UJI ASUMSI KLASIK NORMALITAS�
Suwono, SE, M.Si
Konsep Dasar
UJI NORMALITAS DENGAN ANALISIS GRAFIS
SPSS
Data
X:,isi *ZRESID
Output dan Analisis
Analisa Output Histogram
Berdasarkan tampilan histogram terlihat bahwa kurva dependent dan regression standardized residual membentuk gambar seperti lonceng, oleh karena itu berdasarkan uji normalitas, analisis regresi layak digunakan meskipun sedikit terdapat kemiringan
Output dan Analisis
Analisa Normal PP Plot Regression Standardized
Berdasarkan tampilan Normal PP Plot Regression Standardized terlihat bahwa titik – titik menyebar disekitar garis diagonal, oleh karena itu berdasarkan uji normalitas, analisis regresi layak digunakan meskipun terdapat sedikit plot yang menyimpang dari garis horisontal
Uji normalitas dengan metode signifikansi skewness dan kurtosis
Uji normalitas dapat dilakukan dengan berdasarkan pada koefisien keruncinngan (kurtosis) dan koefisien kemiringan (skewness) dengan rumus sbb :
S = Nilai skewness
N = Jumlah kasus
K = Nilai kurtosis
Jika Zskew dan Zkurt ≤ nilai kritis maka residual terstandarisasi berdistribusi normal, sedangkan jika menggunakan tingkat toleransi 1% maka nilai kritisnya ±2,58. tingkat toleransi 5% maka nilai kritisnya ± 1,96 dan tingkat toleransi 10% maka nilai kritisnya ± 1,65
SPSS
Output
Kesimpulannya, karena nilai standarisasi skewness (0,253) dan nilai kurtosis (0,418) lebih kecil dari 2,58 maka dengan tingkat toleransi 1%, nilai residual terstandarisasi terdistribusi secara normal
Uji normalitas dengan jarque-bera (JB test)
Uji ini dilakukan dengan membandingkan statistik JB dengan nilai X² tabel, jika nilai JB ≤ X² tabel maka nilai residual terstandarisasi dinyatakan berdistribusi normal, untuk menghitung digunakan rumus :
JB = Statistik jarque-bera
S = Koefisien skewness
K = Koefisien kurtosis
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai statistik JB sebesar 8,684, sedangkan nilai X² tabel dengan df; 0.01 ; 2 adalah 9,210 jadi nilai residual terstandarisasi berdistribusi normal
Uji normalitas dengan kolmogorof - smirnov
Uji normalitas menggunakan uji statistik non-parametrik komogorov-smirnov merupakan uji normalitas menggunakan fungsi distribusi kumulatif, nilai residual terstandarisasi berdistribusi normalo jika K hitung < K tabel atau nilai sig. > alpha
SPSS
Berdasarkan output diatas terlihat bahwa nilai sig. (2-tailed) seb esar 0.823 > 0.05 oleh sebab itu Ho tidak dapat ditolak, hal ini berarti nilai residual terstandarisasi dinyatakan menyebar secara normal
Output
Konsekuensi dan cara mengatasi pelanggaran normalitas
1. Menambah jumlah data
Dengan menambah jumlah data maka nilai residual yang memiliki nilai ekstrem akan semakin berkurang, karena dengan semakin banyaknya jumlah data maka pembagi nilai ekstrem semakin besar sehingga nilai rata-ratanya akan mendekati nilai tengah
2. Melakukan transformasi data menjadi log atau LN
Dengan melakukan transformasi maka selisih antara nilai yang terbesar dengan nilai yang terkeciil akan semakin pendek de dan nilai ekstrem akan semakin mendekati rata-ratanya
3. Menghilangkan data yang dianggap sebagai penyebab data tidak normal
Dengan menghilangkan data yang dianggap sebagai data tidak normal maka sebagian besar data akan semakin mendekati nilai rata-ratanya, cara ini cara yang paling praktis namun bila jumlah data yang dimiliki sangat terbatas maka cara ini tidak direkomendasikan
4. Dibiarkan saja tetapi kita harus menggunakan alat analisis lain
Analisis regresi merupakan salah satu analisis parametrik dan salah satu syarat dari penggunaan analisis parametrik adalah adanya kenormalan data oleh karena itu jika kenormalan data tidak terpenuhi maka kita dapat menggunakan analisis non parametrik yang tidak mensyaratkan kenormalan data