1 of 42

Paradigma Pembelajaran dan Pemanfaatan Perangkat Digital

Bimtek Penguatan Digitalisasi Pembelajaran

untuk Literasi dan Numerasi

2 of 42

Aturan Main

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 2

3 of 42

Pendahuluan

Latar Belakang

3

Pendahuluan

4 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 4

Materi ini membahas paradigma pembelajaran digital untuk penguatan litnum dan fungsi dasar pedagogis masing-masing perangkat digital dalam pembelajaran interaktif untuk penguatan litnum sehingga Guru diharapkan mampu mengidentifikasi paradigma pembelajaran digital untuk penguatan litnum dan fungsi dasar pedagogis masing-masing perangkat.

Deskripsi Singkat

Cakupan Materi:

Paradigma Pembelajaran dan Pemanfaatan Perangkat Digital

Peran PID, Laptop, HDD dan perangkat digital lainnya dalam pembelajaran interaktif untuk penguatan Linum.

Pemahaman fungsi pedagogis perangkat digital

Pendahuluan

5 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 5

Setelah mengikuti sesi ini:

Hasil Belajar

Pendahuluan

“Peserta mampu mengidentifikasi paradigma pembelajaran digital untuk penguatan litnum dan fungsi dasar pedagogis masing-masing perangkat. “

6 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 6

Indikator Hasil Belajar

Pendahuluan

Materi Pokok

Teridentifikasinya paradigma pembelajaran digital untuk penguatan litnum dan fungsi dasar pedagogis masing-masing perangkat.

Paradigma Pembelajaran Digital dan Pemanfaatan Perangkat Digital

Sub Materi

  1. Peran PID, Laptop, HDD dan perangkat digital lainnya dalam pembelajaran interaktif untuk penguatan litnum.
  2. Pemahaman fungsi pedagogis perangkat digital

7 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 7

Menurut pengalaman Bapak/Ibu, apa yang paling terasa berbeda antara cara siswa belajar 10 tahun lalu dengan cara mereka belajar hari ini? Apa yang menyebabkan perubahan itu?

8 of 42

Latar Belakang

8

Latar Belakang

9 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 9

Indonesia secara berkesinambungan terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia yaitu:

Tantangan Besar Indonesia

Latar Belakang

Hasil PISA Indonesia cenderung mengalami tren Penurunan dari tahun 2015 ke 2022

1

Masih Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia dan daya saing di tingkat dunia

2

3

Kesenjangan akses dan infrastruktur teknologi di berbagai wilayah Indonesia

Transformasi digital untuk daya saing global

4

10 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 10

Latar Belakang

Hasil PISA Indonesia menunjukkan

capaian skor pada membaca, matematika dan sains cenderung mengalami tren penurunan dari tahun 2015 ke 2022

*Hasil PISA

11 of 42

Kebijakan Digitalisasi Pembelajaran

Latar Belakang

11

11

Kebijakan Digitalisasi Pembelajaran

12 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 12

*Hasil PISA

Arah Kebijakan dalam Peta Jalan Pendidikan

13 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 13

3. Peningkatan Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran

Arah Kebijakan dalam Peta Jalan Pendidikan

1

Pengembangan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital dan penerapan�pedagogi modern

2

Pemantapan sistem asesmen komprehensif

3

Penciptaan ekosistem lingkungan belajar yang mendukung penguatan karakter dan wellbeing peserta didik dan pendidik

4

Penerapan kurikulum yang berfokus pada kompetensi fondasional, kontekstual dan berpusat pada kebutuhan peserta didik

5

Pengembangan anak usia dini holistik-integratif (PAUD-HI)

5

Peningkatan kualitas pendidikan agama dan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa

14 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 14

Latar Belakang

Visi Indonesia Emas 2045

Visi

Visi Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita besar bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju dan sejahtera pada tahun 2045, saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan. Visi ini mencakup beberapa aspek utama, termasuk pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan

15 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 15

Pengaruh Tren Global terhadap Pendidikan di Indonesia

16 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 16

Pendidikan di Tengah Perkembangan Teknologi

Pengaruh Tren Global terhadap Pendidikan di Indonesia

Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dapat mempercepat pencapaian target, memperluas akses, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mempercepat distribusi materi. Namun, ada kekhawatiran terkait kecanduan internet, penyebaran informasi palsu, cyber crime, dan cyber bullying.

17 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 17

Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden

05

06

07

08

Penguatan Ideologi Pancasila, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM)

01

02

03

04

Penguatan Pertahanan dan Keamanan Nasional

Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas dan Pengembangan Kewirausahaan

Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kesetaraan Gender

Hilirisasi dan Industrialisasi untuk Nilai Tambah Ekonomi

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi serta Pemberantasan Korupsi dan Narkoba

Harmoni Lingkungan, Budaya, dan Toleransi Beragama

Pembangunan dari Desa untuk Pemerataan Ekonomi

18 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 18

Instruksi Presiden No 7 Tahun 2025

Mempercepat pembangunan dan revitalisasi sekolah anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah termasuk penetapan lokasi prioritasnya

01

02

Menentukan mekanisme yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi setempat dalam pelaksanaan pembangunan revitalisasi sekolah

Berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan standar kualitas bangunan dalam pembangunan revitalisasi

03

Mendukung pendirian dan pengelolaan SMA Unggul Garuda

04

05

Mempercepat pelaksanaan digitalisasi pembelajaran

19 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 19

17 Program Prioritas Presiden[1/2]

Swasembada pangan, energi, dan air

1

Penyempurnaan sistem penerimaan negara

2

Reformasi Politik, hukum, dan birokrasi

3

Pencegahan dan pemberantasan korupsi

4

Pemberantasan kemiskinan

5

Pencegahan dan pemberantasan narkoba

6

Jaminan tersedianya pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat: Peningkatan BPJS kesehatan dan penyediaan obat untuk rakyat

7

Penguatan pendidikan, sains, dan teknologi, serta digitalisasi

8

Penguatan pertahanan dan keamanan negara dan pemeliharaan hubungan internasional yang kondusif

9

Penguatan kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan, anak, serta penyandang disabilitas

10

Menjamin pelestarian lingkungan hidup

11

Menjamin ketersediaan pupuk, benih, dan pestisida langsung ke petani

12

20 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 20

Menjamin rumah murah dan sanitasi untuk masyarakat desa dan rakyat yang membutuhkan

13

17 Program Prioritas Presiden[2/2]

Melanjutkan pemerataan ekonomi, penguatan UMKM dan pembangunan

Ibu Kota Nusantara (IKN)

14

Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi berbasiskan sumber daya alam (SDA) dan maritim untuk membuka lapangan kerja yang seluas- luasnya

15

Memastikan kerukunan antar umat beragama, kebebasan beribadah, dan

perawatan rumah ibadah

16

Pelestarian seni budaya, peningkatan ekonomi kreatif, dan peningkatan prestasi olahraga

17

21 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 21

12 Program Kemendikdasmen 2024 - 2029

Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

1

Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru

2

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

3

Pengembangan Talenta dan Prestasi

4

Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

5

Penguatan Karakter: 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria

6

Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial

7

Pembangunan Kebahasaan dan Kesastraan

8

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang Berkeadilan

9

Penguatan Karakter: Pelatihan Guru BK dan Ke-BK-an

10

Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Penguatan Pendidikan Literasi, Numerasi, dan Sains Teknologi

12

11

22 of 42

Pembelajaran Digital

Latar Belakang

22

22

Pembelajaran Digital

23 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 23

Ekosistem Pembelajaran Digital

Digitalisasi pembelajaran bukan sekadar menghadirkan perangkat, melainkan membangun sebuah ekosistem utuh. Ekosistem ini terdiri atas teknologi, lingkungan belajar, dan proses pembelajaran yang saling terhubung untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

3 pilar utama ekosistem digitalisasi pembelajaran

Perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, dan konten digital yang relevan.

01

Technology:

02

Environment:

Ruang belajar yang fleksibel, nyaman, dan mendukung integrasi teknologi.

03

Process:

Metode pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.

24 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 24

Elemen Pendukung Ekosistem Pembelajaran Digital

Agar ekosistem digitalisasi pembelajaran berjalan optimal, dibutuhkan elemen pendukung yang saling melengkapi dan memperkuat proses belajar-mengajar, yaitu:

Materi digital menarik dan interaktif.

Smart Content & Presentation

Kolaborasi aktif antara guru dan siswa melalui media digital.

Smart Interaction & Engagement

Asesmen berbasis teknologi yang komprehensif dan langsung.

Smart Evaluation

tata ruang kelas fleksibel dan mendukung penggunaan teknologi.

Smart Physical Surroundings

25 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 25

Ekosistem digital mendukung penguatan literasi, numerasi, dan sains-teknologi sebagai fondasi keterampilan abad 21.

Melalui pemanfaatan teknologi, siswa dapat mengakses informasi lebih luas, berlatih berpikir kritis, serta melakukan eksplorasi berbasis data dan eksperimen digital.

Penguatan Literasi, Numerasi, Sains, dan Teknologi

Fokus penguatan

Literasi: Membaca teks digital, menganalisis informasi online.

Numerasi: Latihan soal berbasis aplikasi dan simulasi data.

Sains & Teknologi: Eksperimen virtual, coding, dan proyek STEM.

Kolaborasi: Diskusi berbasis proyek dan pemecahan masalah nyata.

26 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 26

Digitalisasi bukan hanya soal perangkat, tapi membangun sistem belajar yang terus berkembang lewat infrastruktur, konten digital, guru, dan budaya belajar.

Digitalisasi Pembelajaran: Kolaborasi untuk SDM Unggul 2045

Fokus penguatan

Literasi: Membaca teks digital, menganalisis informasi online.

Numerasi: Latihan soal berbasis aplikasi dan simulasi data.

Sains & Teknologi: Eksperimen virtual, coding, dan proyek STEM.

Kolaborasi: Diskusi berbasis proyek dan pemecahan masalah nyata.

Ekosistem Berkelanjutan

Partisipasi Semesta

Transformasi pendidikan hanya bisa berhasil jika semua pihak terlibat: guru, sekolah, pemerintah, masyarakat, dan orang tua.

Generasi Emas 2045

Tujuan akhirnya adalah melahirkan generasi Indonesia yang melek digital, adaptif, kreatif, dan berdaya saing global.

27 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 27

Paradigma

Pembelajaran Digital

“Bukan sekadar memindahkan papan tulis ke layar proyektor, ini adalah pergeseran epistemologis mendasar dalam cara pengetahuan dikonstruksi, didistribusikan, dan dinilai melalui ekosistem teknologi digital.”

28 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 28

Paradigma Pembelajaran Digital adalah pergeseran mendasar dalam cara pengetahuan dikonstruksi, didistribusikan, dan dinilai, bukan sekadar mengganti buku cetak menjadi file PDF.

Epistemologi Baru

Pengetahuan dibangun secara aktif, bukan diterima secara pasif

Ekosistem Digital

Teknologi sebagai lingkungan belajar, bukan sekadar alat bantu

29 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 29

Pergeseran Mendasar Paradigma Pembelajaran Digital

Reposisi Peran Teknologi: Dari Alat Bantu Menjadi Cognitive Tools

Pergeseran Epistemologi: Pembelajaran Multimodal & Konektivisme

Personalisasi dan Agensi Siswa (Student Agency)

30 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 30

Reposisi Teknologi dari Alat Presentasi ke Cognitive Tools

Paradigma Lama

Teknologi sebagai alat presentasi guru — instruksional pasif, satu arah, guru-sentris

Paradigma Baru

Perangkat digital sebagai mitra intelektual siswa untuk mengorganisasi data dan membangun pemahaman sendiri (Jonassen, 2000)

Contoh konkret: Siswa memanipulasi balok virtual interaktif pada Papan Interaktif Digital untuk memahami konsep pembilang dan penyebut — bukan sekadar menonton video.

31 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 31

  • Literasi Baru

Kemampuan menavigasi teks multimodal: menyintesis informasi dari teks, infografis, audio, dan visual secara kritis (Suhara et al., 2025)

  • Ekosistem Digital

Menerjemahkan fenomena dunia nyata menjadi representasi data digital — grafis dan simulasi komputer (Amidi, 2023)

Epistemologi Baru

Berdasarkan teori Konektivisme (Siemens, 2005), pengetahuan di era digital tersebar di dalam network informasi — tidak lagi terpusat di buku teks atau guru.

Literasi Baru

Kemampuan menavigasi teks multimodal: menyintesis informasi dari teks, infografis, audio, dan visual secara kritis (Suhara et al., 2025)

Numerasi Baru

Menerjemahkan fenomena dunia nyata menjadi representasi data digital — grafis dan simulasi komputer (Amidi, 2023)

32 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 32

Agensi Siswa

Personalisasi dan Kendali Belajar

Self-Paced Learning

Siswa memiliki kendali penuh atas kecepatan belajar mereka sendiri, disesuaikan dengan tingkat pemahaman individu.

Jalur Belajar Adaptif

Melalui LMS berbasis AI, learning path setiap siswa disesuaikan secara dinamis berdasarkan pemahaman mereka.

Pembelajaran Berdiferensiasi

Teknologi digital memungkinkan pendekatan yang berbeda untuk setiap siswa, menghargai keberagaman gaya belajar.

33 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 33

Perbandingan Paradigma

Matriks: Tradisional vs. Digital

Dimensi

Paradigma Tradisional

Paradigma Digital

Sumber Pengetahuan

Sentralistik (Guru & Buku Teks)

Desentralistik (Jaringan Informasi Multimodal)

Proses Kognitif

Mengingat, Menghafal, Meniru

Menganalisis, Menyintesis, Mengkreasi

Sifat Interaksi

Pasif-Linear (Satu Arah)

Interaktif-Siber (Kolaboratif Multi-Arah)

Ruang & Waktu

Terbatas (di dalam kelas)

Tidak Terbatas (Anywhere, Anytime)

Fokus & Evaluasi

Hasil Akhir (Summative)

Proses & Rekam Jejak Digital (Formative)

34 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 34

Ice Breaking

"Siapa aku?"

Aktivitas tebak perangkat — menempel di dahi

Durasi

5-7 Menit

Berpasangan atau kelompok kecil�

  1. Siapkan kartu kecil bertuliskan: PID, Laptop, HDD, Tablet, LMS. Tempelkan satu kartu di dahi setiap peserta tanpa mereka melihat isinya.
  2. Peserta berjalan dan bertanya ke teman: "Apa fungsi utama saya di kelas?" Teman hanya boleh menjawab dengan petunjuk fungsi, bukan menyebut nama perangkat.
  3. Peserta menebak identitas perangkat mereka. Setelah tebak, diskusikan: "Satu kata apa yang menggambarkan peran pedagogis perangkat itu?"

1

2

3

35 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 35

Peran PID, Laptop, HDD dan perangkat digital lainnya dalam pembelajaran interaktif berbasis litnum dan fungsi pedagogis perangkat digital

Dalam paradigma pembelajaran digital, perangkat keras bukan sekadar alat elektronik — melainkan mitra intelektual siswa yang membantu mereka berpikir, mengorganisasi data, dan membangun pemahaman mendalam (Jonassen, 2000).

36 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 36

Ragam Perangkat Digital, Satu Ekosistem Kognitif

Perangkat digital membentuk satu rantai aktivitas kognitif yang saling melengkapi untuk penguatan literasi numerasi secara holistik.

PID

Visualisasi kinestetik & kolaborasi multi-arah

Laptop / PC

HDD / Storage

Pemrosesan kognitif mendalam & produksi konten

Kurasi digital & bank data kurikulum

Gawai / Tablet

Mikro-pembelajaran & gamifikasi

LMS

Pembelajaran mandiri & penilaian formatif

37 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 37

Peran Pedagogis: Visualisasi Kinestetik & Kolaborasi Berpusat pada Siswa. PID menghilangkan jarak antara siswa dengan konten digital — siswa memanipulasi konten secara aktif melalui sentuhan.

Penguatan Numerasi

Simulasi visual interaktif: menarik grafik fungsi, memutar bangun ruang, dan mengubah variabel angka secara real-time untuk mengukuhkan pemahaman konseptual.

Penguatan Literasi

Analisis teks multimodal berkelompok: menyorot kata kunci, menyunting teks bersama, dan menyusun plot cerita secara langsung di layar.

Papan Interaktif Digital

Penguatan Literasi

Perangkat 1

38 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 38

Peran Pedagogis: Proses Kognitif Mendalam & Pembuatan Konten. Laptop melatih siswa menjadi produsen konten, bukan sekadar konsumen informasi.

Numerasi

Mengelola data survei lapangan, menerapkan logika formula, dan menerjemahkan angka menjadi grafik tren menggunakan spreadsheet.

Literasi

Menulis esai kritis, menyunting e-book, riset digital terstruktur, dan portofolio ilmiah menggunakan Google Docs atau MS Word.

Laptop/Komputer (PC)

Penguatan Literasi

Perangkat 2

39 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 39

Peran Pedagogis: Kurasi Digital, Kontinuitas Pembelajaran & Bank Data Kurikulum — terutama krusial untuk meratakan aksesibilitas di wilayah dengan keterbatasan internet.

HDD memungkinkan longitudinal tracking — penjejakan perkembangan kompetensi numerasi siswa secara berkelanjutan dari tahun ke tahun.

Mengapa HDD Krusial?

Perangkat ini memungkinkan guru membangun program literasi digital berbasis offline yang kaya aset tanpa bergantung pada kuota internet.

Hard Disk Drive (HDD) & Media Penyimpanan

Penguatan Literasi

Perangkat 3

40 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 40

Peran Pedagogis: Pembelajaran Mikro (Micro-learning) & Gamifikasi Pembelajaran. Mobilitas dan portabilitas menjadikan gawai ideal untuk aktivitas penguatan yang cepat, personal, dan sesuai sasaran.

Numerasi

Permainan matematika berbasis level yang mereduksi math anxiety melalui tantangan yang menyenangkan.

Literasi Harian

Membaca artikel via perpustakaan daring, mendengarkan podcast edukasi, dan flashcards digital untuk memperkaya kosakata secara konsisten.

Gawai Pintar & Tablet

Penguatan Literasi

Perangkat 4

41 of 42

Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 41

Peran Pedagogis: Pembelajaran Mandiri (Asynchronous) & Penilaian Formatif.

LMS adalah "hub struktural" yang mengintegrasikan seluruh perangkat menjadi satu ekosistem pembelajaran teratur.

Numerasi Formatif

Kuis digital dengan instant feedback — sistem langsung menunjukkan baris kesalahan pengiraan, memungkinkan evaluasi mandiri saat itu juga.

Literasi Digital

Forum diskusi tertulis: siswa menyusun argumen kritis berbasis data, menanggapi teman sejawat, dan merefleksikan hasil belajar.

Learning Management System (LMS)

Penguatan Literasi

Perangkat 5

42 of 42

Terima Kasih