“KONCO PENTING”
Konseling Catin - Pencegahan Stunting
UPTD
Puskesmas Mamburungan
Kota Tarakan
Materi Konco Penting
Keagamaan (Oleh KUA)
Aspek Psikologi
Kesehatan Reproduksi dalam perkawinan
Keuangan catin
Stunting
Mempersiapkan Perkawinan dalam Aspek Psikologi
Aspek Psikologi
KENALI DIRI DAN CALON PASANGAN
PERSEPSI DALAM PERKAWINAN
MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PERKAWINAN
MENERAPKAN PENGASUHAN POSITIF DALAM KELUARGA
KOMUNIKASI EFEKTIF ADALAH SALAH SATU KUNCI KEBAHAGIAAN PERKAWINAN
KESETARAAN GENDER
dalam perkawinan artinya bahwa pasangan dalam sebuah perkawinan memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, serta kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif dan setara dalam semua aspek kehidupan perkawinan termasuk dalam pengambilan keputusan, pembagian tugas, pengasuhan anak dan pemberian dukungan emosional.
KETAHANAN KELUARGA
Ketahanan keluarga adalah kemampuan suatu keluarga untuk mengatasi dan menyesuaikan diri dengan situasi dan permasalahan yang ada :
Faktor-factor risiko dalam ketahanan keluarga
Kesehatan Reproduksi Dalam Perkawinan
KESEHATAN REPRODUKSI DALAM PERKAWINAN
Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan yang menunjukkan kondisi kesehatan fisik, mental, dan sosial seseorang dihubungkan dengan fungsi dan proses reproduksinya termasuk di dalamnya tidak memiliki penyakit atau kelainan yang mempengaruhi kegiatan reproduksi tersebut.
Masalah kesehatan reproduksi dapat terjadi sepanjang siklus hidup manusia, misalnya masalah pada saat kehamilan, persalinan, dan nifas, serta penyakit menular seksual.
Perempuan lebih rentan dalam menghadapi risiko kesehatan reproduksi seperti kehamilan, melahirkan, pemakaian alat kontrasepsi dan aborsi yang tidak aman.
Status kesehatan reproduksi laki laki sangat mempengaruhi status kesehatan pasangannya. Laki-laki juga mempunyai masalah kesehatan reproduksi, khususnya yang berkaitan dengan IMS termasuk HIV AIDS.
Persiapan Kesehatan Pra nikah
Persiapan Fisik Dalam rangka mempersiapkan kesehatan sebelum menikah, catin perlu mendapatkan pemeriksaan kesehatan, antara lain:
a. Pemeriksaan tanda-tanda vital : suhu, nadi, frekuensi nafas, tekanan darah.
b. Pemeriksaan Status Gizi : Berat badan; Tinggi badan; Lingkar lengan atas (LİLA) danTandatanda Anemia/kekurangan darah
c. Pemeriksaan Laboratorium : Pemeriksaan darah rutin; Pemeriksaan urin rutin dan Pemeriksaan lain atas indikasi seperti: Gula darah, IMS, HIV, Malaria, Thalassemia, Hepatitis B, TORCH (toksoplasmosis, rubella, citomegalovirus dan herpes simpleks), dsb.
d. Anemia pada Calon Pengantin Wanita Anemia adalah kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik.
Imunisasi Tetanus
Persiapan Gizi
a. Status gizi dapat ditentukan dengan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) Untuk catin perempuan ditambah LILA
b. IMT merupakan proporsi standar berat badan (BB) terhadap tinggi badan (TB)
c. Pengukuran LİLA untuk mengetahui adanya risiko Kurang Energi Kronik (KEK)
d. Ambang batas LiLA pada WUS dengan KEK di Indonesia adalah 23,5 cm.
KONDISI KESEHATAN YANG PERLU DIWASPADAI OLEH PASANGAN CALON PENGANTIN
Anemia adalah kondisi saat kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah kurang dari normal (12 mg/dL). Dampak Anemia pada ibu hamil adalah:
Anemia dapat dicegah dan diatasi dengan:
• Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
• Minum tablet tambah darah (TTD) 1 tablet per minggu sebelum hamil dan 1 tablet per hari selama kehamilan
• Mengobati jika ada penyakit penyerta yang menyebabkan anemia
LITERASI KEUANGAN BAGI CALON PENGANTIN
Kesiapan Finansial�Masalah yang umum terjadi berkaitan dengan keuangan keluarga
Minimnya penerapan literasi keuangan
Kurangnya Komunikasi tentang Uang
Perbedaan perilaku tentang uang
Perbedaan penghasilan
Tidak mengetahui posisi keuangan
Masalah keluarga masing-masing
Pengertian Stunting
Anak tidak datang ke
Posyandu
1 dari 3 Anak Indonesia mengalami
SAAT INI SEKITAR
ANAK INDONESIA MENGALAMI PERTUMBUHAN TIDAK MAKSIMAL
TERJADI SEJAK DALAM KANDUNGAN DAN AKAN NAMPAK SAAT ANAK BERUSIA
Penyebab Stunting
Konsumsi protein per kapita belum mencapai standar, �dan cukup rendah untuk protein hewani di Indonesia
Gejala Stunting
Stunting VS Gizi Buruk
Pencegahan Stunting
FOKUS KELOMPOK UMUM
DILAKUKAN
LINTAS SEKTOR