� POSYANDU LANSIA �PADA ERA PANDEMI COVID - 19�
dr. EKARINI, M.Kes.
Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Indonesia
2021
1
1
PENDAHULUAN
2
3
4
(a). Optimalisasi fungsi Puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan perorangan primer dan pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer.
(b) Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan sesuai kondisi setempat.
(c) Mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat.
5
KEGIATAN POSYANDU : Kegiatan Posyandu terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pengembangan/pilihan.
A. Kegiatan Utama ada 5 (lima) Kegiatan :
(1). Kesehatan lbu dan Anak (KIA) mencakup :
a. lbu Hamil, Pelayanan mencakup :
(1) Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, pengukuran tekanan darah, pemantauan nilai status gizi (pengukuran lingkar lengan atas), pemberian tablet besi, pemberian imunisasi Tetanus Toksoid, pemeriksaan tinggi fundus uteri, temu wicara (konseling) termasuk Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (F4K) serta KB pasca persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dibantu oleh kader.
6
7
c. Bayi dan Anak balita
(2). Keluarga Berencana (KB)
Pelayanan KB di Posyandu yang dapat diberikan oleh kader adalah pemberian kondom dan pemberian pil ulangan. Jika ada tenaga kesehatan Puskesmas dapat dilakukan pelayanan suntikan KB dan konseling KB. Apabila tersedia ruangan dan peralatan yang menunjang serta tenaga yang terlatih dapat dilakukan pemasangan IUD dan implant.
8
(3). lmunisasi
Pelayanan imunisasi di Posyandu hanya dilaksanakan oleh petugas Puskesmas. Jenis imunisasi yang diberikan disesuaikan dengan program terhadap bayi dan ibu hamil.
Pelayanan gizi di Posyandu dilakukan oleh kader. Jenis pelayanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, deteksi dini gangguan pertumbuhan, penyuluhan dan konseling gizi, pemberian makanan tambahan (PMT) lokal, suplementasi vitamin A dan tablet Fe. Apabila ditemukan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK), balita yang berat badannya tidak naik 2 kali berturut-turut atau berada di bawah garis merah (BGM), kader wajib segera melakukan rujukan ke Puskesmas atau Poskesdes.
9
(5) Pencegahan dan Penanggulangan Diare
Pencegahan diare di Posyandu dilakukan dengan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penanggulangan diare di Posyandu dilakukan melalui pemberian oralit. Apabila diperlukan penanganan lebih lanjut akan diberikan obat Zinc oleh petugas kesehatan.
10
MEKANISME�PELAYANAN SISTEM 5 MEJA POSYANDU
11
12
13
POSYANDU LANSIA
Sumber :
Kementerian Kesehatan RI
Direktorat Kesehatan Keluarga - Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, 2020
( Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia Pada Era Pandemi Covid-19 )
Pendahuluan
14
15
16
1. Meningkatkan kesadaran lansia untuk membina sendiri kesehatannya
2. Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat dalam menghayati dan mengatasi masalah kesehatan lansia secara optimal
3. Meningkatkan jangkauan yankes lansia
4. Meningkatnya jenis dan mutu yankes lansia
17
(1) Upaya meningkatkan / promosi kesehatan
(2). Peningkatan ketakwaan terhadap Tuhan YME (kegiatan doa bersama, pengajian rutin),
(3) Peningkatan kesehatan dan kebugaran lanjut usia,
(4) Peningkatan keterampilan, dan
(5) Upaya pencegahan/ prevention yaitu : (a) Upaya pencegahan primer (primary prevention) ditujukan kepada lanjut usia yang sehat, mempunyai resiko akan tetapi belum menderita penyakit, (b) Upaya pencegahan sekunder (secondary prevention) ditujukan kepada penderita tanpa gejala, yang mengidap faktor resiko. (c) Upaya pencegahan tertier (tertiery prevention) ditujukan kepada penderita penyakit dan penderita cacat yang telah memperlihatkan gejala penyakit.
18
Meja 1 : Pendaftaran : Kader Mendaftarkan dan mencatat Lansia. Lansia yang sudah terdaftar di buku register langsung menuju meja selanjutnya.
Meja 2 : Kader mengukur tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah
Meja 3 : Pencatatan (Pengisian Kartu Menuju Sehat/KMS), Kader mela-kukan pencatatan di KMS lansia meliputi : Indeks Massa Tubuh, tekanan darah, berat badan, tinggi badan.
Meja 4 : Penyuluhan : Penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS dan pemberian makanan tambahan.
Meja 5 : Pelayanan medis : Pelayanan oleh tenaga professional (petugas kesehatan meliputi kegiatan : pemeriksaan dan pengobatan ringan.
19
20
1. Memantau dan menilai kemajuan kesehatan pada lansia, apakah para lansia semakin sehat atau justru semakin menurun kesehatan-nya. Apabila kesehatannya menurun, kita bisa segera mencari tahu penyebabnya sehingga dapat ditanggulanginya secara dini.
2. Menemukan secara cepat penyakit yang diderita pada lansia : Semakin cepat penyakit diketahui, semakin cepat/segera kita dapat mencegahnya untuk tidak menjadi semakin parah.
3. Sebagai bahan informasi bagi usia lanjut dan keluarganya dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Kartu ini membuat kita bisa mengevaluasi bagaimana pola hidup yang dijalani para lansia.
21
(1). KMS berlaku 2 (dua) tahun, dan diisi oleh petugas kesehatan
(2). Pada kunjungan pertama, diperiksa semua jenis tes yang tertera. Sedangkan pada kunjungan ulang cukup diperiksa sekali sebulan, ke-cuali untuk tes laboratorium, diperiksa per 3 bulan (Hb, Urine, Protein)
(1). Bagian kanan. Berisi judul, nama puskesmas/puskesmas pembantu, nomor register dan identitas lengkap Lansia pemilik kartu.
(2). Bagian tengah. Bertuliskan ruang catatan untuk mencatat keluhan yang dirasakan sebagai upaya deteksi dini terhadap kemungkinan penyakit yang diderita lansia.
(3) Bagian kiri. Berisi pesan dan isian untuk hidup sehat serta keluhan yang perlu diperhatikan sebagai upaya deteksi dini terhadap kemung-kinan penyakit yang diderita lansia.
22
(4). Halaman dalam. Memuat catatan pemantauan yang meliputi tang-gal kunjungan, kegiatan sehari-hari, status kesehatan mental, masalah emosional, indeks masa tubuh, tekanan darah, nadi, hasil pengukuran Hb, hasil pemeriksaan reduksi urine dan protein urine, disertai nilai normal dari indeks masa tubuh, tekanan darah, dan jumlah Hb.
23
POSYANDU LANSIA PADA ERA PANDEMI
24
25
�A. PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 �BAGI LANSIA SECARA UMUM
Langkah-langkah pencegahan penularan Covid-19 bagi lansia secara umum adalah sebagai berikut:
1. Tetap tinggal di rumah/panti wreda/senior living dan melakukan kegiatan rutin sehari-hari.
2. Menjaga jarak (1 meter atau lebih) dengan orang lain, hindari bersentuhan, bersalaman atau bercium pipi, serta jauhi orang sakit.
3. Menjaga kebersihan tangan dengan cara sering cuci tangan dengan sabun atau dengan hand sanitizer, serta hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.
4. Lansia maupun pendamping selalu memakai masker.
5. Bila batuk atau bersin, tutup hidung dan mulut dengan lengan atas bagian dalam atau tisu.
26
6. Istirahat dan tidur yang cukup, minimal 6-8 jam sehari atau lebih.
7. Menjaga lingkungan tempat tinggal agar sirkulasi udara baik dan terpapar sinar matahari.
8. Makan makanan dengan gizi seimbang (cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral). Selain itu minum yang cukup, dan bila diperlukan minum multi vitamin serta hindari dan hentikan merokok.
9. Melakukan aktivitas fisik yang cukup di rumah, seperti olahraga ringan, mengurus tanaman disekitar rumah sambil berjemur di pagi hari, serta membuat kreativitas tangan untuk melatih motorik.
10. Jauhi keramaian, perkumpulan dan kegiatan sosial, seperti arisan, reuni, rekreasi, pergi berbelanja dan lain-lain.
11. Menjaga kesehatan jiwa dan psikososial lansia dengan cara meng-hindari berita/informasi yang memancing rasa khawatir berlebihan, dan lebih banyak mengakses berita/informasi positif yang memberi sugesti dan keyakinan baik serta membangkitkan optimisme.
27
12. Lansia yang mempunyai penyakit kronis (seperti Hipertensi, Diabetes atau penyakit menahun lainya) dapat melakukan pemantauan kesehatan mandiri di rumah menggunakan alat kesehatan sederhana, seperti alat tensimeter digital, thermometer digital, alat cek darah sederhana. Selain itu pastikan obat-obatan rutin yang harus diminum setiap hari dalam jangka waktu lama tetap cukup persediaannya di rumah.
13. Lansia dianjurkan untuk tidak pergi berobat ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit, kecuali mengalami tanda-tanda kegawatdaruratan : Perubahan kesadaran, Nyeri dada yang memberat, Diare, muntah-muntah, tidak mau makan, lemas yang memberat, demam tinggi ≥ 38 C, Jatuh yang menyebabkan nyeri hebat/kecurigaan patah tulang/ pingsan, Nyeri yang memberat, Perdarahan yang sukar berhenti, dan Sesak napas yang memberat.
28
3. Pastikan ketersediaan makanan bergizi dan kalau perlu minum multivitamin bagi Lansia dan pendamping Lansia.
4. Jadilah pendengar yang baik apabila Lansia membutuhkan teman bercerita. Arahkan untuk bercerita mengenai hal-hal yang menyenangkan dan positif. Sambil tetap memperhatikan jarak fisik.
5. Bila mungkin dapat mengajarkan Lansia cara menggunakan alat komunikasi jarak jauh seperti telepon selular, serta menggunakan sarana pertemuan virtual seperti video call menggunakan aplikasi zoom, skype, cisco webex dan lainnya.
6. Ajak, temani dan dukung lansia untuk melakukan senam atau latih-an fisik dengan memanfaatkan video tutorial senam dan sejenisnya.
7. Ketahui hobi Lansia dan fasilitasi Lansia agar dapat melakukan hobinya didalam rumah atau di sekeliling/halaman rumah.
29
8. Apabila Lansia tinggal sendiri :
30
Pelayanan Kesehatan Lansia �di Fasilitas Kesehatan
31
A. PELAKSANAAN POSYANDU LANSIA
1. Pelaksanaan Posyandu Lansia ditunda dan informasi penundaan disampaikan melalui jejaring Puskesmas. Posyandu lansia dapat diselenggarakan kembali apabila situasi sudah dinilai memungkinkan dengan memperhatikan aturan Pemerintah, baik Pusat maupun daerah, dengan penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19.
2. Selama penundaan Posyandu Lansia, optimalisasi peran kader dalam pemantauan kesehatan lansia dengan komunikasi jarak jauh kepada lansia atau keluarga/pendamping lansia, misalnya WhatsApp atau SMS.
32
3. Pengaturan tempat dan waktu pelayanan : Tempat layanan prio-ritas bagi lansia, baik untuk ruang tunggu, poli khusus lansia, laboratorium dan apotik diupayakan berada di lantai dasar dan ber-ada di satu lantai yang sama, untuk meminimalkan kontak pasien lansia dengan pasien lain. Ruang rawat inap bagi pasien lansia diharapkan dipisahkan dengan ruang rawat inap pasien lainnya
4. Pengaturan pelayanan farmasi : Obat rutin bagi pasien lansia yang memiliki penyakit kronis/ degeneratif dengan pengobatan jangka Panjang dapat diberikan untuk 2 bulan.
5. Pelaksanaan layanan Homecare : Kegiatan homecare oleh petugas kesehatan, terutama bagi lansia risiko tinggi (risti), lansia yang tinggal sendirian dan lansia dengan ketergantungan sedang, berat dan total melalui kunjungan rumah, namun dilakukan dengan tetap mematuhi protokol pencegahan penularan Covid-19.
33
PENUTUP
34
35
36
37
38
TERIMA KASIH
39
39