1 of 26

Materi 1:�Manajemen Trauma Maksilofasial

Drg. Fadly Rasyid, Sp.B.M.M

2 of 26

Tujuan pembelajaran

  1. Mampu memahami trauma makslofasial
  2. Mampu mengedukasi dan melalukan rehabilitasi maksilofasial sederhana
  3. Sasaran 🡪 General practice

3 of 26

Definisi

01

Trauma maksilofasial adalah cedera yang mengenai tulang, jaringan lunak, atau struktur lain di wajah, termasuk rahang atas (maksila), rahang bawah (mandibula), zigoma, orbita, hidung, dan jaringan lunak di sekitarnya. Trauma ini dapat disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, jatuh, kekerasan fisik, atau cedera olahraga.

Reference: Fonseca, R. J. (2017). Oral and Maxillofacial Trauma (5th ed.). Elsevier.

4 of 26

01

02

Klasifikasi

Berdasarkan Etiologi (Penyebabnya)

Berdasarkan Struktur yang Terlibat

Trauma tumpul

Trauma tajam

Trauma kombinasi

02

Reference: The Harborview Approach to Craniofacial Trauma; DOI https://doi.org/ 10.1055/s-0041-1735816. ISSN 1535-2188.

5 of 26

Personal documentation

6 of 26

Personal documentation

7 of 26

Identifikasi Dan Klasifikasi Trauma Maksilofasial

Cedera Jaringan Keras (Fraktur Tulang Wajah)

Cedera Jaringan Lunak

Pemeriksaan dan Diagnostik

02

Reference:

  • Miloro, M., Ghali, G. E., Larsen, P. E., & Waite, P. D. (2018). Peterson’s Principles of Oral and Maxillofacial Surgery (3rd ed.). Springer.
  • Ellis, E. (2015). “Management of fractures of the mandibular body.” Journal of Oral and Maxillofacial Surgery, 73(7), 1170-1185.
  • Gruss, J. S., & MacKinnon, S. E. (2017). “Complex maxillofacial trauma: Evaluation and management.” Plastic and Reconstructive Surgery, 140(5), 1031-1045.

8 of 26

01

02

03

04

Penatalaksanaan

Evaluasi Awal dan Stabilisasi Pasien (ABCDE Trauma)

Airway (Jalan Napas): Pastikan jalan napas terbuka; lakukan intubasi atau trakeostomi jika perlu.

Breathing (Pernapasan): Periksa adanya cedera dada yang dapat mempengaruhi pernapasan.

Circulation (Sirkulasi): Kontrol perdarahan dengan kompresi langsung atau tindakan hemostatik.

Disability (Status Neurologis): Evaluasi kesadaran pasien dengan Glasgow Coma Scale (GCS).

Diagnostik

Pemeriksaan Fisik: Inspeksi wajah untuk melihat deformitas, asimetri, dan maloklusi.

Pemeriksaan Radiologi:

  • X-ray Panoramik (OPG) untuk fraktur mandibula
  • CT Scan 3D untuk fraktur kompleks (Le Fort, orbita, atau zigomatikus)
  • USG untuk evaluasi jaringan lunak jika diperlukan

01

02

Manajemen Awal

Kontrol Perdarahan: Dengan penjahitan luka, tamponade, atau embolisasi jika diperlukan.

Manajemen Jalan Napas: Jika terjadi obstruksi, lakukan intubasi atau trakeostomi.

Antibiotik Profilaksis, Analgesik dan Anti-inflamasi

01

02

03

03

Exposure (Pemeriksaan Menyeluruh): Identifikasi cedera lain yang mungkin terjadi.

05

Reference:

- Ellis, E., Hupp, J. R., & Tucker, M. R. (2018). Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery (7th ed.). Elsevier.

- Kademani, D., & Tiwana, P. (2021). Atlas of Oral and Maxillofacial Surgery. Elsevier.

9 of 26

01

02

03

04

Penatalaksanaan

Manajemen Bedah (Definitif)

Fraktur Mandibula: Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) dengan plat dan sekrup atau Intermaxillary Fixation (IMF).

Fraktur Maksila (Le Fort): Reduksi dan fiksasi dengan plating sistem atau wiring.

Fraktur Zigomatikus-Orbita: ORIF dengan rekonstruksi orbita jika ada enoftalmus atau diplopia.

Fraktur Nasal/NOE: Reduksi tertutup atau terbuka dengan fiksasi jika ada deformitas yang signifikan.

Rehabilitasi dan Follow-up

Fisioterapi Rahang: Untuk mengembalikan fungsi mastikasi dan bicara.

Evaluasi Okuloplastik: Jika ada gangguan penglihatan akibat trauma orbita.

Pemantauan Estetika dan Fungsional: Untuk mencegah komplikasi jangka panjang seperti maloklusi, asimetri wajah, atau gangguan saraf.

01

02

03

Cedera Jaringan Lunak: Debridemen, penjahitan, atau rekonstruksi jika ada kehilangan jaringan.

05

03

Reference:

- Ellis, E., Hupp, J. R., & Tucker, M. R. (2018). Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery (7th ed.). Elsevier.

- Kademani, D., & Tiwana, P. (2021). Atlas of Oral and Maxillofacial Surgery. Elsevier.

10 of 26

01

02

03

04

Komplikasi Trauma Maksilofasial

Gangguan Pernapasan: Akibat obstruksi jalan napas.

Infeksi: Terutama pada fraktur terbuka atau luka kontaminasi.

Maloklusi: Gangguan gigitan akibat fraktur mandibula yang tidak tertangani dengan baik.

Defisit Saraf: Cedera saraf fasialis atau trigeminal yang menyebabkan gangguan sensorik atau motorik.

Deformitas Wajah: Akibat penyembuhan fraktur yang tidak sempurna.

05

04

Reference:

- Ellis, E., Hupp, J. R., & Tucker, M. R. (2018). Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery (7th ed.). Elsevier.

- Kademani, D., & Tiwana, P. (2021). Atlas of Oral and Maxillofacial Surgery. Elsevier.

11 of 26

Penatalaksanaan Trauma Maksilofasial 🡪 General Practice

Manajemen Awal (Emergency Management)

  1. Pastikan Jalan Napas Aman
  2. Jika ada obstruksi, posisikan pasien dengan benar atau rujuk untuk intubasi jika perlu.
  3. Kontrol Perdarahan
  4. Kompresi langsung dengan kain steril.
  5. Gunakan hemostatik lokal jika perlu.
  6. Imobilisasi Fraktur
  7. Gunakan kawat interdental atau splinting untuk fraktur alveolar ringan sebelum rujukan.
  8. Manajemen Nyeri dan Antibiotik
  9. Berikan analgesik (NSAID atau parasetamol) untuk mengurangi nyeri.
  10. Jika ada fraktur terbuka atau luka kotor, berikan antibiotik (amoksisilin-klavulanat atau klindamisin jika alergi penisilin).

Manajemen Trauma Gigi

Avulsi Gigi Permanen

  1. Pegang gigi hanya di mahkotanya, jangan sentuh akarnya.
  2. Cuci dengan saline atau susu, replantasikan secepat mungkin, dan gunakan splinting.
  3. Jika tidak bisa direplantasi segera, simpan dalam susu atau saline, lalu rujuk.

Fraktur Gigi

  1. Fraktur enamel-dentin: restorasi dengan resin komposit.
  2. Fraktur yang melibatkan pulpa: perlu perawatan endodontik segera.

Kapan Harus Merujuk ke Spesialis?

  1. Fraktur maksila (Le Fort), zigoma, atau kompleks orbita
  2. Fraktur mandibula dengan pergeseran signifikan atau maloklusi berat
  3. Cedera jaringan lunak yang dalam atau melibatkan struktur vital
  4. Avulsi gigi yang tidak dapat direplantasi segera
  5. Gangguan saraf fasialis atau gangguan penglihatan akibat trauma

Reference:

- Ellis, E., Hupp, J. R., & Tucker, M. R. (2018). Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery (7th ed.). Elsevier.

12 of 26

Penatalaksanaan Trauma Maksilofasial 🡪 General Practice

Reference:

- Ellis, E., Hupp, J. R., & Tucker, M. R. (2018). Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery (7th ed.). Elsevier.

13 of 26

reference :

International Association of Dental Traumatology, www.iadt-dentaltrauma.org.

Reprinted with permission of the International Association of Dental Traumatology (IADT). Dental Traumatology 2012;28:2-12; doi: 10.1111/j.1600-9657.2011.01103.x. Available at http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1600-9657.2011.01103.x/full.

14 of 26

reference :

International Association of Dental Traumatology, www.iadt-dentaltrauma.org.

Reprinted with permission of the International Association of Dental Traumatology (IADT). Dental Traumatology 2012;28:2-12; doi: 10.1111/j.1600-9657.2011.01103.x. Available at http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1600-9657.2011.01103.x/full.

15 of 26

reference :

International Association of Dental Traumatology, www.iadt-dentaltrauma.org.

Reprinted with permission of the International Association of Dental Traumatology (IADT). Dental Traumatology 2012;28:2-12; doi: 10.1111/j.1600-9657.2011.01103.x. Available at http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1600-9657.2011.01103.x/full.

16 of 26

reference :

International Association of Dental Traumatology, www.iadt-dentaltrauma.org.

Reprinted with permission of the International Association of Dental Traumatology (IADT). Dental Traumatology 2012;28:2-12; doi: 10.1111/j.1600-9657.2011.01103.x. Available at http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1600-9657.2011.01103.x/full.

17 of 26

reference :

International Association of Dental Traumatology, www.iadt-dentaltrauma.org.

Reprinted with permission of the International Association of Dental Traumatology (IADT). Dental Traumatology 2012;28:2-12; doi: 10.1111/j.1600-9657.2011.01103.x. Available at http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1600-9657.2011.01103.x/full.

18 of 26

reference :

International Association of Dental Traumatology, www.iadt-dentaltrauma.org.

Reprinted with permission of the International Association of Dental Traumatology (IADT). Dental Traumatology 2012;28:2-12; doi: 10.1111/j.1600-9657.2011.01103.x. Available at http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1600-9657.2011.01103.x/full.

19 of 26

Mahkota Fraktur 🡪 Enamel Fraktur

Intrusi Insisivus

Reference : Dental Traumatology 2007; 23: 66–71 Ó 2007 The International Association for Dental Traumatology

20 of 26

21 of 26

Penatalaksanaan Trauma Maksilofasial 🡪 General Practice

Reference:

- Ellis, E., Hupp, J. R., & Tucker, M. R. (2018). Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery (7th ed.). Elsevier.

22 of 26

Materi 2: �Rehabilitasi Maksilofasial Untuk Pemulihan Fungsi dan Estetika

Drg. Fadly Rasyid, Sp.B.M.M

23 of 26

Follow Up 🡪 Pengembalian fungsi mastikasi

Perbaikan Estetik 🡪 Deformitas Jaringan

Pemantauan Jangka Panjang 🡪 Pencegahan Komplikasi 🡪 Gangguan Oklusi

01

02

03

Reference:

- Ellis, E., Hupp, J. R., & Tucker, M. R. (2018). Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery (7th ed.). Elsevier.

- Kademani, D., & Tiwana, P. (2021). Atlas of Oral and Maxillofacial Surgery. Elsevier.

24 of 26

Edukasi dan Perawatan 🡪 General Practice

Deteksi Dini 🡪 Diagnosis Awal

Penanganan Awal 🡪 Sebelum di rujuk

Kolaborasi 🡪 Perawatan pendukung 🡪 Scaling, Tambal, Prostetik sederhana

01

02

03

Reference:

  • Miloro, M., Ghali, G. E., Larsen, P. E., & Waite, P. D. (2018). Peterson’s Principles of Oral and Maxillofacial Surgery (3rd ed.). Springer.
  • Ellis, E. (2015). “Management of fractures of the mandibular body.” Journal of Oral and Maxillofacial Surgery, 73(7), 1170-1185.
  • Gruss, J. S., & MacKinnon, S. E. (2017). “Complex maxillofacial trauma: Evaluation and management.” Plastic and Reconstructive Surgery, 140(5), 1031-1045.

25 of 26

References

  1. Fonseca, R. J. (2017). Oral and Maxillofacial Trauma (5th ed.). Elsevier.
  2. Miloro, M., Ghali, G. E., Larsen, P. E., & Waite, P. D. (2018). Peterson’s Principles of Oral and Maxillofacial Surgery (3rd ed.). Springer.
  3. Ellis, E., Hupp, J. R., & Tucker, M. R. (2018). Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery (7th ed.). Elsevier.
  4. Kademani, D., & Tiwana, P. (2021). Atlas of Oral and Maxillofacial Surgery. Elsevier.
  5. Ellis, E. (2015). “Management of fractures of the mandibular body.” Journal of Oral and Maxillofacial Surgery, 73(7), 1170-1185.
  6. Gruss, J. S., & MacKinnon, S. E. (2017). “Complex maxillofacial trauma: Evaluation and management.” Plastic and Reconstructive Surgery, 140(5), 1031-1045.
  7. Bagheri, S. C., & Bell, R. B. (2020). “Fractures of the Midface and Management Strategies.” Oral and Maxillofacial Surgery Clinics of North America, 32(4), 453-470.

26 of 26

Terima Kasih