Bahasa Indonesia
MEDIA MENGAJAR
UNTUK SD/MI KELAS 6
BUMI, TEMPAT TINGGALKU
BAB 7
TUJUAN PEMBELAJARAN:
2.16 menjelaskan unsur pembangun serta nilai-nilai dalam karya puisi dan pantun (membaca);
1.10 mengidentifikasi nilai-nilai dalam puisi dan pantun yang dibacakan atau didengar (menyimak);
2.17 menjelaskan makna kosakata konotatif atau kiasan, majas, ungkapan, dan peribahasa (membaca);
4.15 menulis perasaan berdasarkan fakta dan/atau imajinasi diri sendiri atau orang lain secara indah dalam bentuk puisi menggunakan kosakata kreatif (menulis);
4.16 menggunakan kaidah kebahasaan dan kesusastraan untuk menulis teks puisi dan pantun (menulis);
3.11 menyampaikan perasaan berdasarkan fakta dan/atau imajinasi diri sendiri atau orang lain secara indah dlam bentuk puisi (berbicara);
4.17 menulis prosa berdasarkan puisi yang dibaca atau disimak (parafrasa) (menulis);
3.12 mempresentasikan hasil parafrasa karya puisi menjadi prosa (mempresentasikan).
A. Karya Puisi
Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, rima, serta penyusunan larik dan bait.
Berikut karakteristik puisi.
Bumi, Rumahku
Karya: Ratu
Bumiku yang indah nan subur
Bumiku yang gagah nan luas
Betapa agung Tuhan menatamu
Ucapan syukur mana lagi yang harus kulimpahkan
Bumi rumahku, bumi naunganku
Dengan segenap jiwa dan raga
Aku akan selalu melindungimu
Dari perbuatan orang-orang tak bertanggung jawab
Hatiku tidak sejernih mata airmu
Pikiranku tidak seluas bentangan hutan dan bukit
Tetapi kami semua bersatu
Berupaya menjaga kelestarianmu
Ya Tuhan, tiada lagi doa yang kuucapkan
Selain sehatnya dan makmurnya bumi ini
Agar manusia senantiasa melangsungkan hidup
Tanpa adanya bencana
Bacalah contoh puisi berikut.
Sumber: freepik.com
Berikut unsur-unsur karya puisi.
1. Tema
2. Judul dan Penyair
Berikut unsur-unsur karya puisi.
3. Bait dan Baris
4. Rima
Berikut unsur-unsur karya puisi.
5. Diksi
6. Isi
Berikut unsur-unsur karya puisi.
7. Amanat
8. Nilai
Kamu dapat menemukan majas, ungkapan, dan peribahasa ketika membaca karya sastra (puisi, pantun, cerita pendek, legenda, dan sebagainya).
Menurut KBBI, majas berarti ‘kiasan’.
Majas adalah ungkapan penyampaian pesan menggunakan kata-kata kiasan.
Ada majas metafora, asosiasi, personifikasi, hiperbola, dan sebagainya.
MAJAS
Majas metafora adalah majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda. Contohnya sebagai berikut.
Ayah dan ibu selalu membanggakan anak emasnya.
(Anak emas berarti ‘orang yang paling disayangi’.)
Ia menerima kekalahan dengan lapang dada.
(Lapang dada berarti ‘berasa lega; tidak menjadi gusar’.)
Majas metafora adalah majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda. Contohnya sebagai berikut.
> Jika bumi bisa bicara.
> Sepoi angin melambai-lambai.
> Polusi pun makin ganas.
> Sore itu, awan menangis.
Majas personifikasi adalah majas yang digunakan untuk mengubah makna benda tidak hidup seolah-olah memiliki sifat seperti manusia. Contohnya sebagai berikut.
Majas hiperbola adalah ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal. Berikut contoh majas hiperbola.
Pemain sepak bola itu berlari secepat kilat menuju gawang lawan.
(berlari secepat kilat dapat diartikan ‘berlari sangat cepat’.)
Dina terbang melayang-layang di udara setelah dipuji orang tuanya.
(Terbang melayang-layang di udara dapat diartikan ‘merasa senang sekali’.)
Majas hiperbola adalah ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal. Berikut contoh majas hiperbola.
Majas asosiasi adalah majas yang membandingkan dua objek yang berbeda, tetapi dianggap sama. Biasanya, menggunakan kata pembanding bagaikan, bak, atau seperti. Contohnya sebagai berikut.
Rambut Lani bergelombang bagaikan ombak di lautan.
(Jenis rambut bergelombang dianggap sama dengan bentuk gelombang ombak di lautan.)
Bentuk wajahnya bulat bak bola pingpong.
(Dalam kalimat tersebut, wajah seseorang dianggap memiliki bentuk bulat yang sama dengan bola pingpong.)
Majas asosiasi adalah majas yang membandingkan dua objek yang berbeda, tetapi dianggap sama. Biasanya, menggunakan kata pembanding bagaikan, bak, atau seperti. Contohnya sebagai berikut.
Menurut KBBI, ungkapan adalah kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus. Gabungan kata itu mempunyai makna baru yang berbeda dari kata-kata asalnya.
UNGKAPAN
Berikut contoh ungkapan.
Rumah tangga
✔ Berkenaan dengan keluarga.
❌ Rumah yang memiliki tangga.
Naik daun
✔ Mendapat nasib baik.
❌ Naik ke atas daun.
Peribahasa adalah kalimat yang memiliki makna atau arti tertentu.
PERIBAHASA
Berikut contoh peribahasa.
Peribahasa | Makna |
Sambil menyelam minum air. | Melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. |
Tak ada gading yang tak retak. | Tidak ada yang sempurna. |
Bagai air di daun talas. | Orang yang pendiriannya mudah berubah-ubah. |
Peribahasa | Makna |
Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga. | Sifat anak biasanya menurut teladan orang tuanya. |
Hangus tiada berapi, karam tiada berair. | Mendapat kesusahan yang sangat sulit. |
Berikut contoh peribahasa.
Berikut langkah-langkah menulis puisi.
ditentukan. Contohnya, dari berbagai buku
cerita atau artikel di internet.
3. Cermati dan catatlah objek-objek yang
dijadikan bahan penulisan puisi.
Sumber: freepik.com
4. Tentukan rima yang ingin digunakan.
Contohnya, rima a-a-a-a atau a-b-a-b.
5. Tentukan diksi yang ingin digunakan.
6. Deskripsikan objek-objek yang dicermati
menjadi baris-baris puisi. Gunakan rima
dan diksi yang sudah ditentukan.
Sumber: freepik.com
Berikut langkah-langkah menulis puisi.
Mendeklamasi puisi merupakan cara untuk menyampaikan puisi yang disertai gerak atau lagu.
Berikut cara mendeklamasikan puisi.
Berikut cara mendeklamasikan puisi.
B. Karya Pantun
Sumber: freepik.com
Berikut ciri-ciri pantun.
Sumber: freepik.com
Bacalah contoh pantun berikut.
Sampiran
Isi
(baris 1 dan 2)
(baris 3 dan 4)
Mari pergi ke gang buntu (a)
Tempat membeli kue talam (b)
Bumi berputar sepanjang waktu (a)
Maka terjadi siang dan malam (b)
Sama seperti karya sastra lainnya, pantun memiliki isi dan amanat.
Isi pantun tersebut dijelaskan pada baris 3 dan 4, yakni penyebab terjadinya siang dan malam.
Amanat pantun tersebut adalah adanya pengetahuan bahwa peristiwa siang dan malam terjadi karena bumi yang berputar.
Pantun juga mengandung nilai-nilai yang dapat berupa nilai agama, pendidikan, moral, sosial, dan kebudayaan.
Adapun nilai yang terkandung dalam pantun tersebut, yaitu nilai pendidikan atau pengetahuan.
Pantun terbagi menjadi beberapa jenis.
Jenis-jenis pantun terbagi berdasarkan usia dan isinya.
1
Pantun Anak-Anak
Contoh :
Naik kereta ke Surabaya
Berdoa dahulu agar selamat
Ujian sekolah akan tiba
Mari, belajar lebih giat
Pantun Berdasarkan Usia
2
Pantun Remaja
Contoh :
Membeli baju di kota baru
Baju batik memikat mata
Kan kuarungi samudra biru
Demi menggapai asa dan cita
Pantun Berdasarkan Usia
3
Pantun Orang Tua
Contoh :
Dekat sini ada rumah baru
Rumah adat bagus rupanya
Ingat selalu pesan ayah dan ibu
Jangan cemari bumi dan seisinya
Pantun Berdasarkan Usia
1
Pantun Agama
Contoh :
Senang hati mendapat selasih
Buah tangan dari teman
Jaga bumimu tetap bersih
Kebersihan sebagian dari iman�
Pantun Berdasarkan Isi
2
Pantun Nasihat
Contoh :
Badut lucu berbaju belang
Bermain sulap di atas kertas
Jangan takut pergi bertualang
Arungi dunia luas tak terbatas
Pantun Berdasarkan Isi
3
Pantun Jenaka
Contoh :
Keledai duduk di atas jerami
Jerami diikat memakai tali
Ingin hati keliling bumi
Sayang kakiku pendek sekali
Pantun Berdasarkan Isi
4
Pantun Teka-teki
Contoh :
Buah mangga kuning sekali
Dipetik ibu dengan daunnya
Coba kau terka apa ini?
Tempat dingin di ujung dunia
Pantun Berdasarkan Isi
5
Pantun Kiasan
Contoh :
Ikan lele, ikan bilis
Dimakan pakai sambal merah
Lihatlah hutan terbakar habis
Kalah melawan si jago merah
Pantun Berdasarkan Isi
Puisi dan pantun mengandung nilai-nilai yang disajikan secara tersurat ataupun tersirat.
Nilai-nilai tersebut berasal dari kehidupan sehari-hari yang meliputi nilai agama, sosial, budaya, pendidikan, dan moral.
1
Nilai Agama
Nilai-Nilai dalam Puisi dan Pantun
2
Nilai Sosial
Nilai-Nilai dalam Puisi dan Pantun
3
Nilai Budaya
Nilai-Nilai dalam Puisi dan Pantun
4
Nilai Pendidikan
Nilai-Nilai dalam Puisi dan Pantun
5
Nilai Moral
Nilai-Nilai dalam Puisi dan Pantun
Terima Kasih Tuhan
Karya: Lestari
Sejauh mata memandang
Birunya laut luas terpampang
Inilah karya Tuhan Maha Esa
Sungguh indah dan memesona
Pada diriku, aku berjanji
Menjaga laut sepenuh hati
Agar bisa kuwariskan
Pada generasi terdepan
Terima kasih, oh, Tuhan
Kau anugerahi kami kekayaan
Bumi, laut, dan seisinya
Harta benda yang tak terkira
Bacalah puisi berikut.
Puisi tersebut mengandung nilai agama dan moral.
Membeli baju di kota baru
Baju batik memikat mata
Kan kuarungi samudra biru
Demi menggapai asa dan cita
Bacalah pantun berikut.
Pantun tersebut mengandung nilai pendidikan.
C. Parafrasa Karya Puisi Menjadi Karya Prosa
Sumber: freepik.com
2. Carilah makna kata-kata yang sulit dimengerti.
1. Bacalah puisi secara berulang.
3. Rangkailah kata-kata menjadi sebuah kalimat yang runtut.
Berikut cara mengubah puisi menjadi prosa.
Cermatilah puisi berikut.
Pagi Hari
Karya: Rama
Pagi hari
Surya kembali terbit
Langit kelabu kembali membiru
Kicauan burung bersahutan
Sepoi angin mengetuk jendela
Waktunya memulai hari
Semangatku menyala lagi
Berikut pararfasa dari puisi “Pagi Hari”.
Pada pagi hari, aku melihat surya kembali terbit. Langit yang mulanya berwarna kelabu, lama-lama menjadi biru. Aku mendengar kicauan burung yang bersahut-sahutan. Angin berembus sepoi-sepoi ke arah jendela. Inilah waktunya aku memulai hari dengan penuh semangat.