1 of 57

Bahasa Indonesia

MEDIA MENGAJAR

UNTUK SD/MI KELAS 6

2 of 57

BUMI, TEMPAT TINGGALKU

BAB 7

TUJUAN PEMBELAJARAN:

2.16 menjelaskan unsur pembangun serta nilai-nilai dalam karya puisi dan pantun (membaca);

1.10 mengidentifikasi nilai-nilai dalam puisi dan pantun yang dibacakan atau didengar (menyimak);

2.17 menjelaskan makna kosakata konotatif atau kiasan, majas, ungkapan, dan peribahasa (membaca);

4.15 menulis perasaan berdasarkan fakta dan/atau imajinasi diri sendiri atau orang lain secara indah dalam bentuk puisi menggunakan kosakata kreatif (menulis);

4.16 menggunakan kaidah kebahasaan dan kesusastraan untuk menulis teks puisi dan pantun (menulis);

3.11 menyampaikan perasaan berdasarkan fakta dan/atau imajinasi diri sendiri atau orang lain secara indah dlam bentuk puisi (berbicara);

4.17 menulis prosa berdasarkan puisi yang dibaca atau disimak (parafrasa) (menulis);

3.12 mempresentasikan hasil parafrasa karya puisi menjadi prosa (mempresentasikan).

3 of 57

A. Karya Puisi

Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, rima, serta penyusunan larik dan bait.

4 of 57

  1. Bentuk dan isi puisi (bait, larik, dan rima) bersifat bebas.
  2. Berasal dari imajinasi atau khayalan pengarangnya.
  3. Memiliki makna yang luas dan dalam sehingga menimbulkan banyak penafsiran (ambiguitas).
  4. Menggunakan diksi yang indah.

Berikut karakteristik puisi.

5 of 57

Bumi, Rumahku

Karya: Ratu

 

Bumiku yang indah nan subur

Bumiku yang gagah nan luas

Betapa agung Tuhan menatamu

Ucapan syukur mana lagi yang harus kulimpahkan

 

Bumi rumahku, bumi naunganku

Dengan segenap jiwa dan raga

Aku akan selalu melindungimu

Dari perbuatan orang-orang tak bertanggung jawab

 

Hatiku tidak sejernih mata airmu

Pikiranku tidak seluas bentangan hutan dan bukit

Tetapi kami semua bersatu

Berupaya menjaga kelestarianmu

 

Ya Tuhan, tiada lagi doa yang kuucapkan

Selain sehatnya dan makmurnya bumi ini

Agar manusia senantiasa melangsungkan hidup

Tanpa adanya bencana

Bacalah contoh puisi berikut.

Sumber: freepik.com

6 of 57

Berikut unsur-unsur karya puisi.

1. Tema

  • Tema adalah inti atau pokok pikiran yang ingin disampaikan oleh penyair melalui puisinya.
  • Contohnya, tema “Pelestarian Lingkungan” dan “Hidup Sehat”.

2. Judul dan Penyair

  • Judul adalah nama atau label yang diberikan pada sebuah puisi.
  • Judul dapat memberikan petunjuk awal mengenal tema puisi.
  • Penyair adalah pengarang puisi.

7 of 57

Berikut unsur-unsur karya puisi.

3. Bait dan Baris

  • Baris puisi merupakan serangkaian kata yang disusun sedemikian indah oleh penyair.
  • Baris-baris puisi terkumpul menjadi bagian-bagian yang disebut bait puisi.

4. Rima

  • Rima adalah persamaan bunyi pada akhir baris puisi.
  • Ada puisi yang memiliki rima teratur, misalnya a-b-a-b dan a-a-a-a.
  • Ada juga puisi dengan rima bebas (tidak memiliki rima).

8 of 57

Berikut unsur-unsur karya puisi.

5. Diksi

  • Diksi adalah pilihan kata dan struktur kalimat yang khas sehingga memberikan kesan tertentu.
  • Diksi dalam puisi bersifat kreatif, penuh imajinasi, dan kaya akan perumpamaan, simbol, atau permainan kata.

6. Isi

  • Isi puisi berupa gagasan yang ingin disampaikan oleh penyair, seperti pengalaman pribadi, refleksi kehidupan, keindahan alam, dan perasaan penyair.

9 of 57

Berikut unsur-unsur karya puisi.

7. Amanat

  • Pesan atau makna yang ingin disampaikan oleh penyair.
  • Biasanya, disampaikan secara tersirat sehingga memerlukan pemahaman yang mendalam dari pembaca atau pendengarnya.

8. Nilai

  • Prinsip moral, etika, atau pandangan hidup yang tecermin dalam suatu karya seperti puisi.
  • Contohnya, nilai agama, pendidikan, moral, sosial, dan budaya.

10 of 57

Kamu dapat menemukan majas, ungkapan, dan peribahasa ketika membaca karya sastra (puisi, pantun, cerita pendek, legenda, dan sebagainya).

11 of 57

Menurut KBBI, majas berarti ‘kiasan’.

Majas adalah ungkapan penyampaian pesan menggunakan kata-kata kiasan.

Ada majas metafora, asosiasi, personifikasi, hiperbola, dan sebagainya. 

MAJAS

12 of 57

Majas metafora adalah majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda. Contohnya sebagai berikut.

Ayah dan ibu selalu membanggakan anak emasnya.

(Anak emas berarti ‘orang yang paling disayangi’.)

13 of 57

Ia menerima kekalahan dengan lapang dada.

(Lapang dada berarti ‘berasa lega; tidak menjadi gusar’.)

Majas metafora adalah majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda. Contohnya sebagai berikut.

14 of 57

> Jika bumi bisa bicara.

> Sepoi angin melambai-lambai.

> Polusi pun makin ganas.

> Sore itu, awan menangis.

Majas personifikasi adalah majas yang digunakan untuk mengubah makna benda tidak hidup seolah-olah memiliki sifat seperti manusia. Contohnya sebagai berikut. 

15 of 57

Majas hiperbola adalah ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal. Berikut contoh majas hiperbola. 

Pemain sepak bola itu berlari secepat kilat menuju gawang lawan.

(berlari secepat kilat dapat diartikan ‘berlari sangat cepat’.)

16 of 57

Dina terbang melayang-layang di udara setelah dipuji orang tuanya.

(Terbang melayang-layang di udara dapat diartikan ‘merasa senang sekali’.)

Majas hiperbola adalah ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal. Berikut contoh majas hiperbola. 

17 of 57

Majas asosiasi adalah majas yang membandingkan dua objek yang berbeda, tetapi dianggap sama. Biasanya, menggunakan kata pembanding bagaikan, bak, atau seperti. Contohnya sebagai berikut. 

Rambut Lani bergelombang bagaikan ombak di lautan.

(Jenis rambut bergelombang dianggap sama dengan bentuk gelombang ombak di lautan.)

18 of 57

Bentuk wajahnya bulat bak bola pingpong.

(Dalam kalimat tersebut, wajah seseorang dianggap memiliki bentuk bulat yang sama dengan bola pingpong.)

Majas asosiasi adalah majas yang membandingkan dua objek yang berbeda, tetapi dianggap sama. Biasanya, menggunakan kata pembanding bagaikan, bak, atau seperti. Contohnya sebagai berikut. 

19 of 57

Menurut KBBI, ungkapan adalah kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus. Gabungan kata itu mempunyai makna baru yang berbeda dari kata-kata asalnya.

UNGKAPAN

20 of 57

Berikut contoh ungkapan.

Rumah tangga

Berkenaan dengan keluarga.

Rumah yang memiliki tangga.

Naik daun

Mendapat nasib baik.

Naik ke atas daun. 

21 of 57

Peribahasa adalah kalimat yang memiliki makna atau arti tertentu.

PERIBAHASA

22 of 57

Berikut contoh peribahasa.

Peribahasa

Makna

Sambil menyelam minum air.

Melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. 

Tak ada gading yang tak retak.

Tidak ada yang sempurna. 

Bagai air di daun talas.

Orang yang pendiriannya mudah berubah-ubah.

23 of 57

Peribahasa

Makna

Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga.

Sifat anak biasanya menurut teladan orang tuanya.

Hangus tiada berapi, karam tiada berair.

Mendapat kesusahan yang sangat sulit.

Berikut contoh peribahasa.

24 of 57

Berikut langkah-langkah menulis puisi.

  1. Tentukan tema puisi. Tema dapat diambil dari kehidupan sehari-hari atau berdasarkan pengalaman.
  1. Carilah sumber dari tema yang sudah

ditentukan. Contohnya, dari berbagai buku

cerita atau artikel di internet.

3. Cermati dan catatlah objek-objek yang

dijadikan bahan penulisan puisi.

Sumber: freepik.com

25 of 57

4. Tentukan rima yang ingin digunakan.

Contohnya, rima a-a-a-a atau a-b-a-b.

5. Tentukan diksi yang ingin digunakan.

6. Deskripsikan objek-objek yang dicermati

menjadi baris-baris puisi. Gunakan rima

dan diksi yang sudah ditentukan.

Sumber: freepik.com

Berikut langkah-langkah menulis puisi.

26 of 57

Mendeklamasi puisi merupakan cara untuk menyampaikan puisi yang disertai gerak atau lagu.

27 of 57

  • Pahamilah makna puisi secara keseluruhan.
  • Ucapkan kata-kata dalam puisi dengan lafal yang jelas.
  • Perhatikan irama (panjang pendeknya bunyi) dan ritme dalam puisi.
  • Sesuaikan intonasi suara dengan emosi dan suasana yang ingin diungkapkan dalam puisi.

Berikut cara mendeklamasikan puisi.

28 of 57

  • Perhatikan artikulasi dan tempo (cepat atau lambatnya pengucapan kata-kata) pada puisi.
  • Gunakan gerakan tubuh dan ekspresi wajah yang sesuai dengan suasana dan pesan dalam puisi.
  • Berlatihlah mendeklamasikan puisi dengan membacanya berulang-ulang.

Berikut cara mendeklamasikan puisi.

29 of 57

B. Karya Pantun

  • Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang berasal dari tradisi lisan Melayu.
  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b).
  • Pantun biasanya digunakan dalam berbagai acara tradisional di Indonesia, seperti pada acara pernikahan, upacara adat, atau pertunjukan kesenian.

Sumber: freepik.com

30 of 57

  1. Terdiri dari empat baris dengan rima a-b-a-b.
  2. Setiap baris terdiri dari 8–12 suku kata.
  3. Memiliki sampiran dan isi. Baris 1 dan 2 merupakan sampiran, sedangkan baris 3 dan 4 merupakan isi.
  4. Mengandung makna yang menghibur atau mendidik.

Berikut ciri-ciri pantun.

Sumber: freepik.com

31 of 57

Bacalah contoh pantun berikut.

Sampiran

Isi

(baris 1 dan 2)

(baris 3 dan 4)

Mari pergi ke gang buntu (a)

Tempat membeli kue talam (b)

Bumi berputar sepanjang waktu (a)

Maka terjadi siang dan malam (b)

32 of 57

  1. Pantun tersebut terdiri atas empat baris dengan rima a-b-a-b.
  2. Baris 1 dan 2 merupakan sampiran pantun.
  3. Baris 3 dan 4 merupakan isi pantun.
  4. Baris 1 dan 3 memiliki akhiran rima -tu, sementara pada baris 2 dan 4 memiliki akhiran rima -lam.

33 of 57

Sama seperti karya sastra lainnya, pantun memiliki isi dan amanat.

Isi pantun tersebut dijelaskan pada baris 3 dan 4, yakni penyebab terjadinya siang dan malam.

Amanat pantun tersebut adalah adanya pengetahuan bahwa peristiwa siang dan malam terjadi karena bumi yang berputar.

34 of 57

Pantun juga mengandung nilai-nilai yang dapat berupa nilai agama, pendidikan, moral, sosial, dan kebudayaan.

Adapun nilai yang terkandung dalam pantun tersebut, yaitu nilai pendidikan atau pengetahuan.

35 of 57

Pantun terbagi menjadi beberapa jenis.

Jenis-jenis pantun terbagi berdasarkan usia dan isinya.

36 of 57

1

Pantun Anak-Anak

  • Menggambarkan perasaan serta peristiwa yang dialami anak-anak.
  • Perasaan yang dimaksud biasanya dalam bentuk sukacita dan dukacita.

Contoh :

Naik kereta ke Surabaya

Berdoa dahulu agar selamat

Ujian sekolah akan tiba

Mari, belajar lebih giat

Pantun Berdasarkan Usia

37 of 57

2

Pantun Remaja

  • Berhubungan dengan cerita pada masa muda.
  • Biasanya bermakna perkenalan dan perasaan (seperti kasih sayang, iri, dan iba).

Contoh :

Membeli baju di kota baru

Baju batik memikat mata

Kan kuarungi samudra biru

Demi menggapai asa dan cita

Pantun Berdasarkan Usia

38 of 57

3

Pantun Orang Tua

  • Biasanya membahas nasihat, budaya, adat, agama, dan sejenisnya.

Contoh :

Dekat sini ada rumah baru

Rumah adat bagus rupanya

Ingat selalu pesan ayah dan ibu

Jangan cemari bumi dan seisinya

Pantun Berdasarkan Usia

39 of 57

1

Pantun Agama

  • Memberikan pesan moral dan didikan yang sifatnya religius.
  • Berisi ungkapan manusia dengan pencipta-Nya.

Contoh :

Senang hati mendapat selasih

Buah tangan dari teman

Jaga bumimu tetap bersih

Kebersihan sebagian dari iman�

Pantun Berdasarkan Isi

40 of 57

2

Pantun Nasihat

  • Bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan.
  • Biasanya, memiliki pesan-pesan bijak yang mengajak untuk berbuat baik.

Contoh :

Badut lucu berbaju belang

Bermain sulap di atas kertas

Jangan takut pergi bertualang

Arungi dunia luas tak terbatas

Pantun Berdasarkan Isi

41 of 57

3

Pantun Jenaka

  • Mengandung unsur lucu dan dibuat untuk menghibur orang lain.

Contoh :

Keledai duduk di atas jerami

Jerami diikat memakai tali

Ingin hati keliling bumi

Sayang kakiku pendek sekali

Pantun Berdasarkan Isi

42 of 57

4

Pantun Teka-teki

  • Mengandung teka-teki yang ditujukan kepada pembaca atau pendengar.
  • Pembaca lalu diberi waktu untuk mencoba menebak jawabannya

Contoh :

Buah mangga kuning sekali

Dipetik ibu dengan daunnya

Coba kau terka apa ini?

Tempat dingin di ujung dunia

Pantun Berdasarkan Isi

43 of 57

5

Pantun Kiasan

  • Berisi peribahasa atau kiasan.
  • Bertujuan menyampaikan maksud dengan cara tersirat.

Contoh :

Ikan lele, ikan bilis

Dimakan pakai sambal merah

Lihatlah hutan terbakar habis

Kalah melawan si jago merah

Pantun Berdasarkan Isi

44 of 57

Puisi dan pantun mengandung nilai-nilai yang disajikan secara tersurat ataupun tersirat.

Nilai-nilai tersebut berasal dari kehidupan sehari-hari yang meliputi nilai agama, sosial, budaya, pendidikan, dan moral.

45 of 57

1

Nilai Agama

  • Sering muncul di dalam karya sastra.
  • Nilai ini bersumber dari ajaran agama tertentu, berupa norma atau kaidah yang berlaku dalam agama. 
  • Contohnya, terdapat penyebutan nama Tuhan dan ucapan doa.

Nilai-Nilai dalam Puisi dan Pantun

46 of 57

2

Nilai Sosial

  • Berlaku umum di masyarakat.
  • Nilai ini mengatur pola hubungan atau interaksi sosial antarsesama masyarakat.
  • Contohnya, terdapat ajakan atau nasihat untuk saling membantu antarsesama yang memerlukan pertolongan.

Nilai-Nilai dalam Puisi dan Pantun

47 of 57

3

Nilai Budaya

  • Berlaku turun-temurun di masyarakat.
  • Nilai ini telah mengakar kuat dan menjadi aturan adat istiadat yang dipatuhi oleh masyarakat, seperti dalam bentuk upacara dan produk kebudayaan. 
  • Contohnya, terdapat pembahasan tentang upacara adat atau tradisi dari daerah tertentu.

Nilai-Nilai dalam Puisi dan Pantun

48 of 57

4

Nilai Pendidikan

  • Nilai yang menuntun manusia untuk selalu belajar sehingga menjadi pintar.
  • Contohnya, terdapat nasihat untuk belajar giat demi mencapai cita-cita.

Nilai-Nilai dalam Puisi dan Pantun

49 of 57

5

Nilai Moral

  • Merupakan nilai yang berkaitan dengan tingkah laku atau budi pekerti.
  • Contohnya, terdapat imbauan untuk melakukan tindakan-tindakan baik.

Nilai-Nilai dalam Puisi dan Pantun

50 of 57

Terima Kasih Tuhan

Karya: Lestari

Sejauh mata memandang

Birunya laut luas terpampang

Inilah karya Tuhan Maha Esa

Sungguh indah dan memesona

Pada diriku, aku berjanji

Menjaga laut sepenuh hati

Agar bisa kuwariskan

Pada generasi terdepan

Terima kasih, oh, Tuhan

Kau anugerahi kami kekayaan

Bumi, laut, dan seisinya

Harta benda yang tak terkira

Bacalah puisi berikut.

51 of 57

Puisi tersebut mengandung nilai agama dan moral.

52 of 57

Membeli baju di kota baru

Baju batik memikat mata

Kan kuarungi samudra biru

Demi menggapai asa dan cita

Bacalah pantun berikut.

53 of 57

Pantun tersebut mengandung nilai pendidikan.

54 of 57

C. Parafrasa Karya Puisi Menjadi Karya Prosa

  • Sebuah puisi dapat diubah menjadi sebuah prosa agar mudah dipahami.
  • Prosa adalah karangan bebas berbentuk paragraf yang tidak terikat aturan seperti puisi.
  • Pengubahan bentuk puisi menjadi prosa disebut parafrasa.
  • Saat memarafrasakan, kamu hanya mengubah bentuknya. Isi dan maknanya tetap sama.

Sumber: freepik.com

55 of 57

2. Carilah makna kata-kata yang sulit dimengerti.

1. Bacalah puisi secara berulang.

3. Rangkailah kata-kata menjadi sebuah kalimat yang runtut.

Berikut cara mengubah puisi menjadi prosa.

56 of 57

Cermatilah puisi berikut.

Pagi Hari

Karya: Rama

Pagi hari

Surya kembali terbit

Langit kelabu kembali membiru

Kicauan burung bersahutan

Sepoi angin mengetuk jendela

Waktunya memulai hari

Semangatku menyala lagi

57 of 57

Berikut pararfasa dari puisi “Pagi Hari”.

Pada pagi hari, aku melihat surya kembali terbit. Langit yang mulanya berwarna kelabu, lama-lama menjadi biru. Aku mendengar kicauan burung yang bersahut-sahutan. Angin berembus sepoi-sepoi ke arah jendela. Inilah waktunya aku memulai hari dengan penuh semangat.