XI-IPA 1�KIMIA
SIFAT-SIFAT KOLOID
KELOMPOK 5
CHEMISTRY
APA ITU KOLOID?
KOLOID:
Menurut ilmu kimia, koloid adalah bahan-bahan yang sukar digolongkan sebagai zat padat, cairan, atau gas. Contohnya : mentega, susu, tinta, asap, dan kabut.
SIFAT KOLOID
SIFAT OPTIK
SIFAT LISTRIK
SIFAT OPTIK
GERAK BROWN
EFEK TYNDALL
ELEKTROFORESIS
SIFAT LISTRIK
KOLOID PELINDUNG
ADSORPSI
KOAGULASI
DIALISIS
EFEK TYNDALL
Merupakan gejala penghamburan cahaya yang dijatuhkan oleh seberkas cahaya yang dijatuhkan pada sistem koloid. Sifat koloid ini dapat digunakan untuk membedakan larutan sejati dan sistem koloid. Pada larutan sejati tidak terjadi efek Tyndall, sedangkan pada sistem koloid terjadi efek Tyndall. Contoh gejala efek Tyndall adalah berkas sinar dari proyektor film di bioskop dan berkas cahaya lampu mobil pada malam yang berkabut.
EFEK TYNDALL (a) larutan sejati meneruskan cahaya, berkas cahaya tidak kelihatan; (b) sistem koloid menghamburkan cahaya, berkas cahaya kelihatan.
GERAK BROWN
Partikel koloid terlalu kecil dan tidak terlihat jika diamati dengan mikroskop biasa, tetapi dapat diamati dengan mikroskop ultra. Mikroskop ultra merupakan mikroskop yang dilengkapi sistem penyinaran khusus dan memiliki daya pisah yang besar. Dengan menggunakan mikroskop ultra partikel-partikel koloid tampak senantiasa bergerak lurus dan arahnya tidak menentu. Gerakan partikel koloid ini disebut gerak Brown, karena yang pertama kali mengamati gerakan ini adalah Robert Brown
GAMBAR GERAK BROWN
ELEKTROFORESIS
Partikel-partikel koloid dapat bergerak dalam medan listrik karena partikel-partikel itu bermuatan listrik. Gejala ini disebut ELEKTROFORESIS. Hal ini dapat dibuktikan dengan alat seperti terlihat pada gambar 9.8.
Mula-mula tabung U diisi dengan air dan dispersi koloid dimasukkan lewat tabung tengah. Jika arus listrik searah dialirkan kedalam sistem dispersi melalui kedua elek-trode (negatif dan positif), dispersi koloid akan bergerak. Partikel koloid yang bermuatan positif akan bergerak menuju elektrode negatif dinetralkan sehingga partikel koloid ini akan mengalami koagulasi. Muatan suatu dispersi koloid dapat ditentukan dengan meng-gunakan cara elektroforesis.
Gambar 9.8
Elektroforesis suatu sol positif
ADSORPSI
Daya adsorpsi partikel koloid lebih besar dibanding daya absorpsi partikel larutan sejati. Hal ini disebabkan permukaan partikel koloid lebih luas dibanding partikel larutan sejati.
Apabila partikel koloid menyerap ion, partikel itu bermuatan listrik. Misalnya: koloid besi(III) hidroksida dalam air menyerap ion positif dan koloid arsen(III) sulfida menyerap ion negatif.
Partikel koloid banyak digunakan dalam berbagai bidang, terutama bidang industri, misalnya:
Gambar 9.9 Adsorpsi ion oleh partikel koloid
KOAGULASI
Partikel-partikel koloid dapat mengalami penggumpalan atau koagulasi. Ada dua cara mengkoagulasikan sistem koloid, yaitu cara mekanik dan cara kimia. Cara mekanik dapat dilakukan dengan pemanasan, pendinginan, atau pengadukan. Cara kimia dilakukan dengan penambahan zat-zat kimia, misalnya zat elektrolit.
Partikel karet dalam lateks dapat dikoagulasikan dengan asam asetat. Terbentuknya delta dimuara sungai dan pulau di tengah sungai merupakan peristiwa koagulasi.
KOLOID PELINDUNG
Ada koloid yang bersifat melindungi koloid lain supaya tidak mengalami koagulasi. Koloid semacam ini disebut KOLOID PELINDUNG. Koloid pelindung ini membentuk lapisan disekeliling partikel koloid yang lain sehingga melindungi muatan koloid tersebut. Tinta dan cat perlu diberi koloid pelindung. Cat yang tidak ditambah koloid pelindung akan mengalami koagulasi.
DIALISIS
Untuk stabilitas koloid diperlukan sejumlah muatan ion suatu elektrolit. Akan tetapi, jika penambahan elektrolit kedalam sistem koloid terlalu banyak, kelebihan ini dapat mengendapkan fase terdispersi dari koloid itu. Hal ini akan mengganggu stabilitas sistem koloid tersebut. Untuk mencegah kelebihan elektrolit, penambahan elektrolit dilakukan dengan cara DIALISIS.
Dialisis adalah suatu cara pemurnian sistem koloid dari ion-ion pengganggu yang menggunakan selaput semipermeabel. Caranya, sistem koloid dimasukkan ke dalam kantong semipermeabel, dan diletakkan dalam air. Selaput semipermeabel ini hanya dapat dilalui oleh ion-ion, sedang partikel koloid tidak dapat melaluinya. Ion-ion yang keluar melalui selaput semipermeabel ini kemudian larut dalam air. Dalam proses dialisis hilangnya ion-ion dari sistem koloid dapat dipercepat dengan menggunakan air yang mengalir.
Misalnya pembuatan sol Fe(OH)3 akan terdapat ion H+ dan Cl-. Ion-ion ini akan mengganggu kestabilan sol Fe(OH)3 sehingga sol Fe(OH)3 mudah mengalami koagulasi.
Gambar 9.12 Peristiwa dialisis