1 of 27

PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Dalam kegiatan belajar mengajar dosen dihadapkan pada mahasiswa.

Mahasiswa yang dihadapi oleh dosen rata-rata satu kelas yang terdiri dari

empat puluhan orang. Kemungkinan dapat terjadi seorang dosen harus

menghadapi sejumlah ratusan mahasiswa. Hal ini menunjukkan betapa

pentingnya keterampilan mengorganisasi mahasiswa agar belajar. Dosen

juga mengahadapi bahan pengetahuan dari buku teks, kehidupan, sumber

informasi lain atau kenyataan di sekitar kampus. Hal ini menunjukkan

betapa pentingnya keterampilan mengolah pesan. Pembelajaran juga

meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, psikomotor

mahasiswa.

2 of 27

  1. Penggorganisasian Mahasiswa

Dosen membagi tugas individu di laboratorium komputer untuk

mengerjakan MySql, topik membuat tabel (i) mahasiswa mencatat

hal-hal yang sulit cara mengerjakan tabel, (ii) setiap mahasiswa

diminta mengemukakan bagian yang sulit untuk dikerjakan

Kemudian dosen berkeliling melakukan monitoring dan membantu

mahasiswa mengerjakan tabel MySql.

Oleh karena itu perilaku mengajar itu menggambarkan

pengorganisasian mahasiswa belajar karena pembelajaran tersebut

mempunyai tujuan, prinsip, dan tekanan utama yang berbeda-beda.

3 of 27

  1. Pembelajaran Secara Individual

Pembelajatan secara individual adalah kegiatan mengajar dosen

yang menitikberatkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada

masing-masing individu. Bantuan dan bimbingan belajar kepada

masi dan belajar juga diketemukan pada pembelajaran klasikal, tetapi prinsipnya berbeda. Pada pembelajaran individual dosen memberi bantuan pada masing-masing pribadi. Sedangkan pada

pembelajaran klasikal dosen memberi bantuan individual secara

umum, Ciri-ciri yang menonjol pada pembelajaran individual dapat ditinjau dari segi (i) tujuan pembelajaran, (ii) mahasiswa sebagai subjek yang belajar, (iii) dosen sebagai pembelajar, (iv) program pembelajaran, serta (v) orientasi dan tekanan utama dalam pelaksanaan pembelajaran.

4 of 27

  1. Tujuan Pengajaran Pada Pembelajaran Secara Individual

Perilaku belajar mengajar di kampus yang menganut sistem

klasikal tampak serupa. Dalam kelas terdapat mahasiswa yang rata-rata berjumlah empat puluhan orang. Dosen membantu mahasiswa yang mengahadapi kesukaran. Adapun tujuan pengejaran yang menonjol adalah (1) Pemberian kesempatan dan keleluasaan mahasiswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri dalam pembelajaran klasikal dosen menggunakan ukuran kemampuan rata-rata kelas. Dalam pengajaran individual awal pelajaran berdasarkan kemamapuan rata-rata kelas. Mahasiswa menyesuaikan diri dengan kemampuan rata-rata kelas. (2) Pengembangan kemampuan setiap individu secara optimal dan memiliki paket belajar sendiri-sendiri yang sesuai dengan tujuan belajarnya secar individual juga.

b. Mahasiswa Dalam Pembelajaran Secara individual

c. Dosen Dalam Pembelajaran Secara Individual

d. Program Pembelajaran Dalam Pembelajaran Individual

5 of 27

b. Mahasiswa Dalam Pembelajaran Secara individual

Kedudukan mahasiswa dalam pembelajaran individu bersifat sentral.

Pebelajar merupakan pusat layanan pengajaran. Berbeda dengan

pengajaran klasikal maka mahasiswa memiliki keluasaan berupa

(i) keluasaan belajar berdasarkan kemamapuan sendiri, (ii) kebebasan

menggunakan waktu belajar, dalam hal ini mahasiswa bertanggung

jawab atas semua kegiatan yang dilakukannya, (iii) keleluasaan

dalam mengontrol kegiatan, kecepatan, dan intensitas belajar dalam

rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan, (iv) mahasiswa

melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar, (v) mahasiswa

mengetahui kemampuan dan hasil belajar sendiri, serta (vi) mahasiswa

memiliki kesempatan untuk menyusun program belajarnya sendiri.

Maka mahasiswa dididik memiliki rasa tanggung jawab dalam belajar

sendiri (Monks, Knoers, Siti Rahayu Hadinoto, 2000).

6 of 27

c. Dosen Dalam Pembelajaran Secara Individual

Kedudukan dosen dalam pembelajaran individual bersifat membantu.

bantuan dosen berkenaan dengan komponen pembelajaran berupa

(i) Perencanaan kegiatan belajar (ii) pengorganisasian kegiatan

belajar (iii) penciptaan pendekatan terbuka antara dosen dan

mahasiswa, dan (iv) fasilitas yang mempermudah belajar

Peranan dosen dalam merencanakan kegiatan belajar sebagai berikut:

(i) Membantu merencanakan kegiatan belajar mahasiswa, dengan

musyawarah dosen membantu mahasiswa menetapkan tujuan belajar,

membuat program belajar sesuai kemampuan mahasiswa,

(ii) membicarakan pelaksanaan belajar, mengemukakan kriteria

keberhasilan belajar, menentukan waktu dan kondisi belajar,

(iii) berperan sebagai penasihat atau pembimbing, (iv) membantu

mahasiswa dalam penilaian hasil belajar dan kemajuan sendiri

Sebagai ilustrasi dosen membantu memilih program belajar dengan

suatu modul (Tjipto, Utomo & Kees, Ruijers, 2000:69-83)

7 of 27

Peranan dosen dalam pengorganisasian kegiatan belajar adalah mengatur

dan memonitor kegiatan belajar sejak awal sampai akhir. Peranan dosen

sebagai berikut: (i) memberikan orientasi umum sehubungan dengan

belajar topik tertentu, (ii) membuat variasi kegiatan belajar agar tidak

terjadi kebosanan, (iii) mengkoordinasikan kegiatan dengan

memperhatikan kemajuan, materi, media, dan sumber, (iv) membagi

perhatian pada sejumlah pebelajar, menurut tugas dan kebutuhan

pebelajar, dan (v) memberikan balikan terhadap setiap pebelajar,

(vi) mengakhiri kegiatan belajar dalam suatu unjuk hasil belajar tersebut

umumnya diakhiri dengan evaluasi kemajuan belajar.

Peranan dosen dalam penciptaan hubungan terbuka dengan mahasiswa

bertujuan menimbulkan perasaan bebas belajar. Hubungan terbuka

tersebut dilakukan dengan cara-cara (i) membuat hubungan akrab dan

peka terhadap kebutuhan mahasiswa, (ii) mendengarkan secara simpatik

terhadap segala ungkapan jiwa mahasiswa, (iii) tanggap dan memberikan

reaksi positif pada mahasiswa, (iv) membina hubungan saling

mempercayai (v) kesiapan membantu mahasiswa, (vi) membina suasana

aman sehingga mahasiswa leluasa bereksplorasi memberi kemungkinan

8 of 27

penemuan-penemuan dan mendorong terjadinya emansipasi dengan

penuh tanggung jawab.

Perilaku dosen dalam hubungan terbuka tersebut tetap mengacu pada

kemandirian mahasiswa yang bertanggung jawab hal ini perlu dijaga

jangan terjerumus pada pemanjaan mahasiswa.

Peranan dosen yang sangat penting adalah menjadi fasilitator belajar.

Tujuannya adalah mempermudah proses belajar. Cara yang dilakukan

dosen antara lain adalah (i) membimbing mahasiswa belajar komputer

(ii) Menyediakan media dan sumber belajar, (iii) memberi penguatan

belajar, (iv) menjadi teman dalam mengevaluasi pelaksanaan, cara, dan

hasil belajar komputer, serta (v) memberi kesempatan mahasiswa untuk

memperbaiki diri

9 of 27

d. Program Pembelajaran dalam Pembelajaran Individual

Program pembelajaran individual merupakan usaha memperbaiki

kelemahan pengajaran klasikal. Dari segi kebutuhan pebelajar

program pembelajaran individual lebih efektif, sebab mahasiswa

belajar sesuai dengan programnya sendiri. Program pembelajaran

individual dapat dilaksanakan secara efektif bila mempertimbangkan

hal-hal berikut (i) sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan

mahasiswa, (ii) tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti oleh

mahasiswa, (iii) prosedur dan cara kerja dimengerti oleh mahasiswa,

(iv) kriteria keberhasilan dimengerti oleh mahasiswa, (v) keterlibatan

dosen dalam evaluasi dimengerti mahasiswa

10 of 27

e. Orientaasi dan Tekanan Utama Pelaksanaan

Progran pembelajaran individual berorientasi pada pemberian

bantuan kepada setiap mahasiswa agar ia dapat secara mandiri.

Kemamdirian belajar tersebut merupakan tuntutan perkembangan

individu. Dalam menciptakan pembelajaran individual, rencana

dosen berbeda dengan pengajaran klasikal. Dalam pelaksanaan

dosen berperan sebagai fasilitator, pembimbing, pendiagnosis

kesukaran belajar dan rekan diskusi. Dosen berperan sebagai

pendidik bukan sebagai instruktur.

2. Pembelajaran Secara kelompok

Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas adakalanya dosen

membentuk kelompok kecil. Kelompok itu terdiri dari 3-8 orang

mahasiswa dan dosen memberi bantuan atau bimbingan kepada

tiap anggota kelompok lebih intensif, sebab (i) hubungan antar

dosen-mahasiswa menjadi lebih sehat dan akrab, (ii) mahasiswa

memperoleh bantuan, kesempatan sesuai dengan kebutuhan,

kemampuan, minat serta (iii) mahasiswa dilibatkan dalam

11 of 27

penentuan tujuan belajar, cara belajar, kriteria keberhasilan.

Ciri-ciri yang menonjol pada pembelajaran secara berkelompok dapat

ditinjau dari segi (i) tujuan pengajaran, (ii) pebelajar, (iii) dosen sebagai

pembelajar, (iv) program pembelajaran, dan (v) orientasi dan tekanan

utama pelaksanaan pembelajaran. Uraian selanjutnya di bawah ini:

  1. Tujuan pengajaran pada kelompok kecil

Pembelajaran kelompok kecil merupakan perbaaikan dari

kelemahan pengajaran klasikal. Adapun tujuan pengajaran pada

pembelajaran kelompok kecil adalah (i) memberi kesempatan

kepada setipa mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan

memecaahkan masalah secara rasional, (ii) mengembangkan sikap

sosial dan semangat bergotong royong dalam kehidupan,

(iii) mendinamiskan kegiatan kelompok dalam belajar sehingga tiap

anggota merasa diri sebagai begian kelompok yang bertanggung

jawab, (iv) mengembangkan kemampuan kepemimpinan-

kepemimpinan pada setiap anggota kelompok dalam pemecahan

masalah kelompok.

12 of 27

  1. Mahasiswa dalam Pembelajaran kelompok kecil

mahasiswa dalam kelompok kecil adalah anggota kelompok yang

belajar untuk memecahkan masalah kelompok. Kelompok kecil

merupakan satuan kerja yang kompak dan kohesif. Ciri-ciri

kelompok kecil yang menonjol sebagai berikuit: (i) tiap mahasiswa

merasa sadar diri sebagai anggota kelompok, (ii) tiap mahasiswa

merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok,

(iii) memiliki rasa saling membutuhkan dan saling tergantung,

(iv) ada interaksi dan komunikasi antara anggota, serta (iv) ada

tindakan bersama sebagai perwujudan tanggung jawab kelompok

Mahasiswa dalam kelompok kecil berperan serta dalam tugas-tugas

kelompok. Agar kelompok kecil berperan konstruktif dan produktif

diharapkan (i) anggota kelompok sadar diri menjadi anggota

kelompok, (ii) mahasiswa sebagai anggota kelompok memiliki rasa

tanggung jawab, (iii) tiap anggota kelompok membina hubungan

akrab yang mendorong timbulnya semangat tim, (iv) kelompok

mewujudkan dalam satuan kerja yang kohesif.

(Schein, 2000:205209/

13 of 27

  1. Dosen sebagai Pembelajar dalam pembelajaran Kelompok

Pembelajaran kelompok bermaksud menimbulkan dinamika

kelompok agar kualitas belajar meningkat. Dalam pembelajaran

kelompok jumlah mahasiswa yang bermutu diharapkan menjadi

lebih banyak. Peranan dosen dalam pembelajaran terdiri dari:

(i) pembentukan kelompok, (ii) perencanaan tugas kelompok,

(iii) pelaksanaan, dan (iv) evaluasi hasil belajar kelompok

Program pembelajaran berkelompok memberikan tekanan utama

pada peningkatan kemampuan individu sebagai anggota kelompok

Pembelajaran kelompok dapat ditempuh dosen dengan cara:

(i) membagi kelas dalam kelompok kecil, (ii) membagi kelas dengan

memberi kesempatan untuk belajar perorangan dan berkelompok

kecil, dalam hal ini dosen perlu mencegah terjadinya perilaku

mahasiswa sebagai parasit belajar, dan ketidakmampuan kerja

kelompok. Maka pada pembelajaran kelompok, orientasi dan

tekanan utama pelaksanaan adalah peningkatan kemampuan kerja

kelompok. Kerja kelompok berarti belajar kepemimpinan dan

keterpemimpinan

14 of 27

3. Pembelajaran Secara klasikal

Pembelajaran klasikal merupakan kemampuan dosen yang utama. Hal ini disebabkan oleh pengajaran klasikal merupakan kegiatan mengajar yang tergolong efisien. Secara ekonomis pembiayaan kelas lebih murah. Dan jumlah mahasiswa dikelas berkisar dari

10-45 orang

Dengan jumlah tersebut seorang dosen masih dapat membelajarkan mahasiswa secara berhasil. Pembelajaran kelas berarti melaksanakan dua kegiatan sekaligus, yaitu (i) pengelolaan kelas dan (ii) pengelolaan pembelajaran.

Pengelolaan kelas adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar dengan baik. Dalam pengelolaan kelas dapat terjadi masalah yang bersumber dari (i) kondisi tempat belajar, (ii) mahasiswa yang terlibat dalam belajar.

Gangguan belajar di kelas dapat berasal dari seorang mahasiswa atau sekelompok mahasiswa.

15 of 27

Pengelolaan pembelajaran bertujuan mencapai tujuan belajar. Peran

dosen dalam pembelajaran secara individual dan kelompok kecil

Berlaku dalam pembelajaran secara klasikal. Tekanan utama

pembelajaran adalah seluruh anggota kelas. Disamping penyusunan

desain instruksional yang dibuat, maka pembelajaran kelasdapat

dilakukan dengan tindakan sebagai berikut: (i) penciptaan tertib belajar

di kelas, (ii) penciptaan suasana senang dalam belajar, (iii) pemusatan

perhatian, (iv) mengikutsertakan mahasiswa belajar aktif,

(v) Penggorganisasian belajar sesuai dengan kondisi mahasiswa.

Dalam pembelajaran di kelas dosen dapat mengajar seorang diri atau

bertindak sebagai tim pembelajar. Bila dosen menjadi tim pembelajar

maka asas tim pembelajar harus dipatuhi. Tim pembelajar perlu

menyusun desain pembelajaran kelas secara baik.

16 of 27

B. Posisi Dosen Mahasiswa Dalam Pengolahan Pesan

Dalam kegiatan belajar mengajar dosen berusaha menyapaikan sesuatu hal yang disebut “pesan”, sebaliknya dalam kegiatan belajar mahasiswa berusaha mmeperoleh sesuatu hal. Pesan sesuatu hal tersebut dapat berupa pengetahuan, wawasan, keterampilan, atau isi ajaran yang lain seperti kesenian, kesusilaan, dan agama.

Dalam desain pengajaran dirumuskan tujuan instruksional khusus, ,maka diuraikan suatu pengajaran yang direncanakan pengajaran tentang pengertian konsumsi, pengelauaran rumah tangga, dan skala

kebutuhan rumah tangga. Dosen telah menyiapkan media pengajaran yang berupa rumusan pengertian, contoh-contoh pertimbangan pembuatan multimedia pembelajaran. Setelah selesai pemberian informasi, dosen mengadakan tanya jawab yang berkenaan dengan pembuatan multimedia pembelajaran.

Dalam diskusi kelas dosen membimbing mahasiswa untuk menarik rumusan tentang pengertian-pengertian multimedia sehubungan dengan pembuatan multimedia pembelajaran. Kedua perilaku tersebut merupakan contoh pengelolaan pesan

17 of 27

Organisasi Mahasiswa

Pembelajaran Secara Individual

Pembelajaran Secara Berkelompok

Pembelajar Secara Klasikal

  1. Penyusun

program belajar

Ahli pengajaran atau dosen

Dosen

Dosen

2. Faedah program

belajar

Untuk individu

Untuk kelompok

Untuk kelas

3. Kegiatan belajar

Individual

Kelompok

Kelas

4. Perilaku utama

belajar

Mahasiswa secara individual

Kelompok Mahasiswa

Kelas di bawah pimpinan dosen

5. Disipiln belajar

Individu dengan tekanan kemandirian mahasiswa

Disiplin kelompok

Disiplin kelas

6. Waktu belajar

Sesuai dengan kemampuan individual

Menyesuaikan diri dengan kegiatan kerja kelompok

Mahasiswa menyesuaikan diri dengan program dosen

7. Peranan guru

Sebagai failitas pembimbing belajar

Sebagai pembimbing belajar

Sebagai dosen pengajar yang mendidik

8. Kebaikan

Mahasiswa belajar mandiri sejak dini

Mahasiswa terampil bekerja sama

Bahan perkuliahan terselesaikan

Tabel Pengorganisasian Mahasiswa Dalam Pembelajaran

18 of 27

  1. Pembelajaran Dengan Strategi Ekspositori

Perilaku mengajar dengan strategi ekspositori juga dinamakan model ekspositori. Model pengajaran ekspositori merupakan kegiatan mengajar terpusat pada dosen. Dosen aktif memberikan penjelasan atau informasi terperinci tentang bahan pengajaran. Tujuan utama pengajaran ekspositori adalah memindahkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada mahasiswa. Hal yang esensial pada bahan pengajaran harus dijelaskan kepada mahasiswa.

peranan dosen yang penting adalah sebagai berikut: (i) menyusun program pembelajaran, (ii) pemberi informasi yang benar, (iii) pemberi fasilitas belajar yang baik, (iv) pembimbing mahasiswa dalam pemerolehan informasi yang benar, dan (v) penilai pemerolehan informasi.

Peranan mahasiswa yang penting adalah: (i) pencari informasi, (ii) pemakai media dan sumber yang benar, (iii) menyelesaikan tugas, sehubungan dengan penilaian dosen. Hasil belajar yang dievaluasi adalah luas dan jumlah pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang dikuasai mahasiswa

19 of 27

  1. Pembelajaran Dengan Strategi Inkuiri

Perilaku mengajar dengan strategi inkuiri juga disebut sebagai midel inkuiri. Model inkuiri merupakan pengajaran yang mengharuskan mahasiswa mengolah pesan sehingga memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai. Dalam pembelajaran ini mahasiswa menjadi aktif belajar, dengan tujuan utama model inkuiri adalah mengembangkan keterampilan intelektual, berpikir kritis, dan mampu memecahkan masalah secara ilmiah.

Tekanan utma pembelajaran dengamn strategi inkuiri adalah (i) pengembangan kemampuan berpikir individual lewat penelitian, (ii) peningkatan kemampuan mempraktekkan metode dan teknik penelitian, ilmu tertentu, (iii) latihan keterampilan intelektual khusus, (iv) latihan menemukan sesuatu, seperti belajar bagaiman belajar sesuatu. Ada beberapa ahli yang mengembangkan model inkuiri seperti Suchman, Massialas dan Cox, dan Schwab (Joyce & Well, 2000).

20 of 27

Peranan dosen yang penting adalah (i) menciptakan suasana bebas

berpikir sehingga mahasiswa berani berekplorasi dalam penemuan dan pemecahan masalah, (ii) fasilitator dalak penelitian, (iii) rekan diskusi dalam klarifikasi dan pencarian alternatif pemecahan masalah, serta (iv) pembimbing penelitian, pendorong keberanian berpikir alternatif dalam pemecahan masalah. Sebagai pembimbing proses berpikir, dosen menyampaikan banyak pertanyaan. Peran membimbing tersebut menonjol pada strategi guided inqury, dimana kemungkinan penemuan telah diperhitungkan sebelumnya oleh dosen.

Peranan mahasiswa yang penting adalah (i) mengambil prakarsa dalam pencarian masalah dan pemecahan masalah, (ii) pelaku aktif dalam belajar melakukan penelitian, (iii) penjelajahan tentang masalah dan metode pemecahan, dan (iv) penemu pemecahan masalah. Peranan tersebut sesuai dengan penakanan model inkuiri yang digunakan.

21 of 27

Evaluasi hasil belajar pada model inkuiri meliputi (i) keterampilan

Pencarian dan perumusan masalah, (ii) keterampilan pengumpulan

data atau informasi, (iii) keterampilan meneliti tentang objek, seperti

benda, sifat benda, kondisi, atau peristiwa dan pelaku, (iv) keterampilan

menarik kesimpulan, dan (v) laporan

C. Kemampuan Yang Akan Dicapai Dalam Pembelajaran

Mahasiswa yang belajar akan mengalami perubahan dan hasil belajar

tersebut meliputi ranah-ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Dan

kemampuan yang akan dicapai dalam pembelajaran adalah tujuan

pembelajaran

22 of 27

1

Guru

3

Kemampuan pra-belajar

2

Siswa

4

Kegiatan belajar

5

Hasil belajar

6

Dampak Pengajaran

7

Dampak Pengiring

Pengorganisasian siswa

Pengolahan pesan

Evaluasi belajar

Pembelajaran komputer

Motivasi belajar dan emansipasi sepanjang hayat

Perkembangan Kemampuan mahasiswa dalam ranah kognitif, psikomotorik,

berkat pembelajaran

23 of 27

  1. Dosen melakukan tugas pembelajaran;tugas pembelajaran tersebut

dilakukan dengan pengorganisasian mahasiswa, pengolahan pesan,

dan evaluasi belajar

  1. Mahasiswa memiliki motivasi dan beremansipasi sepanjang hayat
  2. Mahasiswa bersangkutan memiliki kemampuan pra-belajar,

kemampuan tersebut berupa kemampuan-kemamapuan kognitif,

afektif, dan psikomotor

  1. Berkat tindak pembelajaran ataupun motivasi instrinsiknya,

mahasiswa melakukan kegiatan belajar dan meningkatkan

kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor

  1. Berkat evaluasi belajar dari dosen, maka mahasiswa digolongkan

telah mencapai suatu hasil belajar, wujud hasil belajar tersebut

semakin bermutunya kemampuan kognitif, afektif, psikomotor

dapat digolongkan sebagai:

  1. Dampak pengajaran
  2. Dampak pengiring

24 of 27

Kegiatan belajar mengajar meliputi fase-fase:

  1. Motivasi yang berarti mahasiswa sadar mencapai tujuan dan bertindak mencapai tujuan belajar
  2. Konsentrasi yang berarti mahasiswa memusatkan perhatian

pada bahan ajar

(3) Mengolah pesan, yang berarti mahasiswa mengolah informasi dan

mengambil makna tentang apa yang dipelajari

(4) Menyimpan yang berarti menyimpan dalam ingatan, perasaan, dan kemampuan morotiknya

  1. menggali, dalam arti menggunakan hal yang dipelajri yang akan dipergunakan untuk suatu pemecahan-pemecahan
  2. Prestasi, dalam arti menggunakan bahan ajar untuk unjuk kerja, dan
  3. Umpan balik, dalam arti mahasiswa melakukan pembenaran tentang hasil belajar atau prestasinya

25 of 27

Kegiatan belajar di kampus, menurut Briggs dan Telfer pada umumnya,

dapat dibedakan menjadi empat hal berkenaan dengan

  1. Belajar yang kognitif seperti pemerolehan pengetahuan
  2. Belajar yang efektif seperti belajar tentang perasaan , nilai-nilai dan

emosi

(iii) Belajar yang berkenaan dengan isi ajaran, seperti yang ditentukan

dalam silabus semacam pokok-pokok bahasan, dan

(iv) Belajar yang berkenaan dengan proses seperti bagaimana suatu

hasil dapat diperoleh

26 of 27

Tujuan pengajaran

Isi

Proses

Ranah Kognitif

Mata kuliah di kampus dan disiplin pengetahuan

Pendekatan pemerolehan seperti pemecahan masalah, penemuan, dsb

Ranah Afektif

Pendidikan nilai dengan sengaja

Kejelasan nilai berkenaan dengan perasaan dan sikap

Ranah Psikomotorik

Pendidikan keterampilan dengan sengaja

Kejelasan kecekatan psikomotorik dengan gerak

(Adatapsi, Briggs dan telfer, 2000: 10-11; Utomo dan Ruijiter, 2000:30)

27 of 27

D. Proses Pengolahan Pesan

Pemerolehan pengalaman, peningkatan jenis ranah tiap mahasiswa tidak sama. Hal itu disebabkan oleh proses pengolahan pesan. Ada 2 jenis pesan, yakni secara deduktif dan induktif

  1. Pengolahan pesan Secara deduktif

Pengolahan pesan secara deduktif dimulai dari generalisasi atau suatu teori yang benar, pencarian data, dan uji kebenaran generalisasi atau teori tersebut.

2. Pengolahan pesan secara induktif.

pada pengolahan pesan secara induktif kegiatan bermula dari adanya fakta atau peristiwa khusus, penyusunan konsep berdasarkan fakta-fakta, kemudian disusun generalisasi atas dasar konsep-konsep.

Dalam usaha pembelajaran dosen dapat menggunakan pengolahan

pesan secara deduktif maupun induktif tergantung pada karateristik

bidang studinya