EVALUASI PEMBELAJARAN DI SD
Kristin Anggraini, S.Pd., M.Pd
Modul 1
Konsep Dasar Penilaian
dalam Pembelajaran
Penilaian
Tes
Asesmen
Pengukuran
Evaluasi
Tes adalah seperangkat pertanyaan/tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang sifat/atribut pendidikan dimana setiap butir pertanyaan memiliki jawaban yang dianggap benar
Tes objektif
Tes uraian
Non tes adalah seperangkat pertanyaan/tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang sifat/atribut pendidikan dimana setiap butir pertanyaan tidak memiliki jawaban yang dianggap benar
Pedoman pengamatan
Skala sikap
Rating scale
Pedoman wawancara
Pengukuran
Asesmen
Evaluasi
Penilaian
Penilaian dalam arti asesmen
Suatu kegiatan untuk memperoleh informasi pencapaian hasil belajar dan kemajuan belajar siswa serta mengefektifkan penggunaan informasi tersebut untuk mencapai tujuan pendidikan
Penilaian dalam arti evaluasi
Suatu kegiatan yang dirancang untuk mengukur keefektifan suatu sistem pendidikan secara keseluruhan
Tes
Pengukuran
Asesmen
Evaluasi
Prinsip penilaian
Berorientasi pada pencapaian kompetensi
Valid
Adil
Objektif
Berkesinambungan
Menyeluruh
Terbuka
Bermakna
Tes Seleksi
Tes Penempatan
Pre test
Post Test
Tes formatif
Tes diagnostik
Tes sumatif
Tes unjuk kerja
Manfaat tes Sumatif
Bagi siswa
Setelah siswa mengikuti tes sumatif, maka hasilnya harus segera diberitahukan agar mereka dapat mengetahui sejauh mana prestasi/tingkat kemampuan dalam mata pelajaran tersebut
Bagi guru
Akan dapat menjadi bahan renungan bagi guru untuk dapat menganalisis kembali proses pelajaran yang telah dilakukan sehingga dapat ditemukan apa yang menjadi factor penyebab adanya siswa yang tidak dapat mencapai tujuan pembelajaran
Bagi orang tua
Untuk memperoleh gambaran tentang prestasi anak di sekolah
Bagi kepala sekolah
Untuk mengetahui sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Garis Besar Program Pengajaran (GBPP)
Modul 2
PENGEMBANGAN TES HASIL BELAJAR
Keunggulan Tes Objektif
Mengukur proses berpikir rendah sampai sedang
Semua/sebagian besar materi yang telah diajarkan dapat ditanyakan dalam ujian
Pemberian skor pada setiap siswa dapat dilakukan dengan cepat. Tepat dan konsisten karena jawaban yang benar pada setiap butir sudah jelas dan pasti
Dimungkinkan dilakukan analisis butir soal
Tingkat kesukaran butir soal dapat dikendalikan
Informasi yang diperoleh dari tes objektif lebih kaya
Kelemahan Tes Objektif
Hanya mengukur proses berpikir rendah
Membuat pertanyaan tes objektif yang baik lebih sukar daripada membuat pertanyaan tes uraian
Kemampuan anak dapat terganggu oleh kemampuannya dalam membaca dan menerka
Anak tidak dapat mengorganisasikan, menghubungkan dan menyatakan ide sendiri kerena semua alternatif jawaban untuk setiap pertanyaan sudah diberikan oleh penulis soal
Upaya yang ditempuh untuk meminimalkan kelemahan tes objektif adalah
Mengatasi agar butir soal yang ditulis tidak cenderung mengukur proses berpikir rendah
Mengatasi lamanya waktu penulisan butir soal
Mengatasi agar kemampuan anak tidak terganggu oleh kemampuan membaca dan menerka
Anak tidak dapat mengemukakan idenya sendiri tetapi harus mengikuti ide orang lain oleh karena itu upaya yang dilakukan adalah membuat tes uraian
Keunggulan Tes Uraian
Tepat digunakan untuk mengukur proses perpikir tinggi
Tepat digunakan untuk mengukur hasil belajar yang kompleks yang tidak dapat diukur dengan tes objektif
Waktu yang digunakan untuk menulis satu set tes uraian lebih cepat daripada waktu yang digunakan untuk menulis satu set tes objektif
Menulis tes uraian yang baik relative lebih mudah daripada menulis tes objektif yang baik
Kelemahan Tes Uraian
Terbatasnya sampel materi yang ditanyakan
Sukar memeriksa jawaban siswa
Pemberian skor yang kurang objektif dan kurang konsisten dapat disebabkan oleh:
Hallo Effect (saat mengkoreksi tugas anak yang dianggap pandai cenderung memberi nilai tinggi)
Carry over effect (efek bawaan yang dirasakan saat mengkoreksi dengan memberi nilai lebih rendah setelah mengkoreksi jawaban yang lebih bagus)
Order effect (cenderung memberi nilai tinggi di awal pengkoreksian)
Pengaruh penggunaan Bahasa
Pengaruh tulisan tangan
Upaya untuk meningkatkan jumlah sampel materi yang ditanyakan saat ujian
Upaya untuk mengurangi unsur subjektivitas pemeriksa
Upaya untuk mengatasi kesulitan dalam memeriksa hasil tes siswa
Upaya untuk mengurangi hallo effect
Upaya untuk menghindari carry over effect
Upaya untuk menghindari order effect
Upaya meminimalkan kelemahan tes uraian antara lain:
Ragam tes pilihan ganda
Melengkapi pilihan
Hubungan antar hal
Analisis kasus
Ganda kompleks
Membaca diagram, variable/grafik
Bagaimana menulis tes uraian yang baik?
Tulislah berdasarkan perencanaan tes yang telah dibuat
Gunakan untuk mengukur hasil belajar yang tidak tepat jika diukur dengan tes objektif
Kembangkanlah butir soal tersebut dari suatu kasus
Upayakan pertanyaan yang dibuat dapat mengungkapkan pendapat siswa
Rumuskan pertanyaan dengan jelas dan tegas
Rancanglah sejumlah pertanyaan yang memang dapat dikerjakan dalam satu waktu ujian yang telah ditentukan
Hindari penggunaan pertanyaan pilihan
Tuliskan skor maksimal yang dapat diperoleh apabila siswa dapat mengerjakan dengan baik
Pemilihan sampel yang akan diujikan
Jenis tes yang akan digunakan
Jenjang kemampuan berpikir yang akan diuji
Ragam tes yang digunakan
Sebaran tingkat kesulitan sebaran butir soal
Waktu yang disediakan untuk pelaksanaan ujian
Jumlah butir soal
Pembuatan Perencanaan Tes:
Langkah-langkah pengisian format kisi-kisi tes adalah sebagai berikut:
Siapkan format kisi-kisi dan buku materi yang akan digunakan sebagai sumber dalam pembuatan kisi-kisi
Tentukan pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang akan dipilih sebagai sampel materi yang akan diujikan
Tentukan berapa jumlah butir soal yang layak ditanyakan dalam satu waktu ujian tersebut
Sebaran jumlah butir soal tersebut per pokok bahasan
Distribusikan jumlah butir soal per pokok bahasan tersebut ke dalam sub-pokok bahasan sub-pokon bahasan
Distribusikan jumlah butir soal per sub-pokok bahasan tersebut ke dalam kolom-kolom proses berpikir dan tingkat kesukaran butir soal
MODUL 3
PENGEMBANGAN ASESMEN ALTERNATIF
Traditional Assesment
Performance Assessment
Authentic Assessment
Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan asesmen diantaranya
Portfolio Assesment
Achievement Assessment
Alternative Assessment
Keunggulan dari Asesmen Alternatif
Dapat menilai hasil belajar yang kompleks dan keterampilan-keterampilan yang tidak dapat dinilai dengan asesmen tradisional
Menyajikan hasil penilaian yang lebih hakiki, langsung dan lengkap.
Meningkatkan motivasi siswa
Mendorong pembelajaran dalam situasi yang nyata
Memberi kesempatan kepada siswa untuk self evaluation
Membantu guru untuk menilai efektivitas pembelajaran yang telah dilakukan
Meningkatkan daya transferabilitas hasil belajar
Kelemahan Asesmen Alternatif
Membutuhkan banyak waktu
Adanya unsur subjektivitas dalam penskoran
Ketepatan penskoran rendah
Tidak tepat untuk kelas besar
Bentuk utama dari asesmen kinerja
Kriteria Penskoran (Rubrik): pedoman pemberian skor (guidance score) yang digunakan untuk menilai mutu kinerja/hasil kinerja siswa
Tugas (Task): meminta anak untuk melakukan sesuatu/menunjukkan kinerjanya sesuai dengan tugas yang diberikan oleh guru
Computer adaptive testing
Tes pilihan ganda yang diperluas
Tes uraian terbuka (open ended question)
Tugas individu
Tugas kelompok
Proyek
Interview
Pengamatan
Jenis tagihan:
Langkah-langkah yang harus diperhatikan guru dalam menyusun tugas
Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang akan dimiliki siswa setelah mereka mengerjakan tugas tersebut
Merancang tugas yang memungkinkan siswa dapat menunjukkan kemampuannya dalam berpikir dan keterampilan
Menetapkan kriteria keberhasilan
Berdasarkan kegunaan rubrik dibedakan menjadi
Holistic rubrik : rubrik yang dimensi kinerjanya dibuat secara umum
Analytic rubrik : rubrik yang dimensi kinerjanya dibuat lebih detail, demikian pula deskripsi setiap aspek kinerjanya
PORTOFOLIO
Kumpulan karya siswa yang disusun secara sistematis yang menunjukkan upaya, proses, hasil dan kemajuan belajar yang dilakukan siswa dari waktu ke waktu
Karakteristik Portofolio
Asesmen yang menuntut adanya kerjasama antara murid dengan guru
Tidak hanya sekedar kumpulan hasil karya siswa tetapi yang terpenting adalah adanya proses seleksi yang dilakukan berdasar kriteria tertentu untuk dimasukkan ke dalam kumpulan hasil karya siswa
Hasil karya siswa dikumpulkan dari waktu ke waktu, digunakan oleh siswa tersebut untuk melakukan refleksi sehingga siswa mampu mengenal kelemahan dan kelebihan karya yang dihasilkan
Kriteria penilaian yang digunakan harus jelas baik bagi guru maupun bagi siswa dan diterapkan secara konsisten
Tujuan portofolio
Menunjukkan perkembangan hasil belajar siswa
Menunjukkan kemampuan siswa
Menilai keseluruhan hasil belajar siswa
Beberapa komponen penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan portofolio sebagai asesmen
Suatu karya dapat dikatakan sebagai portofolio
Jika kumpulan karya tersebut merupakan representasi darikumpulan karya terpilih yang menunjukkan pencapaian dan perkembangan belajar siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran
Tahap penilaian portofolio
Menetapkan kriteria penilaian yang disepakati bersama antara guru dengan siswa di awal pembelajaran
Kesepakatan penilaian yang telah disepakati diterapkan secara konsisten
Hasil penilaian selanjutnya digunakan sebagai penentuan tujuan pembelajaran selanjutnya
Penilaian dilakukan secara terus menerus/berkesinambungan
Langkah-langkah pengembangan instrument afektif
Merumuskan tujuan pengukuran afektif
Mencari definisi konseptual dari afektif yang akan diukur
Menentukan definisi operasional dari setiap afektif yang akan diukur
Menjabarkan definisi operasional menjadi sejumlah indicator
Menggunakan indicator sebagai acuan menulis pernyataan-pernyataan dalam instrumen
Meneliti kembali setiap butir pernyataan
Melakukan uji coba
Menyempurnakan instrument
MODUL 4
Pengumpulan dan Pengolahan Informasi Hasil Belajar
Dua pendekatan yang sering digunakan untuk menginterpretasikan data hasil pengukuran
Penilaian Acuan Norma (PAN) adalah suatu pendekatan untuk menginterpretasikan hasil belajar siswa dimana hasil belajar yang diperoleh seorang siswa dibandingkan dengan hasil belajar yang diperoleh kelompoknya
Penilaian Acuan Kriteria (PAK) adalah penilaian keberhasilan setiap anak tidak dibandingkan dengan hasil yang diperoleh kelompoknya melainkan keberhasilan setiap anak akan dibandingkan dengan kriteria yang ditetapkan sebelumnya
Penilaian berbasis kompetensi
Penilaian dengan menggunakan angka
Penilaian dengan menggunakan ketegori
Penilaian dengan menggunakan uraian/narasi
Penilaian dengan menggunakan kombinasi
Beberapa jenis alat ukur dan jenis tagihan bagi siswa
kuis
Pertanyaan lisan di kelas
Ulangan harian
Tugas individu atau kelompok
Ulangan semesteran
Laporan tugas atau laporan kerja
Ujian praktek
MODUL 5
Kualitas Alat Ukur (Instrumen)
Alat ukur yang baik adalah
Alat ukur yang dapat dengan tepat mengukur apa yang ingin kita ukur.
Pengertian validitas mengacu pada ketepatan interpretasi yang dibuat dari hasil pengukuran/evaluasi (Grolund dan Linn, 1990)
Secara umum validitas dibagi menjadi 3 jenis yaitu
1. Validitas isi (content validity)
2. Validitas konstrak (construct validity)
3. Validitas yang dikaitkan dengan kriteria tertentu (criterion related validity)
Validitas isi (content validity):
diperlukan untuk menjawab pertanyaan sejauh mana item-item yang ada dalam tes dapat mengukur keseluruhan materi yang telah diajarkan.
Validitas konstrak (construct validity):
Mengacu pada sejauh mana alat ukut tersebut dapat mengungkap keseluruhan konstrak yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan tes tersebut.
Validitas konstrak ini banyak digunakan terutama pada pengukuran-pengukuran psikologi misalnya pengukuran sikap, minat, tingkah laku dan sebagainya.
Campbell dan Fiske (Djemari Mardapi, 2004) mengembangkan satu pendekatan untuk menentukan validitas konstrak dengan menggunakan teknik multi trait-multi method.
Konsep reliabilitas terdiri dari 3 jenis:
Ketetapan hasil pengukuran (reliabilitas) sangat diperlukan untuk memperoleh alat ukur yang dapat memberikan hasil pengukuran yang tepat (valid).
Reliabilitas suatu tes dapat ditingkatkan dengan menambah jumlah butir soal ke dalam tes tersebut dan butir soal yang ditambahkan adalah butir soal yang homogen.
Yang dimaksud dengan butir soal homogen adalah
butir –butir soal yang mengukur hal sama dengan butir soal yang ada.
Penambahan butir soal tidak akan menaikkan reliabilitas tes jika butir soal yang ditambahkan tidak homogen dengan butir soal yang telah ada
Arti penting penggunaan analisis butir soal
Untuk mengetahui apakah butir soal yang disusun sudah berfungsi dengan apa yang dikehendaki oleh penyusun soal
Sebagai unpan balik bagi siswa untuk mengetahui kemampuan mereka dalam menguasai suatu materi
Sebagai umpan balik bagi guru untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam memahami suatu materi
Sebagai acuan untuk merevisi soal
Memperbaiki kemampuan guru dalam menulis soal
Butir soal yang dianggap bermanfaat adalah butir soal yang mempunyai tingkat kesukaran dalam kategori sedang
Butir soal didukung potensi daya beda yang baik, akan mampu membedakan peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi (pandai) dengan peserta didik yang memiliki kemampuan rendah (kurang pandai).
Hitung jumlah jawaban yang benar untuk seluruh siswa
Berdasarkan jumlah jawaban yang benar dari seluruh siswa tersebut susunlah skor siswa mulai dari skor tertinggi sampai skor terendah
Berdasarkan urutan skor tersebut tentukan siswa yang termasuk dalam kelompok atas dan kelompok bawah
Hitunglah jumlah dalam kelompok atas yang memilih tiap-tiap alternatif jawaban yang disediakan
Dengan cara yang sama hitunglah jumlah siswa dalam kelompok bawah yang memilih tiap-tiap alternatif jawaban yang disediakan
Hitung jumlah seluruh peserta tes yang menjawab benar
Hitung tingkat kesukaran butir soal dan daya beda dengan menggunakan rumus yang telah disediakan
Langkah-langkah menganalisis butir soal adalah
Prosedur memperbaiki instrument
Meminta pakar untuk mereviu/menelaah instrument tersebut
Uji coba ke lapangan
Analisislah hasil uji coba tersebut dengan menggunakan program analisis instrument yang relevan
Penyebab butir soal kurang baik
Penggunaan Bahasa kurang komunikatif
Kalimat bersifat ambiguous
Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat menyimpang dari indicator
Pertanyaan/pernyataan tidak mengukur trait (sifat) yang akan diukur
MODUL 6
Pemberian Nilai dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian
Penelusuran (keeping track)
Pengecekan (checking up)
Pencarian (finding out)
Penyimpulan (summing up)
Penilaian kelas hendaknya diarahkan pada 4 tujuan
Fungsi Motivasi
Fungsi Belajar Tuntas
Fungsi Efektivitas Pengajaran
Fungsi Umpan Balik
Fungsi Penilaian Kelas
Prinsip Penilaian Kelas
Proses penilaian merupakan bagian dari pembelajaran
Penilaian mencerminkan masalah dunia nyata
Menggunakan berbagai ukuran, metode dam kriteria
Penilaian harus bersifat holistic
Penilaian kelas mengacu kepada kemampuan (competency referenced)
Berkelanjutan (continuous)
Didaktis
Menggali informasi
Melihat yang benar dan yang salah
Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 63 menyebutkan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
Pelaksanaan penilaian hasil pembelajaran berbasis kompetensi
Alat penilaian
Aspek kognitif
Aspek psikomotorik
Aspek afektif
Penyekoran
Skor tes objektif
Skor tes uraian
Skor aspek afektif
Skor aspek psikomotorik
Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999 dan SK Mendiknas No. 233/U/2000 Tahun 2000 mengenai penilaian hasil belajar mahasiswa yang tercantum dalam Bab 5 Pasal 12, 14, 15, dan 16 sebagai berikut:
Terhadap kemajuan hasil belajar mahasiswa dilakukan penilaian secara berkala yang dapat berbentuk ujian, pelaksanaan tugas, dan pengamatan oleh dosen
Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian tengah semester, ujian akhir semester dan ujian akhir program studi, ujian skripsi, ujian tesis dan ujian desertasi
Penilaian hasil belajar dinyatakan dalam A, B, C, D, dan E yang masing-masing bernilai 4, 3, 2, 1, dan 0
Hasil Pre-Test dan Implikasinya
�
Implikasinya – materi tersebut diajarkan, terutama pada konsep yang belum dikuasai siswa.
Implikasinya – tidak perlu mengajarkan materi tersebut, memberi pengayaan, atau melanjutkan ke materi lain.
Pre-test juga berfungsi untuk mengetahui dan menentukan kompetensi manakah yang telah dan belum dikuasai siswa sehingga menjadi dasar pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan.�
Masih ingat post-test?
Tes yang dilakukan pada akhir proses pembelajaran.
�Untuk apa?
Mengetahui keefektifan apakah proses pembelajaran yang dilakukan
�Apa dasar pengembangan butir soal post-test?
Pre-test dan post-test merupakan serangkaian pararel, jadi tes bisa disusun dari kisi-kisi tes yang sama.
�
Memanfaatkan Hasil Post-Test
Menganalisis dan Memanfaatkan Hasil Pre-test dan Post-test
Penyebab nya adalah:
Titik berat tes formatif = pengukuran pencapaian kompetensi siswa, bukan mencari penyebab kesulitan belajar siswa.
�
C. Memanfaatkan Hasil Tes Diagnostik
Tes diagnostik digunakan untuk menemukan kesulitan pemahaman konsep yang dialami siswa, materi tes diagnostik dikembangkan dari konsep-konsep yang sulit dipahami siswa. Dari hasil tes, guru akan menemukan kesulitan belajar yang dialami siswa. Selanjutnya guru berupaya untuk mencari penyebab kesulitan belajar tersebut sekaligus berupaya untuk menemukan alternatif atau cara untuk menghilangkan penyebab kesulitan belajar itu sehingga siswa dapat berhasil menyelesaikan semua program pembelajaran yang telah dirancang oleh guru.
�
D. Pemanfaatan Hasil Non-Tes
Teknik pelajaran non-tes dapat memberikan informasi umpan balik bagi proses pembelajaran. Hasil penilaian sikap, penilaian diri, dan portofolio dapat dianalisis untuk menjadi masukan bagi giri dalam melaksanakan proses pembelajaran.
�Portofolio merupakan rangkaian atau kumpulan karya atau hasil kerja siswa yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
Penilaian portofolio dapat memberikan informasi yang menyeluruh mengenai:
perkembangan pemahaman dan pemikiran siswa tentang konsep, topik dan isu pada kurun waktu tertentu.
Hasil karya siswa yang berkaitan dengan bakat dan keterampilan khusus.
Dokumen kegiatan siswa selama periode waktu tertentu.
Refleksi nilai siswa sebagai individu dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
�
�
Bagi siswa, penilaian portofolio berguna sebagai:
Bagi guru penilaian portofolio berguna untuk:
�
TERIMA KASIH