1 of 27

ASPEK SOSIAL-EKONOMI�DALAM MASYARAKAT SUMBA

Kapita Selekta Sumba

(MKW21 201)

Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Dr. Rambu L.K.R. Nugrohowardhani, S.E.,M.A

2 of 27

ASPEK SOSIAL-EKONOMI?

Sosial : komunitas/masyarakat (interaksi sosial, tradisi, norma, nilai dalam masyarakat)

Ekonomi: penghidupan (produksi, konsumsi, distribusi)

3 of 27

THE UMA-ECONOMY (JACQUELINE VEL, 2010)

  • Hasil penelitian yang dilakukan di Lawonda, Sumba Tengah pada tahun akhir tahun 1980-an sampai awal tahun 1990-an
  • Buku asli ditulis dalam Bahasa Inggris, namun sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia tahun 2010
  • Isi: gambaran detail tentang ekonomi masyarakat Lawonda dan kegiatan pembangunan perdesaan

4 of 27

EKONOMI-UMA (VEL, 2010)

  • Pola interaksi sosial masyarakat di Sumba dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup.
  • Interaksi sosial tersebut menghasilkan proses produksi dan cara produksi yang disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya sekaligus tuntutan jaman.
  • Interaksi sosial-ekonomi dilakukan dalam bentuk pertukaran yang dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu; resiprokal, barter, dan menjual

5 of 27

POLA INTERAKSI SOSIAL DI SUMBA (VEL, 2010)

“Kita-kita”

“Bukan orang lain”

“Orang lain”

6 of 27

BENTUK PERTUKARAN DI SUMBA �(VEL, 2010)

  • Resiprokal : Cara pertukaran barang dan jasa yang bertujuan menimbulkan kewajiban untuk membalas pemberian tersebut sehingga menjadi suatu mata rantai yang berkesinambungan (timbal-balik). Selain itu, tujuan pertukaran ini adalah untuk menciptakan atau memelihara hubungan sosial.
  • Barter : Cara pertukaran barang atau jasa tanpa menggunakan uang dan tidak bertujuan untuk menciptakan kewajiban timbal-balik
  • Menjual : Transaksi barang dan jasa dengan tujuan utama menggunakan dan atau mendapatkan uang
  • Perbedaan di antara masing-masing cara pertukaran tersebut ditentukan oleh jenis dan pentingnya hubungan sosial.

7 of 27

…LANJUTAN

“Dalam ekonomi uma, ketiga cara pertukaran itu dilakukan secara bersamaan. Aspek resiprositas sangat menonjol pada transaksi di dalam lingkup ‘kampung sendiri’ antara keluarga dan kerabat. Ekonomi uma dapat dianggap sebagai ekonomi bercirikan ‘memberi pemberian’ dan merupakan suatu sistem yang mencakup ‘saling berhutang’ yang berlaku secara umum. Dalam hal pemberian berdasarkan resiprokal, tidak ada ciri mengutamakan kepentingan orang lain (altruistis) karena orang Sumba seakan-akan secara teratur mencatat di dalam benaknya neraca yang memuat semua hutang dan kewajiban pribadi sebagai konsekuensi dari kebiasaan saling memberi itu”

8 of 27

…LANJUTAN

“Alasan masyarakat Sumba lebih mengutamakan suatu cara pertukaran yang mencakup transaksi yang menciptakan hubungan jangka panjang adalah karena hubungan seperti itu merupakan jaminan terbaik bagi relasi sosial seseorang dan bagi kelangsungan hidup dari kelompok masyarakat (kabihu) atau unit sosialnya yang lebih luas”

9 of 27

HIRARKI ANTARA �EKONOMI, SOSIAL, DAN LINGKUNGAN (PASSET, 1979)

10 of 27

11 of 27

DIVERSIFIKASI PENGHIDUPAN DI SUMBA :

  • Pertanian pangan: jagung, padi, umbi-umbian, dan kacang-kacangan.
  • Tanaman jangka panjang : kelapa, jambu mete, pinang, asam, kemiri, kopi, dll
  • Ternak besar: kuda, kerbau, dan sapi
  • Ternak kecil: babi, ayam, dan kambing
  • Nelayan (subsisten).
  • Non pertanian : tenun dan kerajinan tangan

12 of 27

13 of 27

PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN & SUMBANGAN LAHAN PANEN DI SUMBA

14 of 27

KARAKTERISTIK SOSIAL-EKONOMI DI SUMBA

Interdependensi

Diversifikasi

Karakteristik sosial-ekonomi lokal di Sumba

15 of 27

��10 PROVINSI DENGAN ANGKA KEMISKINAN TERTINGGI�DI INDONESIA

16 of 27

INDEKS KEDALAMAN KEMISKINAN (P1) DI INDONESIA MENURUT PROVINSI PADA MARET 2022

17 of 27

CATATAN:

  • Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk miskin Indonesia sebanyak 26,16 juta jiwa atau 9,54% dari total penduduk pada Maret 2022. Provinsi di Timur Indonesia merupakan wilayah yang mempunyai kedalaman kemiskinan terbesar.
  • Garis kemiskinan adalah nilai rupiah pengeluaran minimum yang diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya selama sebulan, baik kebutuhan makanan maupun non-makanan.
  • Indeks kedalaman kemiskinan (P1) adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.
  • Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Gorontalo merupakan provinsi dengan indeks kedalaman kemiskinan terbesar. Ini terlihat dari warna wilayah provinsi tersebut yang terlihat lebih gelap dibandingkan dengan wilayah lainnya.

18 of 27

10 KABUPATEN DENGAN PERSENTASE PENDUDUK MISKIN TERTINGGI DI NTT (MARET 2021)

Sumber : https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/01/17/angka-kemiskinan-kabupaten-sumba-tengah-paling-tinggi-di-ntt-pada-maret-2021

  1. Sumba Tengah (34,27%)
  2. Sabu Raijua (30,13%
  3. Sumba Timur (29,68%)
  4. Sumba Barat (28,39%)
  5. Sumba Barat Daya (28,18%)

19 of 27

PENYEBAB KEMISKINAN?

Pendapatan rendah

Produktivitas rendah

Kualitas SDM rendah

Tingkat Pendidikan rendah

Tingkat Kesehatan rendah

20 of 27

PENYEBAB KEMISKINAN ?

Kemiskinan juga dapat disebabkan karena berbagai bentuk marjinalisasi, misalnya:

  • Marjinalisasi ekonomi, harga produk barang-barang yang tidak dapat diproduksi penduduk setempat (barang pabrikan) tinggi, sebaliknya harga produk pertanian penduduk di (relatif) rendah
  • Marjinalisasi kebijakan publik, indikator kemiskinan yang tidak kontekstual, bentuk program yang tidak sesuai, dll

21 of 27

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM)

  • Salah satu indikator untuk mengukur  keberhasilan upaya membangun kualitas hidup manusia dari aspek sosial-ekonomi
  • Tiga dimensi dalam IPM :
  • Umur panjang dan hidup sehat (kesehatan), yang diukur dari angka usia harapan hidup (UHH)
  • Pengetahuan (pendidikan), yang diukur dari angka harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS)
  • Standar hidup layak (ekonomi), yang diukur dari pengeluaran per kapita

22 of 27

STATUS ANGKA IPM

STATUS

ANGKA IPM

Sangat Tinggi

≥ 80

Tinggi

70 ≤ IPM < 80

Sedang

60 ≤ IPM < 70

Rendah

IPM < 60.

23 of 27

BAGAIMANA IPM DI SUMBA?

Kabupaten/ Provinsi/Negara

IPM (2020)

Sumba Tengah

61,53

Sumba Barat Daya

62,28

Sumba Barat

63,53

Sumba Timur

65,52

Nusa Tenggara Timur

65, 19

Indonesia

71, 94

24 of 27

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA TAHUN 2022

25 of 27

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA �DI INDONESIA�2021 - 2022

26 of 27

PENYEBAB DIMENSI PENDIDIKAN RENDAH:��1. KETERBATASAN INFRASTRUKTUR�2. KUALITAS GURU�3. KETIMPANGAN GAJI GURU�4. HASIL BELAJAR MURID RENDAH

27 of 27

TERIMA KASIH !