1 of 32

Menulis Opini

Laksono Trisnantoro

PKMK FK-UGM/

Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan

2 of 32

Memahami latar belakang kegiatan ini:

Kebutuhan akan Kegiatan Penyebaran Ilmu (Knowledge Dissemination)

3 of 32

Diseminasi pengetahuan

Adalah proses strategis dan terencana untuk menyebarluaskan:

  • informasi,
  • temuan penelitian, atau
  • produk pengetahuan

kepada khalayak sasaran tertentu agar mudah diakses, dipahami, dan diterapkan.

4 of 32

Karakteristik Utama:

  • Disengaja: Berbeda dengan penyebaran gagasan yang bersifat pasif atau alami, diseminasi mengandalkan upaya yang sadar dan terencana.
  • Berfokus pada Khalayak: Mengidentifikasi pihak yang membutuhkan informasi—seperti pembuat kebijakan, praktisi, atau masyarakat umum—serta
  • Menyesuaikan pesan dan media agar sesuai dengan kebutuhan mereka.
  • Berorientasi pada Tindakan:

5 of 32

Tujuan Utama:

Menjembatani kesenjangan antara penciptaan pengetahuan dan pemanfaatan, serta mendorong kesadaran, pemahaman, dan perubahan nyata di lapangan.

6 of 32

Metode dan Saluran

  • Akademik & Formal: Artikel jurnal yang ditelaah sejawat (peer-reviewed), presentasi konferensi, dan repositori institusional.

  • Digital & Sosial: Blog, podcast, webinar, infografis, dan jaringan profesional seperti LinkedIn.
  • Jangkauan Publik: Lokakarya, seminar, pengarahan komunitas, dan video edukasi.
  • Dapat diikemas dalam bentuk Opini.

7 of 32

Salahsatu fungsi Penyebaran ilmu

Untuk Advokasi Kebijakan

Menyasar pihak yang membutuhkan informasi—seperti pembuat kebijakan, praktisi, atau masyarakat umum—

8 of 32

Model Evidence Based Policy Making

Cookson R. Evidence-based policy making in health care: what it is and what it isn’t. Journal of Health Service Research Policy. Vol 10 No 2 April 2005

Bukti Ilmiah

Nilai-nilai

Kepercayaan

Pengalaman

Bukti Anekdot

Opini

Hambatan: Politis, ekonomi, hukum, dan etika

Keputusan

9 of 32

Evidence-informed policy-making

to ensure that the best available research evidence is used to inform decision-making.

It is characterized by systematic and transparent access to and appraisal of evidence as an input into the policy-making process.

WHO/Europe uses the term “evidence-informed”, rather than “evidence-based”, recognizing that research evidence is only one input into a policy decision. Other considerations include the political and social culture, financial concerns, timing and relationship to other priorities.

10 of 32

Keputusan kebijakan yang rasional: mungkinkah?

Riset Kebijakan

JURNAL

Masuk ke pengambil kebijakan dan proses kebijakan

11 of 32

Hubungan lebih rumit: Mungkinkah

Riset Kebijakan

Analisis Kebijakan

Advokasi Kebijakan

Masuk ke pengambil kebijakan dan proses kebijakan

12 of 32

Model Analisis 1:�Peneliti Kebijakan melakukan �analisis kebijakan secara terintegrasi

Riset Kebijakan

Analisis Kebijakan

Advokasi Kebijakan

Masuk ke pengambil kebijakan dan proses kebijakan

13 of 32

Model analisis 2:�Analis Kebijakan tidak melakukan riset sendiri. Menggunakan riset-riset pihak lain

Riset Kebijakan 1

Analisis Kebijakan

Advokasi Kebijakan

Riset Kebijakan 2

Riset-riset lainnya

Masuk ke pengambil kebijakan dan proses kebijakan

14 of 32

Memahami

Advokasi Kebijakan

15 of 32

Definisi Advokasi Secara Umum

  • Secara umum advokasi adalah upaya membela atau mendorong kepentingan suatu kelompok.

16 of 32

Lima karakter advokasi kebijakan dari Young & Quin (2012)

17 of 32

Perbedaan Advokasi dan Konsep Lain terkait Advokasi

Konsep / Advokasi

Target

Tujuan

Bagaimana mengukur keberhasilannya?

Perubahan Perilaku dan

Komunikasi (Behavior Change and Communication); Informasi, Edukasi,

Komunikasi (Information, Education, Communication)

Individu dan segmen komunitas (laki-laki,

wanita, pemuda)

Meningkatkan kesadaran, meningkatkan pemahaman, dan mengubah dan memperkuat perilaku

  • Adanya perubahan pengetahuan atau keterampilan (behavior change)
  • Meningkatnya kesadaran dan pemahaman

Humas (public relation)

Konsumen; Donatur; Masyarakat umum dan pemangku kepentingan

Meningkatkan nilai organisasi dan meningkatkan cakupan dan kredibilitas program

  • Peningkatan persepsi publik
  • Peningkatan donasi
  • Peningkatan cakupan program
  • Persepsi donor dan pemangku kepentingan

Mobilisasi Komunitas

Anggota dan pemimpin komunitas

Membangun kapasitas komunitas untuk memetakan kebutuhan dan mengambil tindakan

  • Tercapainya indikator proses dan hasil khusus masalah
  • Kualitas partisipasi

Advokasi kebijakan

Pengambil keputusan dan lembaga publik

Mengubah kebijakan, program, dan alokasi sumber daya

  • Perubahan kebijakan (kebijakan dikembangkan, diubah, diterapkan), perubahan program, atau alokasi sumber daya

Sumber: Save the Children, 2007.

18 of 32

18

Pendekatan Advokasi

Sumber: Young & Quinn, 2012

19 of 32

Pesan Advokasi

19

Masalah

Solusi

Pesan Advokasi

Strategi membangun pesan advokasi

  1. Melakukan analisis masalah
  2. Mengumpulkan bukti yang menjadi dasar analisis Anda
  3. Analisis penyebab masalah
  4. Memiliki target yang akan bertanggung jawab dan terlibat untuk menyelesaikan masalah
  5. Memiliki solusi yang Anda usulkan

20 of 32

Alat Advokasi

Alat

Potensi menjangkau pengambil keputusan

Potensi menjangkau kelompok masyarakat/LSM

Potensi menjangkau publik

Potensi menjangkau kelompok miskin & rentan

Efektifitas biaya

​​Artikel Berita / Press release / Media Bite (cetak)

Artikel Opini

++

++

+

+

++

​​Artikel Berita / Press release / Media Bite (elektronik / internet)

Artikel Opini

+++

+++

+++

--

++

Radio

++

++

+

++

++

Televisi

+

+

+

-

--

Sosial Media (Twitter / Instagram / Facebook / Youtube / Podcast)

+++

+++

+++

--

+++

Ringkasan Kebijakan (policy brief)

+++

+++

+

---

++

21 of 32

11 Taktik dalam advokasi kebijakan

22 of 32

Dengan demikian:

  • Dalam proses advokasi
  • Tulisan opini dapat menjadi instrumen advokasi kebijakan.
  • Gagasan yang disampaikan secara argumentatif, berbasis data, aktual, dan dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami dapat membantu meningkatkan perhatian publik terhadap suatu persoalan serta mendorong pengambil kebijakan untuk mempertimbangkan perspektif dan bukti yang disampaikan.

23 of 32

Diperlukan ketrampilan:

  • kemampuan memilih isu,
  • membangun argumentasi,
  • menggunakan data, serta
  • menyampaikan gagasan secara efektif dan menarik.

24 of 32

+

  • Penulis perlu memahami karakteristik tulisan opini,
  • menentukan sudut pandang yang kuat,
  • menyusun alur argumentasi secara logis,
  • mengolah data menjadi pesan yang mudah dipahami, serta
  • mengaitkan isu dengan kepentingan dan pengalaman pembaca.

25 of 32

Kemampuan tersebut perlu dilatih agar tulisan

  • tidak hanya informatif, tetapi juga
  • relevan,
  • persuasif, dan
  • mampu mendorong perubahan cara pandang maupun tindakan.

26 of 32

Tujuan Pertemuan hari ini�

Meningkatkan kemampuan peserta dalam menulis opini yang:

  • efektif,
  • menarik,
  • argumentatif, dan
  • berbasis bukti

sebagai sarana komunikasi publik, edukasi, serta advokasi terhadap berbagai isu kesehatan dan isu sosial kemasyarakatan.

27 of 32

Sasaran Peserta�

  • Akademisi, 
  • Dosen
  • Peneliti
  • Mahasiswa.

28 of 32

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan:

  • Memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dan karakteristik penulisan opini umum.
  • Mampu menemukan dan mengembangkan isu aktual menjadi gagasan opini yang relevan dan memiliki nilai publik.
  • Mampu menyusun judul, pembuka, argumentasi, data pendukung, dan penutup opini secara efektif.
  • Mampu menulis opini dengan alur yang logis, bahasa yang komunikatif, serta gaya penulisan yang menarik bagi pembaca umum.
  • Mampu mengembangkan tulisan opini sebagai instrumen edukasi, komunikasi publik, dan advokasi kesehatan maupun kebijakan.

29 of 32

Catatan:�Teknik menulis opini di media massa

. Langkah-Langkah Menulis Opini ada beberapa hal:

  • Menentukan Ide Aktual.
  • Membuat Judul Ringkas.
  • Menyusun Paragraf Pembuka.
  • Memperkuat Argumen dan Data.
  • Menulis dalam Bahasa Populer.
  • Menutup dengan Kesimpulan Kuat.

Yang juga sangat penting adalah memerhatikan batas kata: Sebaiknya sekitar, antara 500 hingga 750 kata. Kegiatan penulisan opini dapat diikuti dengan berbagai Teknik lain. Misalnya membuat video, tik-tok, tulisan untuk WA, dan policy brief yang sangat singkat.

  •  

30 of 32

Latihan 1:

  • Dalam menulis artikel opini Anda sebagai bagian dari advokasi:
  • Apakah ada unsur membela atau mendorong kepentingan suatu kelompok
  • Siapa yang Anda bela?.

31 of 32

Siapa sasaran penulisan opini Anda?��Publik?��Kelompok Masyarakat��Pengambil kebijakan

Untuk apa:

Kesadaran, Kemauan, atui AKsi

32 of 32

Mari kita cermati