1 of 19

Filsafat ilmu dalam Metodologi Kuantitatif

  • Landasan: Menggali akar ontologis di balik angka.
  • Korelasi: Sintesis antara paradigma, logika deduktif, dan metode.
  • Distingsi S3: Menggeser fokus dari "bagaimana cara menghitung" ke "mengapa kita menghitung".

2 of 19

Pengantar

Metodologi Kuantitatif: Bukan Sekadar Alat, Tapi Ideologi

  • Non-Netralitas: Setiap rumus statistik membawa asumsi filosofis tentang dunia.
  • Akar Sejarah: Evolusi dari Logical Positivism (Vienna Circle) ke Post-Positivism.
  • Dominasi: Mengapa jurnal Q1 (AMJ, ASQ) tetap memprioritaskan generalisasi kuantitatif?
  • Esensi: Konsistensi antara worldview peneliti dengan instrumen yang digunakan.
  • 📌 Key Concept: Quantitative method is a philosophical choice, not just a technical preference.

3 of 19

Posisi Filosofis Kuantitatif -The Post-Positivist Stance

Riset kuantitatif modern (S3) berpijak pada:

  • Ontologi (Critical Realism): Realitas ada secara objektif, namun persepsi manusia terhadapnya bersifat imperfect (probabilistik).
  • Epistemologi (Objectivism): Peneliti berusaha menjaga jarak (independensi) agar tidak mengkontaminasi data.
  • Aksiologi (Value-Free): Penelitian harus bebas dari bias personal; etika riset dijunjung tinggi melalui standarisasi.
  • Logika (Deductive-Nomological): Menarik kesimpulan dari hukum umum ke kasus khusus.

4 of 19

Ontologi: Realitas yang Terukur Asumsi Dasar tentang Objek Manajemen

Dalam kuantitatif, fenomena manajemen dianggap:

  • Realisme Objektif: Kinerja atau kepemimpinan dianggap sebagai entitas yang "nyata" dan ada di luar sana.
  • Reduksionisme: Fenomena kompleks bisa dipecah menjadi variabel-variabel kecil yang saling berhubungan.
  • Determinisme Linier: Adanya hubungan sebab-akibat ($X \rightarrow Y$) yang dapat diprediksi.

Contoh: Memperlakukan "Budaya Organisasi" sebagai variabel skor (1-5) yang stabil.

5 of 19

Epistemologi & Inkuiri Mekanisme Perolehan Pengetahuan

Mekanisme Perolehan Pengetahuan

  • Korespondensi: Pengetahuan dianggap benar jika pernyataan (hipotesis) sesuai dengan fakta empiris.
  • Falsifikasi (Karl Popper): Sains tidak mencari pembenaran, tapi mencoba membuktikan kesalahan (theory testing).
  • Standardisasi: Penggunaan instrumen (kuesioner) yang divalidasi secara psikometrik untuk menjamin objektivitas.

6 of 19

Logika Deduktif & Teori🡪The Top-Down Approach

Alur penalaran dalam disertasi kuantitatif:

  • Teori Utama (Grand Theory): Titik tolak pemikiran.
  • Hipotesis: Proposisi teoretis yang diturunkan secara logis.
  • Operasionalisasi: Mengubah konsep abstrak menjadi indikator empiris.
  • Uji Empiris: Konfirmasi atau diskonfirmasi teori.

  • S3 Insight: Disertasi Anda harus diawali oleh kekuatan teoretis, bukan sekadar "iseng" menguji hubungan variabel.

7 of 19

Spektrum Metodologi Modern🡪Beyond Simple Regression

Riset manajemen kontemporer menuntut alat yang selaras dengan kompleksitas realitas:

  • SEM (Structural Equation Modeling): Menangkap hubungan laten dan multivariat secara simultan.
  • Experimental Design: Mencari kausalitas murni dalam lingkungan terkontrol.
  • Panel Data/Longitudinal: Mengamati dinamika realitas dalam rentang waktu.
  • Analisis Sekunder: Memanfaatkan big data organisasi untuk validitas eksternal yang lebih tinggi.

8 of 19

Kriteria Kualitas (The Big Four)-->Keabsahan Ilmu dalam Paradigma Kuantitatif

Keabsahan Ilmu dalam Paradigma Kuantitatif

  • Internal Validity: Apakah $X$ benar-benar menyebabkan $Y$? (Kausalitas).
  • External Validity: Sejauh mana hasil dapat digeneralisasi ke populasi lain?Reliability: Konsistensi pengukuran jika diulang di waktu yang berbeda.
  • Construct Validity: Apakah kita benar-benar mengukur apa yang kita klaim diukur? (Fokus pada EFA/CFA).

9 of 19

Filosofi Statistik�Statistik sebagai Bahasa Logika

  • P-Value & Signifikansi: Bukan kebenaran mutlak, melainkan ukuran probabilitas kesalahan (Type I Error).
  • Effect Size: Seberapa penting hubungan tersebut secara praktis (bukan sekadar statistik).
  • Inferensi: Melompat dari sampel kecil menuju klaim populasi besar (sebuah tindakan induktif dalam kerangka deduktif).
  • ⚠️ Warning: Statistics is a tool for reasoning, not a substitute for thinking.

10 of 19

Kritik & Batasan (Reflektivitas)�

Mengapa Kuantitatif Sering Diserang?

  • Context Stripping: Mengabaikan sejarah dan budaya unik di balik angka.
  • The "Black Box" Problem: Kita tahu $X$ berpengaruh ke $Y$, tapi sering gagal menjelaskan "mengapa" dan "bagaimana" proses itu terjadi secara psikologis.
  • Quantification Bias: Anggapan bahwa sesuatu yang tidak bisa dihitung dianggap tidak ada atau tidak ilmiah.

11 of 19

Ontologi dalam Riset Kuantitatif�

Asumsi realitas:

  • Realitas tunggal
  • Dapat diukur
  • Stabil
  • Independen dari peneliti

Contoh:

  • kepuasan pelanggan
  • kinerja perusahaan
  • niat beli

12 of 19

Epistemologi Kuantitatif

Cara memperoleh pengetahuan:

  • observasi terstruktur
  • instrumen terstandar
  • pengujian hipotesis
  • analisis statistik
  • 📌 Tujuan: menjelaskan & memprediksi

13 of 19

Metodologi Kuantitatif�

Metode umum:

  • survei
  • eksperimen
  • analisis sekunder
  • SEM / PLS
  • regresi

14 of 19

Logika Deduktif

Alur kuantitatif:

Teori → Hipotesis → Data → Uji Statistik → Kesimpulan

Karakteristik:

  • theory testing
  • confirmatory
  • structured

✅ Dominan di artikel Q1 manajemen

15 of 19

Kriteria Kualitas Riset�

Dalam kuantitatif:

  • Validitas
  • Reliabilitas
  • Objektivitas
  • Generalisasi
  • Goodness of fit
  • 📌 Sangat penting untuk publikasi Scopus

16 of 19

Kapan Menggunakan Kuantitatif?�

Gunakan jika:

  • variabel jelas
  • teori mapan
  • ingin generalisasi
  • sampel besar
  • tujuan prediksi

17 of 19

Implikasi untuk Disertasi S3�

Mahasiswa harus:

  • menyatakan paradigma
  • menjelaskan ontologi
  • konsisten teori–metode
  • memastikan validitas instrumen
  • tidak sekadar “uji model”
  • 📌 Filosofi = pembeda disertasi kuat

18 of 19

Kesalahan Umum Mahasiswa�

⚠️ Langsung SEM tanpa filosofi�⚠️ Hipotesis tidak berbasis teori�⚠️ Instrumen tidak valid�⚠️ Paradigma tidak disebut�⚠️ Overclaim hasil

19 of 19

Penutup�

  • Metodologi kuantitatif berakar filosofis kuat
  • Dominan dalam riset manajemen modern
  • Harus konsisten ontologi–epistemologi–metode
  • Kesadaran filosofis meningkatkan kualitas disertasi