
03
04
Penguatan Pertahanan dan Keamanan Nasional
Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas dan Pengembangan Kewirausahaan
Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kesetaraan Gender
Hilirisasi dan Industrialisasi untuk Nilai Tambah Ekonomi
Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi serta Pemberantasan Korupsi dan Narkoba
Harmoni Lingkungan, Budaya, dan Toleransi Beragama
Pembangunan dari Desa untuk Pemerataan Ekonomi
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 18
Instruksi Presiden No 7 Tahun 2025
Mempercepat pembangunan dan revitalisasi sekolah anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah termasuk penetapan lokasi prioritasnya
01
02
Menentukan mekanisme yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi setempat dalam pelaksanaan pembangunan revitalisasi sekolah
Berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan standar kualitas bangunan dalam pembangunan revitalisasi
03
Mendukung pendirian dan pengelolaan SMA Unggul Garuda
04
05
Mempercepat pelaksanaan digitalisasi pembelajaran
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 19
17 Program Prioritas Presiden[1/2]
Swasembada pangan, energi, dan air
1
Penyempurnaan sistem penerimaan negara
2
Reformasi Politik, hukum, dan birokrasi
3
Pencegahan dan pemberantasan korupsi
4
Pemberantasan kemiskinan
5
Pencegahan dan pemberantasan narkoba
6
Jaminan tersedianya pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat: Peningkatan BPJS kesehatan dan penyediaan obat untuk rakyat
7
Penguatan pendidikan, sains, dan teknologi, serta digitalisasi
8
Penguatan pertahanan dan keamanan negara dan pemeliharaan hubungan internasional yang kondusif
9
Penguatan kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan, anak, serta penyandang disabilitas
10
Menjamin pelestarian lingkungan hidup
11
Menjamin ketersediaan pupuk, benih, dan pestisida langsung ke petani
12
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 20
Menjamin rumah murah dan sanitasi untuk masyarakat desa dan rakyat yang membutuhkan
13
17 Program Prioritas Presiden[2/2]
Melanjutkan pemerataan ekonomi, penguatan UMKM dan pembangunan
Ibu Kota Nusantara (IKN)
14
Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi berbasiskan sumber daya alam (SDA) dan maritim untuk membuka lapangan kerja yang seluas- luasnya
15
Memastikan kerukunan antar umat beragama, kebebasan beribadah, dan
perawatan rumah ibadah
16
Pelestarian seni budaya, peningkatan ekonomi kreatif, dan peningkatan prestasi olahraga
17
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 21
12 Program Kemendikdasmen 2024 - 2029
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan
1
Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru
2
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
3
Pengembangan Talenta dan Prestasi
4
Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan
5
Penguatan Karakter: 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria
6
Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial
7
Pembangunan Kebahasaan dan Kesastraan
8
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang Berkeadilan
9
Penguatan Karakter: Pelatihan Guru BK dan Ke-BK-an
10
Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Penguatan Pendidikan Literasi, Numerasi, dan Sains Teknologi
12
11
Pembelajaran Digital
Latar Belakang
22
22
Pembelajaran Digital
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 23
Ekosistem Pembelajaran Digital
Digitalisasi pembelajaran bukan sekadar menghadirkan perangkat, melainkan membangun sebuah ekosistem utuh. Ekosistem ini terdiri atas teknologi, lingkungan belajar, dan proses pembelajaran yang saling terhubung untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
3 pilar utama ekosistem digitalisasi pembelajaran
Perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, dan konten digital yang relevan.
01
Technology:
02
Environment:
Ruang belajar yang fleksibel, nyaman, dan mendukung integrasi teknologi.
03
Process:
Metode pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 24
Elemen Pendukung Ekosistem Pembelajaran Digital
Agar ekosistem digitalisasi pembelajaran berjalan optimal, dibutuhkan elemen pendukung yang saling melengkapi dan memperkuat proses belajar-mengajar, yaitu:
Materi digital menarik dan interaktif.
Smart Content & Presentation
Kolaborasi aktif antara guru dan siswa melalui media digital.
Smart Interaction & Engagement
Asesmen berbasis teknologi yang komprehensif dan langsung.
Smart Evaluation
tata ruang kelas fleksibel dan mendukung penggunaan teknologi.
Smart Physical Surroundings
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 25
Ekosistem digital mendukung penguatan literasi, numerasi, dan sains-teknologi sebagai fondasi keterampilan abad 21.
Melalui pemanfaatan teknologi, siswa dapat mengakses informasi lebih luas, berlatih berpikir kritis, serta melakukan eksplorasi berbasis data dan eksperimen digital.
Penguatan Literasi, Numerasi, Sains, dan Teknologi
Fokus penguatan
Literasi: Membaca teks digital, menganalisis informasi online.
Numerasi: Latihan soal berbasis aplikasi dan simulasi data.
Sains & Teknologi: Eksperimen virtual, coding, dan proyek STEM.
Kolaborasi: Diskusi berbasis proyek dan pemecahan masalah nyata.
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 26
Digitalisasi bukan hanya soal perangkat, tapi membangun sistem belajar yang terus berkembang lewat infrastruktur, konten digital, guru, dan budaya belajar.
Digitalisasi Pembelajaran: Kolaborasi untuk SDM Unggul 2045
Fokus penguatan
Literasi: Membaca teks digital, menganalisis informasi online.
Numerasi: Latihan soal berbasis aplikasi dan simulasi data.
Sains & Teknologi: Eksperimen virtual, coding, dan proyek STEM.
Kolaborasi: Diskusi berbasis proyek dan pemecahan masalah nyata.
Ekosistem Berkelanjutan
Partisipasi Semesta
Transformasi pendidikan hanya bisa berhasil jika semua pihak terlibat: guru, sekolah, pemerintah, masyarakat, dan orang tua.
Generasi Emas 2045
Tujuan akhirnya adalah melahirkan generasi Indonesia yang melek digital, adaptif, kreatif, dan berdaya saing global.
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 27
Paradigma
Pembelajaran Digital
“Bukan sekadar memindahkan papan tulis ke layar proyektor, ini adalah pergeseran epistemologis mendasar dalam cara pengetahuan dikonstruksi, didistribusikan, dan dinilai melalui ekosistem teknologi digital.”
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 28
Paradigma Pembelajaran Digital adalah pergeseran mendasar dalam cara pengetahuan dikonstruksi, didistribusikan, dan dinilai, bukan sekadar mengganti buku cetak menjadi file PDF.
Epistemologi Baru
Pengetahuan dibangun secara aktif, bukan diterima secara pasif
Ekosistem Digital
Teknologi sebagai lingkungan belajar, bukan sekadar alat bantu
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 29
Pergeseran Mendasar Paradigma Pembelajaran Digital
Reposisi Peran Teknologi: Dari Alat Bantu Menjadi Cognitive Tools
Pergeseran Epistemologi: Pembelajaran Multimodal & Konektivisme
Personalisasi dan Agensi Siswa (Student Agency)
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 30
Reposisi Teknologi dari Alat Presentasi ke Cognitive Tools
Paradigma Lama
Teknologi sebagai alat presentasi guru — instruksional pasif, satu arah, guru-sentris
Paradigma Baru
Perangkat digital sebagai mitra intelektual siswa untuk mengorganisasi data dan membangun pemahaman sendiri (Jonassen, 2000)
Contoh konkret: Siswa memanipulasi balok virtual interaktif pada Papan Interaktif Digital untuk memahami konsep pembilang dan penyebut — bukan sekadar menonton video.
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 31
Kemampuan menavigasi teks multimodal: menyintesis informasi dari teks, infografis, audio, dan visual secara kritis (Suhara et al., 2025)
Menerjemahkan fenomena dunia nyata menjadi representasi data digital — grafis dan simulasi komputer (Amidi, 2023)
Epistemologi Baru
Berdasarkan teori Konektivisme (Siemens, 2005), pengetahuan di era digital tersebar di dalam network informasi — tidak lagi terpusat di buku teks atau guru.
Literasi Baru
Kemampuan menavigasi teks multimodal: menyintesis informasi dari teks, infografis, audio, dan visual secara kritis (Suhara et al., 2025)
Numerasi Baru
Menerjemahkan fenomena dunia nyata menjadi representasi data digital — grafis dan simulasi komputer (Amidi, 2023)
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 32
Agensi Siswa
Personalisasi dan Kendali Belajar
Self-Paced Learning
Siswa memiliki kendali penuh atas kecepatan belajar mereka sendiri, disesuaikan dengan tingkat pemahaman individu.
Jalur Belajar Adaptif
Melalui LMS berbasis AI, learning path setiap siswa disesuaikan secara dinamis berdasarkan pemahaman mereka.
Pembelajaran Berdiferensiasi
Teknologi digital memungkinkan pendekatan yang berbeda untuk setiap siswa, menghargai keberagaman gaya belajar.
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 33
Perbandingan Paradigma
Matriks: Tradisional vs. Digital
Dimensi
Paradigma Tradisional
Paradigma Digital
Sumber Pengetahuan
Sentralistik (Guru & Buku Teks)
Desentralistik (Jaringan Informasi Multimodal)
Proses Kognitif
Mengingat, Menghafal, Meniru
Menganalisis, Menyintesis, Mengkreasi
Sifat Interaksi
Pasif-Linear (Satu Arah)
Interaktif-Siber (Kolaboratif Multi-Arah)
Ruang & Waktu
Terbatas (di dalam kelas)
Tidak Terbatas (Anywhere, Anytime)
Fokus & Evaluasi
Hasil Akhir (Summative)
Proses & Rekam Jejak Digital (Formative)
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 34
Ice Breaking
"Siapa aku?"
Aktivitas tebak perangkat — menempel di dahi
Durasi
5-7 Menit
Berpasangan atau kelompok kecil�
1
2
3
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 35
Peran PID, Laptop, HDD dan perangkat digital lainnya dalam pembelajaran interaktif berbasis litnum dan fungsi pedagogis perangkat digital
Dalam paradigma pembelajaran digital, perangkat keras bukan sekadar alat elektronik — melainkan mitra intelektual siswa yang membantu mereka berpikir, mengorganisasi data, dan membangun pemahaman mendalam (Jonassen, 2000).
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 36
Ragam Perangkat Digital, Satu Ekosistem Kognitif
Perangkat digital membentuk satu rantai aktivitas kognitif yang saling melengkapi untuk penguatan literasi numerasi secara holistik.
PID
Visualisasi kinestetik & kolaborasi multi-arah
Laptop / PC
HDD / Storage
Pemrosesan kognitif mendalam & produksi konten
Kurasi digital & bank data kurikulum
Gawai / Tablet
Mikro-pembelajaran & gamifikasi
LMS
Pembelajaran mandiri & penilaian formatif
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 37
Peran Pedagogis: Visualisasi Kinestetik & Kolaborasi Berpusat pada Siswa. PID menghilangkan jarak antara siswa dengan konten digital — siswa memanipulasi konten secara aktif melalui sentuhan.
Penguatan Numerasi
Simulasi visual interaktif: menarik grafik fungsi, memutar bangun ruang, dan mengubah variabel angka secara real-time untuk mengukuhkan pemahaman konseptual.
Penguatan Literasi
Analisis teks multimodal berkelompok: menyorot kata kunci, menyunting teks bersama, dan menyusun plot cerita secara langsung di layar.
Papan Interaktif Digital
Penguatan Literasi
Perangkat 1
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 38
Peran Pedagogis: Proses Kognitif Mendalam & Pembuatan Konten. Laptop melatih siswa menjadi produsen konten, bukan sekadar konsumen informasi.
Numerasi
Mengelola data survei lapangan, menerapkan logika formula, dan menerjemahkan angka menjadi grafik tren menggunakan spreadsheet.
Literasi
Menulis esai kritis, menyunting e-book, riset digital terstruktur, dan portofolio ilmiah menggunakan Google Docs atau MS Word.
Laptop/Komputer (PC)
Penguatan Literasi
Perangkat 2
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 39
Peran Pedagogis: Kurasi Digital, Kontinuitas Pembelajaran & Bank Data Kurikulum — terutama krusial untuk meratakan aksesibilitas di wilayah dengan keterbatasan internet.
HDD memungkinkan longitudinal tracking — penjejakan perkembangan kompetensi numerasi siswa secara berkelanjutan dari tahun ke tahun.
Mengapa HDD Krusial?
Perangkat ini memungkinkan guru membangun program literasi digital berbasis offline yang kaya aset tanpa bergantung pada kuota internet.
Hard Disk Drive (HDD) & Media Penyimpanan
Penguatan Literasi
Perangkat 3
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 40
Peran Pedagogis: Pembelajaran Mikro (Micro-learning) & Gamifikasi Pembelajaran. Mobilitas dan portabilitas menjadikan gawai ideal untuk aktivitas penguatan yang cepat, personal, dan sesuai sasaran.
Numerasi
Permainan matematika berbasis level yang mereduksi math anxiety melalui tantangan yang menyenangkan.
Literasi Harian
Membaca artikel via perpustakaan daring, mendengarkan podcast edukasi, dan flashcards digital untuk memperkaya kosakata secara konsisten.
Gawai Pintar & Tablet
Penguatan Literasi
Perangkat 4
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 41
Peran Pedagogis: Pembelajaran Mandiri (Asynchronous) & Penilaian Formatif.
LMS adalah "hub struktural" yang mengintegrasikan seluruh perangkat menjadi satu ekosistem pembelajaran teratur.
Numerasi Formatif
Kuis digital dengan instant feedback — sistem langsung menunjukkan baris kesalahan pengiraan, memungkinkan evaluasi mandiri saat itu juga.
Literasi Digital
Forum diskusi tertulis: siswa menyusun argumen kritis berbasis data, menanggapi teman sejawat, dan merefleksikan hasil belajar.
Learning Management System (LMS)
Penguatan Literasi
Perangkat 5
Terima Kasih