Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen
Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Hari Belajar
01
Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen
Latar Belakang
Pemerintah berkewajiban untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu untuk seluruh warga negara Indonesia
14
(1)Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk
memperoleh pendidikan yang bermutu
(1)Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan
layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya
pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa
diskriminasi
Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
UU Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 20 Tahun 2003)
Pasal 5
Pasal 11
Pasal 1
Undang-Undang Dasar 1945 (Pasal 31 ayat 1)
“Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.”
Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen
Latar Belakang
Komitmen dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas tercermin dalam visi dan misi Kemendikdasmen
Asta Cita Pemerintah (RPJMN 2025 – 2029)
“Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga,
kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.”
Visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 – 2029
“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendukung Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden untuk
mewujudkan bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembentukan sumber daya manusia
(SDM) yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif”
Misi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 – 2029
1.
Mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, berkualitas, berdaya saing, berkolaborasi dan relevan untuk
memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi
olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Mewujudkan pelestarian, pemajuan, dan pengembangan bahasa dan sastra untuk memperkuat penyelarasan
kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama
untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur
2.
Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen
●
●
●
● ● ● ●
● ●
● ●
47%
58%
19%
22,3%
lulusan
55,9%
40%
26,67%
31 – 61%
34 – 50%
50%
46 – 66%
satdik telah memenuhi standar SNP sarpras
satdik di semua jenjang memiliki ruang rusak
satdik mencapai kategori excellent (skor > 75) pada standar proses
Lebih dari
pembelajaran
satdik belum mencapai kategori baik (>65) pada kualitas
kabupaten/kota masih memiliki pemerataan guru yang kurang,
baik pada jenjang PAUD, SD, dan SMP
guru PAUD belum D-4/S-1
guru belum memiliki sertifikasi
satdik memiliki capaian literasi rendah dan sedang
satdik memiliki capaian numerasi rendah dan sedang
satdik memiliki capaian karakter rendah dan sedang
satdik berada pada kategori excellent (skor > 75) pada standar kompetensi
Evaluasi Capaian dan Mutu Pendidikan
Capaian hasil belajar yang belum merata selaras dengan keterbatasan penyediaan layanan pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan
Guru
Proses
Pembelajaran
Hasil Belajar
Sarana dan
Prasarana
Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen
●
● ●
● ●
satdik yang mengalokasikan anggaran untuk kegiatan mutu
sekolah besar dan 7% sekolah kecil mengalokasikan anggaran mutu
Rata-rata
subkegiatan prioritas dipilih oleh pemerintah daerah provinsi
dan kabupaten/kota
Total anggaran pendidikan pada mayoritas pemerintah daerah provinsi dan kab/kota
berada pada
18,4%
20%
20 – 40%
0 – 20%
Integrasi proses perencanaan pemerintah daerah
dan satdik
Komitmen Satdik dalam Meningkatkan
Mutu Sesuai Rapor
Komitmen Pemda dalam Meningkatkan
Mutu Sesuai Rapor
Sinkronisasi perencanaan dan penganggaran di pemerintah daerah dengan perencanaan dan penganggaran di satuan pendidikan
Komitmen Peningkatan Mutu
Penyediaan informasi capaian mutu dalam Rapor Pendidikan belum direspon oleh satuan pendidikan/pemerintah daerah sesuai dengan kondisi masing-masing
Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen
Evaluasi Sistem Penjaminan Mutu
Kemunduran dalam implementasi sistem penjaminan mutu berdampak pada berkurangnya kesadaran mengenai “budaya mutu” dan kolaborasi dalam pelaksanaan penjaminan mutu di satuan pendidikan
Regulasi PMP
Tahapan SPMI
Penggunaan SNP sebagai acuan
Peran Pemerintah Daerah dalam PMP
Peran Kemendikdasmen
dalam PMP
BB/BPMP hanya berperan sebagai eksekutor program Prioritas Nasional, bukan penjaminan mutu
Di dalam Rapor Pendidikan, SNP tidak secara eksplisit digunakan sebagai acuan
Penyesuaian PP 19/2005 menjadi PP 57/2021: Menghilangkan fungsi PMP dan peran BPMP
Tahapan dalam Perencanaan Berbasis Data (PBD) tidak menggambarkan penggunaan dan pemenuhan standar
●
●
Fokus Pemda masih pada perencanaan anggaran daerah, khususnya SPM
SPM belum digunakan sebagai alat dalam memfasilitasi satuan pendidikan dalam
menerapkan SPMI
Kompetensi Guru dalam Transformasi Satuan Pendidikan
Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan teknologi
Saat pertama kali melihat gambar ini, apa yang menjadi perhatian Bapak/Ibu ?
Silahkan tuliskan jawaban di kolom chat
Visi Transformasi Satuan Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Skema Transformasi Peran Guru
Kriteria | Sebelumnya | Sesudahnya |
Peran | Pemateri | Pengajar & Pendidik |
Fokus layanan | Menyampaikan materi pelajaran. Orientasi pada kurikulum dan/atau buku teks | Menumbuhkembangkan kompetensi peserta didik. Orientasi pada peserta didik |
Asesmen Awal | Materi yang sudah dan belum disampaikan kepada peserta didik | Kompetensi yang sudah dan belum dikuasai oleh peserta didik |
Strategi | Satu strategi pembelajaran yang dianggap paling tepat untuk semua peserta didik | Diferensiasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik |
Keluaran yang Dihasilkan | Perencanaan pembelajaran dan laporan administrasi proses pembelajaran | Penguasaan kompetensi dari masing-masing peserta didik dan cara mencapainya |
Ukuran Keberhasilan |
|
|
Mari Investigasi
Rincian Kompetensi dan Indikatornya
(12 Indikator + 41 Sub Indikator)
Kompetensi
Pedagogik
Kompetensi
Kepribadian
Kompetensi
Sosial
Kompetensi
Profesional
Kompetensi
Pedagogik
Menjadi Pembelajar
Sepanjang Hayat
Kompetensi Pedagogik
(Indikator dan Sub Indikatornya)
Lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi peserta didik
Pembelajaran efektif
yang berpusat pada peserta didik
Asesmen, umpan balik, dan pelaporan yang berpusat pada peserta didik
1.1.1. Pengelolaan perilaku peserta didik yang sulit
1.2.1. Desain pembelajaran yang terstruktur dan berurutan untuk mencapai tujuan pembelajaran
1.3.1. Perancangan asesmen yang berpusat pada peserta didik
1.1.2. Pengelolaan kelas untuk mencapai pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
1.1.3. Rasa aman dan nyaman peserta didik dalam proses pembelajaran
1.2.2. Desain pembelajaran yang relevan dengan kondisi di sekitar sekolah dengan melibatkan peserta didik
1.3.2. Pelaksanaan asesmen yang berpusat pada peserta didik
1.2.3. Pemilihan dan penggunaan sumber belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
1.3.3. Umpan balik terhadap peserta didik mengenai pembelajarannya
1.2.4. Instruksi pembelajaran yang mencakup strategi dan komunikasi untuk menumbuhkan minat dan nalar kritis peserta didik
1.3.4. Penyusunan laporan capaian belajar peserta didik
1.1
1.2
1.3
1.2.5. Penggunaan teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) secara adaptif dalam pembelajaran
1.3.5. Komunikasi laporan capaian belajar peserta didik
GURU
Kompetensi
Kepribadian
Menjadi Pembelajar
Sepanjang Hayat
GURU
Kompetensi
Sosial
Membangun ekosistem yang kolaboratif
Kompetensi Sosial
(Indikator dan Sub Indikator)
Kolaborasi untuk peningkatan pembelajaran
Keterlibatan orang tua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran
Keterlibatan dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas untuk peningkatan pembelajaran
3.1.1. Komunikasi efektif dengan warga sekolah yang mengarah pada peningkatan pembelajaran
3.2.1. Pendampingan orang tua/wali dalam mendukung pembelajaran di rumah yang berpusat pada peserta didik
3.3.1. Berpartisipasi pada beragam peran untuk pemecahan masalah pembelajaran dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas
3.1.2. Pengorganisasian tugas-tugas bersama rekan sejawat untuk peningkatan pembelajaran
3.1.3. Inisiatif berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama dalam peningkatan pembelajaran
3.2.2. Pelibatan pengetahuan, keahlian, dan perspektif orang tua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
3.3.2. Berbagi praktik baik dan karya untuk peningkatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dalam organisasi dan jejaring yang lebih luas
3.1
3.2
3.3
Kompetensi
Profesional
Pengetahuan yang Berpusat pada
Peserta Didik
Kompetensi Profesional
(indikator dan sub indikator)
Pengetahuan konten pembelajaran dan cara mengajarkannya
Karakteristik dan cara belajar peserta didik
Kurikulum dan cara menggunakannya
4.1.1. Struktur dan alur pengetahuan dari suatu bidang keilmuan yang relevan untuk pembelajaran
4.2.1. Tahapan perkembangan dan karakteristik yang relevan dengan kebutuhan belajar
4.3.1. Penggunaan kurikulum dalam proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
4.1.2. Identifikasi pengetahuan konten yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran
4.1.3. Pengorganisasian pengetahuan konten yang relevan terhadap pembelajaran
4.2.2. Latar belakang sosial, budaya, agama dan ekonomi yang relevan dengan kebutuhan belajar peserta didik
4.3.2. Penggunaan asesmen untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
4.2.3. Potensi, minat dan cara belajar peserta didik yang relevan dengan kebutuhan belajar
4.3.3. Penggunaan strategi untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
4.2.4. Karakteristik dan cara belajar peserta didik penyandang disabilitas
4.3.4. Penggunaan strategi pembelajaran yang efektif untuk capaian belajar literasi dan numerasi peserta didik
4.1
4.2
4.3
4.2.5. Keragaman kebutuhan belajar peserta didik untuk pembelajaran yang inklusif
Level
Penguasaan
Kompetensi
Level kompetensi merepresentasikan tingkat penguasaan kompetensi pada sub-indikator untuk masing-masing indikator kompetensi yang melingkupi setiap kompetensi teknis guru.
Level 5
Ahli
Level 5
Ahli
Level 4
Mumpuni
Level 3
Menengah
Level 2
Dasar
Level Kompetensi
Level 1
Paham
Kemampuan
kepala sekolah untuk memahami pengetahuan tentang prinsip- prinsip, konsep, teori dan praktik.
Kemampuan
kepala sekolah untuk menerapkan pengetahuan tentang prinsip- prinsip, konsep, teori, dan praktik
Kemampuan
kepala sekolah untuk menganalisis prinsip-prinsip, konsep, teori,
dan praktik
Kemampuan kepala sekolah membimbing rekan sejawat dengan menggunakan agensi diri dalam mengembangkan dan menggunakan pengetahuan tentang prinsip-prinsip, teori, dan praktik
Kemampuan
kepala sekolah untuk mengevaluasi pengetahuan tentang prinsip- prinsip, konsep, teori, dan praktik
Peran Guru dalam Menanamkan 7 Kebiasaan Baik
Urgensi 7 Kebiasaan Anak Indonesia
Solusi
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah #PendidikanBermutuUntukSemua #SehatCerdasBerkarakter
Kelemahan/Tantangan
Perkembangan Teknologi
Generasi Instan
Penurunan Karakter Peserta Didik
Kejahatan/Kekerasan dalam dunia pendidikan
Menurunnya pemahaman terhadap budaya lokal
Sehat Fisik, Mental dan Spiritual
Cerdas dan Kreatif
Peduli dan Tanggung Jawab Sosial
Bangun Pagi
Beribadah
Berolah Raga
Makan Sehat dan Bergizi
Gemar Belajar
Bermasyarakat
Tidur Cepat
Generasi
Emas
Indonesia
Berkarakter
Implementasi
1
2
3
4
5
6
7
Capaian
Problematika Kesehatan Fisik dan Psikis (Judi Online, Obesitas, Adiktif Gawai, Kesehatan Mental, Pornografi, Narkoba)
1
3
4
6
7
2
5
7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah #PendidikanBermutuUntukSemua #SehatCerdasBerkarakter
ASTA CITA
Karakter Utama Bangsa
1. Religius
2. Bermoral
3. Sehat
4. Cerdas dan Kreatif
5. Kerja Keras
6. Disiplin dan Tertib
7. Mandiri
8. Bermanfaat
Melalui Pembiasaan
Gerakan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif pada anak-anak Indonesia sejak dini. Mendukung penguatan karakter delapan karakter utama bangsa yaitu religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin, dan tertib, mandiri, serta bermanfaat.
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Bangun
pagi
Berolahraga
Gemar
Belajar
Beribadah
Makan Sehat dan Bergizi
Bermasyarakat
Tidur Cepat
1
2
3
4
5
6
7
Sekolah
Keluarga
Masyarakat
Media
Melalui Pelibatan Catur Pusat Pendidikan
Dengan Metode Pembiasaan yang�Penuh Kesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
#CerdasBerkarakter | @cerdasberkarakter.kemdikbudri | Cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
#CerdasBerkarakter | @cerdasberkarakter.kemdikbudri | Cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id
Peran Guru
dalam Membangun
Karakter Siswa
Januari 2025
34
Peran Guru
Peran guru sangat sentral dalam membangun karakter siswa melalui penerapan "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat." Guru tidak hanya sebagai pengajar akademik tetapi juga pembentuk nilai-nilai spiritual, sosial, dan emosional yang mencerminkan karakter bangsa.
7 Kebiasaan Baik
Guru sebagai teladan, fasilitator, dan motivator dalam proses penanaman nilai-nilai karakter
Bangun Pagi
Taat Beribadah
Rajin Berolahraga
Gemar Belajar
Makan Sehat dan Bergizi
Aktif Bermasyarakat
Istirahat yang cukup
Karakter yang Dibentuk
Contoh Peran Guru
Disiplin, rasa tanggung jawab, dan manajemen waktu
Bangun Pagi
Karakter yang Dibentuk
Contoh Peran Guru
Religius, empati, toleransi, integritas, dan rasa hormat terhadap diri dan orang lain
Taat Beribadah
Karakter yang Dibentuk
Contoh Peran Guru
Ketangguhan, keberanian, disiplin, dan pola hidup sehat
Rajin Berolahraga
Karakter yang Dibentuk
Contoh Peran Guru
Kemandirian, kreativitas, semangat belajar sepanjang hayat, dan inovasi
Gemar Belajar
Karakter yang Dibentuk
Contoh Peran Guru
Kesadaran terhadap kesehatan, tanggung jawab pribadi, dan pengendalian diri
Makan Sehat dan Bergizi
Karakter yang Dibentuk
Contoh Peran Guru
Kebersamaan, toleransi, rasa tanggung jawab sosial, dan solidaritas
Aktif Bermasyarakat
Karakter yang Dibentuk
Contoh Peran Guru
Kesadaran diri, manajemen waktu, dan keseimbangan hidup
Istirahat yang Cukup
Rangkuman 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
No | Kebiasaan | Karakter yang dibentuk | Contoh Peran Guru |
1 | Bangun pagi | Disiplin, rasa tanggung jawab, dan manajemen waktu |
|
2 | Taat beribadah | Religius, empati, toleransi, integritas, dan rasa hormat terhadap diri dan orang lain |
|
3 | Rajin berolahraga | Ketangguhan, keberanian, disiplin, dan pola hidup sehat |
|
Rangkuman 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
No | Kebiasaan | Karakter yang dibentuk | Contoh Peran Guru |
4 | Gemar Belajar | Kemandirian, kreativitas, semangat belajar sepanjang hayat, dan inovasi |
|
5 | Makan sehat dan bergizi | Kesadaran terhadap kesehatan, tanggung jawab pribadi, dan pengendalian diri |
|
6 | Aktif Bermasyarakat | Kebersamaan, toleransi, rasa tanggung jawab sosial, dan solidaritas |
|
7 | Istirahat yang cukup | Kesadaran diri, manajemen waktu, dan keseimbangan hidup |
|
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi�Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Terima Kasih