1 of 28

Koordinat Polar

1

TKS-102 MATEMATIKA II

1

2 of 28

I. FUNGSI TRANSENDEN

2

2

Pengertian : suatu fungsi yang bukan merupakan fungsi Aljabar.

Jenis-jenis Fungsi Transenden :

a. Fungsi Trigonometri, contoh : y = sin x

b. Fungsi Siklometri, contoh : y = arc sin u

c. Fungsi Eksponensial dan Fungsi Logaritma, contoh :

3 of 28

3

d. Fungsi Hyperbolicus, contoh :

;

4 of 28

II. KOORDINAT POLAR

4

2.1. Posisi Titik pada Sistem Koordinat

Untuk menyatakan posisi suatu titik pada bidang dapat dilakukan dengan dua system :

x

o

x

y

P(x,y)

y

r

  1. Sistem Koordinat Cartesius (Orthogonal), dinyatakan dengan (absis, ordinat) dinotasikan dengan (x,y)

5 of 28

5

  1. Sistem Koordinat Polar (Kutub), dinyatakan dengan (jarak, sudut) dinotasikan dengan (r, θ)

O = titik polar

Ox = sumbu polar

OP = r = jari-jari polar

θ = sudut polar

θ > 0 berlawanan arah dengan jarum jam

θ < 0 searah dengan jarum jam

x

θ

O

P(r,θ)

x

r

6 of 28

6

2.2. Hubungan Antara Sistem Koordinat Polar dengan

Koordinat Cartesius

x

y

O

P(x,y)

x

y

r

P(r,θ)

θ

Jika nilai r dan θ diketahui, maka :

Cos θ =

x = r cos θ

Sin θ =

y = r sin θ

r dinyatakan dalam satuan panjang

θ dinyatakan dalam radian

Sebaliknya, jika nilai x dan y diketahui, maka koordinat r dan θ dapat dicari menggunakan rumus Phytagoras

dan rumus Siclometri θ = arc tan

.

7 of 28

7

Untuk system koordinat Cartesius, posisi suatu titik hanya dinyatakan dengan satu pasangan terurut (x,y), tetapi dalam system koordinat Polar, suatu titik dapat dinyatakan dengan tak hingga banyaknya pasangan terurut (r, θ+2nπ) dengan n = ±1, ±2, ±3, …

Kadang-kadang r diberi nilai negative atau r < 0, ini dapat diartikan sebagai koordinat polar dari titik berjarak

dari titik O pada sinar dengan sudut polarnya (θ±π).

8 of 28

8

Latihan :

  1. Nyatakan posisi titik P (-5,2) ke dalam system koordinat polar, dan gambarkan kurvanya !
  2. Lukiskan letak titik P (2, π/3) dalam system koordinat polar, dan nyatakan titik tersebut dalam system koordinat Cartesius !
  3. Lukiskan posisi titik T (3, -π/6) dan nyatakan titik tersebut dalam system koordinat Cartesius !
  4. Nyatakan P (5, 34o+π/2) dalam system koordinat Cartesius !
  5. Nyatakan titik T (-3, 30o) dalam system koordinat Polar dengan pasangan terurut yang lain !

9 of 28

9

2.3. Persamaan dan Grafik

Sistem Koordinat Cartesius

Sistem Koordinat Polar

10 of 28

10

2.4. Hubungan Antara Persamaan pada Sistem

Koordinat Polar dan Persamaan pada Sistem

Koordinat Cartesius

Contoh 1 :

Ubahlah bentuk persamaan x2 + y2 = 25 ke dalam system koordinat Polar.

Penyelesaian :

x = r cos θ; y = r sin θ

x2 + y2 = 25

r2 cos2θ + r2 sin2θ = 25

r2 (cos2θ + sin2θ) = 25

r2 = 25

merupakan bentuk persamaan Polar.

11 of 28

11

Contoh 2 :

Diketahui lengkungan r2 cos2θ = 0

Tentukan persamaan tersebut dalam system koordinat Cartesius.

Penyelesaian :

r2 cos2θ = 0

r2 (cos2θ - sin2θ) = 0

r2 cos2θ - r2 sin2θ = 0

x2 – y2 = 0

Contoh 3 :

Diketahui suatu persamaan lengkungan r2 = 2 sin2θ, tentukan persamaan tersebut dalam system koordinat Cartesius.

12 of 28

12

Penyelesaian :

r2 = 2 sin2θ

r2 . r2 = r2 . 2 sin2θ

r4 = 2 r2 2 sin θ cos θ

r4 = 4 r sin θ. r cos θ

(r2)2 = 4 r sin θ. r cos θ

(r2(cos2θ + sin2θ))2 = 4 r sin θ. r cos θ

(r2 cos2θ + r2 sin2θ)2 = 4 r sin θ. r cos θ

(x2 + y2 )2 = 4 x y

13 of 28

13

Contoh 4 :

Tentukan persamaan Polar dari suatu lingkaran yang berjari-jari b dan berpusat di (b,0)

Penyelesaian :

Cara 1 (menggunakan sketsa grafik)

r bukan jari-jari lingkaran melainkan jarak antara titik O dengan kedudukan titik P yang bergerak sepanjang lingkaran.

Jika P ≠ 0, P titik pada lingkaran, maka dapat diambil P(r,θ) dan –π/2 < θ < π/2

Dengan menggunakan rumus trigonometri, didapat : Cos θ =

r = 2b cos θ

14 of 28

14

Cara 2 (menggunakan rumus Cosinus)

a2 = r2 + (2b)2 – 2 r (2b) cos θ

(2b)2 – r2 = r2 + (2b)2 – 2 r (2b) cos θ

2r2 = 2 r (2b) cos θ

r = 2b cos θ

Cara 3 (menggunakan Koordinat Cartesius)

(x – b)2 + y2 = b2

x2 – 2bx + b2 + y2 = b2

x2 + y2 – 2bx = 0

r2 cos2θ + r2 sin2θ – 2b r cosθ = 0

r2 (cos2θ + sin2θ) – 2b r cosθ = 0

r2 = 2b r cosθ

15 of 28

15

2.5. Membuat Sketsa Grafik pada Sistem Koordinat Polar

Grafik persamaan polar adalah himpunan titik-titik yang mempunyai paling sedikit sepasang koordinat polar yang memenuhi persamaan yang bersangkutan.

Cara menggambarkan grafiknya adalah dengan menyusun daftar nilai-nilai koordinat tersebut, kemudian gambarkan titik-titik dengan koordinat yang bersangkutan dan hubungkan titik-titik tersebut.

16 of 28

16

Contoh :

Gambarkan grafik dari persamaan r = 8 sin θ

Penyelesaian :

θ

0

π/6

π/4

π/3

π/2

/3

/4

/6

π

sin θ

0

1

0

R= 8sinθ

0

4

8

4

0

θ

0

/6

/4

/3

/2

/3

/4

11π/6

sin θ

0

1

0

R= 8sinθ

0

4

8

4

0

17 of 28

17

Grafik kurva :

18 of 28

18

2.6. Beberapa Bentuk Kurva yang Khusus

19 of 28

19

Grafik Limason : r = (a + b cos θ)

20 of 28

20

Latihan

  1. Gambarkan grafik persamaannya pada system koordinat Cartesius, dan ubahlah persamaan tersebut dalam system koordinat Polar!

a. x + y = 0 c. x – 4y + 2 = 0

b. x2 + y2 = 16 d. y2 = 4px

  1. Tentukan persamaan Cartesiusnya!

a. r = 2 sin θ c. r sin θ – 4 = 0

b. r cos θ + 6 = 0 d. r2 – 8 r cos θ – 4 r sin θ + 11 = 0

  1. Gambarlah grafiknya!

a.

b.

c. r = 4 sin2θ

d.

r = 5 cos 3θ

21 of 28

21

2.7. Persamaan Garis pada Sistem Koordinat Polar

Jika sebuah garis melalui titik pusat (titik polar), maka persamaannya adalah θ = θo, tetapi jika garis tersebut tidak melalui titik pusat, maka garis tersebut mempunyai jarak (misalkan d) dari titik pusat polar (d > 0).

Misalkan sudut antara sumbu polar dengan garis yang tegak lurus L adalah θo. Jika titik P (r, θ) adalah titik pada garis L, maka :

(pers. garis lurus L)

(pers. garis lurus M)

22 of 28

22

23 of 28

23

Contoh :

Tentukan persamaan garis pada system koordinat polar, jika garis tersebut berjarak 4 cm dari pusat dan melalui titik (10, 45o)!

Penyelesaian :

  • cos (45oθo) = 2/5
  • 45oθo = arc cos 2/5
  • 45oθo = 66o25’
  • θo = – 21o25’

24 of 28

24

Jadi persamaan yang dimaksud adalah :

Atau :

  • cos (θ1 – 45o) = 2/5
  • θ1 – 45o = arc cos 2/5
  • θ1 – 45o = 66o25’
  • θ1 = 111o25’

Jadi persamaan yang dimaksud adalah :

25 of 28

25

2.8. Titik Potong Kurva/Grafik Fungsi dalam Sistem

Koordinat Polar

Pada system koordinat Cartesius, titik potong antara dua kurva dapat dicari dengan langsung menyelesaikan persamaan kurva tersebut bersama-sama.

Misalnya : titik potong antara dua kurva y = x2 + 2x – 2 dan y = 2x + 2 dapat dicari dengan :

x2 + 2x – 2 = 2x + 2 => x2 = 4 => x = ± 2

untuk x = 2 => y = 6 => titiknya (2,6)

untuk x = -2 => y = -2 => titiknya ( -2,-2)

26 of 28

26

Tetapi tidak selalu demikian pada system koordinat polar. Hal ini disebabkan titik P (r, θ) dalam system koordinat polar dapat dinyatakan dengan banyak pasangan terurut. Sehingga pasangan yang satu dapat memenuhi persamaan polar yang pertama tetapi tidak memenuhi persamaan polar yang kedua, atau sebaliknya.

27 of 28

27

Contoh :

Lingkaran r = 4 sin θ memotong garis θ = π/6 didua titik A(0, π/6) dan B(2, π/6) tetapi A(0, π/6) tidak memenuhi persamaan r = 4 sin θ, sedangkan B(2, π/6) memenuhi kedua persamaan r = 4 sin θ dan θ = π/6.

Persamaan θ = π/6 tidak dipengaruhi oleh r, artinya berapapun nilai r, akan tetap memenuhi persamaan garis θ = π/6, sehingga A(0, π/6) dan B(2, π/6) memenuhi persamaan garis θ = π/6, sedangkan A(0, π/6) tidak memenuhi persamaan r = 4 sin θ, sebab untuk θ = π/6 diperoleh r = 2, r ≠ 0.

28 of 28

28

Latihan :

Gambarkan grafiknya, tentukan semua titik-titik potong yang terlihat pada grafik yang dibuat dan tentukan titik-titik potong yang memenuhi kedua kurva secara bersamaan pada persamaan-persamaan polar berikut ini :

1. r = 2 – 2 cos θ ; r = 2 cos θ

  1. r2 = 4 cos 2θ ; r =
  2. r = 1 – cos θ ; r = 1 + cos θ
  3. r = sin θ ;