1 of 39

POSYANDU LANSIA PADA ERA PANDEMI COVID - 19

dr. EKARINI, M.Kes.

Fakultas Kedokteran

Universitas Kristen Indonesia

2021

1

1

2 of 39

PENDAHULUAN

  • Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat yang sudah menjadi milik masyara-kat serta menyatu dalam kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia.
  • Keberadaan Posyandu sangat diperlukan dalam mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi masyarakat serta upaya kesehatan ibu dan anak, termasuk juga kelompok Lansia.
  • Peran dan dukungan Pemerintah kepada Posyandu melalui Puskesmas sangat penting untuk memfasilitasi pelaksanaan berbagai kegiatan kesehatan di Posyandu.

2

3 of 39

  • Tujuan Posyandu
  • Umum : Menunjang percepatan penurunan Angka Kematian lbu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Anak Balita (AKABA) di Indonesia.
  • Khusus : (a) Meningkatnya peran masyarakat dalam penyelengga-raan upaya kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penu-runan AKI, AKB dan AKABA. (b) Meningkatnya peran lintas sektor dalam penyelenggaraan Posyandu, terutama berkaitan dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA. (c) Meningkatnya cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA
  • Sasaran Posyandu adalah seluruh masyarakat, utamanya: Bayi, Anak Balita, lbu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui, Pasangan Usia Subur (PUS), dan juga Kelompok Lanjut Usia.

3

4 of 39

  • Manfaat Posyandu Bagi Masyarakat : (a) Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA. (b) Memperoleh layanan secara profesional dalam pemecahan masalah kesehatan terutama terkait kesehatan ibu dan anak. (c) Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar terpadu dan pelayanan sosial dasar sektor lain terkait.

  • Manfaat Posyandu Bagi Kader, pengurus Posyandu dan Tokoh Masyarakat : (a) Mendapatkan informasi terlebih dahulu tentang upaya kesehatan yang terkait dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA; (b) Dapat mewujudkan aktualisasi dirinya dalam membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan terkait dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA

  • ;

4

5 of 39

  • Manfaat Posyandu Bagi Puskesmas :

(a). Optimalisasi fungsi Puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan perorangan primer dan pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer.

(b) Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan sesuai kondisi setempat.

(c) Mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat.

  • Posyandu secara teknis medis dibina oleh Puskesmas di suatu wilayah desa/kelurahan atau dengan sebutan lain.

5

6 of 39

KEGIATAN POSYANDU : Kegiatan Posyandu terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pengembangan/pilihan.

A. Kegiatan Utama ada 5 (lima) Kegiatan :

(1). Kesehatan lbu dan Anak (KIA) mencakup :

a. lbu Hamil, Pelayanan mencakup :

(1) Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, pengukuran tekanan darah, pemantauan nilai status gizi (pengukuran lingkar lengan atas), pemberian tablet besi, pemberian imunisasi Tetanus Toksoid, pemeriksaan tinggi fundus uteri, temu wicara (konseling) termasuk Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (F4K) serta KB pasca persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dibantu oleh kader.

6

7 of 39

  • (2) Untuk lebih meningkatkan kesehatan ibu hamil, perlu diselenggarakan Kelas lbu Hamil pada setiap hari buka Posyandu. Kegiatannya : a) Penyuluhan : tanda bahaya pada ibu hamil, persiapan persalinan, persiapan menyusui, KB dan gizi, b) Perawatan payudara dan pemberian ASI, c) Peragaan pola makan ibu hamil, d) Peragaan perawatan bayi baru lahir, e) Senam ibu hamil,

  • b. lbu Nifas dan Menyusui, Pelayanannya mencakup : 1) Penyu-luhan/konseling kesehatan, KB pasca persalinan, lnisiasi Menyu-sui Dini (IMD) dan ASI eksklusif dan gizi. 2) Pemberian 2 kapsul vitamin A, 3) Perawatan payudara, 4) Dilakukan pemeriksaan kesehatan umum : pemeriksaan payudara, tinggi fundus uteri (rahim), dan lainnya.

7

8 of 39

c. Bayi dan Anak balita

  • Pelayanan Posyandu untuk bayi dan anak balita harus dilaksana-kan secara menyenangkan dan memacu kreativitas tumbuh kembangnya.
  • Pelayanan Posyandu untuk balita mencakup : 1) Penimbangan berat badan, 2) Penentuan status pertumbuhan, 3) Penyuluhan dan konseling

(2). Keluarga Berencana (KB)

Pelayanan KB di Posyandu yang dapat diberikan oleh kader adalah pemberian kondom dan pemberian pil ulangan. Jika ada tenaga kesehatan Puskesmas dapat dilakukan pelayanan suntikan KB dan konseling KB. Apabila tersedia ruangan dan peralatan yang menunjang serta tenaga yang terlatih dapat dilakukan pemasangan IUD dan implant.

8

9 of 39

(3). lmunisasi

Pelayanan imunisasi di Posyandu hanya dilaksanakan oleh petugas Puskesmas. Jenis imunisasi yang diberikan disesuaikan dengan program terhadap bayi dan ibu hamil.

  • (4). Gizi

Pelayanan gizi di Posyandu dilakukan oleh kader. Jenis pelayanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, deteksi dini gangguan pertumbuhan, penyuluhan dan konseling gizi, pemberian makanan tambahan (PMT) lokal, suplementasi vitamin A dan tablet Fe. Apabila ditemukan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK), balita yang berat badannya tidak naik 2 kali berturut-turut atau berada di bawah garis merah (BGM), kader wajib segera melakukan rujukan ke Puskesmas atau Poskesdes.

9

10 of 39

(5) Pencegahan dan Penanggulangan Diare

Pencegahan diare di Posyandu dilakukan dengan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penanggulangan diare di Posyandu dilakukan melalui pemberian oralit. Apabila diperlukan penanganan lebih lanjut akan diberikan obat Zinc oleh petugas kesehatan.

  • Sedangkan Kegiatan Pengembangan/Tambahan Posyandu, di samping 5 (lima) kegiatan utama di atas, dalam keadaan tertentu, masyarakat dapat menambah kegiatan baru/ tambahan, seperti : perbaikan kesehatan lingkungan, pengendalian penyakit menular, dan berbagai program pembangunan masyarakat desa lainnya.
  • Selanjutnya, di bawah ini akan dijelaskan mengenai Mekanisme Pelayanan Posyandu Sistem 5 Meja dan Ulasan mengenai POSYANDU LANSIA

10

11 of 39

MEKANISME�PELAYANAN SISTEM 5 MEJA POSYANDU

11

12 of 39

12

13 of 39

13

POSYANDU LANSIA

Sumber :

Kementerian Kesehatan RI

Direktorat Kesehatan Keluarga - Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, 2020

( Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia Pada Era Pandemi Covid-19 )

14 of 39

Pendahuluan

  • Selama terjadi Pandemi Covid – 19, Kelompok Lanjut Usia (Lansia) merupakan : (1) kelompok rentan yang memiliki morbiditas dan mortalitas tinggi, (2) kelompok penduduk yang sangat membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan karena sebagian besar memiliki penyakit kronik/degeneratif.
  • Untuk itu pencegahan penularan melalui upaya promotif dan preventif terhadap Covid-19 bagi lansia menjadi prioritas, baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan fasilitas kesehatan
  • Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan bagi Lansia di Era Pandemi, tenaga kesehatan maupun Lansia dan Pendampingnya perlu diberikan panduan/pedoman pelayanan sehingga terbentuk adaptasi terhadap tatanan kehidupan baru yang lebih sehat.

14

15 of 39

  • Menurut hasil Riskesdas 2018, Indonesia merupakan negara dengan struktur penduduk tua (Aging Population), dimana populasi lanjut usia (Lansia) diperkirakan sekitar 27 juta jiwa atau sekitar 10 % dari total penduduk Indonesia.

  • Permasalahan kesehatan pada Kelompok Lansia :
    • 63.5% lansia menderita Hipertensi,
    • 5.7% lansia dengan Diabetes Mellitus,
    • 4.5% lansia dengan Penyakit Jantung,
    • 4.4% lansia dengan Stroke,
    • 0.8% lansia dengan Gangguan Ginjal dan
    • 0.4% lansia menderita Kanker

15

16 of 39

  • Posyandu Lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat Lanjut Usia di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, dan digerak-kan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan (Yankes)
  • Posyandu lansia merupakan :
  • Pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehat-an bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial.
  • Suatu fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di desa yang bertuju-an untuk meningkatkan kesehatan masyarakat berusia lanjut.
  • Wahana pelayanan bagi kaum usia lanjut yg dilakukan dari, oleh, dan untuk kaum lanjut usia, dititikberatkan pd pelayanan promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitative.
  • Upaya kesehatan lansia yang mencakup kegiatan yankes, bertujuan untuk mewujudkan masa tua yang bahagia dan berdayaguna

16

17 of 39

  • Sasaran penyelenggara Posyandu Lansia adalah seluruh penduduk yang berusia 60 tahun ke atas (Depkes, 2000)
  • Tujuan Umum Posyandu Lansia : Meningkatkan derajat kesehat-an lansia untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
  • Tujuan khusus Posyandu Lansia :

1. Meningkatkan kesadaran lansia untuk membina sendiri kesehatannya

2. Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat dalam menghayati dan mengatasi masalah kesehatan lansia secara optimal

3. Meningkatkan jangkauan yankes lansia

4. Meningkatnya jenis dan mutu yankes lansia

17

18 of 39

  • Ada 5 (lima) upaya yang dilakukan dalam posyandu lansia :

(1) Upaya meningkatkan / promosi kesehatan

(2). Peningkatan ketakwaan terhadap Tuhan YME (kegiatan doa bersama, pengajian rutin),

(3) Peningkatan kesehatan dan kebugaran lanjut usia,

(4) Peningkatan keterampilan, dan

(5) Upaya pencegahan/ prevention yaitu : (a) Upaya pencegahan primer (primary prevention) ditujukan kepada lanjut usia yang sehat, mempunyai resiko akan tetapi belum menderita penyakit, (b) Upaya pencegahan sekunder (secondary prevention) ditujukan kepada penderita tanpa gejala, yang mengidap faktor resiko. (c) Upaya pencegahan tertier (tertiery prevention) ditujukan kepada penderita penyakit dan penderita cacat yang telah memperlihatkan gejala penyakit.

18

19 of 39

  • Mekanisme Pelayanan Posyandu Lansia�Pelayanan Posyandu Lansia diselenggarakan dengan Sistem 5 meja, seperti Posyandu Balita, namun ada juga yang menggunakan sistem 3 meja (tergantung lokasi/tempat tersedia)
  • Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan Sistem 5 Meja yaitu:

Meja 1 : Pendaftaran : Kader Mendaftarkan dan mencatat Lansia. Lansia yang sudah terdaftar di buku register langsung menuju meja selanjutnya.

Meja 2 :  Kader mengukur tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah

Meja 3 : Pencatatan (Pengisian Kartu Menuju Sehat/KMS), Kader mela-kukan pencatatan di KMS lansia meliputi : Indeks Massa Tubuh, tekanan darah, berat badan, tinggi badan.

Meja 4 : Penyuluhan : Penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS dan pemberian makanan tambahan.

Meja 5 : Pelayanan medis : Pelayanan oleh tenaga professional (petugas kesehatan meliputi kegiatan : pemeriksaan dan pengobatan ringan.

19

20 of 39

  • Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah suatu alat untuk mencatat kondisi kesehatan pribadi usia lanjut, baik fisik maupun mental emosional.
  • Secara umum, Kegunaan KMS untuk memantau dan menilai kemajuan Kesehatan Usia Lanjut yang dilaksanakan di kelompok Usia Lanjut atau Puskesmas
  • KMS diisi setiap bulan oleh petugas kesehatan yang bekerja sama dengan kader pada kegiatan kelompok Lansia/kunjungan Puskesmas.
  • KMS ini disimpan oleh lansia (atau pendamping) dan selalu dibawa pada setiap kunjungan ke Puskemas/Posyandu Lansia.
  • Secara sederhana KMS berfungsi seperti rapor yang diisi setiap bulan, sehingga sangat memudahkan kita dalam memantau kesehatan para Lansia.

20

21 of 39

  • Secara rinci Kegunaan KMS Lansia, antara lain :

1. Memantau dan menilai kemajuan kesehatan pada lansia, apakah para lansia semakin sehat atau justru semakin menurun kesehatan-nya. Apabila kesehatannya menurun, kita bisa segera mencari tahu penyebabnya sehingga dapat ditanggulanginya secara dini.

2. Menemukan secara cepat penyakit yang diderita pada lansia : Semakin cepat penyakit diketahui, semakin cepat/segera kita dapat mencegahnya untuk tidak menjadi semakin parah.

3. Sebagai bahan informasi bagi usia lanjut dan keluarganya dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Kartu ini membuat kita bisa mengevaluasi bagaimana pola hidup yang dijalani para lansia.

  • Dengan demikian dapat disimpulkan : KMS Lanjut usia menjadi barometer untuk mengetahui kondisi kesehatan para Lansia.

21

22 of 39

  • Tata Cara pengisian KMS :

(1). KMS berlaku 2 (dua) tahun, dan diisi oleh petugas kesehatan

(2). Pada kunjungan pertama, diperiksa semua jenis tes yang tertera. Sedangkan pada kunjungan ulang cukup diperiksa sekali sebulan, ke-cuali untuk tes laboratorium, diperiksa per 3 bulan (Hb, Urine, Protein)

  • Bagian-bagian KMS Lansia antara lain :

(1). Bagian kanan. Berisi judul, nama puskesmas/puskesmas pembantu, nomor register dan identitas lengkap Lansia pemilik kartu.

(2). Bagian tengah. Bertuliskan ruang catatan untuk mencatat keluhan yang dirasakan sebagai upaya deteksi dini terhadap kemungkinan penyakit yang diderita lansia.

(3) Bagian kiri. Berisi pesan dan isian untuk hidup sehat serta keluhan yang perlu diperhatikan sebagai upaya deteksi dini terhadap kemung-kinan penyakit yang diderita lansia.

22

23 of 39

(4). Halaman dalam. Memuat catatan pemantauan yang meliputi tang-gal kunjungan, kegiatan sehari-hari, status kesehatan mental, masalah emosional, indeks masa tubuh, tekanan darah, nadi, hasil pengukuran Hb, hasil pemeriksaan reduksi urine dan protein urine, disertai nilai normal dari indeks masa tubuh, tekanan darah, dan jumlah Hb.

23

24 of 39

POSYANDU LANSIA PADA ERA PANDEMI

  • Pada era pandemi, kelompok lansia merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami keparahan/morbiditas dan mortalitas akibat penyakit Covid-19. Data mortalitas akibat Covid-19 di beberapa negara menunjukkan peningkatan seiring dengan meningkatnya usia.
  • Di Tiongkok jumlah kematian pada populasi usia 60-69 tahun sebesar 3.6%, pada usia 70-79 tahun sebesar 8% dan pada usia lebih dari 80 tahun sebanyak 14.8%. Hal ini senada dengan Indonesia, dimana angka mortalitasnya meningkat seiring dengan meningkatnya usia.
  • Penyebab utamanya adalah pasien lansia (geriatric) umumnya memiliki berbagai komorbiditas, seperti penyakit kardiovaskular, penyakit kencing manis, penyakit pernapasan kronik, hipertensi dan lain-lain.

24

25 of 39

  • Untuk itu pencegahan penularan melalui upaya promotif dan preventif kepada kelompok lansia sangat penting dilakukan, baik di tingkat keluarga, masyarakat dan di fasilitas Kesehatan.
  • Selain pencegahan penularan covid-19 kepada kelompok lansia, perlu juga diantisipasi dampak dari kebijakan pembatasan sosial terhadap kesehatan lansia, seperti kesehatan mental dan kognitif lansia, meningkatnya jumlah lansia yang menderita penyakit kronik serta meningkatnya angka komplikasi penyakit kronik dan jumlah lansia yang mengalami ketergantungan karena akses terhadap layanan kesehatan yang terhambat.
  • Lansia sebagai kelompok rentan tentu saja sangat membutuhkan dukungan dari keluarga dan masyarakat agar kesehatan dan kualitas hidup lansia selama masa pandemi Covid-19 dapat tetap terjaga seoptimal mungkin.

25

26 of 39

A. PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 �BAGI LANSIA SECARA UMUM

Langkah-langkah pencegahan penularan Covid-19 bagi lansia secara umum adalah sebagai berikut:

1. Tetap tinggal di rumah/panti wreda/senior living dan melakukan kegiatan rutin sehari-hari.

2. Menjaga jarak (1 meter atau lebih) dengan orang lain, hindari bersentuhan, bersalaman atau bercium pipi, serta jauhi orang sakit.

3. Menjaga kebersihan tangan dengan cara sering cuci tangan dengan sabun atau dengan hand sanitizer, serta hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.

4. Lansia maupun pendamping selalu memakai masker.

5. Bila batuk atau bersin, tutup hidung dan mulut dengan lengan atas bagian dalam atau tisu.

26

27 of 39

6. Istirahat dan tidur yang cukup, minimal 6-8 jam sehari atau lebih.

7. Menjaga lingkungan tempat tinggal agar sirkulasi udara baik dan terpapar sinar matahari.

8. Makan makanan dengan gizi seimbang (cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral). Selain itu minum yang cukup, dan bila diperlukan minum multi vitamin serta hindari dan hentikan merokok.

9. Melakukan aktivitas fisik yang cukup di rumah, seperti olahraga ringan, mengurus tanaman disekitar rumah sambil berjemur di pagi hari, serta membuat kreativitas tangan untuk melatih motorik.

10. Jauhi keramaian, perkumpulan dan kegiatan sosial, seperti arisan, reuni, rekreasi, pergi berbelanja dan lain-lain.

11. Menjaga kesehatan jiwa dan psikososial lansia dengan cara meng-hindari berita/informasi yang memancing rasa khawatir berlebihan, dan lebih banyak mengakses berita/informasi positif yang memberi sugesti dan keyakinan baik serta membangkitkan optimisme.

27

28 of 39

12. Lansia yang mempunyai penyakit kronis (seperti Hipertensi, Diabetes atau penyakit menahun lainya) dapat melakukan pemantauan kesehatan mandiri di rumah menggunakan alat kesehatan sederhana, seperti alat tensimeter digital, thermometer digital, alat cek darah sederhana. Selain itu pastikan obat-obatan rutin yang harus diminum setiap hari dalam jangka waktu lama tetap cukup persediaannya di rumah.

13. Lansia dianjurkan untuk tidak pergi berobat ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit, kecuali mengalami tanda-tanda kegawatdaruratan : Perubahan kesadaran, Nyeri dada yang memberat, Diare, muntah-muntah, tidak mau makan, lemas yang memberat, demam tinggi ≥ 38 C, Jatuh yang menyebabkan nyeri hebat/kecurigaan patah tulang/ pingsan, Nyeri yang memberat, Perdarahan yang sukar berhenti, dan Sesak napas yang memberat.

28

29 of 39

3. Pastikan ketersediaan makanan bergizi dan kalau perlu minum multivitamin bagi Lansia dan pendamping Lansia.

4. Jadilah pendengar yang baik apabila Lansia membutuhkan teman bercerita. Arahkan untuk bercerita mengenai hal-hal yang menyenangkan dan positif. Sambil tetap memperhatikan jarak fisik.

5. Bila mungkin dapat mengajarkan Lansia cara menggunakan alat komunikasi jarak jauh seperti telepon selular, serta menggunakan sarana pertemuan virtual seperti video call menggunakan aplikasi zoom, skype, cisco webex dan lainnya.

6. Ajak, temani dan dukung lansia untuk melakukan senam atau latih-an fisik dengan memanfaatkan video tutorial senam dan sejenisnya.

7. Ketahui hobi Lansia dan fasilitasi Lansia agar dapat melakukan hobinya didalam rumah atau di sekeliling/halaman rumah.

29

30 of 39

8. Apabila Lansia tinggal sendiri :

  • Buatlah jadwal tetap kontak per hari menggunakan alat komuni-kasi jarak jauh, agar keluarga dapat tetap memantau Lansia secara teratur,
  • Penuhilah kebutuhan dasar Lansia (sandang, pangan, papan), dan kebutuhan preventif lansia terhadap Covid-19, dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penularan. Pastikan ketersediaan makanan bergizi dan kalau perlu minum multivitamin bagi Lansia dan pendamping Lansia.

30

31 of 39

Pelayanan Kesehatan Lansia �di Fasilitas Kesehatan

  • Penambahan dan penyebaran kasus Covid-19 secara global berlangsung cukup cepat. Oleh karena itu selain penangan-an kasus terinfeksi Covid-19, promotif dan preventif perlu menjadi perhatian bagi petugas pelayanan kesehatan, terutama di Puskesmas.

  • Pada masa pandemi Covid-19 ini, pelayanan kesehatan tetap harus dilaksanakan dengan menyesuaikan (beradaptasi) dengan kondisi pandemi, atau disebut sebagai “Tatanan Hidup Baru Pelayanan Kesehatan Esensial di Era Pandemi Covid-19”. Hal ini juga berlaku untuk pelayanan kesehatan lansia di fasilitas kesehatan tingkat rujukan di Rumah Sakit.

31

32 of 39

A. PELAKSANAAN POSYANDU LANSIA

  • Salah satu upaya promotif dan preventif bagi Pralansia dan Lansia di wilayah kerja Puskesmas adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui posyandu Lansia. Pada masa pandemi ini, maka adaptasi untuk pelaksanaan posyandu lansia adalah sbb:

1. Pelaksanaan Posyandu Lansia ditunda dan informasi penundaan disampaikan melalui jejaring Puskesmas. Posyandu lansia dapat diselenggarakan kembali apabila situasi sudah dinilai memungkinkan dengan memperhatikan aturan Pemerintah, baik Pusat maupun daerah, dengan penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19.

2. Selama penundaan Posyandu Lansia, optimalisasi peran kader dalam pemantauan kesehatan lansia dengan komunikasi jarak jauh kepada lansia atau keluarga/pendamping lansia, misalnya WhatsApp atau SMS.

32

33 of 39

3. Pengaturan tempat dan waktu pelayanan : Tempat layanan prio-ritas bagi lansia, baik untuk ruang tunggu, poli khusus lansia, laboratorium dan apotik diupayakan berada di lantai dasar dan ber-ada di satu lantai yang sama, untuk meminimalkan kontak pasien lansia dengan pasien lain. Ruang rawat inap bagi pasien lansia diharapkan dipisahkan dengan ruang rawat inap pasien lainnya

4. Pengaturan pelayanan farmasi : Obat rutin bagi pasien lansia yang memiliki penyakit kronis/ degeneratif dengan pengobatan jangka Panjang dapat diberikan untuk 2 bulan.

5. Pelaksanaan layanan Homecare : Kegiatan homecare oleh petugas kesehatan, terutama bagi lansia risiko tinggi (risti), lansia yang tinggal sendirian dan lansia dengan ketergantungan sedang, berat dan total melalui kunjungan rumah, namun dilakukan dengan tetap mematuhi protokol pencegahan penularan Covid-19.

33

34 of 39

PENUTUP

  • Lansia merupakan kelompok rentan yang sangat berisiko terhadap morbiditas dan mortalitas akibat Covid-19, karena lansia mayoritas memiliki penyakit kronis/degeneratif sebagai penyakit komorbid.
  • Oleh karena itu pelayanan kesehatan lansia di tingkat masya-rakat dan di fasilitas kesehatan haruslah menjadi prioritas.
  • Para lansia membutuhkan kemudahan akses dan keamanan dalam mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lansia tersebut.

34

35 of 39

35

36 of 39

36

37 of 39

37

38 of 39

38

39 of 39

TERIMA KASIH

39

39