Prinsip Aseptik dan Sterilisasi dalam Tindakan Bedah Minor di Klinik Gigi
Drg. Olivier Maron Sahetapy., Sp.BMM
@oliviermaron
TERMINOLOGI
CLEANING
Proses untuk menghilangkan seluruh kontaminasi yang terlihat tetapi tidak menghancurkan mikroorganisme.
Cleaning dilakukan sebelum disinfeksi maupun sterilisasi
ASEPSIS
Metode untuk mencegah kontaminasi luka dengan daerah lain dan memastikan hanya objek steril serta cairan steril yang berkontak. Risiko kontaminasi airborne diminimalisir.
ASEPTIC TECHNIQUE
Bertujuan untuk menghilangkan seluruh mikroorganisme. Teknik pembedahan dikatakan asepsis ketika instrumen dan pakaian steril tidak menyentuh yang tidak steril.
Malik, N.A. 2016. Textbook of Oral and Maxillofacial Surgery. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.
TERMINOLOGI
ANTISEPSIS
Prosedur aplikasi larutan antiseptik atau agen yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme, Contohnya scrubbing up dan persiapan daerah operasi.
ANTISEPTIC
Bahan kimia yang diaplikasikan ke jaringan hidup, seperti kulit atau membran mukosa, untuk mengurangi jumlah mikroorganisme dengan menghambat aktivitas dengan destruksi.
DISINFECTION
Proses untuk mengurangi jumlah mikroorganisme patogen hidup ke level yang dapat diterima tetapi tidak menginaktivasi sejumlah virus dan bakteri endospora.
Malik, N.A. 2016. Textbook of Oral and Maxillofacial Surgery. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.
TERMINOLOGI
DISINFECTANT
Substansi kimia digunakan pada objek non vital untuk membunuh organisme patogen vegetatif permukaan tetapi tidak serta merta membunuh bentuk spora atau virus.
STERILIZATION
Proses penghancuran seluruh bentuk mikrobial.
Malik, N.A. 2016. Textbook of Oral and Maxillofacial Surgery. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.
Prinsip Aseptik
Malik, N.A. 2016. Textbook of Oral and Maxillofacial Surgery. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.
Bertujuan untuk menghilangkan seluruh mikroorganisme. Teknik pembedahan dikatakan asepsis ketika instrumen dan pakaian steril tidak menyentuh yang tidak steril.
PRINSIP-PRINSIP UTAMA ASEPTIK BEDAH
PRINSIP-PRINSIP UTAMA ASEPTIK BEDAH
Semua instrumen dan bahan yang digunakan harus disterilkan sebelum prosedur dimulai
PRINSIP-PRINSIP UTAMA ASEPTIK BEDAH
2.Cuci Tangan Bedah
Tindakan mencuci tangan dengan teknik dan antiseptik khusus sebelum memakai sarung tangan steril untuk mengurangi jumlah mikroorganisme pada tangan operator
PRINSIP-PRINSIP UTAMA ASEPTIK BEDAH
PRINSIP-PRINSIP UTAMA ASEPTIK BEDAH
3.Penggunaan Pakaian Steril
Tim bedah wajib mengenakan pakaian operasi, masker, topi, dan sarung tangan steril
PRINSIP-PRINSIP UTAMA ASEPTIK BEDAH
4.Penyiapan Area kerja/Operasi
area pasien di area operasi dibersihkan dan disterilkan dengan antiseptik, lalu ditutup dengan kain steril (draping)
PRINSIP-PRINSIP UTAMA ASEPTIK BEDAH
5. Pembatasan Area Steril
Daerah steril harus jelas batasnya dan hanya boleh disentuh oleh alat atau tangan yang juga steril
PRINSIP-PRINSIP UTAMA ASEPTIK BEDAH
6.Lingkungan Operasi Bersih
Kamar operasi/ruang praktek harus selalu dalam keadaan bersih, pintu tertutup, dan lalu lintas orang dibatasi untuk mencegah masuknya mikroorganisme dari luar
PRINSIP-PRINSIP UTAMA ASEPTIK BEDAH
7.Teknik Non-Sentuh
Key parts (bagian penting alat) dan key sites (area luka atau akses ke tubuh pasien) hanya boleh bersentuhan dengan benda steril lainnya, dan diupayakan tidak tersentuh tangan langsung
PRINSIP-PRINSIP UTAMA ASEPTIK BEDAH
8.Pemantauan dan Kepatuhan Prosedur
Setiap tindakan yang berisiko kontaminasi harus segera diatasi, dan seluruh tim wajib mematuhi prosedur aseptik secara konsisten
Central Sterile
Supply Department
CSSD
KLASIFIKASI INSTRUMEN
CRITICAL
Instrumen yang berpenetrasi ke membran mukosa tau berkontak dengan tulang, aliran darah, atau jaringan internal steril normal lain seperti instrumen bedah, scalpel, blade, bur dental bedah, jarum, scaler periodontal, dll.
Single use sterile disposable devices should be used whenever applicable.
SEMICRITICAL
Instrumen yang berkontak dengan membran mukosa tetapi tidak berpenetrasi dengan jaringan, seperti kaca mulut, dental handpieces, dll.
These are heat sterilized, or high-level disinfectant is used.
NONCRITICAL
Instrumen yang berkontak dengan kulit, seperti X-ray heads, face bows, pulse oximeter, blood pressure cuff, dll.
Clean and disinfect with low or intermediate level disinfectant.
KLASIFIKASI ALAT
MENURUT SPAULD
CLEANING AND DISINFECTION
01
02
03
04
05
Transfer or transport of used items
Cleaning and disinfection
Preparation and packing
Sterilization
Storage
STERILISASI
Penggunaan prosedur kimia maupun fisik untuk menghancurkan seluruh bentuk mikroorganisme termasuk bakteri, spora, jamur, dan virus. Sterilitas dapat dicapai melalui: (i) heat, (ii) chemical and (iii) ionizing radiation
Definisi
Seluruh instrumen yang digunakan harus dibersihkan secara menyeluruh, seluruh deposit darah dan debris harus dihilangkan sebelum sterilisasi.
Setiap agen sterilisasi yang berkontak dengan tiap permukaan dari tiap benda yang disterilkan dalam periode spesifik dengan temperatur spesifik.
Prinsip
Panas (heat) merupakan metode sterilisasi paling umum dan paling efektifserta paling sederhana. Heat dapat ditransmisikan melalui udara, air maupun minyak.
Metode heat dapat dilakukan dengan dua cara:
Malik, N.A. 2016. Textbook of Oral and Maxillofacial Surgery. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.
MOIST (HEAT)
Malik, N.A. 2016. Textbook of Oral and Maxillofacial Surgery. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.
STEAM STERILIZER (AUTOKLAF)
Fase pretreatment atau siklus pemanasan
Fase sterilisasi atau siklus sterilisasi
Fase pasca perawatan atau siklus depresurisasi dan siklus pengeringan
PROSES STERILISASI DIBAGI MENJADI 3 FASE:
Malik, N.A. 2016. Textbook of Oral and Maxillofacial Surgery. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.
PRINSIP KERJA AUTOKLAF
01
02
Menggunakan Tekanan dari uap air
Temperatur 121°C dengan tekanan 2 bar selama 15 menit > membantu membunuh organisme dalam suatu benda
Malik, N.A. 2016. Textbook of Oral and Maxillofacial Surgery. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.
DRY HEAT STERILIZATION
Malik, N.A. 2016. Textbook of Oral and Maxillofacial Surgery. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.
DRY HEAT STERILIZATION
Malik, N.A. 2016. Textbook of Oral and Maxillofacial Surgery. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers.
STERILISASI DENGAN GAS
Sterilisasi dengan gas adalah metode sterilisasi yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, jamur, dan spora, pada bahan atau alat yang tidak tahan panas maupun kelembapan tinggi.
Metode ini sangat penting dalam bidang medis, laboratorium, dan industri, khususnya untuk peralatan atau bahan yang tidak dapat disterilkan dengan cara konvensional seperti autoklaf (uap panas) atau sterilisasi kering
STERILISASI DENGAN GAS
KEUNTUNGAN
KERUGIAN
STERILISASI DENGAN GAS
Beberapa jenis gas yang umum digunakan untuk sterilisasi antara lain:
Etilen Oksida (EtO)
Merupakan gas yang paling sering digunakan untuk sterilisasi alat kesehatan berbahan plastik, alat optik, pacemaker, dan alat lain yang sensitif terhadap panas dan kelembapan. Etilen oksida bekerja dengan mekanisme alkilasi, yaitu menggantikan atom hidrogen pada protein dan asam nukleat mikroba dengan gugus alkil, sehingga mengganggu metabolisme dan reproduksi sel mikroba.
Formaldehida
Digunakan untuk sterilisasi alat tertentu seperti kateter dan sarung tangan. Gas ini juga membunuh mikroba dengan mengikat gugus asam amino pada protein mikroba, namun penggunaannya terbatas karena sifatnya yang sangat menyengat dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, serta saluran pernapasan.
STERILISASI DENGAN GAS
Klorin Dioksida
Digunakan sebagai alternatif lain, terutama untuk sterilisasi ruangan atau permukaan tertentu.
Ozon (O₃)
Ozon merupakan germisida alami yang sangat efektif untuk membunuh mikroorganisme, baik dalam bentuk vegetatif maupun spora. Ozon bekerja dengan mekanisme oksidasi yang sangat kuat, sehingga dapat merusak dinding sel mikroba dengan cepa
STERILISASI DENGAN GAS
METODE STERILISASI RADIASI
TIPE STERILISASI RADIASI
METODE STERILISASI RADIASI
KEUNTUNGAN
KERUGIAN
(Suprapto,2009)
METODE STRERILISASI FILTRASI
(Suprapto,2009)
METODE STRERILISASI FILTRASI
(Suprapto,2009)
METODE STRERILISASI FILTRASI
01
02
03
04
05
06
Filter absolut
Filter efisien
Bahan yang difiltrasi tidak boleh terpengaruh oleh filter
Filter tidak boleh bersifat toksik atau pirogenik
Filter mudah dibersihkan
Filter ekonomis
Kriteria Filter Ideal
(Suprapto,2009)
METODE STRERILISASI FILTRASI
01
02
03
04
05
06
Filter kertas (cellulose papers)
Kertas dan Pad Asbestos
Filter Sintered Gelas
Filter Sintered Metal
Kertas Gelas
Filter Membrane
Macam-macam Filter:
(Suprapto,2009)
METODE STERILISASI FILTRASI
KEUNTUNGAN
KERUGIAN
(Suprapto,2009)
DAFTAR PUSTAKA
TERIMA KASIH