1 of 23

Kutu Putih (Hemiptera: Pseudococcidae) Yang Berasosiasi Dengan Tanaman Hias: Identifikasi Dan Musuh Alaminya

VIORENTA

PROGRAM STUDI eNTOMOLOGI

Institut Pertanian bogor

BKHIT BANTEN

BADAN KARANTINA INDONESIA

2 of 23

Latar Belakang Pemilihan

Program Studi dan Tesis

  • Program Studi Entomologi IPB, unggul dalam ilmu taksonomi, serangga tropis, dan pengendalian hayati yang relevan dengan perkarantinaan.
  • Mendukung peningkatan kompetensi dalam diagnosis OPT/OPTK dan analisis risiko organisme invasif.
  • Berkontribusi pada penguatan sistem perlindungan sumber daya hayati dan kebijakan perkarantinaan berbasis metode ilmiah

3 of 23

ALASAN MEMILIH TESIS

  • Perdagangan tanaman hias bernilai ekonomi tinggi, frekuensi ekspor-impor sering, berisiko terbawa kutu putih (Hemiptera: Pseudococcidae) dalam kegiatan ekspor dan impor, karena dapat bertahan di dalam tempat penyimpanan, dan sulit dikendalikan
  • Infestasi kutu putih ditandai dengan adanya gumpalan benang lilin berwarna putih pada permukaan daun bawah dan batang tanaman hias, menyebabkan tanaman mengering dan mati
  • Ekspor : Berpotensi menimbulkan hambatan teknis, perdagangan internasional, terbukti dengan adanya Notifikasi Ketidaksesuaian (Non-Compliance Notification) dari negara tujuan. Impor : Introduksi hama invasif

4 of 23

Alasan Memilih Tesis

  • Data identifikasi spesies kutu putih (Pseudococcidae) pada tanaman hias dan pegembangan kunci identifikasi yang apilkatif masih terbatas
  • Pengendalian kutu putih pada tanaman hias menggunakan insektisida, karena terbatasnya informasi mengenai musuh alami yang efektif, khususnya parasitoid yang berpotensi dimanfaatkan sebagai agensia hayati.
  • Penelitian ini juga menjadi sarana pengembangan diri melalui peningkatan kompetensi taksonomi dan pengembangan kunci identifikasi

5 of 23

Metode Penelitian

Pembuatan Preparat Awetan dan Identifikasi (William 2004)

Lokasi :

  • Kota Bogor
  • Kabupaten Bogor
  • Kabupaten Cianjur

6 of 23

Penyusunan Kunci Identifikasi Dikotomi

  • Kaplet dikotomus
  • Penyusunan kunci dikotomi dimulai dari karakter morfologi umum mengarah ke ciri yang lebih spesifik

Penyusunan Kunci Identifikasi Multiakses

  • Kunci identifikasi berbasis komputer menggunakan program Lucid.
  • Penyusunan kunci dilengkapi dengan foto atau gambar dari karakter yang dipilih

Kunci Identifikasi

7 of 23

Identifikasi Musuh Alami

8 of 23

Jenis Kutu

Tanaman Inang

Dysmicoccus brevipes

Adenium

D. neobrevipes

Aglonema, Alocasia, Yucca, Cyrtostachys renda

Exallomochlus hispidus

Bahunia, Heliconia

Ferrisia virgata

Aglaonema, Anthurium, Alocasia, Bahunia, Chrysanthemum

Maconellicoccus hirsutus

Hibiscus rosasinensis

Nipaecoccus nipae

Anthurium, Dypsis lutescens, Philodendron, Yucca

Paracoccus marginatus

Helianthus annuus , H. rosasinensis

Phenacoccus solenopsis

Chrysanthemum, H. rosasinensis

Planococcus lilacinus

Ficus, Veitchia merrillii 

P. Minor

Anthurium, Euphorbia pulcherrima, H.annuus, Plumeria

Pseudococcus jackbeardsleyi

Aglaonema, Anthurium, Alocasia, H.annuus, Syngonium

P. longispinus

Aglaonema, Anthurium, Alocasia, H.annuus, Syngonium

Hasil Penelitian

9 of 23

Jenis Kutu

Tanaman Inang

Rastrococcus iceryoides

Codiaeum variegatum

R. Spinous

Anthurium, Plumeria, Pseuderanthemum reticulatum

Spilococcus mamillariae

Kaktus (Cisarua Gadok dan Kab. Cianjur (Pacet)

15 Spesies (14 spesies sudah pernah dilaporkan, satu spesies belum pernah dilaporkan (Zakarni et al. 2021))

Kutu putih S. mamillariae, menyerang Cactaceae, pertama kali dilaporkan dari Prancis dan Italia pada tahun 1929. Antara tahun 1933 dan 2022, hama kaktus ini menyebar ke lebih dari 24 negara, termasuk Brasil, Ceko, Italia, Meksiko, Selandia Baru, dan Slovenia, dan ditemukan di rumah kaca di negara-negara beriklim sedang (CABI 2019; Morales et al. 2024). Spesies ini dianggap berisiko bagi wilayah Amerika Serikat, sehingga dicegat dalam sistem karantina AS.

10 of 23

Karakter Morfologi Tubuh dan Preparat Awetan

Spilococcus mamillariae

  • Inang : Cactaceae. Aizoaceae, Epacridaceae, Euphorbiaceae, Malpighiaceae (ITP 2014).
  • Imago betina oval, berwarna hijau keabuan, lilin tipis
  • Filamen lilin lateral tidak tampak, posterior pendek
  • Antena delapan ruas, serari 8-13 pasang.
  • Anal lobe membranous dan tidak memiliki anal bar, terdiri dari dua seta kerucut, 2-3 seta auxiliari dan beberapa pori trilokular.
  • Oral rim tubular duct pada dorsal sedikit, paling banyak 8.
  • Pori translusen terdapat pada coxa dan tibia tungkai belakang,
  • Kuku memiliki denticle (Williams 2004).

 

11 of 23

Hasil penyusunan kunci dikotomi

12 of 23

Hasil penyusunan kunci Lucid

Hasil unggahan karakter keseluruhan species kutu putih pada kolom Entities dan Kolom Features

Hasil tahapan spreadsheed scoring

13 of 23

  • Kolom I : karakter yang kita pilih
  • Kolom II : spesies yang terseleksi
  • Kolom III: spesies yang tidak terseleksi
  • Kolom IV: riwayat karakter yang telah dipilih

Hasil penyusunan kunci Lucid

14 of 23

15 of 23

16 of 23

Tabel 2. Parasitoid Kutu putih pada Tanaman hias

Famili

Parasitoid

Inang

Tanaman Hias

Lokasi

Encyrtidae

Anagyrus pseudococci

P. lilacinus

Ficus

Tanah Sareal

Encyrtidae

A.mirzai

P. longispinus

Anthurium

Tenjolaya

Encyrtidae

Blepyrus insuliaris

F. virgata

Syngonium

Taman Sari

Kemang

Encyrtidae

Gyranusoidea tebygi

R. spinosus

Kamboja

Tanah Sareal

Eulopidae

Aprostocetus sp.

R. spinosus

Melati Jepang

Tanah Sareal

  • Famili Encyrtidae: paling efektif dalam mengendalikan kutu putih pada stadia nimfa dan imago (Mani dan Shivaraju 2016).

17 of 23

Tabel 2. Parasitoid Kutu putih pada Tanaman hias

18 of 23

Kesimpulan

  • Kutu putih yang berasosiasi dengan tanaman hias sebanyak 15 jenis
  • Kunci identifikasi: kunci dikotomi dan kunci multiakses (Lucid 4.0)
  • Predator yang ditemukan sebanyak tujuh jenis dari famili Coccinellidae dan Chrysopidae
  • Parasitoid yang ditemukan sebanyak lima jenis berasal dari dua famili, yaitu Encyrtidae, dan Eulopidae.

19 of 23

Relevansi Hasil Studi Dengan Tugas Karantina

Penguatan Kompetensi Diagnosis OPT/OPTK

Kemampuan identifikasi secara morfometri, mendukung penetapan status organisme pengganggu pada media pembawa dalam kegiatan impor.

Penyusunan Kunci Identifikasi Terstandar

kunci identifikasi menjadi alat bantu mempercepat, seragam, dan meningkatkan akurasi proses diagnosis di laboratorium karantina

Kecepatan Layanan sertifikasi Fitosanitari

Identifikasi yang akurat dan terstandar mendukung sertifikasi fitosanitari tanaman hias di negara tujuan.

20 of 23

Relevansi Hasil Studi Dengan Tugas Karantina

21 of 23

Komitmen Kontribusi Pasca Tugas Belajar

  • Kunci identifikasi kutu putih morfologi dapat diaplikasikan dalam kegiatan diagnosis OPT/OPTK di laboratorium karantina.
  • Mendukung peningkatan akurasi dan kecepatan pemeriksaan media pembawa tanaman hias untuk sertifikasi fitosanitari ekspor.

22 of 23

Dampak Yang Diharapkan

Dampak Jangka Menengah

  • Informasi data teknis, pembaruan daftar dan lampiran OPTK secara ilmiah dan adaptif.
  • Mengoptimalkan pengawasan impor-ekspor melalui pendekatan mitigasi risiko

Dampak Jangka Pendek (Penguatan Operasional)

  • Akurasi dan kecepatan diagnosis OPT/OPTK pada komoditas tanaman hias melalui kunci identifikasi
  • Mendukung layanan sertifikasi fitosanitari yang lebih kredibel

Dampak Jangka Panjang

  • Penguatan sistem biosekuriti melalui deteksi dini dan pencegahan masuknya spesies invasif.
  • Meningkatkan daya saing perdagangan internasional Indonesia, melalui sistem sertifikasi yang akurat dan diakui secara ilmiah
  • Pengembangan dan perbanyakan musuh alami untuk mengendalikan kutu putih di lapangan dan rumah kaca

23 of 23

BADAN KARANTINA INDONESIA

TERIMA KASIH