1 of 31

Kantor Regional :

Fighting Today for Great Legacy

Jl. Sultan Abdurrahman No.11 Pontianak , Kalimantan Barat

Telp. (0561) 749367 – 749369 l Fax (0561) 766026

E-mail : ptpn13@ptpn13.com l Website : www.ptpn13.com

HIGHLIGHT

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV

REGIONAL 5

KULIAH UMUM

UNIVERSITAS TANJUNG PURA

AGRIBISNIS

2 of 31

Jabatan

Kepala Sub Bagian Administrasi Tanaman & QC

PROFIL ARIF FITROH

Bagian

Pendidikan

Pengalaman Kerja

Bagian Tanaman Regional V

Universitas Padjajaran Bandung (S1)

    • Kepala Sub Bagian Administrasi & QC PTPN IV REG V ,Januari 2025 – Sekarang
    • Kepala Sub Bagian Investasi Dan Pemetaan Tanaman PTPN IV REG V,Januari 2024 – Desember 2024
    • Kepala Sub Bagian Investasi Dan Exploitasi Tanaman PTPN XIII, Januari 2022 - Desember 2023
    • Staf Eksekutif kepada Direktur Utama PTPN XIII, Maret 2019 – Desember 2023
    • Staf Sub Bagian Pembibitan Kelapa Sawit PTPN XIII, Juli 2018 - Desember 2022
    • Asisten Tanaman - Afdeling III - Kebun Rimba Belian PTPN XIII, Januari 2016 - Juli 2018
    • Asisten Pemetaan dan LC PT Bren Multidaya, April 2015 – Desember 2016
    • Asisten Humas & Pemetaan PT Multi Agro Gemilang Mempawah, September 2014 – Maret 2015
    • Asisten GIS PT Multi Agro Gemilang Plantation Head Office, Februari 2011 – September 2014

Tempat Tanggal Lahir

Tasikmalaya, 17 April 1987

2

3 of 31

CAGR 2011 - 2020

PR = Perkebunan Rakyat, PBN = Perkebunan Negara, PBS = Perkebunan Swasta, LAD = Luas Akan Dikonfirmas

5,44 %

-1,94%

6,31 %

5,47 %

PR

PBN

PBS

COMPOSITE

CAGR 2011 – 2020

+ 5,47%

KONDISI SAAT INI

Luas Areal 2023 ***

2023

4 of 31

CAGR 2017 - 2021

KONDISI SAAT INI

Data BPS (Diolah)

PRN = Perkebunan Rakyat Nasional, PR Kalbar = Perkebunan Rakyat (Kalbar) , PBS = Perkebunan Swasta, IDN = Produktivitas Nasional , PBS = Perkebnunan Negara

1,35 %

8,65%

-0,58 %

0,76 %

PRN

PBN

PBS

IDN

4,92 %

PR Kalbar

Up To 25 % – 76 %

GAP

Rata – rata laju pertumbuhan Produksi Kelapa Sawit adalah 2,36 % per tahun, sedangkan pertambahan konsumsi sebesar 3,45 % per tahun sehingga ada GAP antara Supply dan Demand

5 of 31

Kebijakan Perusahaan dalam Menyusun RJP Kelapa Sawit

Masih Relevan/sesuai dengan dinamika pasar baik dalam negeri maupun global

6 of 31

7 of 31

SEJARAH PERUSAHAAN

  • PTPN XIII berdiri, hasil pengg gabungan proyek pengembangan 8 PTP yaitu : PTP VI, VII, XII, XIII, XVIII, XXIV-V, XXVI dan XXIX.

  • Peraturan Pemerintah (PP) No.18 tahun 1996 dan Akte Notaris Harun Kamil, SH No.46 tanggal 11 Maret 1996
  • PTPN XIII bergabung menjadi PT Perkebunan Nusantara IV Regional V

PROFILE PTPN IV - REGIONAL V

Board of Region Management (BRMRegional V

Sudarma Bhakti Lessan

Donny Amril

8 of 31

Gambaran Umum Unit Kerja

PTPN IV Regional V

  1. Komposisi tanaman yang tidak ideal terjadi akibat keterlambatan dalam melaksanakan peremajaan tanaman (TU) yang tidak sesuai dengan laju penambahan areal tanaman tua renta (ATTP)
  2. Areal ATTP kelapa Sawit mencapai 44% dan ATTP Karet Mencapai 49%.
  3. Rerata Umur Tanaman Inc ATTP 22,50 Tahun.
  4. Perbaikan Komposisi Umur dilakukan dengan Percepatan Pelaksanaan Peremajaan

Areal Konsesi

Key Hihglight

8

9 of 31

HR HIGHLIGHT

TOTAL KARY.

7.469

Kary. Tetap 6.108

  • Pimpinan : 371
  • Pelaksana : 5.737

(termasuk KTNG)

KARY. PER WILAYAH

Region Office : 182

Kalbar : 3.787

Kaltim : 1.967

Kalsel/teng : 1.533

Total : 7.469

85, 08%

14,92 %

Data Per 31 Agustus 2024

26%

22%

19%

20%

3%

3%

1%

3%

0,5%

0,7%

0,5%

0,3%

3%

7%

13%

21%

29%

25%

25%

39,90%

18,75%

34,28%

1,82%

Kary. Tidak Tetap 1.361

  • CKP : 0
  • PKWT : 438
  • Honor : 69
  • KHL : 854
  • BRM-1 (Pejabat Puncak) : 47
  • BRM-2 (Kasubbag/Askep/Maskep): 73
  • BRM-3 (Asisten) : 251
  • BRM-4 (Krani I/Mandor I) : 178
  • BRM-5 (Krani/Mandor/Operator) : 1.846
  • BRM-6 (Pekerja Lapangan) : 3.713

0,02%

1

23

4%

3%

2%

Holding Perkebunan Nusantara

10 of 31

Transformasi dan Strategic House�Regional V – Tahun 2025

Menjadi Regional Unggul dan 

menghasilkan Profit yang berkelanjutan 

Operasional Excellent

Financial Excellent

Optimalisasi Asset 

dan Kemitraan

Peningkatan Disiplin dan 

Engagement Karyawan

Peningkatan Sistem dan Teknology

  • Take Over PKS Kembayan
  • Optimalisasi Asset non Core
  • Turn Around Komoditi Karet
  • Peningkatan Pembelian TBS pihak ke III
  • Efisiensi dengan PLNisasi Wilayah Kaltim dan Kalsel        
  • Peningkatan pendapatan cangkang  
  • Efisiensi program digitalisasi penyusunan Anggaran 
  • Margin kontribusi atas retake over PKS Kembayan
  • Sertifikasi RSPO
  • Pengefektifan Tenaga Keamanan                                    
  • Efisiensi penggunaan glifosat 
  • Efisiensi Penggunaan Truk Kebun Sendiri

  • Program penugasan antar Regional
  • Pemberian Reward dan Punishment terhadap kinerja dan kehadiran.

  • PICA
  • Percepatan Pemupukan TM dan TBM
  • Standarisasi Kultur Teknis TM, TBM dan Replanting/Konversi
  • Mekanisasi Pemupukan 
  • Mapping Kinerja Kebun dan PKS
  • Meningkatkan Utilitas PKS dan Menekan Losis

  • Absensi Elektronik 
  • Improvement sistem SAP
  • Monitoring Progress Pekerjaan dengan Drone
  • Remapping Standar Fungsionil tenaga Kerja
  • Training Peningkatan Integritas dan Kompetensi
  • Gerakan Cinta Kebun, PKS dan Lingkungan Perusahaan.

11 of 31

12 of 31

2. Produk Turunan yang sangat Banyak

Kenapa Sawit Menjadi Pilihan Penghasil Minyak Nabati?

13 of 31

Aktivitas Utama

  1. Persiapan lahan
    • Persiapan di awal tahun
  2. Pembibitan
    • Kualitas & varietas kecambah unggul
    • Pemilihan benih (quick, moderate dan slow)
    • Seleksi kecambah/bibit ketat di Pre Nursery dan Main Nursery
    • Tepat waktu pemindahan ke lapangan
  3. Penanaman
    • Tepat waktu
    • Sistem Bighole dengan hole in hole
    • Pemberian bahan organik yang diinokulasi Trichoderma
    • Pembibitan bebas ganoderma
  4. Pemeliharaan TBM
    • Persiapan TBM prima
    • Mempersingkat masa TBM (28 bulan)
    • Mengembangkan metode hatch and carry
  5. Pemeliharaan TM
    • Pemupukan taat 5 T
    • Konservasi tanah dan air (embung; parit & gorong-gorong) pada tanaman muda
    • Pemberian bahan organik
    • Perubahan perlakuan dari sistem manual ke mekanis
  6. Panen
    • Panen sesuai kriteria matang panen
    • Optimalisasi jumlah pemanen dan kapasitas panen
  1. Angkutan pasca panen
    • Infrastruktur dan sarana angkutan
  2. Pengolahan
    • Melaksanakan Preventive maintenance
    • Efisiensi olah dan energi
    • Optimalisasi kapasitas pabrik
    • Mengendalikan losses pabrik

  1. Penyimpanan hasil olahan
  2. Kelayakan tangki timbun
  3. Pemasaran
    • Menjual pd harga terbaik
  4. Distribusi
    • Tepat waktu
    • Sarana angkutan

PROSES BISNIS PERKEBUNAN

14 of 31

PROSES BISNIS KELAPA SAWIT

Fase Pembibitan

Fase Investasi

Replanting TB - 0

Pemeliharaan TBM (1 – 3 Tahun)

Fase Explotasi

Panen

Pemeliharaan TM

15 of 31

16 of 31

MANAJEMEN PERKEBUNAN

Pentingnya Manajerial di Dunia Perkebunan

Manajerial yang baik adalah kunci keberhasilan operasional, produktivitas, dan keberlanjutan di sektor perkebunan. Tanpa sistem manajemen yang efektif, potensi besar dari komoditas seperti kelapa sawit tidak akan bisa dioptimalkan.

17 of 31

18 of 31

Perencanaan Strategis Perkebunan Kelapa Sawit

Disusun untuk Pengelolaan Perkebunan Berkelanjutan

  1. Penetapan Visi dan Misi

  • Analisis Situasi

  • Penetapan Tujuan dan Sasaran

  • Strategi Implementasi

  • Keuangan dan Pembiayaan

  • Lingkunan dan Sosial

  • Monitoring dan Evaluasi

  • Visi dan misi menjadi arah utama pengembangan jangka panjang.
  • Menentukan prioritas kebijakan, pengambilan keputusan, dan langkah operasional.
  • Analisis SWOT, Analisis PESTEL / PEST, Analisis 5 Forces (Porter’s Five Forces), Analisis Stakeholder
  • Jangka pendek (1–3 tahun), Jangka menengah (3–5 tahun), Jangka panjang (5–25 tahun)
  • Perencanaan Produksi, Infrastruktur, Manajemen SDM
  • Estimasi Biaya investasi per hektar, Rencana Pembiayaan, Proyeksi Cash Flow dan BEP (Break – Even Point)
  • AMDAL, Program CSR, Sertifikasi Berkelanjutan
  • Audit Rutin, Pengawalan KPI

19 of 31

- 6,10 %

Summary

  1. Komposisi tanaman yang tidak ideal terjadi akibat keterlambatan dalam melaksanakan peremajaan tanaman (TU) yang tidak sesuai dengan laju penambahan areal tanaman tua renta (ATTP)
  2. Terjadi tren penurunan produksi sejak tahun 2009 sampai dengan 2024 dengan CAGR -6,10%.
  3. Pada tahun 2013 sampai dengan 2017 tidak ada dilakukan peremajaan tanaman (TU), pelaksanaan TU baru dimulai pada tahun 2018 namun belum mendapatkan komposisi tanaman yang ideal
  4. Risiko penurunan produksi ekstrim akan terjadi dalam 5 tahun mendatang apabila tidak dilakukan peremajaan tanaman secara masiv

Data Historis Komposisi Areal (%)

Data Historis Produksi & Produktivitas

20 of 31

MATRIKS SWOT

INTERNAL

EKSTERNAL

STRENGTHS / KEKUATAN :

  • Areal Berstatus HGU
  • Keuangan Perusahaan Mendukung Perbaikan Tanaman (Secara Selektif)
  • Topografi Areal Relatif Datar s/d Bebukit
  • Jenis Tanah dan Kelas Lahan Menjanjikan
  • Potensi Produksi Masih Tersedia Untuk Digali Optimal

WEAKNESSES / KELEMAHAN :

  • Kondisi Tanaman Dominan Tua s/d Tua Renta (33,93 % Umur > 25Tahun)
  • Produktivitas Tanaman Rendah
  • Kekuatan Finansial Masih Terbatas
  • Dukungan Infrastruktur Belum Memadai
  • Pemeliharaan Tanaman Belum Terlaksana Dengan Baik
  • Tingkat Kesulitan Panen ATTP Tinggi
  • Kekurangan Tenaga Pemeliharaan dan Panen Pokok Tinggi

OPPURTUNITIES / PELUANG :

  • Dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah Terhadap PTPN
  • Harga Komoditi Kelapa Sawit Cukup Kompetitif
  • Dukungan Aparat Penegak Hukum Terhadap Masalah Hukum
  • Ketersediaan Tenaga Kerja Sekitar Cukup
  • Peralatan Mekanisasi Pihak III Mendukung Pekerjaan Lapangan

STRATEGI S-O :

  • Koordinasi kepada pemerintah daerah untuk mendukung program kerja perusahaan berkelanjutan
  • Mengakomodir tenaga kerja sekitar untuk berpartisipasi dalam program kerja perusahaan.
  • Optimalisasi peraihan produksi dengan peningkatan kapasitas panen
  • Pemenuhan armada untuk angkutan TBS agar tuntas H-0 (zero restan)

STRATEGI W-O :

  • Melakukan percepatan rehabilitasi tanaman dengan menggunakan mekanis secara selektif
  • premi stimulant atau progresif kepada pemanen
  • Pemberian apresiasi terhadap panen dengan kapasitas tinggi.
  • Melakukan training & coaching penguatan internal untuk mendukung peraihan produksi

THREATS / ANCAMAN :

  • Tuntutan Masyarakat Terhadap Kompensasi Perpanjangan HGU
  • Okupasi Areal dalam lingkup HGU
  • Pencurian TBS di Lapangan
  • Kesejahteraan Masyarakat di Sekitar Kebun Tergolong Rendah
  • Perkebunan Milik Perorangan di Sekitar Kebun

STRATEGI S-T :

  • Membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar untuk saling mendukung program perusahaan.
  • Sosialisasi adanya proses hukum terhadap tindakan kejahatan
  • Program CSR kepada wilayah sekitar

STRATEGI W-T :

  • Konsolidasi internal untuk pengawasan aset perusahaan
  • Melibatkan Pihak Keamanan untuk membantu menjaga keamanan lingkungan internal perusahaan.
  • Melakukan coaching aksi bela perusahaan untuk menumbuhkan rasa cinta perusahaan

21 of 31

ANALISA SWOT

22 of 31

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN

Realisasi Produksi 100 % Terhadap RKAP

23 of 31

STRATEGI EXPLOITASI AREAL NON PRODUKTIF (JANGKA PENDEK)

24 of 31

RENCANA JANGKA PANJANG PERBAIKAN KOMPOSISI TANAMAN

Summary

Untuk memperbaiki produktivitas tanaman, regional 5 telah menetapkan Rencana Jangka Panjang (RJP) khususnya untuk program Replanting, Dimana sasaran utama dalam melakukan peremajaan adalah tanaman Tua Renta dengan umur >25 Tahun (ATTP) dengan target penyelesaian sampai dengan Tahun 2032 sehingga komposisi ideal di dapat pada tahun 2033

25 of 31

PERBANDINGAN PROYEKSI PRODUKSI DENGAN PERLAKUKAN REPLANTING DAN NON REPLANTING

Dengan Replanting

Tanpa Replanting

*Data Diolah

26 of 31

27 of 31

KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memengaruhi dan memberdayakan orang, bukan hanya sekadar posisi. Dalam sektor perkebunan kelapa sawit, kepemimpinan yang baik sangat krusial untuk mengatasi tantangan operasional, lingkungan, dan sosial, demi mencapai keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan bersama.

Kepemimpinan bukan hanya milik manajer. Setiap individu, terlepas dari jabatan, dapat menunjukkan kepemimpinan melalui inisiatif dan pengaruh. Membangun keterampilan kepemimpinan sejak dini sangat penting, terutama bagi generasi muda, untuk mendorong inovasi dan kontribusi yang berarti bagi perusahaan.

28 of 31

KOMPONEN UTAMA KEPEMIMPINAN DALAM DUNIA PERKEBUNAN

Komponen Utama Kepemimpinan Efektif:

  1. Komunikasi yang Jelas

Menyampaikan visi dan harapan dengan jelas. Contoh: Arahan tentang target produksi per pemanen.

  1. Pengambilan Keputusan yang Cepat dan Tepat

Menghadapi situasi kritis seperti cuaca dan hama dengan keputusan yang akurat.

  1. Delegasi Tugas

Mendelegasikan tugas kepada tim yang tepat sambil memonitor hasil.

  1. Memberikan Contoh

Memimpin dengan teladan melalui keterlibatan langsung dalam proyek lapangan.

29 of 31

TANTANGAN DALAM KEPEMIMPINAN DUNIA PERKEBUNAN

Tantangan dalam kepemimpinan perkebunan kelapa sawit mencakup isu keberlanjutan, kesejahteraan tenaga kerja, dan pengelolaan konflik dengan komunitas lokal.

Namun, ada kesempatan melalui inovasi manajemen, pengembangan SDM lokal, serta peningkatan produktivitas dan efisiensi yang dapat mendukung keberlanjutan industri.

30 of 31

"Jangan biarkan kondisi mengalahkan semangatmu dalam mencari pengalaman. Di tengah hambatan, kita menemukan pelajaran berharga yang membentuk jiwa dan karakter kita."

"Temukan Jalanmu, Bentuk Pengalamanmu, dan Taklukkan Dunia Dengan Tanganmu Sendiri."

31 of 31

TERIMA KASIH

“Leadership is an action

Not a position - Donald McGannon”