1 of 66

Media Pembelajaran

IPS

untuk SMP/MTs Kelas IX

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

2 of 66

Tujuan Pembelajaran

  • Dapat menjelaskan ketergantungan antarruang berdasarkan konsep ekonomi.
  • Dapat mendeskripsikan pengaruh ketergantungan antarruang terhadap kehidupan bangsa Indonesia.
  • Dapat menjelaskan ekonomi kreatif berdasarkan potensi wilayah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  • Dapat mendeskripsikan pengembangan pusat-pusat keunggulan ekonomi Indonesia.
  • Dapat menganalisis pasar bebas.

KETERGANTUNGAN ANTARRUANG DILIHAT DARI KONSEP EKONOMI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

BAB 3

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

3 of 66

Amatilah gambar berikut:

Bentuklah kelompok dan buatlah 5 (lima) pertanyaan mengenai ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

4 of 66

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

Produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.

5 of 66

Adapun tujuan kegiatan produksi suatu barang atau jasa secara sempit, antara lain sebagai berikut.

  • Menghasilkan barang atau jasa.
  • Memperluas lapangan kerja.
  • Memenuhi kebutuhan pasar.
  • Produsen dapat mencari keuntungan sebesarnya.
    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

6 of 66

Faktor-faktor produksi dapat dibagi atas alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

7 of 66

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Lima negara dengan produksi minyak bumi terbesar tahun

2016 adalah Rusia, Arab Saudi, Amerika Serikat, Irak, Iran.

8 of 66

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Lima negara dengan penghasil padi terbesar tahun

2016 adalah Tiongkok, India, Indonesia, Bangladesh, Vietnam.

9 of 66

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Lima negara dengan penghasil kelapa sawit terbesar tahun 2016 adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Kolombia, Nigeria.

10 of 66

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Lima negara dengan penghasil kayu bundar terbesar tahun 2006 adalah Amerika Serikat, India, Tiongkok, Brasil, Kanada.

11 of 66

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Lima negara dengan penghasil daging sapi terbesar tahun 2016 adalah Amerika Serikat, Brasil, Tiongkok, India, Argentina.

12 of 66

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Lima negara dengan perikanan tangkap di laut terbesar tahun 2014 adalah Tiongkok, Indonesia, Amerika Serikat, Rusia, Jepang.

13 of 66

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Tidak ada suatu wilayah yang dapat memproduksi semua

barang atau jasa yang dibutuhkan. Suatu kegiatan produksi membutuhkan wilayah lain dalam memenuhi kebutuhan produksinya.

14 of 66

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

Distribusi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang atau suatu badan untuk menyampaikan suatu barang atau jasa dari produsen ke konsumen yang membutuhkan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

15 of 66

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

Salah satu aktivitas penting dari kegiatan ekonomi adalah distribusi barang antardaerah. Distribusi menjadi faktor penting dari ketersediaan barang di berbagai daerah.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

16 of 66

Faktor pendorong distribusi antardaerah antara lain sebagai berikut.

  • Ketersediaan pasokan barang
  • Alat angkut atau transportasi yang memadai
  • Infrastruktur distribusi memadai, seperti jalan raya
  • Biaya pengangkutan cukup murah
    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

17 of 66

Faktor penghambat distribusi antardaerah antara lain sebagai berikut.

  • Terhambatnya pasokan barang
  • Faktor cuaca yang tidak mendukung
  • Kurangnya armada pengangkut
  • Biaya pengangkutan yang tinggi
  • Kualitas infrastruktur distribusi kurang baik, seperti jalan raya yang rusak atau tidak tersedia.
    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

18 of 66

Dua alat transportasi penting dari distribusi internasional adalah

kapal laut dan pesawat terbang.

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

19 of 66

Kegiatan distribusi bertugas menyampaikan suatu barang atau jasa kepada konsumen yang membutuhkannya. Kegiatan distribusi dibutuhkan untuk mendekatkan daerah yang berjauhan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

20 of 66

Konsumsi adalah kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan guna suatu barang atau jasa dalam rangka pemenuhan

kebutuhan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

21 of 66

Tujuan dari kegiatan konsumsi antara lain adalah

untuk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung serta mengurangi

nilai guna barang dan jasa.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

22 of 66

Ciri benda konsumsi antara lain sebagai berikut.

  • Benda yang dikonsumsi adalah benda ekonomi.
  • Benda yang dikonsumsi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Benda yang dikonsumsi memilki nilai atau manfaat yang akan habis secara perlahan atau langsung.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

23 of 66

Benda konsumsi dapat dibedakan menjadi benda konsumsi yang habis dalam sekali pemakaian dan benda konsumsi yang pemakaiannya berulang-ulang atau dalam waktu relatif lama.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

24 of 66

Segmentasi pasar kegiatan konsumsi antara lain berdasarkan geografi atau perbedaan wilayah atau tempat, demografi, dan psikografi.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

25 of 66

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

Lima negara dengan konsumsi rumah tangga terbesar tahun 2016 adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Jerman, India.

26 of 66

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

Sebagian besar barang atau jasa yang dikonsumsi berasal dari ruang atau wilayah berbeda dengan konsumennya.

27 of 66

HARGA adalah nilai tukar suatu barang yang dinyatakan dengan uang. Fungsi harga adalah alat pengukur dan pembeda suatu barang.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

28 of 66

Faktor-faktor yang mengakibatkan harga suatu barang di suatu daerah dan di daerah lain dapat berbeda adalah:

  1. Jarak Distribusi
  2. Ketersediaan Barang
  3. Perbedaan Kebutuhan
  4. Persaingan

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

29 of 66

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

Perusahaan dapat menetapkan harga suatu produk yang dijual ke luar negeri, antara lain melalui tiga cara berikut.

  1. Kebijakan Etnosentris
  2. Kebijakan Geosentris
  3. Kebijakan Polisentris

30 of 66

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

PASAR adalah proses berlangsungnya transaksi permintaan dan penawaran atas barang dan jasa.

31 of 66

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, terdapat 10 komoditi utama Indonesia yaitu TPT (Tekstil dan Produk Tekstil), Elektronik, Karet dan Produk Karet, Sawit, Produk Hasil Hutan, Alas Kaki, Otomotif, Udang, Kakao, Kopi.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

32 of 66

World Trade Organization (WTO) merupakan satusatunya organisasi internasional yang mengatur perdagangan internasional.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    • Ketergantungan Antarruang Berdasarkan Konsep Ekonomi

33 of 66

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dengan maksud untuk menetap di daerah tujuan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

34 of 66

Migrasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu

migrasi internasional dan migrasi nasional.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

35 of 66

Terdapat sejumlah faktor yang mendorong seseorang melakukan migrasi, yaitu:

  1. Faktor yang berkaitan dengan daerah asal.
  2. Faktor yang berkaitan dengan daerah tujuan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

36 of 66

Faktor-faktor penghambat migrasi antara lain sebagai berikut.

  1. Jarak yang jauh.
  2. Kesulitan transportasi.
  3. Biaya migrasi yang tinggi.
  4. Faktor pribadi.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

37 of 66

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

Migrasi penduduk dari satu daerah ke daerah lain dapat terjadi dengan berbagai alasan, namun alasan utama umumnya berkaitan dengan ekonomi, seperti ingin mendapatkan pekerjaan atau penghasilan lebih baik di daerah lain.

38 of 66

Transportasi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pengangkutan barang oleh berbagai jenis kendaraan sesuai dengan kemajuan teknologi.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

39 of 66

Transportasi berperan dalam kegiatan ekonomi, khususnya kegiatan distribusi. Agar kegiatan distribusi berjalan dengan baik, diperlukan sarana transportasi yang baik pula.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

40 of 66

Transportasi dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Transportasi darat
  2. Transportasi air
  3. Transportasi udara

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

41 of 66

Kebutuhan sarana tansportasi antardaerah makin meningkat seiring meningkatnya kegiatan ekonomi yang terjadi antardaerah tersebut.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

42 of 66

Pendidikan memiliki peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM).

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

43 of 66

Di Indonesia, satuan pendidikan merupakan kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

44 of 66

Sesungguhnya tingkat pendidikan seseorang dapat menentukan tingkat penghasilannya.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

45 of 66

Lembaga ekonomi dapat diartikan sebagai lembaga yang mengatur kegiatan atau cara-cara melakukan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa yang diperlukan bagi kelangsungan hidup masyarakat.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

46 of 66

Badan usaha terdiri dari koperasi, BUMN, dan BUMS.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

47 of 66

Proses produksi, distribusi, dan konsumsi dari lembaga ekonomi dapat meningkatkan kegiatan ekonomi di suatu wilayah, negara, antarnegara, maupun antarkawasan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

B. Pengaruh Ketergantungan Antarruang terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

48 of 66

Howkins mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai transaksi produk kreatif atau jasa yang berasal dari kreativitas yang memiliki nilai ekonomi.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

C. Pengembangan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Potensi Wilayah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

49 of 66

Bidang-bidang ekonomi kreatif antara lain sebagai berikut: kuliner periklanan, arsitektur, kriya, desain, fesyen, film, animasi, video, aplikasi, pengembang permainan (game developer), musik, seni pertunjukan, seni rupa, penerbitan, televisi, radio dan fotografi.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

C. Pengembangan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Potensi Wilayah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

50 of 66

Potensi ekonomi kreatif Indonesia cukup besar. Di sisi tenaga kerja, sektor ekonomi kreatif termasuk sektor perekonomian yang padat tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja di sektor ini terus bertambah.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

C. Pengembangan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Potensi Wilayah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

51 of 66

Bekraf dalam publikasinya, Rencana Strategi Badan Ekonomi Kreatif 2015–2019 mencatat beberapa faktor kelemahan pengembangan ekonomi kreatif, yaitu antara lain sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, regulasi, permodalan, pemasaran, penegakan hukum,

distribusi.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

C. Pengembangan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Potensi Wilayah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

52 of 66

Salah satu data yang terkait potensi wilayah Indonesia dalam ekonomi kreatif adalah besarnya ekspor produk ekonomi kreatif dari provinsi di Indonesia.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

C. Pengembangan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Potensi Wilayah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

53 of 66

Meningkatkan kualitas hidup di sebuah wilayah yang pada gilirannya dapat menarik lebih banyak orang-orang kreatif dan inovator ke wilayah tersebut adalah salah satu pengaruh perkembangan ekonomi kreatif terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

C. Pengembangan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Potensi Wilayah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

54 of 66

Wilayah Papua memiliki potensi sumber daya alam di sejumlah sektor, antara lain pertambangan, perkebunan dan pertanian, peternakan, serta pariwisata.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

D. Pengembangan Pusat-Pusat Keunggulan Ekonomi Indonesia

55 of 66

Kepulauan Maluku memiliki potensi di sejumlah sektor, antara lain sektor perikanan dan pertambangan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

D. Pengembangan Pusat-Pusat Keunggulan Ekonomi Indonesia

56 of 66

Potensi wilayah Nusa Tenggara, antara lain sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, pariwisata, serta mineral.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

D. Pengembangan Pusat-Pusat Keunggulan Ekonomi Indonesia

57 of 66

Perekonomian di wilayah Sulawesi ditopang oleh sejumlah sektor, antara lain perkebunan, perikanan, pertambangan, dan pariwisata.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

D. Pengembangan Pusat-Pusat Keunggulan Ekonomi Indonesia

58 of 66

Perekonomian wilayah Pulau Kalimantan ditopang sejumlah sektor, antara lain pertambangan dan perkebunan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

D. Pengembangan Pusat-Pusat Keunggulan Ekonomi Indonesia

59 of 66

Perekonomian wilayah Jawa-Bali ditopang oleh sejumlah sektor, antara lain industri pengolahan, pertanian, serta pariwisata dan

ekonomi kreatif.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

D. Pengembangan Pusat-Pusat Keunggulan Ekonomi Indonesia

60 of 66

Potensi wilayah Sumatra meliputi sektor perkebunan, pertambangan, dan industri pengolahan.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

D. Pengembangan Pusat-Pusat Keunggulan Ekonomi Indonesia

61 of 66

Pembangunan pusat-pusat keunggulan ekonomi dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan (engine of growth) dengan menggali potensi dan keunggulan daerah.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

D. Pengembangan Pusat-Pusat Keunggulan Ekonomi Indonesia

62 of 66

Pasar bebas atau free trade adalah pengurangan dan penghilangan biaya yang dikenakan pemerintah pada perdagangan internasional.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

E. Pasar Bebas

63 of 66

Melalui MEA, ASEAN diharapkan dapat menjadi sebuah pasar dan basis produksi tunggal, sebuah wilayah yang sangat kompetitif dengan perkembangan ekonomi yang setara dan terpadu dengan ekonomi global.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

E. Pasar Bebas

64 of 66

AFTA bertujuan meningkatkan perdagangan antarnegara ASEAN, menarik investasi asing, dan membuat wilayah ASEAN sebagai basis produksi yang kompetitif secara global.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

E. Pasar Bebas

65 of 66

APEC merupakan bentuk kerja sama ekonomi regional antara negara-negara yang berada di kawasan Asia Pasifik.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

E. Pasar Bebas

66 of 66

Uni Eropa (UE) dibentuk untuk menyusun politik perdagangan bersama dan mendirikan daerah perdagangan bebas antarnegara Eropa.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

E. Pasar Bebas