1 of 30

“KONCO PENTING”

Konseling Catin - Pencegahan Stunting

​

UPTD

Puskesmas Mamburungan

Kota Tarakan

2 of 30

Materi Konco Penting

Keagamaan (Oleh KUA)

Aspek Psikologi

Kesehatan Reproduksi dalam perkawinan

Keuangan catin

Stunting

3 of 30

Mempersiapkan Perkawinan dalam Aspek Psikologi

4 of 30

Aspek Psikologi

KENALI DIRI DAN CALON PASANGAN

PERSEPSI DALAM PERKAWINAN

MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PERKAWINAN

MENERAPKAN PENGASUHAN POSITIF DALAM KELUARGA

KOMUNIKASI EFEKTIF ADALAH SALAH SATU KUNCI KEBAHAGIAAN PERKAWINAN

5 of 30

KESETARAAN GENDER

dalam perkawinan artinya bahwa pasangan dalam sebuah perkawinan memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, serta kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif dan setara dalam semua aspek kehidupan perkawinan termasuk dalam pengambilan keputusan, pembagian tugas, pengasuhan anak dan pemberian dukungan emosional.

KETAHANAN KELUARGA

Ketahanan keluarga adalah kemampuan suatu keluarga untuk mengatasi dan menyesuaikan diri dengan situasi dan permasalahan yang ada :

Faktor-factor risiko dalam ketahanan keluarga

  1. Konflik dan komunikasi yang buruk
  2. Stres berkepanjangan
  3. Kehilangan dan perubahan
  4. Gangguan mental dan perilaku (depresi, kecanduan, perilaku agresif)

6 of 30

Kesehatan Reproduksi Dalam Perkawinan

7 of 30

KESEHATAN REPRODUKSI DALAM PERKAWINAN

Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan yang menunjukkan kondisi kesehatan fisik, mental, dan sosial seseorang dihubungkan dengan fungsi dan proses reproduksinya termasuk di dalamnya tidak memiliki penyakit atau kelainan yang mempengaruhi kegiatan reproduksi tersebut.

Masalah kesehatan reproduksi dapat terjadi sepanjang siklus hidup manusia, misalnya masalah pada saat kehamilan, persalinan, dan nifas, serta penyakit menular seksual.

Perempuan lebih rentan dalam menghadapi risiko kesehatan reproduksi seperti kehamilan, melahirkan, pemakaian alat kontrasepsi dan aborsi yang tidak aman.

Status kesehatan reproduksi laki laki sangat mempengaruhi status kesehatan pasangannya. Laki-laki juga mempunyai masalah kesehatan reproduksi, khususnya yang berkaitan dengan IMS termasuk HIV AIDS.

8 of 30

Persiapan Kesehatan Pra nikah

Persiapan Fisik Dalam rangka mempersiapkan kesehatan sebelum menikah, catin perlu mendapatkan pemeriksaan kesehatan, antara lain:

a. Pemeriksaan tanda-tanda vital : suhu, nadi, frekuensi nafas, tekanan darah.

b. Pemeriksaan Status Gizi : Berat badan; Tinggi badan; Lingkar lengan atas (LİLA) danTandatanda Anemia/kekurangan darah

c. Pemeriksaan Laboratorium : Pemeriksaan darah rutin; Pemeriksaan urin rutin dan Pemeriksaan lain atas indikasi seperti: Gula darah, IMS, HIV, Malaria, Thalassemia, Hepatitis B, TORCH (toksoplasmosis, rubella, citomegalovirus dan herpes simpleks), dsb.

d. Anemia pada Calon Pengantin Wanita Anemia adalah kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik.

9 of 30

Imunisasi Tetanus

10 of 30

Persiapan Gizi

a. Status gizi dapat ditentukan dengan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) Untuk catin perempuan ditambah LILA

b. IMT merupakan proporsi standar berat badan (BB) terhadap tinggi badan (TB)

c. Pengukuran LİLA untuk mengetahui adanya risiko Kurang Energi Kronik (KEK)

d. Ambang batas LiLA pada WUS dengan KEK di Indonesia adalah 23,5 cm.

11 of 30

12 of 30

KONDISI KESEHATAN YANG PERLU DIWASPADAI OLEH PASANGAN CALON PENGANTIN

Anemia adalah kondisi saat kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah kurang dari normal (12 mg/dL). Dampak Anemia pada ibu hamil adalah:

  • Pertumbuhan janin terhambat
  • Bayi berat lahir rendah
  • Lahir prematur
  • Bayi lahir mati
  • Bayi mengalami kelainan bawaan
  • Anemia pada bayi yang dilahirkan
  • Stunting
  • Risiko perdarahan saat melahirkan
  • Kelainan bawaan pada janin

​

Anemia dapat dicegah dan diatasi dengan:

• Mengonsumsi makanan bergizi seimbang

• Minum tablet tambah darah (TTD) 1 tablet per minggu sebelum hamil dan 1 tablet per hari selama kehamilan

• Mengobati jika ada penyakit penyerta yang menyebabkan anemia

13 of 30

14 of 30

15 of 30

16 of 30

17 of 30

LITERASI KEUANGAN BAGI CALON PENGANTIN

18 of 30

Kesiapan Finansial�Masalah yang umum terjadi berkaitan dengan keuangan keluarga

Minimnya penerapan literasi keuangan

Kurangnya Komunikasi tentang Uang

Perbedaan perilaku tentang uang

Perbedaan penghasilan

Tidak mengetahui posisi keuangan

Masalah keluarga masing-masing

19 of 30

20 of 30

Pengertian Stunting

  • Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

21 of 30

Anak tidak datang ke

Posyandu

1 dari 3 Anak Indonesia mengalami

SAAT INI SEKITAR

ANAK INDONESIA MENGALAMI PERTUMBUHAN TIDAK MAKSIMAL

TERJADI SEJAK DALAM KANDUNGAN DAN AKAN NAMPAK SAAT ANAK BERUSIA

22 of 30

Penyebab Stunting

  • Rendahnya asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan
  • Masih kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi seimbang
  • Sakit Infeksi yang Berulang
  • Buruknya fasilitas sanitasi
  • Minimnya akses air bersih
  • Kurangnya kebersihan lingkungan

​

23 of 30

Konsumsi protein per kapita belum mencapai standar, �dan cukup rendah untuk protein hewani di Indonesia

24 of 30

  • Ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilannya dan mengkonsumsi gizi seimbang serta tablet tambah darah sehingga terhindar dari anemia dan kurang gizi kronik (KEK) yang dapat berakibat lahirnya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) atau prematur serta terhindar dari berbagai penyakit lainnya.
  • Tambahkan porsi makan lebih dari sebelum hamil
  • Minum cukup air putih 8-12 gelas/hari (2-3 liter)/hari
  • Makan beragam Jenis bahan makanan (makanan pokok, protein hewani, kacang-kacangan buah dan sayur
  • Minum Tablet Tambah Darah (TTD) selama kehamilan
  • Menjaga aktifitas sehari-hari, cukup istirahat dan olah raga ringan
  • Menjaga Kebersihan dirinya (mandi dan gosok gigi minimal 2 kali sehari)

25 of 30

Gejala Stunting

  • Tubuh anak lebih pendek dibandingkan standar tinggi badan anak seusianya
  • Berat badan anak bisa lebih rendah untuk anak seusianya
  • Pertumbuhan tulang terhambat
  • Mudah sakit
  • Gangguan belajar
  • Gangguan tumbuh kembang

26 of 30

Stunting VS Gizi Buruk

27 of 30

28 of 30

Pencegahan Stunting

  • 10 (sepuluh) indicator PHBS yaitu
  • Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan,
  • Memberi ASI eksklusif kepada bayi,
  • Menimbang berat badan balita (datang ke Posyandu),
  • Menggunakan air bersih,
  • Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun,
  • Menggunakan jamban sehat,
  • Memberantas jentik nyamuk,
  • Mengonsumsi sayur dan buah setiap hari,
  • Melakukan aktivitas fisik setiap hari,
  • Tidak merokok di dalam rumah.

29 of 30

30 of 30

FOKUS KELOMPOK UMUM

DILAKUKAN

LINTAS SEKTOR