1 of 22

STANDARD COST

Pertemuan 7

2 of 22

STANDARD COST

Perusahaan perlu mendorong manajer operasi untuk mengendalikan biaya . Untuk itu perlu anggaran yang akan memberikan standar dalam mengendalikan dan mengevaluasi kinerja manajerial. Pengendalian dapat ditingkatkan dengan mengembangkan standar untuk jumlah unit sebagaimana jumlah total. Standar unit adalah dasar atau pondasi dari pembuatan anggaran fleksibel.

3 of 22

Dua keputusan dalam menentukan biaya standar unit atas masukan tertentu adalah :

  1. Berapa banyak masukan yang diperlukan untuk setiap unit keluaran (keputusan kuantitas)
  2. Berapa yang harus dibayar untuk kuantitas yang digunakan sebagai masukan (keputusan penetapan harga).

Keputusan kuantitas merupakan standar kuantitas (quantity standard) dan keputusan penetapan harga merupakan standar harga (price standard). Biaya standar unit dapat dihitung dengan mengalikan kedua standar : Standar kuantitas X standar harga Standar ditetapkan dengan mengadu pada :

  1. Pengalaman masa lalu
  2. Studi rekayasa
  3. Masukan dari personil operasi

4 of 22

Jenis-Jenis Standard

  1. Standar Ideal (ideal standard) adalah tingkat efisiensi maksimum dan hanya bias dapat dicapai bila semua berjalan lancar. Tidak ada kerusakan mesin atau kekurangan tenaga kerja
  2. Standar Yang Dapat Dicapai (currently attainable standard) yaitu standar yang dapat dicapai dalam kondisi operasi efisien. Pada standar ini telah dihitung toleransi atas kerusakan mesin yang normal, penghentian sementara, tingkat keahlian yang belum sempurna dan lainnya.

5 of 22

Kegunaan Sistem Biaya standar

  1. Perencanaan dan Pengendalian Sistem biaya ini memperbaiki perencanaan dan pengendalian serta memperbaiki pengukuran kinerja. Standar unit merupakan kebutuhan dasar bagi system anggaran fleksibel yang merupakan kunci utama dari system perencanaan dan pengendalian. Sistem pengendalian berdasarkan anggaran membandingkan biaya actual dan biaya yang dianggarkan dengan menghitung varians, yaitu perbedaan antara biaya aktual dan yang direncanakan pada tingkat aktivitas actual.
  2. Kalkulasi Biaya Produk Dalam system ini pembebanan biaya ke produk dilakukan dengan menggunakan standar kuantitas dan standar harga untuk ketiga biaya produksi : biaya bahan, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik.

6 of 22

Tabel Pembebanan Biaya ke Produk

7 of 22

Standard Cost Sheet

  • Sistem penetapan biaya standar dapat digunakan baik di organisasi manufaktur maupun jasa. Baik produk maupun jasa menggunakan input seperti bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead.
  • Penetapan biaya standar menetapkan :
                • standar harga dan
                • kuantitas untuk input ini.

Dengan menggunakan informasi ini, biaya standar per unit dihitung.

                • Standard cost list (Daftar biaya standar) memberikan rincian yang mendasari biaya unit standar.
                • Daftar biaya standar juga mengungkapkan kuantitas setiap input yang harus digunakan untuk memproduksi satu unit output

8 of 22

Tahapan membuat Standard Cost List

Hitung standar kuantitas satuan (SQ) dengan menghitung jumlah total masukan yang diperbolehkan untuk keluaran aktual.

SQ = Standar kuantitas satuan x keluaran aktual

Hitung standar jam yang diperbolehkan (SH) untuk output aktual.

SH = Standard jam satuan x keluaran aktual

9 of 22

Standard Cost Sheet

10 of 22

Analisis Varians

  • Anggaran fleksibel dapat digunakan untuk mengidentifikasi biaya bahan langsung atau biaya input tenaga kerja langsung yang seharusnya dikeluarkan untuk tingkat aktivitas sebenarnya.
  • Varians anggaran total mengukur perbedaan antara biaya aktual bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung serta biaya yang dianggarkan untuk tingkat aktivitas aktual.
  • Rumus :

  • Bila : SP = standar biaya unit, SQ = standar biaya input;

AP = harga aktual per unit, AQ = actual jumlah input yang digunakan, maka

Varians anggaran total = Aktual Biaya – Anggaran biaya

Varians anggaran total = (AP x AQ) – (SP x SQ)

11 of 22

Analisis Varians

Dari contoh di atas, bila diketahui :

  • Aktual produksi = 30000 cup sedangkan dalam standar = 20.000 cup
  • Aktual pemakaian yogurt = 780.000 ons
  • Harga yogurt per ons aktualnya = Rp.400.00
  • Biaya tenaga kerja langsung = Rp.132.000 per jam
  • Jam kerja actual tenaga kerja operasional = 325 jam

Maka :

  1. Hitunglah Biaya actual
  2. Hitunglah Varians anggaran total
  3. Analisis biaya mana yang diluar anggaran, lebih besar atau lebih kecil
  4. Apakah yang anda usulkan kepada top manajemen ?

12 of 22

Analisis Varians

13 of 22

Perhitungan Varians Harga Dan Pemakaian Bahan Baku Langsung

AQ x AP

= 780.000 x Rp.400

= 312.000.000

AQ x SP

= 780.000 x Rp.320

= 249.600.000

SQ x SP

= 25x 30.000 x Rp.320

= 240.000.000

Varian harga

= 312.000-249.600

= 62.400.000

Varian pemakaian

= 249.600-240.000

= 9.600.000

Varian pemakaian

= 62.400 + 9.600

= 72.000.000

14 of 22

Perhitungan varians harga dan pemakaian bahan baku

MPV = (APxAQ) – (SP x AQ)

= (AP – SP) x AQ

  • Varians harga bahan baku langsung (Direct material price variance , MPV)

AP = harga actual per unit

SP = harga standar per unit

AQ = jumlah aktual bahan baku langsung yang digunakan

  • Varians pemakaian bahan baku langsung (Direct material usage variance , MUV)

MUV = (SPxAQ) – (SP x SQ)

= (AQ – SQ) x SP

AQ = jumlah aktual bahan baku langsung yang

digunakan

SQ = jumlah standar bahan baku langsung yang

diijinkan kan untuk keluaran aktual

SP = harga standar per unit

15 of 22

Perhitungan varians harga dan pemakaian bahan baku (contoh soal)

MPV = (AP – SP) x AQ

= (400-320) x 780.000

= 62.400.000 (NOK)

  • Direct material price variance (MPV)

AP = harga actual per unit = Rp.400

SP = harga standar per unit = Rp.320

AQ = jumlah aktual bahan baku langsung yang digunakan = 780.000

  • Direct material usage variance (MUV)

MUV = (AQ – SQ) x SP

= (780.000-750.000) x 320

= 9.600.000 (NOK)

AQ = jumlah aktual bahan baku langsung yang

Digunakan = 780.000

SQ = jumlah standar bahan baku langsung yang

diijinkan kan untuk keluaran aktual = 25 x 30.000 = 750.000

SP = harga standar per unit = Rp.320

16 of 22

Waktu (timing)perhitungan varians

  • Varians harga bahan baku langsung dapat dihitung pada salah satu dari dua hal berikut ini: (1) pada saat bahan baku langsung dikeluarkan untuk digunakan dalam produksi atau (2) pada saat bahan baku tersebut dibeli. Menghitung varian harga pada saat pembelian lebih disukai.
  • Varians penggunaan bahan langsung harus dihitung pada saat bahan langsung dikeluarkan untuk produksi. Untuk memfasilitasi proses ini, banyak perusahaan menggunakan tiga bentuk: tagihan standar bahan, formulir penggunaan berlebihan dengan kode warna, dan formulir pengembalian bahan dengan kode warna.

17 of 22

Waktu (timing)perhitungan varians

  • Tagihan standar material (bill of material standard) mengidentifikasi jumlah bahan langsung yang harus digunakan untuk jumlah output yang telah ditentukan.

Contoh tagihan standar material

18 of 22

Perhitungan Varians Tenaga Kerja Langsung

AH x AR

= 325 x Rp.132.000

= 42.900.000

AH x SR

= 128.000 x Rp.320

= 41.600.000

AH x SR

= 0.01 x 30.000 x Rp.128.000

= 38.400.000

Varian harga

= 42.900.000-41.600.000

= 1.300.000

Varian pemakaian

= 41.600.000-38.400.000

= 3.200.000

Varian pemakaian

= 1.300.000 + 3.200.000

= 4.500.000

19 of 22

Perhitungan varians harga dan pemakaian bahan baku

LRV = (ARxAH) – (SR x AH)

= (AR – SR) x AH

  • Varian biaya tenaga kerja langsung (direct labor rate variance, LRV)

AR = upah perjam aktual

SR = standar upah per jam

AH = jam kerja tenaga kerja langsung aktual yang digunakan

  • Varian efisiensi biaya tenaga kerja langsung (direct labor efficiency variance, LEV)

LEV = (AH x SR) – (SH x SR)

= (AH – SH) x SR

AH = jam kerja tenaga kerja langsung aktual yang digunakan

SH = standar jam kerja tenaga kerja langsung yang harus digunakan l

SP = standar upah per jam

20 of 22

Perhitungan varians harga dan pemakaian bahan baku (contoh soal)

LRV = (AR – SR) x AH

= (132.000-128.000) x 325

= Rp.1.300.000,00 (NOK)

  • Direct material price variance (MPV)

AR = upah per jam aktual = Rp.132.000,00

SR = standar upah per jam = Rp.128.000,00

AH = jam kerja tenaga kerja langsung aktual yang digunakan = 325

  • Direct material usage variance (MUV)

LEV = (AH – SH) x SR

= (325-300) x 128.000

= Rp.3.200.000,00 (NOK)

AH = jam kerja tenaga kerja langsung aktual yang digunakan = 325

SH = standar jam kerja tenaga kerja langsung yang harus digunakan = 0.01 x 30.000= 300

SP = standar upah per jam = Rp.128.000

21 of 22

Assignment 7

  1. Buatlah slide 12,15,20 di excel

  • PT Pantang Mundur memiliki standard cost sheet dari sebuah produknya sbb :
  • Bahan baku langsung (2 mtr @ Rp.50.000,00)
  • Tenaga kerja langsung (1.5 jam @ Rp.160.000)
  • Biaya overhead tetap (1.5 jam @ Rp. 32.000 *)
  • Biaya overhead variabel (1.5 jam @ Rp.64.000 *)

*) berdasarkan aktivitas yang diharapkan 17.000 jam)

Selama tahun terakhir ini, hasil aktualnya sbb :

  1. Jumlah Produksi 15.000 unit
  2. Biaya overhead tetap Rp. 528.000.000,00
  3. Biaya overhead variabel Rp. 1.104.000.000,00
  4. Biaya bahan baku langsung

(dibeli 24 km) Rp. 5.785.920.000,00

  1. Biaya tenaga kerja langsung

(18.900 jam) Rp. 2.921.280.000,00

  1. Buat dengan excel seperti slide 12 untuk PT Pantang mundur
  2. Hitung Varian harga dan pemakaian bahan baku langsung.
  3. Hitung varian biaya tenaga kerja langsung dan efisiensi tenaga kerja.

22 of 22

Thank You