1 of 27

PERTEMUAN IV

MENCIPTAKAN EKONOMI SIRKULAR

APP KAJ 2026

(Upaya Hidup Bersama Lebih Baik)

2 of 27

3 of 27

4 of 27

PERTEMUAN IV

MENCIPTAKAN EKONOMI SIRKULAR

APP KAJ 2026

(Upaya Hidup Bersama Lebih Baik)

5 of 27

PENGANTAR

4.

Setiap tindakan menjadi bagian dari pembaruan bumi dan kasih Allah terus bekerja dalam ciptaan-Nya.

3.

Melalui cara berpikir, bertindak dan berbisnis yang menjaga agar sumber daya tidak cepat habis,

mengolah dan mengembalikan bahan-bahan agar bermafaat dalam siklusnya dengan inovasi dan teknologi.

2.

yang membutuhkan kreativitas dalam mengelola sumber daya,

untuk menjamin keberlanjutan dan menghasilkan nilai ekonomi baru.

1.

Pertobatan ekologis akhirnya sampai pada tindakan konkret,

salah satunya penerapan ekonomi sirkular,

6 of 27

4.

Setiap tindakan menjadi bagian dari pembaruan bumi dan kasih Allah terus bekerja dalam ciptaan-Nya.

3.

Melalui cara berpikir, bertindak dan berbisnis menjaga agar sumber daya tidak cepat habis, mengolah dan mengembalikan bahan-bahan agar bermafaat dalam siklusnya dengan inovasi dan teknologi.

2.

yang membutuhkan kreativitas dalam mengelola sumber daya,

untuk menjamin keberlanjutan, menghasilkan manfaat dan nilai ekonomi baru.

1.

Pertobatan ekologis akhirnya sampai pada tindakan konkret,

salah satunya penerapan ekonomi sirkular,

7 of 27

4.

Setiap tindakan menjadi bagian dari pembaruan bumi dan kasih Allah terus bekerja dalam ciptaan-Nya.

2.

yang membutuhkan kreativitas dalam mengelola sumber daya,

untuk menjamin keberlanjutan dan menghasilkan nilai ekonomi baru.

1.

Pertobatan ekologis akhirnya sampai pada tindakan konkret,

salah satunya penerapan ekonomi sirkular,

2.

yang membutuhkan kreativitas dalam mengelola sumber daya,

untuk menjamin keberlanjutan, menghasilkan manfaat dan nilai ekonomi baru.

8 of 27

4.

Setiap tindakan menjadi bagian dari pembaruan bumi dan kasih Allah terus bekerja dalam ciptaan-Nya.

2.

yang membutuhkan kreativitas dalam mengelola sumber daya,

untuk menjamin keberlanjutan dan menghasilkan nilai ekonomi baru.

1.

Pertobatan ekologis akhirnya sampai pada tindakan konkret,

salah satunya penerapan ekonomi sirkular,

2.

yang membutuhkan kreativitas dalam mengelola sumber daya,

untuk menjamin keberlanjutan, menghasilkan manfaat dan nilai ekonomi baru.

9 of 27

4.

Setiap tindakan menjadi bagian dari pembaruan bumi dan kasih Allah terus bekerja dalam ciptaan-Nya.

2.

yang membutuhkan kreativitas dalam mengelola sumber daya,

untuk menjamin keberlanjutan dan menghasilkan nilai ekonomi baru.

1.

Pertobatan ekologis akhirnya sampai pada tindakan konkret,

salah satunya penerapan ekonomi sirkular,

2.

yang membutuhkan kreativitas dalam mengelola sumber daya,

untuk menjamin keberlanjutan, menghasilkan manfaat dan nilai ekonomi baru.

10 of 27

4.

Setiap tindakan menjadi bagian dari pembaruan bumi dan kasih Allah terus bekerja dalam ciptaan-Nya.

2.

yang membutuhkan kreativitas dalam mengelola sumber daya,

untuk menjamin keberlanjutan dan menghasilkan nilai ekonomi baru.

1.

Pertobatan ekologis akhirnya sampai pada tindakan konkret,

salah satunya penerapan ekonomi sirkular,

2.

yang membutuhkan kreativitas dalam mengelola sumber daya,

untuk menjamin keberlanjutan, menghasilkan manfaat dan nilai ekonomi baru.

11 of 27

14 “Sebab, Kerajaan Sorga seumpama seseorang yang mau bepergian. Ia memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 15 Yang seorang diberi nya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. 16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. 17 Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan beroleh laba dua talenta.

(Mat. 25: 14-25)

12 of 27

18 Namun, hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. 19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. 20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. 21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Bagus, hai hambaku yang baik dan setia! Engkau telah setia dalam hal kecil; aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam hal besar. Masuklah ke dalam sukacita tuanmu.

(Mat. 25: 14-25)

13 of 27

22 Sesudah itu, datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta Tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. 23 Kata tuannya itu kepadanya: Bagus, hai hambaku yang baik dan setia! Engkau telah setia dalam hal kecil; aku akan memberikan kepadamu tanggung jawan dalam hal besar. Masuklah ke dalam sukacita tuanmu.

(Mat. 25: 14-25)

14 of 27

24 Datanglah juga hamba yang menerima satu talenta dan berkata: Tuan, aku tahu Tuan adalah orang yang kejam yang menuai di tempat yang Tuan tidak menabur dan memungut dari tempat Tuan tidak menanam. 25 Karena itu, aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan di dalam tanah. Ini, terimalah kepunyaan Tuan!

(Mat. 25: 14-25)

15 of 27

Perumpamaan tentang Talenta menyingkapkan bahwa setiap anugerah selalu mengandung perutusan Allah, bukan sebagai milik pribadi, melainkan sebagai panggilan untuk diolah dan dibagikan.�

16 of 27

Nilai dari panggilan ini tidak terletak pada banyaknya talenta yang diterima, melainkan pada kesetiaan dan tanggung jawab dalam mengelolanya.

Dalam terang Kitab Kejadian, manusia di tempatkan di taman Eden, tidak berhenti pada sabda Tuhan untuk menaklukkan dan berkuasa (Kej 1:28), tetapi juga mengemban tanggung jawab, “untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” (Kej 2:15).

17 of 27

Perumpamaan juga memperlihatkan sisi lain: hamba yang takut dan menyembunyikan talentanya (Mat 25:25).

Ketakutan ini mencerminkan luka manusia sejak kejatuhan dalam dosa: “Aku menjadi takut, karena aku telanjang” (Kej 3:10).

“Aku menjadi takut, karena aku telanjang” (Kej 3:10).

Karena itu, aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan di dalam tanah. (Mat 25:25)

18 of 27

Menggandakan talenta bukanlah sekadar memperoleh hasil berlipat, tetapi gerak batin untuk keluar dari ketakutan. Itu adalah langkah menuju kebebasan sejati, kemandirian dan mengambil bagian dalam kasih penciptaan Allah.

19 of 27

Noovaleum hadir sebagai pengumpul dan penyaluran untuk pengolahan UCO, menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular.

Noovaleum mengembangkan sistim UCOllect, dilengkapi dengan aplikasi digital guna efektivitas dan sarana memberi insentif.

Telah terpasang sekitar 160 unit UCOllect mulai dari Palembang, Pulau Jawa, hingga Pulau Bali.

Konsumsi minyak goreng 16.2 juta kiloliter atau sekitar 13 juta ton setiap tahun, diperkirakan menghasilkan 3 juta ton minyak jelantah (UCO – used cooking oil).

UCO dari industri dan komersial kebanyakan sudah memiliki mekanisme penampungan dan pengolahan.

Justru UCO dari rumah tangga (70%) kebanyakan belum mempunyai mekanisme tersebut.

20 of 27

Dimas Bagus Wijanarko, mengembangkan mesin Pirolis, Plastik menjadi BBM.

21 of 27

Belajar dari Dr Benedicta Eviania P seorang dosen Unika Atma Jaya - Jakarta, membuat dan menggunakan pembalut wanita dari kain. https://drive.google.com/file/d/10Pe8qxy2bN6nYu7xj4G6habR-us-DSkh/view?usp=drive_link

22 of 27

  1. Apakah kita menyadari telah dianugerahi talenta dan sudah menghidupinya? Adakah halangan atau ketakutan mengembangkan dan membagikan talenta, mengapa?

  • Membagi dalam kelompok terdiri dari masing-masing lima (5) anggota, mendiskusikan dan menentukan hal-hal yang akan dilakukan dalam rangka mendukung Ekonomi Sirkular. Baik merupakan gerak pribadi, kelompok dan korporasi. Beberapa ide antara lain:
    1. Mengadakan pertemuan Lingkungan dan atau Zairek tanpa plastik.
    2. Pelajari kesempatan kerjasama dan pengembangan:
      • Noovaleum Indonesia, sebuah Perusahaan yang berfokus pada pengelolaan limbah minyak jelantah dan mengubahnya menjadi sumber energi terbarukan.
      • Belajar dari Dr Benedicta Eviania P seorang dosen Unika Atma Jaya - Jakarta, membuat dan menggunakan pembalut wanita dari kain. https://drive.google.com/file/d/10Pe8qxy2bN6nYu7xj4G6habR-us-DSkh/view?usp=drive_
      • Yayasan Get Plastic Indonesia, untuk Riset dan Pengembangan, Workshop, Kemitraan, dalam bidang pengolahan Plastik menjadi bahan bakar cair.

  • Dan inisiatif-inisiatif lainnya yang lebih sederhana seperti membuat Eco-Enzime berikut segenap turunan dan pemanfaatannya, membuat dan memanfaatkan Biokompos, membuat Ecobrick dari limbah plastik, memasang Solar Panel untuk penerangan di rumah dan lingkungan dan banyak hal lain yang dapat muncul dalam diskusi kelompok.

DINAMIKA KELOMPOK

23 of 27

REFLEKSI

Pertobatan Untuk Merawat Bumi, rumah kita bersama

Harmoni Seluruh Ciptaan

(Relasi Dengan Bumi, Rumah Kita Bersama)

Kesadaran akan Allah yang menciptakan harmoni dunia

Pembaruan Dalam Diri

(Hidup Sederhana dan Secukupnya)

Dipersatukan Oleh Keprihatinan

(Dari Ego ke Eko)

Menciptakan Ekonomi Sirkular

(Upaya Hidup Bersama lebih Baik)

Langkah-Langkah kecil yang dijalani, menjadi buah pertobatan yang nyata

Kita dipanggil untuk hidup bukan hanya dengan orang lain, tetapi juga untuk orang lain

Keberanian bergerak , kreatif dan kemandirian, membuat hidup bersama lebih baik

24 of 27

REFLEKSI

Pertobatan Untuk Merawat Bumi, rumah kita bersama

Harmoni Seluruh Ciptaan

(Relasi Dengan Bumi, Rumah Kita Bersama)

Kesadaran akan Allah yang menciptakan harmoni dunia

Pembaruan Dalam Diri

(Hidup Sederhana dan Secukupnya)

Dipersatukan Oleh Keprihatinan

(Dari Ego ke Eko)

Menciptakan Ekonomi Sirkular

(Upaya Hidup Bersama lebih Baik)

Langkah-Langkah kecil yang dijalani, menjadi buah pertobatan yang nyata

Kita dipanggil untuk hidup bukan hanya dengan orang lain, tetapi juga untuk orang lain

Keberanian bergerak , kreatif dan kemandirian, membuat hidup bersama lebih baik

25 of 27

Allah menciptakan manusia karena cinta-Nya, diciptakan segambar dan serupa dengan-Nya. Allah yang mencintai manusia, memberinya karunia-karunia, agar dalam keserupaan ia dapat menanggapi panggilan. Untuk bersama-sama Allah, memelihara dan melanjutkan penciptaan dengan bekerja dan melayani, demi hidup dan keberlanjutan hidup manusia yang lebih baik di dalam bumi rumah kita bersama.

26 of 27

Allah menciptakan manusia karena cinta-Nya, diciptakan segambar dan serupa dengan-Nya. Allah yang mencintai manusia, memberinya karunia-karunia, agar dalam keserupaan ia dapat menanggapi panggilan. Untuk bersama-sama Allah, memelihara dan melanjutkan penciptaan dengan bekerja dan melayani, demi hidup dan keberlanjutan hidup manusia yang lebih baik di dalam bumi rumah kita bersama.

27 of 27

Allah menciptakan manusia karena cinta-Nya, diciptakan segambar dan serupa dengan-Nya. Allah yang mencintai manusia, memberinya karunia-karunia, agar dalam keserupaan ia dapat menanggapi panggilan. Untuk bersama-sama Allah, memelihara dan melanjutkan penciptaan dengan bekerja dan melayani, demi hidup dan keberlanjutan hidup manusia yang lebih baik di dalam bumi rumah kita bersama.

TERIMA KASIH