1 of 8

TETAP MENGASIHI WALAU TERLUKA

LUKAS 23:33–43

Minggu 3

2 of 8

Salib bukan hanya tempat penderitaan, tetapi juga puncak pernyataan kasih Allah. Dari doa Yesus di atas kayu salib, kita belajar makna kasih sejati. Dari doa Yesus di atas kayu salib kita belajar mengasihi walau terluka.

Kasih mendorong untuk:

3 of 8

TAAT MESKI BERAT

(ay. 33)

Yesus tetap taat sampai mati di kayu salib meski menghadapi penderitaan yang tidak adil (Fil 2:8).

01

4 of 8

Tetaplah setia kepada kehendak Tuhan meski jalan terasa berat dan menyakitkan.

Kasih kepada Bapa membuat Yesus tidak menyerah pada rasa sakit dan penghinaan.

Ketaatan adalah bukti kasih yang dewasa, bukan kasih yang bergantung pada kenyamanan.

5 of 8

MENGAMPUNI TANPA SYARAT

(ay. 34a)

“Yesus berkata: Ya Bapa, ampunilah mereka.” Pengampunan diberikan bahkan sebelum ada penyesalan.

02

6 of 8

Kasih ilahi itu tanpa batas (Mat 18:21-22) dan tidak menunggu orang lain berubah lebih dulu.

Pengampunan membebaskan bukan hanya yang diampuni, tetapi juga yang mengampuni.

Belajarlah menyerahkan luka kepada Tuhan. Jangan biarkan kepahitan merampas damai sejahtera.

7 of 8

TETAP MENYATAKAN BERKAT

(ay. 41–43)

Yesus menjanjikan keselamatan kepada penjahat yang bertobat (lihat Yesaya 53:12).

03

8 of 8

Jadilah saluran berkat meski hati terluka. Tuhan sanggup memakai kasih Anda untuk menyelamatkan orang lain.

Di tengah penderitaan, Yesus tetap membuka pintu anugerah.

Kasih sejati tetap menghasilkan berkat, bahkan di saat paling gelap.