PSAK 16 – ASET TETAP�IAS 16 - PROPERTY PLANT & EQUIPMENT
Presented by: Dwi Martani
Agenda
2
Pengertian
1
Akuntansi
2
Pengungkapan
3
Ilustrasi dan Kasus
4
Aset Tetap
3
CONTOH
Perspektif Pengguna Informasi
Kualitas aset yang dimiliki
Penentuan nilai jaminan
Penilaian tingkat efisiensi perusahaan
Kepemilikan, keberadaan (sewa, jaminan kredit)
Penilaian dengan harga perolehan 🡪 Acc. Analysis
4
Pengakuan aset
Penilaian aset dalam laporan keuangan
Pembebanan dalam depresiasi
Pengungkapan informasi yang relevan
Ikhtisar Perubahan 2011
5
No | Perihal | PSAK 16 Rev 2011 | PSAK 16 Rev 2007 |
1 | Pengecualian terhadap ruang lingkup | Menambahkan pengecualian ruang lingkup untuk:
| Hanya mengatur pengecualian ruang lingkup untuk untuk hak penambangan dan reservasi tambang, seperti minyak, gas alam, dan sumber daya alam sejenis yang tidak dapat diperbarui. |
2 | Ruang lingkup | Tidak mengatur lagi mengenai properti investasi yang sedang dibangun atau dikembangkan. | Ruang lingkup mencakup properti yang dibangun atau dikembangkan untuk digunakan di masa depan sebagai properti investasi. |
Ikhtisar Perubahan 2011
6
No | Perihal | PSAK 16 Rev 2011 | PSAK 16 Rev 2007 |
3 | Hibah Pemerintah | Tidak mengatur syarat pengakuan aset tetap yang berasal dari hibah. Hanya mengatur nilai tercatat aset tetap yang dapat dikurangi dari hibah pemerintah. | Pengakuan aset tetap yang berasal dari hibah pemerintah mempunyai syarat bahwa: a. entitas telah memenuhi kondisi atau prasyarat hibah tersebut; b. hibah akan diperoleh. |
4 | Aset tetap yang tersedia untuk dijual | Pengaturan aset tetap yang tersedia untuk dijual dihapus karena sudah diatur dalam PSAK 58 | Mengatur perlakuan akuntansi terhadap suatu aset tetap yang tersedia untuk dijual. |
Ikhtisar Perubahan 2011
7
No | Perihal | PSAK 16 Rev 2011 | PSAK 16 Rev 2007 |
5 | Depresiasi atas tanah | Menjelaskan bahwa pada umumnya tanah memiliki umur ekonomis tidak terbatas sehingga tidak disusutkan, kecuali entitas meyakini umur ekonomis tanah terbatas. Perlakuan akuntansi tanah yang diperoleh dengan Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan lainnya mengacu pada ISAK 25: Hak Atas Tanah | Perlakuan akuntansi untuk tanah yang diperoleh dengan Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan lainnya mengacu pada PSAK 47: Tanah. |
Ikhtisar Perubahan 2007
8
No | Perihal | PSAK 16 Revisi 2007 | PSAK 16 Lama |
1 | Istilah | Aset | Aktiva |
2 | Penyusutan | Digabung di PSAK 16. Bagian yg signifikan disusutkan terpisah. | Diatur di PSAK lain |
3 | Komponen Biaya Perolehan | Termasuk:
| Tidak mengatur 2 hal tsb secara spesifik. |
4 | Bukan Komponen Biaya Perolehan | Kegiatan insidental ini mungkin terjadi sebelum atau selama konstruksi atau aktivitas pengembangan (misal : parkir) | Tidak mengatur hal tsb secara spesifik. |
5 | Pertukaran Aset | Membedakan antara ada substansi komersial atau tidak. | Membedakan pertukaran sejenis dan tidak sejenis |
Ikhtisar Perubahan 2007
9
No | Perihal | PSAK 16 Revisi 2007 | PSAK 16 Lama |
6 | Pengukuran Setelah Pengakuan Awal | Cost Model atau Revaluation Model | Hanya Cost Model, revaluasi boleh dilakukan jika sesuai ketentuan pemerintah |
7 | Telaah Ulang Nilai Residu, Umur Manfaat & Metode Penyusutan | Harus dilakukan minimum tiap akhir tahun dan perubahannya diperlakukan sebagai perubahan estimasi (prospektif). | Telaah nilai residu tidak diatur, perubahan umur manfaat diperlakukan prospektif, perubahan metode penyusutan retrospektif. |
8 | Aktiva Lain-lain | Diatur di PSAK lain | Mengatur Aktiva Lain-lain |
9 | Dismantling Cost | Diakui sebagai biaya perolehan dan kewajiban | Tidak diatur |
| | | |
Hubungan PSAK 16 dan PSAK Lain
10
PSAK
16
PSAK
26
PSAK
48
PSAK
58
PSAK
30
PSAK - Terkait
PSAK
13 & 19
IAS 25
Penurunan
Aset
Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan
Investasi Properti
Aset tidak berwujud
Hak atas Tanah
Sewa
Aset Tetap
Bunga
Pinjaman
Pengertian Aset Tetap
1. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan
2. Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.
11
Pengakuan Aset Tetap
12
Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika : (par 7)
Pengakuan Aset Tetap
13
Biaya Perolehan Awal
14
Biaya Setelah Perolehan Awal
15
Biaya pemeliharaan dan perbaikan
Misal: perawatan, suku cadang
diakui beban di laporan laba rugi periode berjalan
Penggantian aset
menambah aset jika
Memenuhi kriteria aset tetap dan komponen yang diganti tidak lagi dicatat sebagai aset
Inspeksi yang signifikan
diakui sebagai jumlah tercatat aset jika
Memenuhi kriteria aset tetap dan nilai inspeksi terdahulu (dibedakan dari fisik) dihentikan pencatatanya
Pengukuran Awal
16
Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan. (par 15)
Harga Perolehan
Biaya yang dapat diartibusikan secara langsung
Biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset
Komponen Biaya Perolehan
17
a) Harga perolehan 🡪 bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lain;
b) Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen
Biaya Diatribusikan Langsung
18
Bukan komponen biaya
19
Pengukuran Awal – Dismantling Cost
20
Perusahaan menyewa sebuah lahan selama 5 tahun untuk didirikan bangunan sementara untuk kegiatan operasional kantor. Biaya untuk mendirikan bangunan tersebut sebesar 1.200 juta.
Bangunan tersebut menurut perjanjian sewa, harus dibongkar di akhir masa sewa. Estimasi biaya pembongkaran rumah tersebut 200 juta
Harga perolehan bangunan adalah 1.200 juta ditambah estimasi biaya pembongkaran. 200 juta : (1 + 8%)5 = 135,1167 jt)
Contoh
Biaya partisi diakui dalam neraca dengan jurnal berikut:
Dr Aset Tetap 1.335,167 jt
Cr Kas 1.200 jt
Kewajiban diestimasi 135,1167jt
Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1
Cr Biaya bunga 10,889 jt
Kewajiban diestimasi 10,889 jt
Pengukuran Awal – Dismantling Cost
21
PT. Melati menyewa gedung selama 4 tahun mulai tahun 2011. Perusahaan mengeluarkan uang sebear 800 juta untuk membuat partisi ruang tersebut sesuai keinginan perusahaan.
Dalam kontrak disebutkan bahwa perusahaan harus mengembalikan ruangan seperti kondisi semula. Biaya untuk melakukan restorari sebesar 50 juta dengan tingkat diskon yang berlaku 5%. (PV n=5, i=5%) = 39,176 jt.
Contoh
Ilustrasi Biaya Perolehan
Berikut ini biaya yang dikeluarkan PT. Kelana dalam rangka perolehan mesin baru untuk produk barunya:
22
Contoh
Diskusikan mana yang merupakan biaya perolehan??
Pengukuran Awal
23
Example
Perolehan Gedung
24
Semua biaya terkait dengan akuisisi atau konstruksi :
Perolehan Tanah
25
Semua biaya terkait dengan akuisisi dan penyiapan tanah sesuai dengan tujuan penggunaan :
Tanah dan Bangunan 🡪 Investasi Properti
1. Digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau
26
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Fair value model (PSAK 13)
27
Revaluation model (PSAK 16)
Example
Perolehan Peralatan
28
Biaya Perolehan
29
Pengeluaran dan penerimaan berikut terkait dengan tanah, land improvement dan pembelian gedung. Tentukan bagaimana perusahaan mengklasifikasikan pengeluaran tersebut?
Klasifikasi
Utang Bank
Bangunan
Tanah
Tanah
Bangunan
(Bangunan)
Perolehan Aset
30
Classification
Bangunan
Tanah
Perbaikan Tanah
(Tanah)
Perbaikan Tanah
Pengeluaran dan penerimaan berikut terkait dengan tanah, land improvement dan pembelian gedung. Tentukan bagaiaman perusahaan mengklasifikasikan pengeluaran tersebut?
Tanah
Tanah
Tanah
Perolehan Aset yang Dibangun Sendiri
31
Bunga selama Proses Konstruksi
32
Biaya bunga tidak dikapitalisasi selama konstruksi
Kapitalisasi biaya bunga aktual selama konstruksi (dengan modifikasi)
Kapitalisasi semua biaya bunga
IFRS
Rp 0
Rp ?
Menambah Nilai Aset
Bunga Pinjaman (PSAK 26)
33
Pengukuran Biaya Perolehan
34
Pengukuran Biaya Perolehan
35
Pertukaran Aset
36
Substansi Komersial
Nilai wajar
Aset dipertukarkan
Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur sebesar nilai wajar
kecuali:
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
37
Entitas harus memilih antara:
Cost Model
Revaluation Model
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
38
Cost Model
Revaluation Model
Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar :
Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar :
yang terjadi setelah tanggal revaluasi.
Nilai Wajar
39
Nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction)
Bukan nilai yang akan diterima atau dibayarkan entitas dalam suatu transaksi yang dipaksakan, likuidasi yang dipaksakan, atau penjualan akibat kesulitan keuangan.
Hirarki Penentuan Nilai Wajar
40
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
41
Appraisal
Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai karena sifat aset yang khusus dan jarang diperjualbelikan, maka
Penentuan Nilai Wajar
42
Tidak ada nilai wajar
43
Frekuensi Penilaian
44
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
45
Revaluation Model
Revaluasi harus dilakukan secara reguler
Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan metode:
proporsional, atau eliminasi.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
46
Metode Proporsional
Peralatan senilai 2.000.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2010 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2010 nilai wajar aset adalah 2.400.000.
1/1/08 Dr. Aset tetap 2.000.000
Cr. Kas 2.000.000
31/12/08 Dr. Beban Penyusutan 400.000
Cr. Akumulasi Penyusutan 400.000
31/12/08 Dr. Aset Tetap 1.000.000
Cr. Akumulasi Penyusutan 200.000*
Cr. Surplus Revaluasi 800.000
*((2.400.000-1.600.000)/1.600.000) x 400.000 = 200.000
Example
4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal
47
Metode Eliminasi
Peralatan senilai 2.000.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2010 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2010 nilai wajar aset adalah 2.400.000.
Example
1/1/08 Aset tetap 2.000.000
Kas 2.000.000
31/12/08 Beban Penyusutan 400.000
Akumulasi Penyusutan 400.000
31/12/08 Akumulasi Penyusutan 400.000
Aset Tetap 400.000
Aset Tetap 800,000
Surplus Revaluasi 800.000
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
48
Revaluation Model
Entire class
To Equity directly
Negative to P/L
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
49
Revaluation Model
Pemindahan surplus revaluasi tidak dilakukan melalui Laporan Laba Rugi.
Dr Surplus Revaluasi
Cr Saldo Laba
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Dr - Akumulasi Penyusutan 1.650.000
Cr – Aset Tetap 1.650.000
Dr – Aset Tetap 600.000
Cr – Surplus Revaluasi 600.000
50
Contoh
4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal
51
Contoh
Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 3.000.000 dan akumulasi penyusutan Rp 1,650.000 dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp 1.950.000. Sebelumnya pernah direvaluasi dengan penurunan Rp 200.000.
Dr - Akumulasi Penyusutan 1.650.000
Cr – Aset Tetap 1.650.000
Dr – Aset Tetap 600.000
Cr – Keuntungan Revaluasi 200.000
Cr - Surplus Revaluasi 400.000
4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Dr - Akumulasi Penyusutan 1.650.000
Cr – Aset Tetap 1.650.000
Dr – Rugi Revaluasi 350.000
Cr – Aset Tetap 350.000.
52
Contoh
4. Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Dr - Akumulasi Penyusutan 1.650.000
Cr – Aset Tetap 1.650.000
Dr – Rugi Revaluasi 150.000
Dr – Surplus Revaluasi 200.000
Cr – Aset Tetap 350.000
53
Contoh
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
54
Contoh
Dr Aset tetap 50,000
Cr Kas 50,000
Dr Beban Penyusutan 10,000
Cr Akumulasi Penyusutan 10,000
Dr Akumulasi Penyusutan 10,000
Cr Aset tetap 2,000
Cr Surplus Revaluasi 8,000
Revaluation Model
31.12.2009
31.12.2010
Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 12,000
Cr Akumulasi Penyusutan 12,000
Dr Surplus Revaluasi 2,000
Cr Saldo Laba 2,000
Penyusutan
55
Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) dari suatu aset selama umur manfaatnya (useful life).
Penyusutan
Cost Model
Revaluation Model
Penyusutan
56
Penyusutan
Penyusutan
57
Implikasinya, penyusutan tidak dihentikan sekalipun aset:
Penyusutan
Penyusutan
58
Penyusutan
59
Faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan umur manfaat.
Umur Manfaat
Penyusutan
60
Metode Penyusutan
Penyusutan
61
Garis Lurus
Saldo Menurun
Jumlah Unit
Menghasilkan pembebanan yang tetap sepanjang umur manfaat selagi nilai residu tidak berubah
Menghasilkan pembebanan yang menurun sepanjang umur manfaat
Menghasilkan pembebanan berdasarkan penggunaan
Metode Penyusutan
Penurunan Nilai – PSAK 48
62
Penurunan Nilai
63
Setiap tanggal pelaporan perusahaan harus menguji apakah terdapat indikasi (external atau internal) penurunan nilai, jika ada maka dilakukan pengujian berikut:
Ilustrasi Penurunan Nilai
64
Contoh: Misalkan perusahaan Carita melakukan uji penurunan nilai untuk peralatannya. Nilai buku dari peralatan tersebut sebesar Rp200 juta sedangkan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual sebesar Rp180 juta, dan nilai pakainya Rp205 juta.
Rp200 jt
Rp205 jt
Rp180 jt
Rp205 jt
Tdk ada penurunan nilai
Ilustrasi Penurunan Nilai
65
Misalkan informasi yang ada tetap sama untuk PT Carita kecuali nilai pakai dari peralatannya menjadi Rp175 juta.
Rp200 jt
Rp180 jt
Rp20 jt Rugi penurunan nilai
Dr. Rugi penurunan nilai Rp20 juta
Cr. Akumulasi depresiasi – peralatan Rp20 juta
Rp180 jt
Rp175 jt
Penghentian Pengakuan
a) dilepaskan; atau
b) Tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
66
Penghentian Pengakuan
67
Pengungkapan
68
Pengungkapan Revaluasi
69
Dasar yang digunakan untuk menilai kembali aktiva
Tanggal efektif penilaian
Nama penilai independen, bila ada
Hakekat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya pengganti
Jumlah tercatat setiap jenis aktiva tetap
Surplus penilaian kembali neraca
Transisi dan Tanggal Efektif
70
Kasus – Model Revaluasi & Cost
Informasi terkait aset yang diperoleh pada 1 Januari 2006:
Harga perolehan: Rp100 juta
Umur manfaat: 5 tahun, tidak ada nilai sisa
Metode depresiasi: Garis lurus
Diminta:
a. Buatlah seluruh jurnal yang diperlukan berdasarkan Model Revaluasi!
b. Buatlah seluruh jurnal yang diperlukan berdasarkan Model Biaya (Cost Model)! Asumsikan kondisi pada 1 Januari 2008 memenuhi kriteria penurunan nilai (impairment)!
71
Tanggal | Biaya Penggantian Terdepresiasi |
1 Januari 2007 | Rp120 juta |
1 Januari 2008 | Rp45 juta |
1 Januari 2009 | Rp50 juta |
Jawaban – Revaluasi - Proporsional
1/1/06 Dr. Aset Rp100 juta
Cr. Kas Rp100 juta
31/12/06 Dr. Beban depresiasi Rp20 juta
Cr. Akumulasi Depresiasi Rp20 juta
1/1/07 Dr. Aset Rp50 juta*
Cr. Akumulasi Depresiasi Rp10 juta**
Cr. Surplus Revaluasi Rp 40 juta
*((120 juta – 80 juta)/80 juta) x 100 juta
**((120 juta – 80 juta)/80 juta) x 20 juta
72
Jawaban – Revaluasi - Proporsional
31/12/07 Dr. Beban Depresiasi Rp30 juta (120 juta/4)
Cr.Akumulasi Depresiasi Rp 30 juta
Dr. Surplus Revaluasi Rp10 juta (40juta/4)
Cr. Laba Ditahan Rp10 juta
1/1/08 Dr. Akumulasi Depresiasi 30 juta* Dr. Surplus Revaluasi 30 juta
Dr. Rugi Penurunan Nilai Aset 15 juta
Cr. Aset 75 juta**
*((90 juta – 45 juta)/90 juta) x 60 juta
**((90 juta – 45 juta)/90 juta) x 150 juta
73
31/12/08 Dr. Beban Depresiasi Rp15 juta (45 juta/3)
Cr. Akumulasi Depresiasi Rp15 juta
1/1/09 Dr. Aset Rp50 juta* Cr. Akumulasi Depresiasi Rp30 juta**
Cr. Keuntungan/Kerugian Rp15 juta
Cr. Surplus Revaluasi Rp5 juta
*((50 juta -30 juta)/30 juta) x 7,500
**((5,000-3,000)/3,000) x 4,500
74
Jawaban – Revaluasi - Proporsional
Jawaban – Revaluasi - Eliminasi
1/1/06 Dr. Aset Rp100 juta
Cr. Kas Rp100 juta
31/12/06 Dr. Beban Depresiasi Rp20 juta
Cr. Akumulasi Depresiasi Rp20 juta
1/1/07 Dr. Akumulasi Depresiasi Rp20 juta
Cr. Aset Rp20 juta
Dr. Aset Rp40 juta
Cr. Surplus Revaluasi Rp40 juta
75
Jawaban – Revaluasi - Eliminasi
31/12/07 Dr. Beban Depresiasi Rp30 juta (120 juta/4)
Cr. Akumulasi Depresiasi Rp30 juta
Dr. Surplus Revaluasi Rp10 juta (40 juta/4)
Cr. Laba Ditahan Rp10 juta
1/1/08 Dr. Akumulasi Depresiasi Rp30 juta Cr. Aset Rp30 juta
Dr. Surplus Revaluasi Rp30 juta
Dr. Rugi Penurunan Nilai Aset Rp15 juta
Cr. Aset Rp45 juta
76
Jawaban – Revaluasi - Eliminasi
31/12/08 Dr. Beban Depresiasi Rp15 juta (4,500/3)
Cr. Akumulasi Depresiasi Rp15 juta
1/1/09 Dr. Akumulasi Depresiasi Rp15 juta
Cr. Aset Rp15 juta
Dr. Aset Rp20 juta
Cr. Laba/Rugi Rp15 juta
Cr. Surplus Revaluasi Rp5 juta
77
Jawaban – Model Biaya
1/1/06 Dr. Aset Rp100 juta
Cr. Kas Rp100 juta
31/12/06 Dr. Beban Depresiasi Rp20 juta
Cr. Akumulasi Depresiasi Rp20 juta
1/1/07 No journal
31/12/07 Dr. Beban Depresiasi Rp20 juta
Cr. Akumulasi Depresiasi Rp20 juta
1/1/08 Dr. Kerugian Penurunan Nilai Aset Rp15 juta
Cr. Akumulasi Depresiasi Rp15 juta
78
Jawaban – Model Biaya
79
31/12/08 Dr. Beban Depreasiasi Rp15 juta
Cr. Akumulasi Depresiasi Rp15 juta
1/1/09 Dr. Akumulasi Depresiasi Rp10 juta
Cr. Laba/Rugi Rp10 juta
Ilustrasi Pembayaran Tangguhan
80
Jurnal perolehan
Cr. Kas 500
Cr. Utang 720,95
Pembayaran angsuran 1
Dr. Beban bunga 86,51
Cr. Kas 200
Ilustrasi Perubahan Estimasi
PT Artha, membeli peralatan seharga Rp510 juta yang diperkirakan memiliki umur manfaat 10 tahun dengan nilai sisa sebesar Rp10 juta pada akhir masa manfaatnya. Depresiasi telah dicatat selama 7 tahun dengan metode garis lurus. Pada tahun 2010 (tahun ke-8), ditentukan bahwa umur manfaatnya menjadi 15 tahun dengan nilai sisa Rp5 juta pada akhir masa manfaat yang baru tersebut..
Questions:
membenarkan depresiasi tahun-tahun sebelumnya?
81
Tidak
Dijurnal
Ilustrasi Perubahan Estimasi
82
Peralatan
Rp510 juta
Akumulasi depresiasi
350 juta
Nilai tercatat bersih
Rp 160 juta
Lap. Posisi Keuangan (31 Des 2009)
Setelah 7 tahun
Biaya peralatan Rp510 juta
Nilai sisa - 10 juta
Basis depresiasi 500 juta
Masa manfaat (original) 10 tahun
Depresiasi per tahun Rp 50 juta
x 7 tahun = Rp 350 juta
Pertama, hitung nilai tercatat bersih pada tanggal perubahan estimasi.
Ilustrasi Perubahan Estimasi
83
Setelah 7 tahun
Nilai tercatat bersih Rp160 juta
Nilai sisa (baru) 5 juta
Basis depresiasi 155 juta
Sisa umur manfaat 8 tahun
Depresiasi tahunan Rp 19,375 juta
Penghitungan beban depresiasi tahun 2010
Dr. Beban depresiasi Rp19,375 juta
Cr. Akumulasi depresiasi Rp19,375 juta
Ayat Jurnal 2010
Ilustrasi Penghentian Pengakuan
84
Pada 31 Des 2007, penggantian motor dari mesin laser diperlukan setelah 400 jam operasi.
Nilai tercatat motor pada tanggal tersebut senilai Rp2 juta. �[Rp10 juta – (Rp10 juta ÷ 500 x 400)]
Biaya perolehan dari motor baru tesebut seharga Rp 8 juta.
Jika motor laser diganti, maka motor yang dahulu, yakni senilai Rp 2 juta harus dihapuskan.
Motor laser baru senilai Rp8 juta harus diakui.
Kasus
Pada 1 Jan 2006 PT Kicir membeli mesin cetak laser seharga Rp50 juta
Mesin tersebut digunakan selama 5 tahun (umur maksimum) kemudian dihapusbukukan tanpa nilai sisa
Motor mesin tersebut dapat beroperasi selama 500 jam, setelah melewati waktu operasi tersebut, perusahaan membeli bagian dari laser baru.
Biaya dari motor baru sebesar Rp10 juta tanpa nilai sisa.
Ilustrasi Penghentian Pengakuan
Dr. Akumulasi Penyusutan Rp 8 juta
Dr. Rugi Rp 2 juta
Cr. Aset Tetap Rp 10 juta
Dr. Aset Tetap Rp 8 juta
Cr. Kas Rp 8 juta
85
Jurnal
Ilustrasi Penjualan Aset
86
Penjualan Aset
PT Goldmine memiliki suatu mesin dengan harga perolehan senilai Rp 200 juta saat mesin tersebut dibeli pada 1 Juli 2007. Beban depresiasi dicatat senilai Rp24 juta per tahun, sehingga saldo akumulasi penyusutan adalah Rp84 juta pada 31 Desember 2010. Mesin tersebut dijual pada 1 September 2011 dengan harga Rp105 juta.
Siapkanlah ayat jurnal untuk:
Ilustrasi Penjualan Aset
87
a) Depresiasi untuk tahun 2011
Dr. Beban depresiasi (Rp24 juta x 8/12) Rp16 juta
Cr. Akumulasi depresiasi Rp16 juta
b) Mencatat penjualan
Kas Rp105 juta
Akmulasi Depresiasi 100 juta
Mesin Rp 200 juta
Keuntungan Penjualan 5 juta
* Rp84 juta + Rp16 juta = Rp100 juta
*
Ilustrasi Pertukaran Aset –� Tanpa Substansi Komersial
88
Situasi Untung
Perusahaan transportasi, Aman Lancar, melakukan transaksi pertukaran aset tanpa substansi komersial, dimana posisi Aman Lancar tidak berubah secara signifikan dengan adanya transaksi pertukaran ini. Pada kasus ini Aman Lancar menunda pengakuan keuantungan senilai Rp70 juta dan mengurangi basis dari semi-truk.
89
Dr. Semi-truk Rp530 juta
Dr. Akumulasi Depresiasi—Truk 220 juta
Cr. Truk 640 juta
Cr. Kas 110 juta
Ilustrasi: Aman Lancar mencatat transaksi pertukaran sebagai berikut:
Ilustrasi Pertukaran Aset –� Tanpa Substansi Komersial
Nilai wajar semi-truk Rp600 juta
-/- Keuntungan yang ditangguhkan 70 juta
Basis semi-truk Rp530 juta
Nilai tercatat truk Rp420 juta
+/+ Kas yang dibayarkan 110 juta
Basis semi-truk Rp530 juta
ATAU
Kasus Pertukaran Aset
90
PT Sriwijaya menukarkan peralatan yang telah ia gunakan untuk kegiatan operasinya ditambahkan kas sebesar Rp20 juta untuk peralatan yang serupa yang telah digunakan oleh PT Kutai. Berikut ini adalah informasi terkait transaksi pertukaran ini:
Diminta: Buatlah ayat jurnal untuk mencatat pertukaran (untuk kedua perusahaan)
Kasus Pertukaran Aset
91
Penghitungan Keuntungan atau Kerugian (dalam juta Rp)
Kasus Pertukaran Aset
92
Memiliki Substansi Komersial
Sriwijaya:
Dr. Peralatan Rp155 juta
Dr. Akumulasi depresiasi 190 juta
Cr. Kas 20 juta
Cr. Peralatan 280 juta
Cr. Keuntungan pertukaran 45 juta
Kutai:
Dr. Kas Rp20 juta
Dr. Peralatan 135 juta
Dr. Akumulasi depresiasi 100 juta
Dr. Kerugian pertukaran 25 juta
Cr. Peralatan Rp280 juta
Kasus Pertukaran Aset
93
Sriwijaya (Memiliki Substansi Komersial):
Dr. Peralatan Rp155 juta
Dr. Akumulasi depresiasi 190 juta
Cr. Kas Rp20 juta
Cr. Peralatan 280 juta
Cr. Keuntungan penghapusbukuan aset 45 juta
Sriwijaya (TANPA Substansi Komersial):
Dr. Peralatan (155 juta – 45 juta) Rp110 juta
Dr. Akumulasi depresiasi 190 juta
Cr. Kas Rp20 juta
Cr. Peralatan 280 juta
Kasus Pertukaran Aset
94
Kutai (Memiliki Substansi Komersial):
Kutai (TANPA Substansi Komersial):
Dr. Kas Rp20 juta
Dr. Peralatan 135 juta
Dr. Akumulasi depresiasi 100 juta
Dr. Rugi penghapusbukuan peralatan 25 juta
Cr. Peralatan Rp280 juta
Dr. Kas Rp20 juta
Dr. Peralatan 135 juta
Dr. Akumulasi depresiasi 100 juta
Dr. Rugi penghapusbukuan peralatan 25 juta
Cr. Peralatan Rp280 juta
Kasus Revaluasi
95
Suatu entitas mengakui nilai dari aset tetap berwujud setelah perolehan pada harga perolehan atau nilai wajar.
PT Jalan Baru menggunakan nilai wajar untuk mengakui peralatan yang dimilikinya.
Mengakui Revaluasi
Kasus Revaluasi
96
Revaluasi - Tanah
PT Fortune Indonesia membeli tanah seharga Rp1 M pada tanggal 5 Januari 2010. Perusahaan memilih untuk menggunakan metode revaluasi untuk mebgakui tanahnya setelah tanggal perolehan. Pada tanggal 31 Desember 2010, nilai wajar dari tanah tersebut Rp1.2 M. Jurnal untuk mencatat kejaidan ini adalah:
Dr. Tanah Rp0.2 M
Cr. Keuntungan belum terealisasi – Tanah Rp0.2 M
Keuntungan belum terealisasi – Tanah menaikkan nilai laba komprehensif dalam laporan laba /rugi komprehensif.
Kasus Revaluasi
97
Revaluasi — Aset yang Dapat Terdepresiasi
PT Lancar membeli peralatan senilai Rp500 juta pada 2 Januari 2010 yang memiliki masa manfaat 5 tahun. Peralatan tersebut didepresiasikan menggunakan metode garis lurus tanpa nilai sisa. PT Lancar memilih untuk menggunakan metode nilai wajar untuk mengakui peralatannya. PT Lancar mencatat beban depresiasi sebesar Rp100 juta (Rp500 juta/5) pada 31 Desember 2010 sebagai berikut:
Dr. Beban Depresiasi Rp100 juta
Cr. Akumulasi Depresiasi - Peralatan Rp100 juta
Kasus Revaluasi
98
Revaluation—Depreciable Assets
Setelah jurnal tersebut, peralatan yang dimiliki oleh PT Lancar memiliki nilai buku Rp400 juta. PT Lancar menapatkan infromasi dari penilai independen yang menyatakan bahwa peralatan tersebut bernilai Rp460 juta pada 31 Desember 2010.
Dr. Akumulasi Depresiasi - Peralatan Rp100 juta
Cr. Peralatan Rp40 juta
Cr. Keuntungan yang belum terealisasi- Peralatan Rp60 juta
Kasus Revaluasi
99
Penyajian Revaluasi — Aset yang Dapat Didepresiasi
PT Lancar melaporkan beban depresiasi sebesar Rp100 juta. Akumulasi Laba Komprehensif Lain tidak dapat memiliki saldo negatif.
Pada laporan laba/rugi komprehensif:
Laba komprehensif lain-lain:
Keuntungan yang belum terealisasi – peralatan Rp60 juta
Pada laporan posisi keuangan:
Aset tetap
Peralatan (Rp500 juta – Rp40 juta) Rp460 juta
Akumulasi depresiasi – peralatan (Rp100 juta – Rp100 juta) -0-
Nilai buku Rp460 juta
Ekuitas
Akumulasi laba komprehensif lainnya Rp60 juta
Main References
Kieso, Weygandt, Walfield, 13th edition, John Wiley
The Institute of Chartered Accountants, England and Wales
100
TERIMA KASIH
Dwi Martani
Departemen Akuntansi FEUI
martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com
http://staff.blog.ui.ac.id
08161932935 atau 081318227080
101