1 of 46

Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen

Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Hari Belajar

01

2 of 46

Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen

Latar Belakang

Pemerintah berkewajiban untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu untuk seluruh warga negara Indonesia

14

(1)Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk

memperoleh pendidikan yang bermutu

(1)Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan

layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya

pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa

diskriminasi

Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

UU Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 20 Tahun 2003)

Pasal 5

Pasal 11

Pasal 1

Undang-Undang Dasar 1945 (Pasal 31 ayat 1)

Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.”

3 of 46

Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen

Latar Belakang

Komitmen dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas tercermin dalam visi dan misi Kemendikdasmen

Asta Cita Pemerintah (RPJMN 2025 – 2029)

Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga,

kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.”

Visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 – 2029

“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendukung Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden untuk

mewujudkan bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembentukan sumber daya manusia

(SDM) yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif”

Misi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 – 2029

1.

Mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, berkualitas, berdaya saing, berkolaborasi dan relevan untuk

memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi

olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Mewujudkan pelestarian, pemajuan, dan pengembangan bahasa dan sastra untuk memperkuat penyelarasan

kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama

untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur

2.

4 of 46

Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen

● ● ● ●

● ●

● ●

47%

58%

19%

22,3%

lulusan

55,9%

40%

26,67%

31 – 61%

34 – 50%

50%

46 – 66%

satdik telah memenuhi standar SNP sarpras

satdik di semua jenjang memiliki ruang rusak

satdik mencapai kategori excellent (skor > 75) pada standar proses

Lebih dari

pembelajaran

satdik belum mencapai kategori baik (>65) pada kualitas

kabupaten/kota masih memiliki pemerataan guru yang kurang,

baik pada jenjang PAUD, SD, dan SMP

guru PAUD belum D-4/S-1

guru belum memiliki sertifikasi

satdik memiliki capaian literasi rendah dan sedang

satdik memiliki capaian numerasi rendah dan sedang

satdik memiliki capaian karakter rendah dan sedang

satdik berada pada kategori excellent (skor > 75) pada standar kompetensi

Evaluasi Capaian dan Mutu Pendidikan

Capaian hasil belajar yang belum merata selaras dengan keterbatasan penyediaan layanan pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan

Guru

Proses

Pembelajaran

Hasil Belajar

Sarana dan

Prasarana

5 of 46

Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen

● ●

● ●

satdik yang mengalokasikan anggaran untuk kegiatan mutu

sekolah besar dan 7% sekolah kecil mengalokasikan anggaran mutu

Rata-rata

subkegiatan prioritas dipilih oleh pemerintah daerah provinsi

dan kabupaten/kota

Total anggaran pendidikan pada mayoritas pemerintah daerah provinsi dan kab/kota

berada pada

18,4%

20%

20 – 40%

0 – 20%

Integrasi proses perencanaan pemerintah daerah

dan satdik

Komitmen Satdik dalam Meningkatkan

Mutu Sesuai Rapor

Komitmen Pemda dalam Meningkatkan

Mutu Sesuai Rapor

Sinkronisasi perencanaan dan penganggaran di pemerintah daerah dengan perencanaan dan penganggaran di satuan pendidikan

Komitmen Peningkatan Mutu

Penyediaan informasi capaian mutu dalam Rapor Pendidikan belum direspon oleh satuan pendidikan/pemerintah daerah sesuai dengan kondisi masing-masing

6 of 46

Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen

Evaluasi Sistem Penjaminan Mutu

Kemunduran dalam implementasi sistem penjaminan mutu berdampak pada berkurangnya kesadaran mengenai “budaya mutu” dan kolaborasi dalam pelaksanaan penjaminan mutu di satuan pendidikan

Regulasi PMP

Tahapan SPMI

Penggunaan SNP sebagai acuan

Peran Pemerintah Daerah dalam PMP

Peran Kemendikdasmen

dalam PMP

BB/BPMP hanya berperan sebagai eksekutor program Prioritas Nasional, bukan penjaminan mutu

Di dalam Rapor Pendidikan, SNP tidak secara eksplisit digunakan sebagai acuan

Penyesuaian PP 19/2005 menjadi PP 57/2021: Menghilangkan fungsi PMP dan peran BPMP

Tahapan dalam Perencanaan Berbasis Data (PBD) tidak menggambarkan penggunaan dan pemenuhan standar

Fokus Pemda masih pada perencanaan anggaran daerah, khususnya SPM

SPM belum digunakan sebagai alat dalam memfasilitasi satuan pendidikan dalam

menerapkan SPMI

7 of 46

Kompetensi Guru dalam Transformasi Satuan Pendidikan

Kementerian

Pendidikan, Kebudayaan,

Riset, dan teknologi

8 of 46

Saat pertama kali melihat gambar ini, apa yang menjadi perhatian Bapak/Ibu ?

Silahkan tuliskan jawaban di kolom chat

9 of 46

Visi Transformasi Satuan Pendidikan

  • Filosofi: berpusat kepada peserta didik
  • Lingkungan belajar: aman, nyaman, menyenangkan dan inklusif
  • Budaya sekolah: refleksi; belajar, berbagi, berkolaborasi
  • Hasil belajar murid: ada peningkatan secara berkelanjutan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

10 of 46

Skema Transformasi Peran Guru

Kriteria

Sebelumnya

Sesudahnya

Peran

Pemateri

Pengajar & Pendidik

Fokus layanan

Menyampaikan materi pelajaran. Orientasi pada kurikulum dan/atau buku teks

Menumbuhkembangkan kompetensi peserta didik. Orientasi pada peserta didik

Asesmen Awal

Materi yang sudah dan belum disampaikan kepada peserta didik

Kompetensi yang sudah dan belum dikuasai oleh peserta didik

Strategi

Satu strategi pembelajaran yang dianggap paling tepat untuk semua peserta didik

Diferensiasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik

Keluaran yang Dihasilkan

Perencanaan pembelajaran dan laporan administrasi proses pembelajaran

Penguasaan kompetensi dari masing-masing peserta didik dan cara mencapainya

Ukuran Keberhasilan

  1. Ketuntasan materi pelajaran
  2. Peningkatan nilai ujian terstandar (skor absolut)
  1. Peningkatan kualitas proses pembelajaran guru dari tahun ke tahun (delta skor)
  2. Peningkatan literasi, numerasi dan karakter peserta didik dari tahun ke tahun (delta skor)

11 of 46

Mari Investigasi

  1. Apa persiapan yang dilakukan oleh guru dalam gambar ini untuk mempersiapkan pembelajaran dalam kelas sepadat ini?

  • Apa pertanyaan yang diberikan oleh guru hingga siswa dalam kelas ini terlihat antusias?

12 of 46

Rincian Kompetensi dan Indikatornya

(12 Indikator + 41 Sub Indikator)

  • Pengetahuan konten pembelajaran dan cara mengajarkannya
  • Karakteristik dan cara belajar peserta didik
  • Kurikulum dan cara menggunakannya
  • 3 Sub Indikator
  • 5 Sub Indikator
  • 4 Sub Indikator
  • Kolaborasi untuk peningkatan pembelajaran
  • Keterlibatan orang tua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran
  • Keterlibatan dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas untuk peningkatan pembelajaran
  • 3 Sub Indikator
  • 2 Sub Indikator
  • 2 Sub Indikator
  • Kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai dengan kode etik guru
  • Pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi
  • Orientasi berpusat pada peserta didik
  • 3 Sub Indikator
  • 3 Sub Indikator
  • 3 Sub Indikator
  • Lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi peserta didik
  • Pembelajaran efektif yang berpusat pada peserta didik
  • Asesmen, umpan balik, dan pelaporan yang berpusat pada peserta didik

Kompetensi

Pedagogik

Kompetensi

Kepribadian

Kompetensi

Sosial

Kompetensi

Profesional

  • 3 Sub Indikator
  • 5 Sub Indikator
  • 5 Sub Indikator

13 of 46

Kompetensi

Pedagogik

Menjadi Pembelajar

Sepanjang Hayat

14 of 46

Kompetensi Pedagogik

(Indikator dan Sub Indikatornya)

Lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi peserta didik

Pembelajaran efektif

yang berpusat pada peserta didik

Asesmen, umpan balik, dan pelaporan yang berpusat pada peserta didik

1.1.1. Pengelolaan perilaku peserta didik yang sulit

1.2.1. Desain pembelajaran yang terstruktur dan berurutan untuk mencapai tujuan pembelajaran

1.3.1. Perancangan asesmen yang berpusat pada peserta didik

1.1.2. Pengelolaan kelas untuk mencapai pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

1.1.3. Rasa aman dan nyaman peserta didik dalam proses pembelajaran

1.2.2. Desain pembelajaran yang relevan dengan kondisi di sekitar sekolah dengan melibatkan peserta didik

1.3.2. Pelaksanaan asesmen yang berpusat pada peserta didik

1.2.3. Pemilihan dan penggunaan sumber belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran

1.3.3. Umpan balik terhadap peserta didik mengenai pembelajarannya

1.2.4. Instruksi pembelajaran yang mencakup strategi dan komunikasi untuk menumbuhkan minat dan nalar kritis peserta didik

1.3.4. Penyusunan laporan capaian belajar peserta didik

1.1

1.2

1.3

1.2.5. Penggunaan teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) secara adaptif dalam pembelajaran

1.3.5. Komunikasi laporan capaian belajar peserta didik

GURU

15 of 46

16 of 46

Kompetensi

Kepribadian

Menjadi Pembelajar

Sepanjang Hayat

17 of 46

GURU

18 of 46

19 of 46

Kompetensi

Sosial

Membangun ekosistem yang kolaboratif

20 of 46

Kompetensi Sosial

(Indikator dan Sub Indikator)

Kolaborasi untuk peningkatan pembelajaran

Keterlibatan orang tua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran

Keterlibatan dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas untuk peningkatan pembelajaran

3.1.1. Komunikasi efektif dengan warga sekolah yang mengarah pada peningkatan pembelajaran

3.2.1. Pendampingan orang tua/wali dalam mendukung pembelajaran di rumah yang berpusat pada peserta didik

3.3.1. Berpartisipasi pada beragam peran untuk pemecahan masalah pembelajaran dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas

3.1.2. Pengorganisasian tugas-tugas bersama rekan sejawat untuk peningkatan pembelajaran

3.1.3. Inisiatif berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama dalam peningkatan pembelajaran

3.2.2. Pelibatan pengetahuan, keahlian, dan perspektif orang tua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

3.3.2. Berbagi praktik baik dan karya untuk peningkatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dalam organisasi dan jejaring yang lebih luas

3.1

3.2

3.3

21 of 46

22 of 46

Kompetensi

Profesional

Pengetahuan yang Berpusat pada

Peserta Didik

23 of 46

Kompetensi Profesional

(indikator dan sub indikator)

Pengetahuan konten pembelajaran dan cara mengajarkannya

Karakteristik dan cara belajar peserta didik

Kurikulum dan cara menggunakannya

4.1.1. Struktur dan alur pengetahuan dari suatu bidang keilmuan yang relevan untuk pembelajaran

4.2.1. Tahapan perkembangan dan karakteristik yang relevan dengan kebutuhan belajar

4.3.1. Penggunaan kurikulum dalam proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

4.1.2. Identifikasi pengetahuan konten yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran

4.1.3. Pengorganisasian pengetahuan konten yang relevan terhadap pembelajaran

4.2.2. Latar belakang sosial, budaya, agama dan ekonomi yang relevan dengan kebutuhan belajar peserta didik

4.3.2. Penggunaan asesmen untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

4.2.3. Potensi, minat dan cara belajar peserta didik yang relevan dengan kebutuhan belajar

4.3.3. Penggunaan strategi untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

4.2.4. Karakteristik dan cara belajar peserta didik penyandang disabilitas

4.3.4. Penggunaan strategi pembelajaran yang efektif untuk capaian belajar literasi dan numerasi peserta didik

4.1

4.2

4.3

4.2.5. Keragaman kebutuhan belajar peserta didik untuk pembelajaran yang inklusif

24 of 46

25 of 46

Level

Penguasaan

Kompetensi

26 of 46

Level kompetensi merepresentasikan tingkat penguasaan kompetensi pada sub-indikator untuk masing-masing indikator kompetensi yang melingkupi setiap kompetensi teknis guru.

27 of 46

Level 5

Ahli

Level 5

Ahli

Level 4

Mumpuni

Level 3

Menengah

Level 2

Dasar

Level Kompetensi

Level 1

Paham

Kemampuan

kepala sekolah untuk memahami pengetahuan tentang prinsip- prinsip, konsep, teori dan praktik.

Kemampuan

kepala sekolah untuk menerapkan pengetahuan tentang prinsip- prinsip, konsep, teori, dan praktik

Kemampuan

kepala sekolah untuk menganalisis prinsip-prinsip, konsep, teori,

dan praktik

Kemampuan kepala sekolah membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri dalam mengembangkan dan menggunakan pengetahuan tentang prinsip-prinsip, teori, dan praktik

Kemampuan

kepala sekolah untuk mengevaluasi pengetahuan tentang prinsip- prinsip, konsep, teori, dan praktik

28 of 46

Peran Guru dalam Menanamkan 7 Kebiasaan Baik

29 of 46

Urgensi 7 Kebiasaan Anak Indonesia

Solusi

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah #PendidikanBermutuUntukSemua #SehatCerdasBerkarakter

Kelemahan/Tantangan

Perkembangan Teknologi

Generasi Instan

Penurunan Karakter Peserta Didik

Kejahatan/Kekerasan dalam dunia pendidikan

Menurunnya pemahaman terhadap budaya lokal

Sehat Fisik, Mental dan Spiritual

Cerdas dan Kreatif

Peduli dan Tanggung Jawab Sosial

Bangun Pagi

Beribadah

Berolah Raga

Makan Sehat dan Bergizi

Gemar Belajar

Bermasyarakat

Tidur Cepat

Generasi

Emas

Indonesia

Berkarakter

Implementasi

1

2

3

4

5

6

7

Capaian

Problematika Kesehatan Fisik dan Psikis (Judi Online, Obesitas, Adiktif Gawai, Kesehatan Mental, Pornografi, Narkoba)

30 of 46

1

3

4

6

7

2

5

7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT

Penguatan Pendidikan Karakter Melalui

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah #PendidikanBermutuUntukSemua #SehatCerdasBerkarakter

ASTA CITA

Karakter Utama Bangsa

1. Religius

2. Bermoral

3. Sehat

4. Cerdas dan Kreatif

5. Kerja Keras

6. Disiplin dan Tertib

7. Mandiri

8. Bermanfaat

31 of 46

Melalui Pembiasaan

Gerakan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif pada anak-anak Indonesia sejak dini. Mendukung penguatan karakter delapan karakter utama bangsa yaitu religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin, dan tertib, mandiri, serta bermanfaat.

Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Bangun

pagi

Berolahraga

Gemar

Belajar

Beribadah

Makan Sehat dan Bergizi

Bermasyarakat

Tidur Cepat

1

2

3

4

5

6

7

Sekolah

Keluarga

Masyarakat

Media

Melalui Pelibatan Catur Pusat Pendidikan

Dengan Metode Pembiasaan yang�Penuh Kesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

32 of 46

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

#CerdasBerkarakter | @cerdasberkarakter.kemdikbudri | Cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id

33 of 46

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

#CerdasBerkarakter | @cerdasberkarakter.kemdikbudri | Cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id

34 of 46

Peran Guru

dalam Membangun

Karakter Siswa

Januari 2025

34

35 of 46

Peran Guru

Peran guru sangat sentral dalam membangun karakter siswa melalui penerapan "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat." Guru tidak hanya sebagai pengajar akademik tetapi juga pembentuk nilai-nilai spiritual, sosial, dan emosional yang mencerminkan karakter bangsa.

36 of 46

7 Kebiasaan Baik

Guru sebagai teladan, fasilitator, dan motivator dalam proses penanaman nilai-nilai karakter

Bangun Pagi

Taat Beribadah

Rajin Berolahraga

Gemar Belajar

Makan Sehat dan Bergizi

Aktif Bermasyarakat

Istirahat yang cukup

37 of 46

Karakter yang Dibentuk

Contoh Peran Guru

Disiplin, rasa tanggung jawab, dan manajemen waktu

Bangun Pagi

  • Mengajarkan siswa pentingnya memulai hari dengan rutinitas yang produktif, seperti bangun pagi tepat waktu dan mempersiapkan diri untuk sekolah.

  • Memberi contoh disiplin, seperti selalu hadir tepat waktu dan memulai pelajaran sesuai jadwal.

  • Mengapresiasi siswa yang konsisten datang tepat waktu untuk mendorong kebiasaan positif

38 of 46

Karakter yang Dibentuk

Contoh Peran Guru

Religius, empati, toleransi, integritas, dan rasa hormat terhadap diri dan orang lain

Taat Beribadah

  • Memberikan kesempatan bagi siswa melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing di sekolah.

  • Menanamkan nilai spiritual melalui integrasi dalam mata pelajaran atau kegiatan sekolah.

  • Menunjukkan teladan dalam menghormati keberagaman agama, sehingga siswa belajar untuk toleran

39 of 46

Karakter yang Dibentuk

Contoh Peran Guru

Ketangguhan, keberanian, disiplin, dan pola hidup sehat

Rajin Berolahraga

  • Mengintegrasikan olahraga secara rutin dalam jadwal sekolah, baik melalui pendidikan jasmani maupun aktivitas ekstrakurikuler.

  • Mendorong siswa untuk berkompetisi secara sportif dalam berbagai kegiatan olahraga.

  • Menanamkan nilai pantang menyerah dan kerja keras melalui permainan dan latihan fisik.

40 of 46

Karakter yang Dibentuk

Contoh Peran Guru

Kemandirian, kreativitas, semangat belajar sepanjang hayat, dan inovasi

Gemar Belajar

  • Mendorong rasa ingin tahu dengan memberikan tugas-tugas berbasis proyek atau eksplorasi.

  • Menunjukkan bahwa belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari.

  • Memfasilitasi pembelajaran berbasis teknologi atau literasi digital untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global

41 of 46

Karakter yang Dibentuk

Contoh Peran Guru

Kesadaran terhadap kesehatan, tanggung jawab pribadi, dan pengendalian diri

Makan Sehat dan Bergizi

  • Menyediakan edukasi tentang pentingnya pola makan sehat melalui pelajaran sains atau kegiatan tematik.

  • Mengawasi kantin sekolah untuk memastikan hanya menyediakan makanan sehat.

  • Mengadakan kampanye kesehatan, seperti "Hari Makan Sehat" di sekolah.

42 of 46

Karakter yang Dibentuk

Contoh Peran Guru

Kebersamaan, toleransi, rasa tanggung jawab sosial, dan solidaritas

Aktif Bermasyarakat

  • Mengadakan kegiatan sosial seperti kerja bakti, penggalangan dana, atau kunjungan ke panti asuhan untuk melatih kepedulian sosial.

  • Mengajarkan nilai gotong royong melalui proyek kelompok di kelas.

  • Menanamkan nilai kebersamaan dan toleransi dengan mengakomodasi latar belakang budaya yang berbeda-beda

43 of 46

Karakter yang Dibentuk

Contoh Peran Guru

Kesadaran diri, manajemen waktu, dan keseimbangan hidup

Istirahat yang Cukup

  • Memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua tentang pentingnya istirahat untuk mendukung proses belajar.

  • Mengatur jadwal kegiatan sekolah agar siswa tidak terlalu lelah, seperti menghindari tugas berlebihan yang mengganggu waktu tidur.

  • Menunjukkan contoh pribadi/ teladan bahwa waktu istirahat penting untuk produktivitas.

44 of 46

Rangkuman 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

No

Kebiasaan

Karakter yang dibentuk

Contoh Peran Guru

1

Bangun pagi

Disiplin, rasa tanggung jawab, dan manajemen waktu

  • Mengajarkan siswa pentingnya memulai hari dengan rutinitas yang produktif, seperti bangun pagi tepat waktu dan mempersiapkan diri untuk sekolah.
  • Memberi contoh disiplin, seperti selalu hadir tepat waktu dan memulai pelajaran sesuai jadwal.
  • Mengapresiasi siswa yang konsisten datang tepat waktu untuk mendorong kebiasaan positif

2

Taat beribadah

Religius, empati, toleransi, integritas, dan rasa hormat terhadap diri dan orang lain

  • Memberikan kesempatan bagi siswa melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing di sekolah.
  • Menanamkan nilai spiritual melalui integrasi dalam mata pelajaran atau kegiatan sekolah.
  • Menunjukkan teladan dalam menghormati keberagaman agama, sehingga siswa belajar untuk toleran

3

Rajin berolahraga

Ketangguhan, keberanian, disiplin, dan pola hidup sehat

  • Mengintegrasikan olahraga secara rutin dalam jadwal sekolah, baik melalui pendidikan jasmani maupun aktivitas ekstrakurikuler.
  • Mendorong siswa untuk berkompetisi secara sportif dalam berbagai kegiatan olahraga.
  • Menanamkan nilai pantang menyerah dan kerja keras melalui permainan dan latihan fisik.

45 of 46

Rangkuman 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

No

Kebiasaan

Karakter yang dibentuk

Contoh Peran Guru

4

Gemar Belajar

Kemandirian, kreativitas, semangat belajar sepanjang hayat, dan inovasi

  • Mendorong rasa ingin tahu dengan memberikan tugas-tugas berbasis proyek atau eksplorasi.
  • Menunjukkan bahwa belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari.
  • Memfasilitasi pembelajaran berbasis teknologi atau literasi digital untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global

5

Makan sehat dan bergizi

Kesadaran terhadap kesehatan, tanggung jawab pribadi, dan pengendalian diri

  • Menyediakan edukasi tentang pentingnya pola makan sehat melalui pelajaran sains atau kegiatan tematik.
  • Mengawasi kantin sekolah untuk memastikan hanya menyediakan makanan sehat.
  • Mengadakan kampanye kesehatan, seperti "Hari Makan Sehat" di sekolah

6

Aktif Bermasyarakat

Kebersamaan, toleransi, rasa tanggung jawab sosial, dan solidaritas

  • Mengadakan kegiatan sosial seperti kerja bakti, penggalangan dana, atau kunjungan ke panti asuhan untuk melatih kepedulian sosial.
  • Mengajarkan nilai gotong royong melalui proyek kelompok di kelas.
  • Menanamkan nilai kebersamaan dan toleransi dengan mengakomodasi latar belakang budaya yang berbeda-beda

7

Istirahat yang cukup

Kesadaran diri, manajemen waktu, dan keseimbangan hidup

  • Memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua tentang pentingnya istirahat untuk mendukung proses belajar.
  • Mengatur jadwal kegiatan sekolah agar siswa tidak terlalu lelah, seperti menghindari tugas berlebihan yang mengganggu waktu tidur.
  • Menunjukkan contoh pribadi/ teladan bahwa waktu istirahat penting untuk produktivitas

46 of 46

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi�Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Terima Kasih