1 of 14

Evaluasi Sukses Penetasan Sarang Penyu

Petrus Batubara

Tim Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang

Science for Conservation (S4C) LPPM UNIPA

Sekolah Alam Virtual – 15 Maret 2024

2 of 14

Apa itu evaluasi sukses penetasan sarang?

  • Sukses penetasan sarang adalah persentase telur yang menetas dalam satu sarang
  • Untuk mengetahui tingkat penetasan sarang, dilakukan evaluasi sukses penetasan sarang

3 of 14

Apa manfaatnya?

  • Untuk mengetahui apakah metode perlindungan sarang yang diterapkan efektif
    • Sukses penetasan sarang yang dilindungi dibandingkan dengan sarang yang tidak dilindungi (sarang kontrol)
  • Untuk memperkirakan jumlah tukik yang dihasilkan yang diperkirakan berdasarkan jumlah sarang selamat, rata-rata sukses penetasan sarang, dan rata-rata jumlah telur per sarang.

4 of 14

Kapan dilakukan?

  • 3 – 5 hari setelah sarang menetas
    • Setiap sarang yang mau dievaluasi, harus diketahui tanggal bertelurnya dan letaknya
    • Sarang yang sudah menetas biasanya ditemukan dengan jejak tukik keluar dari sarang atau terdapat cekungan pada permukaan pasir tepat diatas sarang
  • Setelah lewat 70 hari masa inkubasi
    • Sarang dianggap gagal menetas

5 of 14

Bagaimana caranya?

  • Siapkan perlengkapan yang dibutuhkan:
    • Sarung tangan
    • Masker (bila perlu)
    • Meteran jahit
    • Blangko data atau buku
    • Pensil
  • Catat informasi sarang (nomor sarang dan koordinat), tanggal bertelur, tanggal menetas, dan tanggal evaluasi
  • Gali sarang hingga mencapai permukaan telur
  • Ukur jarak dari permukaan pasir ke permukaan telur

6 of 14

Bagaimana caranya?

  • Gali sarang dengan berhati-hati supaya tidak merobek cangkang telur atau melukai tukik hidup yang masih ada dalam sarang
  • Kelompokkan isi sarang:
    1. Cangkang telur yang berukuran besar (lebih dari 50%)
    2. Robekan cangkang yang berukuran kecil (kurang dari 50%), dimana sulit untuk menentukan bila cangkang tersebut mewakili 1 telur.
    3. Tukik hidup
    4. Tukik mati
    5. Telur yang tidak menetas
    6. Telur abnormal (bagi penyu belimbing) – telur yang tidak memiliki kuning telur; biasanya ukurannya lebih kecil

7 of 14

Bagaimana caranya?

  •  

8 of 14

Bagaimana menangani tukik?

  • Praktek terbaik
    • Tukik dapat langsung menuju ke laut
    • Tukik yang ditemukan dilepaskan langsung > 5 meter dari bibir air
  • Praktek yang dapat diterima
    • Bila tukik ditemukan saat hari sudah terang atau panas, tukik dapat ditampung dan dikubur dalam pasir lembab dalam wadah untuk dilepaskan kembali pada malam hari
    • Wadah harus diletakkan di tempat yang sejuk, tenang, dan kering
  • Tidak ada keuntungan dari memelihara atau menangkar tukik

Photo: Samantha Martin

9 of 14

Membesarkan tukik (headstarting)

  • Umumnya didasari dengan pemikiran:
    • Tingginya tingkat predasi pada saat tukik baru menetas dapat dihindari dengan memelihara tukik hingga mereka mencapai ukuran lebih besar
    • Dengan demikian, tukik yang dipelihara memiliki ketahanan hidup yang lebih tinggi dan dapat membantu pemulihan populasi penyu

Photo: Yayasan Penyu Indonesia

Photo: Segara Urip

Photo: Segara Urip

10 of 14

Efek negatif membesarkan tukik

  • Tukik menghabiskan cadangan energi yang terdapat dalam tubuhnya untuk berenang terus-menerus
  • Tukik menjadi lemah ketika tidak dilepas langsung – tidak dapat menghindari pemangsa dengan baik
  • Tukik terkadang dipelihara dalam kolam yang terlalu padat
    • tukik sering mengigit satu sama lain sehingga dapat terserang infeksi, terutama bila kolam-kolam tidak dirawat dengan baik
    • Banyak tukik yang mati

Photo: ProFauna

11 of 14

Efek negatif membesarkan tukik

  • Tukik mendapatkan latihan fisik, stimulus, dan makanan yang tidak sesuai – berbeda dengan keadaan alami
  • Berpeluang mengganggu proses imprinting
  • Jumlah tukik yang dipelihara lalu dilepaskan tidak dapat melampaui tingkat kematian penyu muda dan dewasa yang tinggi terhadap populasi penyu

Foto: Samantha Martin

12 of 14

Membesarkan tukik (headstarting)

  • Program headstarting penyu hijau di Florida (1959 – 1989)
    • Dalam 23 tahun, 18.000 penyu muda yang telah dibesarkan selama 6-12 bulan dilepaskan
    • 6 penyu dewasa dideteksi kembali, 3 individu bereproduksi
  • Program headstarting penyu kempi di Amerika Serikat (1978 – 1993)
    • Dalam 11 tahun (1978-1988), 18.000 penyu muda yang telah dibesarkan selama 9-12 bulan
    • Beberapa puluh penyu dewasa dideteksi kembali
  • Program headstarting penyu sisik di Palau (1982 – 1991)
    • Dalam 18 tahun, 2.400 penyu muda yang telah dibesarkan selama 9-10 bulan dilepaskan
    • 2 dideteksi kembali

Foto: Samantha Martin

13 of 14

Kesimpulan

  • Evaluasi sukses penetasan sarang dilakukan untuk mengetahui persentase telur menetas dari sebuah sarang
  • Evaluasi sukses penetasan bermanfaat untuk mengetahui apakah suatu metode perlindungan sarang efektif dan jumlah tukik yang dihasilkan
  • Evaluasi sukses penetasan dilakukan 3-5 hari setelah telur menetas atau setelah lewat 70 hari masa inkubasi
  • Praktek penanganan tukik terbaik adalah melepaskan langsung
  • Membesarkan tukik butuh banyak usaha namun dampak konservasinya sangat kecil

14 of 14

Terima kasih!