1 of 70

EVALUASI PEMBELAJARAN DI SD

Kristin Anggraini, S.Pd., M.Pd

2 of 70

Modul 1

Konsep Dasar Penilaian

dalam Pembelajaran

3 of 70

Penilaian

Tes

Asesmen

Pengukuran

Evaluasi

4 of 70

Tes adalah seperangkat pertanyaan/tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang sifat/atribut pendidikan dimana setiap butir pertanyaan memiliki jawaban yang dianggap benar

Tes objektif

Tes uraian

Non tes adalah seperangkat pertanyaan/tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang sifat/atribut pendidikan dimana setiap butir pertanyaan tidak memiliki jawaban yang dianggap benar

Pedoman pengamatan

Skala sikap

Rating scale

Pedoman wawancara

5 of 70

    • Kegiatan penentuan angka dari suatu objek yang diukur

Pengukuran

    • Kegiatan untuk mengumpulkan informasi hasil belajar siswa yang diperoleh dari berbagai jenis tagihan dan mengolah informasi tersebut menilai hasil belajar dan perkembangan belajar siswa.

Asesmen

    • Penilaian keseluruhan program pendidikan mulai perencanaan suatu program substansi pendidikan termasuk kurikulum dan penilaian (asesmen) dan pelaksanaannya, pengadaan dan peningkatan kemampuan guru, manajemen pendidikan dan reformasi pendidikan secara keseluruhan

Evaluasi

6 of 70

Penilaian

Penilaian dalam arti asesmen

Suatu kegiatan untuk memperoleh informasi pencapaian hasil belajar dan kemajuan belajar siswa serta mengefektifkan penggunaan informasi tersebut untuk mencapai tujuan pendidikan

Penilaian dalam arti evaluasi

Suatu kegiatan yang dirancang untuk mengukur keefektifan suatu sistem pendidikan secara keseluruhan

7 of 70

Tes

Pengukuran

Asesmen

Evaluasi

8 of 70

Prinsip penilaian

Berorientasi pada pencapaian kompetensi

Valid

Adil

Objektif

Berkesinambungan

Menyeluruh

Terbuka

Bermakna

9 of 70

    • Menyeleksi/memilih calon yang dapat diterima untuk mengikuti suatu program
    • Untuk menghasilkan calon-calon terpilih yang dapat diterima untuk mengikuti suatu program

Tes Seleksi

    • Menempatkan siswa sesuai kemampuannya
    • Untuk mengelompokkan siswa dalam satu kelompok yang relative homogeny kemampuannya

Tes Penempatan

    • Mengetahui sejauh mana siswa memahami materi pembelajaran yang akan disampaikan

Pre test

    • Mengetahui sejauh mana siswa dapat mencapai tujuan program setelah mereka mengikuti program tersebut

Post Test

    • Mengetahui sejauh mana siswa dapat menguasai pelajaran yang baru saja diajarkan

Tes formatif

    • Mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi pelajaran
    • Untuk menentukan dan memperbaiki/menghilangkan penyebab kesulitan siswa dalam memahami suatu materi pelajaran

Tes diagnostik

    • Menilai keberhasilan siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian proses pembelajaran

Tes sumatif

    • Menilai performance siswa dalam menghayati/menghasilkan suatu karya/hasil belajar

Tes unjuk kerja

10 of 70

Manfaat tes Sumatif

Bagi siswa

Setelah siswa mengikuti tes sumatif, maka hasilnya harus segera diberitahukan agar mereka dapat mengetahui sejauh mana prestasi/tingkat kemampuan dalam mata pelajaran tersebut

Bagi guru

Akan dapat menjadi bahan renungan bagi guru untuk dapat menganalisis kembali proses pelajaran yang telah dilakukan sehingga dapat ditemukan apa yang menjadi factor penyebab adanya siswa yang tidak dapat mencapai tujuan pembelajaran

Bagi orang tua

Untuk memperoleh gambaran tentang prestasi anak di sekolah

Bagi kepala sekolah

Untuk mengetahui sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Garis Besar Program Pengajaran (GBPP)

11 of 70

Modul 2

PENGEMBANGAN TES HASIL BELAJAR

12 of 70

Keunggulan Tes Objektif

Mengukur proses berpikir rendah sampai sedang

Semua/sebagian besar materi yang telah diajarkan dapat ditanyakan dalam ujian

Pemberian skor pada setiap siswa dapat dilakukan dengan cepat. Tepat dan konsisten karena jawaban yang benar pada setiap butir sudah jelas dan pasti

Dimungkinkan dilakukan analisis butir soal

Tingkat kesukaran butir soal dapat dikendalikan

Informasi yang diperoleh dari tes objektif lebih kaya

Kelemahan Tes Objektif

Hanya mengukur proses berpikir rendah

Membuat pertanyaan tes objektif yang baik lebih sukar daripada membuat pertanyaan tes uraian

Kemampuan anak dapat terganggu oleh kemampuannya dalam membaca dan menerka

Anak tidak dapat mengorganisasikan, menghubungkan dan menyatakan ide sendiri kerena semua alternatif jawaban untuk setiap pertanyaan sudah diberikan oleh penulis soal

13 of 70

Upaya yang ditempuh untuk meminimalkan kelemahan tes objektif adalah

Mengatasi agar butir soal yang ditulis tidak cenderung mengukur proses berpikir rendah

Mengatasi lamanya waktu penulisan butir soal

Mengatasi agar kemampuan anak tidak terganggu oleh kemampuan membaca dan menerka

Anak tidak dapat mengemukakan idenya sendiri tetapi harus mengikuti ide orang lain oleh karena itu upaya yang dilakukan adalah membuat tes uraian

14 of 70

Keunggulan Tes Uraian

Tepat digunakan untuk mengukur proses perpikir tinggi

Tepat digunakan untuk mengukur hasil belajar yang kompleks yang tidak dapat diukur dengan tes objektif

Waktu yang digunakan untuk menulis satu set tes uraian lebih cepat daripada waktu yang digunakan untuk menulis satu set tes objektif

Menulis tes uraian yang baik relative lebih mudah daripada menulis tes objektif yang baik

Kelemahan Tes Uraian

Terbatasnya sampel materi yang ditanyakan

Sukar memeriksa jawaban siswa

15 of 70

Pemberian skor yang kurang objektif dan kurang konsisten dapat disebabkan oleh:

Hallo Effect (saat mengkoreksi tugas anak yang dianggap pandai cenderung memberi nilai tinggi)

Carry over effect (efek bawaan yang dirasakan saat mengkoreksi dengan memberi nilai lebih rendah setelah mengkoreksi jawaban yang lebih bagus)

Order effect (cenderung memberi nilai tinggi di awal pengkoreksian)

Pengaruh penggunaan Bahasa

Pengaruh tulisan tangan

16 of 70

Upaya untuk meningkatkan jumlah sampel materi yang ditanyakan saat ujian

Upaya untuk mengurangi unsur subjektivitas pemeriksa

Upaya untuk mengatasi kesulitan dalam memeriksa hasil tes siswa

Upaya untuk mengurangi hallo effect

Upaya untuk menghindari carry over effect

Upaya untuk menghindari order effect

Upaya meminimalkan kelemahan tes uraian antara lain:

17 of 70

Ragam tes pilihan ganda

Melengkapi pilihan

Hubungan antar hal

Analisis kasus

Ganda kompleks

Membaca diagram, variable/grafik

18 of 70

Bagaimana menulis tes uraian yang baik?

Tulislah berdasarkan perencanaan tes yang telah dibuat

Gunakan untuk mengukur hasil belajar yang tidak tepat jika diukur dengan tes objektif

Kembangkanlah butir soal tersebut dari suatu kasus

Upayakan pertanyaan yang dibuat dapat mengungkapkan pendapat siswa

Rumuskan pertanyaan dengan jelas dan tegas

Rancanglah sejumlah pertanyaan yang memang dapat dikerjakan dalam satu waktu ujian yang telah ditentukan

Hindari penggunaan pertanyaan pilihan

Tuliskan skor maksimal yang dapat diperoleh apabila siswa dapat mengerjakan dengan baik

19 of 70

Pemilihan sampel yang akan diujikan

Jenis tes yang akan digunakan

Jenjang kemampuan berpikir yang akan diuji

Ragam tes yang digunakan

Sebaran tingkat kesulitan sebaran butir soal

Waktu yang disediakan untuk pelaksanaan ujian

Jumlah butir soal

Pembuatan Perencanaan Tes:

20 of 70

Langkah-langkah pengisian format kisi-kisi tes adalah sebagai berikut:

Siapkan format kisi-kisi dan buku materi yang akan digunakan sebagai sumber dalam pembuatan kisi-kisi

Tentukan pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang akan dipilih sebagai sampel materi yang akan diujikan

Tentukan berapa jumlah butir soal yang layak ditanyakan dalam satu waktu ujian tersebut

Sebaran jumlah butir soal tersebut per pokok bahasan

Distribusikan jumlah butir soal per pokok bahasan tersebut ke dalam sub-pokok bahasan sub-pokon bahasan

Distribusikan jumlah butir soal per sub-pokok bahasan tersebut ke dalam kolom-kolom proses berpikir dan tingkat kesukaran butir soal

21 of 70

MODUL 3

PENGEMBANGAN ASESMEN ALTERNATIF

22 of 70

  • Pada asesmen tradisional, tes dapat dibuat oleh orang yang tidak terlibat dalam pembelajaran, asalkan orang tersebut mengetahui tentang Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapai, menguasai materi yang diajarkan serta mempunyai keterampilan dalam membuat tes.

  • Menyadari kelemahan yang ada pada tes, beberapa ahli pendidikan berupaya untuk mengintegrasikan kegiatan penilaian dalam keseluruhan proses pembelajaran melalui proses penilaian yang dikenal dengan nama asesmen alternatif.

23 of 70

    • Hanya mengukur hasil belajar siswa dengan menggunakan satu jenis alat ukur

Traditional Assesment

    • Asesmen yang menghendaki siswa untuk mendemonstrasikan kemampuannya baik pengetahuan atau keterampilan dalam bentuk kinerja nyata yang ditunjukkan dalam bentuk penyelesaian suatu tugas, bukan hanya menjawab atau memilih jawaban yang sudah tersedia

Performance Assessment

    • Asesmen yang menuntut siswa mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam kehidupan nyata di luar sekolah

Authentic Assessment

Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan asesmen diantaranya

24 of 70

    • Kumpulan hasil karya siswa yang disusun secara sistematis yang menunjukkan upaya, proses, hasil dan kemajuan belajar yang dilakukan siswa dari waktu ke waktu

Portfolio Assesment

    • Semua usaha untuk mengatur, mengetahui dan mendeskripsikan hasil belajar siswa baik yang dilakukan dengan tes tertulis, asesmen kinerja, portofolio dan semua usaha untuk memperoleh informasi

Achievement Assessment

    • Asesmen yang tidak hanya tergantung pada tes tertulis

Alternative Assessment

25 of 70

  • Asesmen alternatif tidak hanya menilai hasil belajar, tetapi dapat memberi informasi secara lengkap tentang proses pembelajaran.

  • Asesmen alternatif tidak hanya menilai produk belajar saja, melainkan juga menilai proses belajar untuk menghasilkan produk tersebut

  • Asesmen alternatif dilaksanakan berdasarkan teori belajar khususnya dari aliran psikologi kognitif

26 of 70

Keunggulan dari Asesmen Alternatif

Dapat menilai hasil belajar yang kompleks dan keterampilan-keterampilan yang tidak dapat dinilai dengan asesmen tradisional

Menyajikan hasil penilaian yang lebih hakiki, langsung dan lengkap.

Meningkatkan motivasi siswa

Mendorong pembelajaran dalam situasi yang nyata

Memberi kesempatan kepada siswa untuk self evaluation

Membantu guru untuk menilai efektivitas pembelajaran yang telah dilakukan

Meningkatkan daya transferabilitas hasil belajar

27 of 70

Kelemahan Asesmen Alternatif

Membutuhkan banyak waktu

Adanya unsur subjektivitas dalam penskoran

Ketepatan penskoran rendah

Tidak tepat untuk kelas besar

28 of 70

Bentuk utama dari asesmen kinerja

Kriteria Penskoran (Rubrik): pedoman pemberian skor (guidance score) yang digunakan untuk menilai mutu kinerja/hasil kinerja siswa

Tugas (Task): meminta anak untuk melakukan sesuatu/menunjukkan kinerjanya sesuai dengan tugas yang diberikan oleh guru

29 of 70

Computer adaptive testing

Tes pilihan ganda yang diperluas

Tes uraian terbuka (open ended question)

Tugas individu

Tugas kelompok

Proyek

Interview

Pengamatan

Jenis tagihan:

30 of 70

Langkah-langkah yang harus diperhatikan guru dalam menyusun tugas

Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang akan dimiliki siswa setelah mereka mengerjakan tugas tersebut

Merancang tugas yang memungkinkan siswa dapat menunjukkan kemampuannya dalam berpikir dan keterampilan

Menetapkan kriteria keberhasilan

31 of 70

Berdasarkan kegunaan rubrik dibedakan menjadi

Holistic rubrik : rubrik yang dimensi kinerjanya dibuat secara umum

Analytic rubrik : rubrik yang dimensi kinerjanya dibuat lebih detail, demikian pula deskripsi setiap aspek kinerjanya

32 of 70

PORTOFOLIO

Kumpulan karya siswa yang disusun secara sistematis yang menunjukkan upaya, proses, hasil dan kemajuan belajar yang dilakukan siswa dari waktu ke waktu

33 of 70

Karakteristik Portofolio

Asesmen yang menuntut adanya kerjasama antara murid dengan guru

Tidak hanya sekedar kumpulan hasil karya siswa tetapi yang terpenting adalah adanya proses seleksi yang dilakukan berdasar kriteria tertentu untuk dimasukkan ke dalam kumpulan hasil karya siswa

Hasil karya siswa dikumpulkan dari waktu ke waktu, digunakan oleh siswa tersebut untuk melakukan refleksi sehingga siswa mampu mengenal kelemahan dan kelebihan karya yang dihasilkan

Kriteria penilaian yang digunakan harus jelas baik bagi guru maupun bagi siswa dan diterapkan secara konsisten

34 of 70

Tujuan portofolio

Menunjukkan perkembangan hasil belajar siswa

Menunjukkan kemampuan siswa

Menilai keseluruhan hasil belajar siswa

35 of 70

    • Portofolio hendaknya memiliki kriteria penilaian yang jelas, spesifik dan berorientasi pada research based criteria
    • Untuk menilai kemampuan dan keterampilan siswa dapat digunakan berbagai sumber informasi yang mengenal dengan baik kemampuan dan keterampilan siswa
    • Untuk mendesain portofolio perlu memperhatikan beberapa cara yang digunakan untuk mengumpulkan bukti-bukti tercetak (printed material) maupun bukti non-cetak (non-printed material)
    • Portofolio dapat terdiri dari berbagai bentuk informasi
    • Kualitas portofolio harus ditingkatkan dari waktu ke waktu
    • Setiap mata pelajaran mungkin mempunyai bentuk portofolio yang berbeda dengan mata pelajaran yang lain
    • Portofolio harus dapat diakses secara langsung oleh orang-orang yang berkepentingan terhadap portofolio tersebut

Beberapa komponen penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan portofolio sebagai asesmen

36 of 70

Suatu karya dapat dikatakan sebagai portofolio

Jika kumpulan karya tersebut merupakan representasi darikumpulan karya terpilih yang menunjukkan pencapaian dan perkembangan belajar siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran

37 of 70

Tahap penilaian portofolio

Menetapkan kriteria penilaian yang disepakati bersama antara guru dengan siswa di awal pembelajaran

Kesepakatan penilaian yang telah disepakati diterapkan secara konsisten

Hasil penilaian selanjutnya digunakan sebagai penentuan tujuan pembelajaran selanjutnya

Penilaian dilakukan secara terus menerus/berkesinambungan

38 of 70

Langkah-langkah pengembangan instrument afektif

Merumuskan tujuan pengukuran afektif

Mencari definisi konseptual dari afektif yang akan diukur

Menentukan definisi operasional dari setiap afektif yang akan diukur

Menjabarkan definisi operasional menjadi sejumlah indicator

Menggunakan indicator sebagai acuan menulis pernyataan-pernyataan dalam instrumen

Meneliti kembali setiap butir pernyataan

Melakukan uji coba

Menyempurnakan instrument

39 of 70

MODUL 4

Pengumpulan dan Pengolahan Informasi Hasil Belajar

40 of 70

Dua pendekatan yang sering digunakan untuk menginterpretasikan data hasil pengukuran

Penilaian Acuan Norma (PAN) adalah suatu pendekatan untuk menginterpretasikan hasil belajar siswa dimana hasil belajar yang diperoleh seorang siswa dibandingkan dengan hasil belajar yang diperoleh kelompoknya

Penilaian Acuan Kriteria (PAK) adalah penilaian keberhasilan setiap anak tidak dibandingkan dengan hasil yang diperoleh kelompoknya melainkan keberhasilan setiap anak akan dibandingkan dengan kriteria yang ditetapkan sebelumnya

41 of 70

Penilaian berbasis kompetensi

Penilaian dengan menggunakan angka

Penilaian dengan menggunakan ketegori

Penilaian dengan menggunakan uraian/narasi

Penilaian dengan menggunakan kombinasi

42 of 70

Beberapa jenis alat ukur dan jenis tagihan bagi siswa

kuis

Pertanyaan lisan di kelas

Ulangan harian

Tugas individu atau kelompok

Ulangan semesteran

Laporan tugas atau laporan kerja

Ujian praktek

43 of 70

MODUL 5

Kualitas Alat Ukur (Instrumen)

44 of 70

Alat ukur yang baik adalah

Alat ukur yang dapat dengan tepat mengukur apa yang ingin kita ukur.

Pengertian validitas mengacu pada ketepatan interpretasi yang dibuat dari hasil pengukuran/evaluasi (Grolund dan Linn, 1990)

Secara umum validitas dibagi menjadi 3 jenis yaitu

1. Validitas isi (content validity)

2. Validitas konstrak (construct validity)

3. Validitas yang dikaitkan dengan kriteria tertentu (criterion related validity)

45 of 70

Validitas isi (content validity):

diperlukan untuk menjawab pertanyaan sejauh mana item-item yang ada dalam tes dapat mengukur keseluruhan materi yang telah diajarkan.

  • Tinggi rendahnya validitas isi suatu tes dapat dilihat pada perencanaan/kisi-kisi tes.

  • Semakin representatif materi yang dapat ditanyakan dalam tes tersebut menunjukkan semakin tinggi validitas isinya.

46 of 70

Validitas konstrak (construct validity):

Mengacu pada sejauh mana alat ukut tersebut dapat mengungkap keseluruhan konstrak yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan tes tersebut.

Validitas konstrak ini banyak digunakan terutama pada pengukuran-pengukuran psikologi misalnya pengukuran sikap, minat, tingkah laku dan sebagainya.

Campbell dan Fiske (Djemari Mardapi, 2004) mengembangkan satu pendekatan untuk menentukan validitas konstrak dengan menggunakan teknik multi trait-multi method.

47 of 70

  • Jika suatu tes dimaksudkan untuk memprediksi keberhasilan seseorang di masa yang akan datang atau dimaksudkan untuk mengetahui kesesuaian antara pengetahuan dengan keterampilan yang dimiliki maka alat ukur yang digunakan harus mempunyai criterion related validity yang tinggi.

48 of 70

Konsep reliabilitas terdiri dari 3 jenis:

  1. Konsep reliabilitas dalam arti stabilitas tes
  2. Konsep reliabilitas dalam arti equivqlent tes: untuk mengetahui dua set tes yang digunakan parallel atau tidak
  3. Konsep reliabilitas dalam arti konsistensi internal: untuk megetahuk apakah kumpulan butir soal yang ada dalam satu set tes tersebut mengukur dimensi hasil belajar yang sama atau tidak

Ketetapan hasil pengukuran (reliabilitas) sangat diperlukan untuk memperoleh alat ukur yang dapat memberikan hasil pengukuran yang tepat (valid).

Reliabilitas suatu tes dapat ditingkatkan dengan menambah jumlah butir soal ke dalam tes tersebut dan butir soal yang ditambahkan adalah butir soal yang homogen.

49 of 70

Yang dimaksud dengan butir soal homogen adalah

butir –butir soal yang mengukur hal sama dengan butir soal yang ada.

Penambahan butir soal tidak akan menaikkan reliabilitas tes jika butir soal yang ditambahkan tidak homogen dengan butir soal yang telah ada

50 of 70

Arti penting penggunaan analisis butir soal

Untuk mengetahui apakah butir soal yang disusun sudah berfungsi dengan apa yang dikehendaki oleh penyusun soal

Sebagai unpan balik bagi siswa untuk mengetahui kemampuan mereka dalam menguasai suatu materi

Sebagai umpan balik bagi guru untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam memahami suatu materi

Sebagai acuan untuk merevisi soal

Memperbaiki kemampuan guru dalam menulis soal

51 of 70

  • Validitas set soal dapat diketahui dari kisi-kisi soal sedangkan reliabilitas soal baru dapat diketahui setelah uji coba

  • Dalam menganalisis butir soal terdapat 2 karakteristik butir soal yaitu1. Tingkat kesukaran: salah satu karakteristik yang dapat dapat menunjukkan kualitas butir soal apakah termasuk mudah, sedang atau sukar

Butir soal yang dianggap bermanfaat adalah butir soal yang mempunyai tingkat kesukaran dalam kategori sedang

  1. Daya beda butir-butir soal: seberapa jauh butir soal tersebut dapat membedakan kemampuan individu peserta tes

Butir soal didukung potensi daya beda yang baik, akan mampu membedakan peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi (pandai) dengan peserta didik yang memiliki kemampuan rendah (kurang pandai).

52 of 70

Hitung jumlah jawaban yang benar untuk seluruh siswa

Berdasarkan jumlah jawaban yang benar dari seluruh siswa tersebut susunlah skor siswa mulai dari skor tertinggi sampai skor terendah

Berdasarkan urutan skor tersebut tentukan siswa yang termasuk dalam kelompok atas dan kelompok bawah

Hitunglah jumlah dalam kelompok atas yang memilih tiap-tiap alternatif jawaban yang disediakan

Dengan cara yang sama hitunglah jumlah siswa dalam kelompok bawah yang memilih tiap-tiap alternatif jawaban yang disediakan

Hitung jumlah seluruh peserta tes yang menjawab benar

Hitung tingkat kesukaran butir soal dan daya beda dengan menggunakan rumus yang telah disediakan

Langkah-langkah menganalisis butir soal adalah

53 of 70

Prosedur memperbaiki instrument

Meminta pakar untuk mereviu/menelaah instrument tersebut

Uji coba ke lapangan

Analisislah hasil uji coba tersebut dengan menggunakan program analisis instrument yang relevan

54 of 70

55 of 70

Penyebab butir soal kurang baik

Penggunaan Bahasa kurang komunikatif

Kalimat bersifat ambiguous

Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat menyimpang dari indicator

Pertanyaan/pernyataan tidak mengukur trait (sifat) yang akan diukur

56 of 70

MODUL 6

Pemberian Nilai dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian

57 of 70

Penelusuran (keeping track)

Pengecekan (checking up)

Pencarian (finding out)

Penyimpulan (summing up)

Penilaian kelas hendaknya diarahkan pada 4 tujuan

58 of 70

59 of 70

Fungsi Motivasi

Fungsi Belajar Tuntas

Fungsi Efektivitas Pengajaran

Fungsi Umpan Balik

Fungsi Penilaian Kelas

60 of 70

Prinsip Penilaian Kelas

Proses penilaian merupakan bagian dari pembelajaran

Penilaian mencerminkan masalah dunia nyata

Menggunakan berbagai ukuran, metode dam kriteria

Penilaian harus bersifat holistic

Penilaian kelas mengacu kepada kemampuan (competency referenced)

Berkelanjutan (continuous)

Didaktis

Menggali informasi

Melihat yang benar dan yang salah

61 of 70

Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 63 menyebutkan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:

  1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan dialkukan secara berkesinambungan dalam bentuk ulangan harian, tugas, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.
  2. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran.
  3. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah bertujuan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pendidikan dan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional

62 of 70

Pelaksanaan penilaian hasil pembelajaran berbasis kompetensi

Alat penilaian

Aspek kognitif

Aspek psikomotorik

Aspek afektif

Penyekoran

Skor tes objektif

Skor tes uraian

Skor aspek afektif

Skor aspek psikomotorik

63 of 70

Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999 dan SK Mendiknas No. 233/U/2000 Tahun 2000 mengenai penilaian hasil belajar mahasiswa yang tercantum dalam Bab 5 Pasal 12, 14, 15, dan 16 sebagai berikut:

Terhadap kemajuan hasil belajar mahasiswa dilakukan penilaian secara berkala yang dapat berbentuk ujian, pelaksanaan tugas, dan pengamatan oleh dosen

Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian tengah semester, ujian akhir semester dan ujian akhir program studi, ujian skripsi, ujian tesis dan ujian desertasi

Penilaian hasil belajar dinyatakan dalam A, B, C, D, dan E yang masing-masing bernilai 4, 3, 2, 1, dan 0

64 of 70

Hasil Pre-Test dan Implikasinya

  • Rendah; karena materi belum diajarkan

Implikasinya – materi tersebut diajarkan, terutama pada konsep yang belum dikuasai siswa.

  • Tinggi; siswa telah menguasai kompetensi yang ditetapkan.

Implikasinya – tidak perlu mengajarkan materi tersebut, memberi pengayaan, atau melanjutkan ke materi lain.

Pre-test juga berfungsi untuk mengetahui dan menentukan kompetensi manakah yang telah dan belum dikuasai siswa sehingga menjadi dasar pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan.�

65 of 70

Masih ingat post-test?

Tes yang dilakukan pada akhir proses pembelajaran.

�Untuk apa?

Mengetahui keefektifan apakah proses pembelajaran yang dilakukan 

�Apa dasar pengembangan butir soal post-test?

Pre-test dan post-test merupakan serangkaian pararel, jadi tes bisa disusun dari kisi-kisi tes yang sama. 

Memanfaatkan Hasil Post-Test

66 of 70

Menganalisis dan Memanfaatkan Hasil Pre-test dan Post-test

  1. Seluruh kompetensi yang telah ditetapkan dapat dicapai siswa
  2. Terdapat beberapa kompetensi yang belum dikuasai → guru mencoba mencari penyebabnya dan melakukan tindakan perbaikan.

Penyebab nya adalah:

  1. Dari diri siswa; memberikan bimbingan khusus secara individu, meminta bantuan konselor
  2. Dari luar diri siswa - pelaksanaan proses pembelajaran (media, metode, cara penyampaian, dsb); mengulang proses pembelajaran pada sebagian kompetensi yang kurang atau perubahan pada media/ metode.

Titik berat tes formatif = pengukuran pencapaian kompetensi siswa, bukan mencari penyebab kesulitan belajar siswa. 

67 of 70

C. Memanfaatkan Hasil Tes Diagnostik

Tes diagnostik digunakan untuk menemukan kesulitan pemahaman konsep yang dialami siswa, materi tes diagnostik dikembangkan dari konsep-konsep yang sulit dipahami siswa. Dari hasil tes, guru akan menemukan kesulitan belajar yang dialami siswa. Selanjutnya guru berupaya untuk mencari penyebab kesulitan belajar tersebut sekaligus berupaya untuk menemukan alternatif atau cara untuk menghilangkan penyebab kesulitan belajar itu sehingga siswa dapat berhasil menyelesaikan semua program pembelajaran yang telah dirancang oleh guru.

68 of 70

D. Pemanfaatan Hasil Non-Tes

Teknik pelajaran non-tes dapat memberikan informasi umpan balik bagi proses pembelajaran. Hasil penilaian sikap, penilaian diri, dan portofolio dapat dianalisis untuk menjadi masukan bagi giri dalam melaksanakan proses pembelajaran.

�Portofolio merupakan rangkaian atau kumpulan karya atau hasil kerja siswa yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu. 

Penilaian portofolio dapat memberikan informasi yang menyeluruh mengenai:

perkembangan pemahaman dan pemikiran siswa tentang konsep, topik dan isu pada kurun waktu tertentu.

Hasil karya siswa yang berkaitan dengan bakat dan keterampilan khusus.

Dokumen kegiatan siswa selama periode waktu tertentu.

Refleksi nilai siswa sebagai individu dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

69 of 70

Bagi siswa, penilaian portofolio berguna sebagai:

  1. umpan balik penguasaan dan kemampuan
  2. pendorong peningkatan pembelajaran
  3. memahami tentang keterbatasan kemampuan di bidang tertentu

Bagi guru penilaian portofolio berguna untuk:

  1. umpan balik penguasaan siswa selama kurun waktu tertentu
  2. kemampuan yang belum di kuasai siswa
  3. gambaran tingkat pencapaian keberhasilan proses belajar
  4. strategi pembelajaran dan penilaian siswa
  5. pertimbangan penempatan siswa dalam jurusan atau program studi
  6. kecenderungan perilaku belajar siswa.

70 of 70

TERIMA KASIH