1 of 45

Keep Moving

Dont stay in your pain and comfort zone

2 of 45

“Sebelum engkau memuridkan generasimu, ijinkan Tuhan memuridkan dan membentukmu”

3 of 45

Kenapa Kita Perlu Dibentuk Ulang Oleh Tuhan?�📖 Yesaya 43:1"Beginilah firman TUHAN yang menciptakan (bara) engkau, hai Yakub, dan yang membentuk (yatsar) engkau, hai Israel..."�

4 of 45

Kondisimu hari ini

Campur tangan iblis / dunia

Tangan Tuhan membentuk

Campur tangan manusia

Tuhan menciptakan manusia

5 of 45

Campur tangan manusia

  • Ayah dan ibu yang tidak berfungsi
  • Komunitas yang menyesatkan
  • Pelecehan dari orang terdekat

6 of 45

Dr. Loren Moshem �dari National Institude Of Mental Helth

Menemukan bahwa ketidak-hadiran ayah merupakan faktor utama yang lebih kuat dari kemiskinan yang menyebabkan anak-anak dibawah umur melanggar hukum (memberontak).

7 of 45

Suatu kelompok peneliti tingkah laku dari Yale university mempelajari pelanggaran hukum di 48 kebudayaan di seluruh dunia menemukan bahwa tingkat kejahatan yang tinggi terjadi di antara orang dewasa yang pada masa kecil mereka telah dibesarkan oleh wanita saja.

8 of 45

Dr. Marthin deutseh

Menemukan bahwa kehadiran dan percakapan dengan ayah secara khusus pada saat makan malam, telah merangsang seorang anak untuk berprestasi lebih baik di sekolah.

9 of 45

  • Para peneliti Johns hopkins University menemukan bahwa “gadis-gadis remaja kulit putih yang hidup dalam keluarga tanpa ayah” punya kecenderungan 60% melakukan hubungan seks diluar nikah dibanding dengan mereka yang tinggal dalam keluarga dengan kedua orang Tua.
  • 80% orang yang memiliki emosional problem berasal dari keluarga tanpa ayah.
  • 43% dari orang yang ada dipenjara dinyatakan hidup dan bertumbuh dalam keluarga yang tanpa ayah.
  • 63% anak-anak muda yang melakukan bunuh diri berasal dari keluarga tanpa ayah.

10 of 45

  • Pakar sosiologi sekarang telah menghubungkan ketiadaan ayah dengan : drop out, jobless, kecanduan obat, bunuh diri, ataupun target dari pelecehan seksual.
  • Peneliti dr. Armand Nucholi’s menemukan bahwa seorang ayah yang absen secara emosional atau fisik, memberi kontribusi kepada seorang anak: motivasi rendah untuk berprestasi, ketidakmampuan untuk menunda kepuasan langsung demi ganjaran di kemudian hari, harga diri yang rendah, kerentanan terhadap pengaruh kelumpok dan kenakalan remaja

11 of 45

Kondisi Generasi Tanpa Bapak

  • Pemberontak
  • Narkoba
  • Homosex dan lesbian
  • Sex bebas
  • Kejahatan semakin merajarela

12 of 45

Kondisi Generasi Tanpa Bapak

  • Perdagangan manusia
  • Prostotusi
  • Aborsi
  • Kawin cerai
  • Dll.

13 of 45

LUKA KARENA IBU

LUKA

WOUNDED

BY A MOTHER

KARENA IBU

14 of 45

TIDAK ADANYA KEINTIMAN

NEGLECT OF IMPARTATION OF INTIMACY

Sulit terbuka secara emosional

I struggle with opening up emotionally

Saat orang lain mendekat, saya menarik diri

When people come too close to me emotionally, I pull back

Sering merasa kesepian

I often feel lonely, as if I am on an island

Ke tempat sepi untuk menjaga jarak

I withdraw to a lonely place to get space between me and others.

Jarang memasuki ruang emosi orang

I stand at the door of people’s lives, but seldom enter

into the inner chambers emotionally.

Menunjukkan tanda “roh yatim piatu”

I withdraw to a lonely place to get space between me and others.

15 of 45

TIDAK ADA PENGASUHAN DAN PERHATIAN

NEGLECT OF NURTURE AND CARE

Mengalami ketakutan secara serius

I have serious bouts of fear

Tidak butuh orang lain untuk berbagi rasa sakit

I do not need anyone to share my pain with

Merasa kesepian di tengah rasa sakit

I feel lonely in my pain

Bereaksi sangat emosional saat merasa

pasangannya tidak peka terhadap perasaannya

I react with strong emotions when I feel my spouse is

not sensitive to my feelings.

16 of 45

TIDAK ADA BIMBINGAN SOSIAL

NEGLECT OF SOCIAL GUIDANCE

Tidak tahu kehidupan sekitar

I am ignorant of the lives/intricacies of others around me.

Sulit berpikir dan berfungsi lebih luas dibandingkan dunianya sendiri

I struggle to think and function more broadly than my own world

Memiliki kecerdasan emosi yang rendah

untuk memahami emosi orang lain

When it comes to being connected to the

emotions of others, I score low on emotional intelligence.

Memiliki kecerdasan emosi yang rendah

untuk mengelola emosi orang lain

When it comes to managing the emotions of others,

I score low on emotional intelligence.

17 of 45

TIDAK ADA PERNYATAAN PERSETUJUAN

NEGLECT OF DEMONSTRATION OF VALIDATION

Bergumul dengan dukungan orang lain

I struggle with supporting others

Bergumul untuk menjadi bawahan

I struggle to play “second fiddle” (following the leader)

Bergumul untuk taat

I struggle with submission.

Ke tempat sepi untuk menjaga jarak

Go somewhere quiet to keep your distance

Bergumul untuk membuat orang lain mendukung

sebuah gerakan yang bukan inisiatif saya

I struggle to move others to support a cause

that is not my own initiative.

18 of 45

LUKA DARI IBU

WOUNDED BY A MOTHER

Dipukul

Beaten

Dianiaya

Abused

Otoriter/memaksa

Authoritative/impose

Suka mengutuk

Cursing

Membenci ayah

Hating father

Ditolak dalam kandungan

Rejected in the womb

Dititip/ditinggalkan

Entrusted/abandoned

Suka dibandingkan

Compared to others

Penolakan

Rejection

Menceraikan ayah

Divorcing father

19 of 45

2 KORINTUS 3:16-18

2 CORINTHIANS 3:16-18

16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. 17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

16 But whenever anyone turns to the Lord, the veil is taken away. 

17 Now the Lord is the Spirit, and where the Spirit of the Lord is, there is freedom18 And we all, who with unveiled faces contemplate the Lord’s glory, are being transformed into his image with ever-increasing glory,

which comes from the Lord, who is the Spirit. (NIV)

20 of 45

2 KORINTUS 3:18

2 CORINTHIANS 3:18

18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

18 And we all, who with unveiled faces contemplate the Lord’s glory, are being transformed into his image with ever-increasing glory,

which comes from the Lord, who is the Spirit. (NIV)

21 of 45

OUR PROBLEM/SICKNESS/STRUGGLES

Asap = Gejala Luar : marah, takut, tidak aman, minder, kontrol, kodependen, addiksi, dll

Api = Memori-memori dari pengalaman trauma & luka masa lalu, yang disebabkan oleh orang-orang yang berotoritas/berpengaruh

Bahan Bakar:

Tipuan/Kepercayaan yang salah yang dipicu oleh kepercayaan-kepercayaan yang salah tentang diri sendiri, orang lain, atau Tuhan.

Pemantik/Trigger = Situasi/orang/barang yang dipakai oleh Setan untuk memantik bahan bakar yang ada agar terjadi kelakuan yang jahat/berdosa

22 of 45

Hal ini relevan untuk generasi milenial. (1981-1996)

Apakah itu juga relevan buatmu? Generasi Z

( 1997-2012)

23 of 45

Generasi Millennial:�Sering kali berjuang melawan bayang-bayang ayah yang tidak hadir.�Gen Z: �Melawan kebisingan dunia yang penuh distraksi

24 of 45

Iblis disetiap generasi punya strategi, dia pakai strategi Soft-spoken

25 of 45

  1. Campur tangan iblis dunia.
  2. Banyak anak Millennial dan Gen Z tumbuh tanpa sosok ayah yang kuat, hadir, atau terlibat secara emosional.
  3. Mereka memikul kerinduan akan bimbingan sekaligus ketakutan untuk mengulangi kegagalan.
  4. Iblis intimidasi dan tawarkan pelarian�

26 of 45

2. Ketersediaan Emosional vs. Kerapuhan Emosional

  • banyak anak yang kurang memiliki ketangguhan saat berada di bawah tekanan.
  • Bergumul dengan rasa bersalah, keraguan diri, dan paparan emosional yang berlebihan.
  • Dunia dan iblis tawarkan pelarian emosi yang salah.�

27 of 45

  1. Gangguan Digital & Kekurangan Kehadiran
  2. Smartphone, layar, dan media sosial secara perlahan mengikis kehadiran yang mendalam.
  3. Anak-anak mungkin secara fisik bersama ayah mereka tetapi secara relasional tetap sendiri.
  4. Gen Z secara khusus bergumul dengan mudahnya perhatian mereka yang terpecah (fragmentasi).
  5. Cuci otak oleh algoritma

28 of 45

4. Krisis Kepercayaan Diri dalam identitas

  • Narasi budaya sering mempermalukan (bulyeng) atau membingungkan identitas dengan suguhan LGBTq�

29 of 45

5. Kedewasaan yang tertunda dan Remaja yang Berkepanjangan

  • Banyak anak modern memasuki masa dewasa tanpa melewati ritus peralihan yang jelas.
  • Mereka membawa jiwa kanak-kanak yang belum terselesaikan: impulsif, tidak bertanggung jawab, mementingkan diri sendiri.
  • Hal ini melemahkan konsistensi dan kredibilitas mereka.�

30 of 45

6. Apatis terhadap kerohanian

  • Banyak pemikiran apakah gereja dan kekristenan masih relevan?
  • Penggiringan indoktrinasi dari kelompok agnostik dll

31 of 45

Beberapa Penelitian dari Barna kepada gen-z

32 of 45

1. “Five Things You Need to Know About Gen Z” (Barna, 2024)

  • Artikel ini mengungkap data bahwa hanya 64 % Gen Z melaporkan pernah berdoa dalam seminggu terakhir, dan 37 % membaca Alkitab serta 36 % menghadiri kebaktian edgeclub.org+12facebook.com+12barna.com+12.
  • Meski masih menunjukkan beberapa keterlibatan spiritual, hal ini mencerminkan diminumnya minat rohani tradisional dalam kehidupan mereka.

33 of 45

2. “Over Half of Gen Z Teens Feel Motivated to Learn More About Jesus”

  • Meskipun 77 % remaja Gen Z mengatakan mereka "setidaknya cukup" termotivasi untuk belajar lebih lanjut tentang Yesus, hanya 32 % yang benar-benar dikategorikan sebagai “committed Christians” barna.com.
  • Artinya, ada ketertarikan namun belum menjelma menjadi komitmen rohani yang nyata.

34 of 45

3. “Gen Z’s Emotional Challenges” (Barna, 2025)

  • Data baru juga menunjukkan rendahnya kesejahteraan emosional: 39 % sering merasa cemas atau tidak pasti, dan 29 % merasa kesepian .
  • Kondisi ini berdampak langsung pada engagement rohani—generasi ini membutuhkan pendekatan otentik dan penguatan emosional, bukan sekadar materi atau ritual.

35 of 45

4. Barna Research (2022):

  • minat rohani Gen Z lebih rendah 40% dibanding generasi sebelumnya

36 of 45

Iblis disetiap generasi punya strategi, dia pakai strategi Soft-spoken

37 of 45

“Sebelum engkau menyelamatkan generasimu, ijinkan Tuhan menyelamatkan dirimu dari kebiasaan generasimu.”

38 of 45

39 of 45

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan…”�Kejadian 50:20

40 of 45

Keep moving

  • Yusuf tahu bahwa masa lalunya pahit—tapi ia tidak tinggal di sana. Ia keep moving, karena ada rencana Tuhan yang lebih besar.
  • Begitu juga dengan kamu hari ini.
  • Mungkin kamu retak — tapi itu bukan akhir.
  • Mungkin kamu jatuh — tapi kamu bisa bangkit.
  • Yang perlu kamu lakukan adalah: responi tangan Tuhan. Biarkan Dia membentukmu.

41 of 45

Kalau iblis rusak masa lalumu, Keep Moving, ada tangan Tuhan yang akan membentukmu ulang menjadi karya yang indah.

42 of 45

Keep Moving: Jangan Tinggal di Luka dan Zona Nyaman

  • 📖 Kejadian 32:24-28 – Yakub bergumul sampai subuh�📖 Kisah Para Rasul 2:38 – “Bertobatlah… dan kamu akan menerima karunia Roh Kudus”
  • Yakub tidak tinggal dalam rasa bersalah dan zona nyamannya—ia bergumul sampai identitasnya berubah. (William M. Branham)
  • ✨ Zona nyaman = dosa tersembunyi, kemalasan, identitas palsu, self-pity, luka yang dipeluk-peluk.
  • Tapi Roh Kudus tidak bisa bekerja dalam tanah hati yang keras.

43 of 45

Kintsugi (金継ぎ) = "penyambungan emas".Yang rusak justru jadi lebih berharga daripada bentuk aslinya.

44 of 45

“Tuhan tidak membuang yang retak—�Dia menyatukannya dengan kemuliaan-Nya.”

45 of 45

🎯 KEEP MOVING:

  • Jangan tinggal di rasa sakitmu
  • Jangan bersembunyi di zona nyamanmu
  • Jangan tunda pertobatanmu
  • Karena Tuhan sedang mencari generasi yang mau dibentuk—dan engkau adalah salah satunya.
  • Segeralah – karena ada generasi yang memerlukanmu untuk mereka diselamatkan.