1 of 28

TRANSFORMASI PEMBELAJARAN DIGITAL PADA SEKOLAH PENGGERAK

Oleh :

Sam Yhon

Widyaprada Ahli Utama

2 of 28

1. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI�2. TANTANGAN MASA KINI

3 of 28

“Perkembangan teknologi mempengaruhi �pola pendidikan..”

Tradisional

Modern

1940-1985

1990

1995

2000

2005

2010

2019

Computerized

Online

Cloud

4 of 28

“Peran Teknologi Dalam Berbagai Sektor”

5 of 28

TIK Sebagai Sarana Transformasi Negara dan Bangsa

berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi

infrastruktur kehidupan selayaknya: listrik, air, jalan dan utilitas lainnya

sumber daya produksi/ konsumsi manusia

Pendukung kegiatan dan aktivitas pemerintahan, bisnis, masyarakat

pemicu proses transformasi kehidupan

pendorong tingkat daya saing

TIK

6 of 28

7 of 28

7

Alat Bantu Pembelajaran

E-learning

Ilmu Pengetahuan

OER

Online Education Resources

Pendukung Manajemen

E-administrasi

Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembangunan Pendidikan

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

PENDIDIKAN

BERMUTU & TERJANGKAU

8 of 28

1. PERUBAHAN TEKNOLOGI, SOSIAL DAN LINGKUNGAN.�� 2. KONDISI MASA KINI ��3. TANTANGAN CARA KERJA MASA DEPAN

9 of 28

Perubahan Teknologi, Sosial, dan Lingkungan Terjadi Secara Global

Teknologi

Disrupsi teknologi akan berdampak pada semua sektor

  • Penerapan otomatisasi, AI (Artificial Intelligence), dan big data di semua sektor
  • Konektivitas 5G yang memungkinkan teknologi lainnya saling terhubung seperti kendaraan otonom, drones, dll.
  • Pencetakan 3D (3D printing), smart wearables, augmented dan realitas maya (virtual reality) (AR dan VR), dll.

Sosiokultural

Perubahan demografi, profil sosio- ekonomi dari populasi dunia

  • Meningkatnya usia harapan hidup dan usia lama bekerja
  • Tumbuhnya migrasi, urbanisasi, keragaman budaya, dan kelas menengah
  • Meningkatnya tenaga kerja yang terus bergerak (mobile) dan fleksibel
  • Munculnya kepedulian konsumen

terhadap etika, privasi, dan kesehatan

Lingkungan

Habisnya bahan bakar fosil, krisis air, perubahan iklim, permukaan laut naik

  • Meningkatnya kebutuhan energi dan air

dan berkurangnya sumber daya alam

  • Meningkatnya perhatian terhadap energi alternatif untuk melawan perubahan iklim
  • Upaya berkelanjutan pada isu lingkungan seperti plastik dan limbah nuklir

10 of 28

��KONDISI/TANTANGAN MASA KINI2. GENERASI KEDEPAN MASUK GENERASI Z SUDAH SANGAT� MELEK TEKNOLOGI ��2. KITA MEMASUKI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DAN SEBENTAR LAGI MASUK 5.0��3. BELUM SEMUA GURU MAMPU MENGKOLABORASIKAN PEMBELAJARAN� DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI.��4. SELAMA INI METHODE GURU MENGAJAR MASIH KONVENSIONAL DENGAN� CARA 3.0 DIMANA SEBAHAGIAAN BESAR GURU HANYA MENYAMPAIKAN MATERI, SECARA KONVENSIONAL��5. AKIBAT PENYALAHGUNAAN TEKNOLOGI TANTANGAN YANG PALING BERAT ADALAH �TERJADINYA :�PERUNDUNGAN, KEKERASAN SEKSUAL, INTOLERANSI�

10

11 of 28

Transformasi Teknologi Tantangan Cara Kerja Masa Depan

Struktural

Tidak dibatasi struktur dan tempat

Pekerjaan dapat dilakukan di mana saja dan dengan waktu yang fleksibel

Rasio pekerja tidak tetap meningkat (freelancer)

Karier ditentukan oleh pekerja, bukan perusahaan

Pekerja memiliki kontrol yang lebih besar akan perjalanan kariernya

Otonomi Pekerja

Digitalisasi dan otomatisasi

Akses dan pengolahan data semakin masif

Teknologi menyederhanakan pekerjaan sehari-hari dan menghubungkan pekerja dengan efisien

Data memberikan pemahaman lebih baik tentang perilaku dan kualitas pekerja

Pemberdayaan Teknologi

Tenaga kerja multi- generasi dan beragam

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, 5 generasi bekerja bersamaan dan meningkatnya kesadaran akan keberagaman di tempat kerja

Munculnya jenis pekerjaan baru

Struktur organisasi, perusahaan, dan tipe pekerjaan baru banyak muncul untuk mengakomodasi manusia dan teknologi yang berubah cepat

Tren perubahan

12 of 28

Transformasi Teknologi Tantangan Dunia Pendidikan

PERUNDUNGAN

PERSAINGAN ANTAR SIKAYA DAN SI MISKIN

Status sosial yang tidak merata mengakibatkan persaingan sesama siswa

TERJADINYA SEKSUAL BEBAS

Perkembangan Teknologi mengakibatkan bebasnya anak didik menonton film2 forno, yang merusak ahklak anak didiktelah

KEKERASAN SEKSUAL

HILANGNYA SALING MENGHARGAI ANTAR UMAT BERAGAMA BERAGAMA

DISKRIMINASI TERHADAP

MINORITAS

Banyaknya informasi melalui dunia maya yang mempertontonan pendiskriminasian antar umat beragama mengakibatkan kurangnya saking menghargai sesame anak didik.

Kaum minoritas selalu terkucilkan akibat banyaknya informasi yang kurang baik di dunia maya

INTOLERAN

TERJADINYA PERBEDAAN ANTAR SUKU

Kemajemukan suku, golongan mengakibatkan persaingan yang tidak sehat antar siswa

TERJADINYA INTIMIDASI SESAMA PELAJAR

Munculnya cara cara kekerasan yang dapat di akses melalui dunia maya secara bebas, menjadi contoh yang tidak baik bagi anak didik

Tren perubahan

13 of 28

Indonesia membutuhkan SDM yang terpelajar, luhur, adaptif, dan kolaboratif untuk

  • Tenaga kerja Indonesia yang berpendidikan (min. pendidikan formal 12 tahun)
  • Masyarakat yang memiliki nilai luhur dan nasionalis serta etos kerja yang baik
  • Tenaga kerja yang lebih sehat, fleksibel, dan adaptif
  • Pengajar dan pengajaran yang berkualitas tinggi
  • Peningkatan kontribusi sains dan teknologi untuk pembangunan
  • Pendidikan vokasi, kewirausahaan, dan karakter yang lebih baik
  • Kolaborasi yang lebih baik antara pemangku kepentingan dan masyarakat

Pengembangan SDM dan sains & penguasaan teknologi

Pembangunan ekonomi berkelanjutan

Pembangunan yang adil

Memperkuat ketahanan nasional dan pemerintahan

Pilar Perkembangan

Input Terkait

mencapai target pembangunan 2045

  • Kelautan, perikanan, dan pertanian yang semakin besar; dengan peningkatan infrastruktur dan tenaga kerja
  • Meningkatnya upaya berkelanjutan (pemakaian energi terbarukan, pengelolaan air, dan kualitas lingkungan) lebih baik

Untuk mendukung hal tersebut:

  • Peningkatan kemudahan berbisnis
  • Industri dan pengolahan SDA yang bernilai tambah
  • Ekonomi kreatif yang lebih kuat dan pariwisata yang bertumbuh
  • Demokrasi, birokrasi, pemerintahan, penegakan hukum, pencegahan korupsi, ketahanan, dan keamanan nasional
  • Distribusi kesejahteraan dan pembangunan yang merata

1

Visi Indonesia 2045 – Sumber Daya Manusia

Berdaulat, maju, adil, dan makmur dan mampu menjadikan Perekonomian Indonesia menjadi 5 Besar dunia

14 of 28

��

14

  1. Kebijakan Kementerian Melalui Kurikulum Merdeka, dengan Sekolah Penggeranya.

  • Pemanfaatan Smartphone Dalam Pelaksanaan Merdeka Mengajar

15 of 28

EPISODE MERDEKA BELAJAR HINGGA SAAT INI

PENGGANTIAN UJIAN NASIONAL, PENGHAPUSAN USBN, PENYEDERHANAAN RPP, ZONASI PPDB

PROGRAM

ORGANISASI PENGGERAK

PROGRAM

SEKOLAH PENGGERAK

PERLUASAN PROGRAM

BEASISWA LPDP

AKSELERASI DAN PENDANAAN SATUAN PENDIDIKAN TAHUN 2022

PROGRAM

GURU PENGGERAK

SMK PUSAT KEUNGGULAN

RAPOR PENDIDIKAN INDONESIA

PERUBAHAN MEKANI DANA BOS

SEKOLAH AMAN BERBELANJA

DENGAN SIPLah

KURIKULUM MERDEKA DAN

PLATFORM MERDEKA MENGAJAR

EPISODE 1

EPISODE 4

EPISODE 7

EPISODE 10

EPISODE 16

EPISODE 5

EPISODE 8

EPISODE 19

EPISODE 3

EPISODE 8

EPISODE 12

EPISODE 15

EPISODE 12

16 of 28

16

VISI PENDIDIKAN INDONESIA

mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global

PELAJAR PANCASILA

Beriman, bertakwa kepada

Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia

Mandiri

Bernalar

Kritis

Kreatif

Bergotong Royong

Berkebinekaan Global

17 of 28

MERDEKA BELAJAR

Infrastruktur dan Teknologi

Kurikulum, Pedagogi, dan Asesmen

dapat dicapai melalui perbaikan pada:

Seluruh pemangku kepentingan pendidikan (termasuk siswa) menjadi agen perubahan serta memberikan pengaruh dan dukungan sepenuhnya

Pendidikan Berkualitas

bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Institusi Pendidikan

Organisasi Penggerak, Perusahaan Teknologi Edukasi, dll.

Kepemimpinan, Masyarakat, dan Budaya

  • Kompetensi guru, kepala sekolah, dan pemerintah daerah
  • Kolaborasi dan pembinaan (lokal dan

global) antara guru, satuan pendidikan, dan industri

  • Kurikulum dan asesmen nasional

Kebijakan, Prosedur, dan Pendanaan

  • Kontribusi eksternal (pemerintah dan swasta)
  • Mekanisme akreditasi
  • Pembelanjaan anggaran pendidikan yang efektif dan akuntabel
  • Otonomi satuan pendidikan
  • Platform pendidikan nasional berbasis teknologi
  • Infrastuktur sekolah/ kelas masa depan

Masyarakat

Keluarga

Guru

Dunia Usaha/ Industri

“Sekolahkan Anak Indonesia”

Angka Partisipasi Tinggi

>95% di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah; >70% pada jenjang pendidikan tinggi

“Tidak Ada Anak yang Tertinggal”

Distribusi yang Merata

baik secara geografis maupun status sosial ekonomi

“Dorong Pembelajaran Siswa”

Hasil Belajar Berkualitas

memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan, hasil penelitian berkualitas tinggi, dan >90% tingkat penempatan kerja

18 of 28

MERDEKA BELAJAR : Sistem Pendidikan Membangun Kompetensi Utama

  • Sekolah sebagai kegiatan yang menyenangkan
  • Pimpinan memberikan pelayanan
  • Sistem terbuka (berbagai pemangku kepentingan berkolaborasi)
  • Lebih banyak sumber daya didedikasikan untuk pelajar yang lebih muda
  • Mendapat dukungan dari pemerintah daerah
  • Infrastruktur sekolah yang memadai dan mendukung pembelajaran
  • Manajemen sekolah yang kolaboratif dan kompeten
  • Orang tua/ komunitas yang lebih terlibat
  • Sekolah sebagai tugas
  • Pimpinan sebagai pengatur
  • Sistem tertutup (pemangku kepentingan berjalan sendiri)
  • Lebih banyak sumber daya didedikasikan untuk pelajar

yang lebih dewasa

  • Benturan kepentingan antara pemerintah pusat dan daerah
  • Infrastruktur sekolah yang tidak memadai
  • Manajemen sekolah terlalu administratif dan terisolasi
  • Orang tua/ komunitas sebagai peserta yang pasif

Ekosistem

  • Guru sebagai pelaksana kurikulum
  • Guru sebagai sumber pengetahuan satu-satunya
  • Kualifikasi sebagai penentu kualitas
  • Pelatihan guru berdasarkan teori
  • Kinerja guru dinilai berdasarkan daftar persyaratan/ administratif
  • Guru sebagai pemilik dan pembuat kurikulum
  • Guru sebagai fasilitator dari berbagai sumber pengetahuan
  • Kompetensi dan tujuan sebagai penentu kualitas pengajaran
  • Pelatihan guru berdasarkan praktik
  • Kinerja guru dinilai secara holistik

Guru

Kategori Situasi sekarang Arahan di masa depan

19 of 28

MERDEKA BELAJAR : Sistem Pendidikan Membangun Kompetensi Utama

  • Penilaian bersifat sumatif/ menghukum
  • Standardisasi penilaian
  • Penilaian bersifat formatif/mendukung
  • Penilaian berdasarkan portofolio
  • Pendekatan standardisasi
  • Siswa sebagai penerima pengetahuan
  • Pembelajaran berdasarkan sistem
  • Fokus kepada kegiatan tatap muka
  • Mengajar sebagai kegiatan individualis
  • Pengajaran berdasarkan pembagian umur
  • Perkembangan linear
  • Kurikulum berdasarkan konten
  • Kurikulum diwajibkan
  • Fokus kepada kegiatan akademik
  • Pelatihan vokasi dipimpin oleh pemerintah
  • Pendekatan heterogen
  • Siswa ikut menentukan kegiatan belajar
  • Pembelajaran berorientasi pada siswa
  • Pembelajaran memanfaatkan teknologi
  • Penggunaan kegiatan kelompok dalam pengajaran
  • Pengajaran berdasarkan level kemampuan siswa
  • Perkembangan fleksibel
  • Kurikulum berdasarkan kompetensi
  • Kurikulum sebagai kerangka/ menu
  • Fokus kepada keterampilan lunak (soft skill) dan pengembangan karakter
  • Pelatihan vokasi dipimpin oleh industri

Pedagogi

Kurikulum

Sistem Penilaian

Kategori Situasi sekarang Arahan ke masa depan

20 of 28

05. Platform Teknologi Program Sekolah Penggerak

20

Merdeka Mengajar

mendukung guru mengajar lebih baik, meningkatkan kompetensi, dan berkembang secara karir

Rapor Pendidikan

memberikan gambaran dan diagnosa pada sistem pendidikan sebuah sekolah dan gambaran kualitas pendidikan di daerah tertentu

Sumber Daya Sekolah

melaksanakan proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) secara daring yang dananya bersumber dari dana bantuan pemerintah

1

2

3

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

21 of 28

Sekolah Penggerak sebagai katalis

Gambaran Akhir Sekolah Penggerak Secara Umum

Sekolah Penggerak adalah katalis untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia

  • Sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila
  • Diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru)

21

Hasil Belajar :

Di atas level yang diharapkan

Pembelajaran:

Berpusat pada murid

Lingkungan Belajar:

Aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan

Refleksi diri dan pengimbasan:

  • Perencanaan program dan anggaran berbasis refleksi diri
  • Refleksi guru dan perbaikan pembelajaran terjadi
  • Sekolah melakukan pengimbasan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

22 of 28

Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya

Program Sekolah Penggerak merupakan

22

01

Program kolaborasi antara Kemdikbud dengan Pemerintah Daerah di mana komitmen Pemda menjadi kunci utama

02

03

04

Intervensi dilakukan secara holistik, mulai dari SDM sekolah, pembelajaran, perencanaan, digitalisasi, dan pendampingan Pemerintah Daerah

Memiliki ruang lingkup yang mencakup seluruh kondisi sekolah, tidak hanya sekolah unggulan saja, baik negeri dan swasta

Pendampingan dilakukan selama 3 tahun ajaran dan sekolah melanjutkan upaya transformasi secara mandiri

05

Program dilakukan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Sekolah Penggerak

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

23 of 28

HAMBATAN DAN MASALAH

DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID 19

    • TERBATASNYA  PERANGKAT DIGITAL (HP, LAPTOP, TABLET)
    • TERBATASNYA WAKTU ORANGTUA SISWA MENDAMPINGI ANAK2NYA KARENA HARUS BEKERJA
    • PERAN GURU YANG BELUM MAKSIMAL DISEBABKAN KETERBATASAN SARANA DAN BELUM SEMUA GURU MAMPU MEMAANFAATKAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN
    • TERBATASNYA MEDIA PEMBELAJARAN, VIDIO, BUKU2 TEKS
    • TERBATASNYA KONTEN PEMBELAJARAN

SUMBER KONTEN/MATERI PEMBELAJARAN DENGAN MEMANFAATKAN TIK

24 of 28

KONSEP PEMANFAATAN TIK DI SEKOLAH

25 of 28

FASILITASI PEMBELAJARAN

26 of 28

PEMBUATAN KONTEN/MATERI

PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Dalam pembuatan konten/materi bapak Ibu dapat

memanfaatkan sumber belajar dari Portal Rumah

Belajar, Ruang Guru PAUD, Youtobe dll, di kaitkan dengan tahapan materi pembelajaran tatap muka yang selama ini digunakan dalam kegiatan belajar mengajar

Langkah Langkah/shering pembuatan

konten/materi pembelajaran dapat dilakukan semua guru yang berada di seluruh Indonesia, sehingga guru2 yang belum makhir menggunakan Teknologi dapat belajar bersama

1

2

3

4

Bapak ibu guru dapat membentuk kelompok Guru guru (WA Group/Vicon/Zoom/Webex) untuk memper

siapkan konten konten/materi pembelajaran yang

akan digunakan dalam proses pembelajaran.

Bapak Ibu mengubah Materi Pembelajaran/konten

yang selama ini digunakan dalam tatap muka menjadi materi pembelajaran berbentuk Visual untuk dijadikan bahan ajar pada anak didik.

Harapan pada bapak ibu kepala sekolah dan pejabat Dinas Pendidikan agar mendorong/memfasilitasi Guru guru utamanya Guru PENGGERAK untuk membuat konten pembelajaran untuk dijadikan materi pembelajaran dengan menggunakan TIK

27 of 28

KESIMPULAN��1. Perkembangan Teknologi Sangat Pesat, jika kita tidak mampu memanfaatkan Teknologi, � maka Indonesia menjadi Negara tertinggal di bandingkan Negara lain�2. Perkembangan Teknologi bisa menjadi penghambat kemajuan Generasi Muda, jika kita� membiarkan para anak didik dengan bebas menggunakan Teknologi kepada hal hal yang� Negatif�3. Tugas Pemerintah (Kemendikbudristek dan Pemerintah Daerah) memanfaatkan Teknologi� untuk Kemajuan Pendidikan.�4. Kurikulum Merdeka Hadir untuk memfasilitasi Dunia Pendidikan dalam mempersiapkan� Generasi Emas tahun 2045�5. Kemendikbud Ristek dan Pemerintah Daerah melakukan Transformasi Teknologi dalam� Proses Pembelajaran �6. Kehadiran Kurikulum Merdeka, di harapkan dapat mengatasi Peningkatan dan Pemerataan� Mutu Pendidikan di Indonesia.�7. Jika Indonesia tidak mau tertinggal dengan Negara lain, Para Pemangku Kepentingan,� Guru, Anak Didik, Dewan Pendidikan serta Orangtua dan Masyarakat harus melek Teknologi � agar mampu Mengawasi Anak Didik dalam Pemanfaatan Teknologi.

27

28 of 28

SOCIAL MEDIA

TERIMA KASIH

DRS. SAM YHON, MM

WIDYAPRADA AHLI UTAMA

081219575555